Follow sosmed author
IG:Mia novita23
Tiktok:Miss Mia Novita
Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia justru menjadi seperti mimpi terburuk yang pernah datang. Di tinggal pergi oleh calon suaminya sendiri tepat di hari pernikahan. Sehingga mau tidak mau Kanaya harus menikah dengan calon kakak iparnya yang terkenal arogan dan juga dingin. Demi menjaga nama baik keluarga, Andreas bersedia menggantikan adiknya yang kabur dan menikahi calon adik iparnya.
Bagaimanakah perjalanan pernikahan mereka? Akan kah pernikahan itu bisa membuat keduanya saling mencintai? Ikuti kisahnya, Ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apartemen Andreas
"Kenapa kamu malah menyalahkan saya? Kamu sendiri kenapa lari pas lompat seperti itu dan membuat saya harus menggendong mu" balas Andres yang tidak mau di salahkan.
Kanaya terdiam, karna rasa dia saja sampai lupa apa penyebabnya sampai harus lari dari kamar mandi dan berakhir dengan ciuman yang tak sengaja yang baru saja terjadi di antara keduanya. Kanaya sungguh sangat grogi untuk kali ini.
"Aku berlari karna tadi ada kecoa di dalam kamar mandi"Kanaya menoleh ke arah kamar mandi.
Andreas yang mendengar penuturan Kanaya membuat pria itu mengulum bibirnya menahan tawa, karna benda yang Kanaya pikir kecoa hanyalah mainan milik anak adik dari Andreas yang menginap di apartemen ini tiga hari yang lalu, hanya saja Andreas tidak sempat membersihkan mainan itu.
Andreas beranjak dari tempatnya sembari terus mengulum bibirnya, membuat Kanaya merasa kesal karna ekspresi yang di berikan oleh pria itu.
"Ngeselin banget ekspresinya itu, astaga" batin Kanaya sambil terus menatap punggung Andreas yang sudah masuk ke dalam kamar mandi.
Tak berselang lama, Andreas sudah kembali dengan wajah yang masih terus mengulum bibir"Ini yang kamu takutkan?" pria itu memperlihatkan benda tadi pada Kanaya dan membuat Kanaya berteriak seperti sebelumnya.
"Aaaaa, jauhkan hewan itu, Andreas. Aku tidak menyukainya"
Melihat raut wajah ekspresi Kanaya membuat tawa Andreas pecah. "Andreassss!! Kenapa malah ngetawain aku?!!" teriaknya lagi sambil menutup kedua matanya dengan tangan. "maaf...maaf... Itu bukan kecoa, hanya benda mainan milik anak adik perempuanku. Masa benda kaya itu aja kamu takut, payah kamu itu" ujar Andreas sembari terus menatap Kanaya dan melewati gadis itu.
Mendengar apa yang Andres katakan membuat gadis itu mengangkat sebelah sudut bibirnya. Sungguh Kanaya sangat kesal mendengarnya. "Aaaah jadi itu hanya benda mainan yang menyerupai kecoa, memalukan sekali" gumam Kanaya pelan sembari menatap pada benda yang sudah Andreas letakkan di atas meja. Ternyata memang benar, itu hanyalah benda mainan.
Sedetik kemudian Kanaya mengusap bibirnya dan teringat akan ciuman singkat tadi"bibirku sudah tidak suci lagi" ucapnya sembari melihat bibirnya di kaca yang ada di dalam kamar itu.
Andreas keluar dari dalam Apartemennya untuk mengambilkan baju Kanaya di apartemen gadis itu, saat sudah sampai di kamar Kanaya, Andreas cukup bingung ingin mengambil baju yang mana, hingga tanpa sengaja kedua mata Andreas menoleh ke salah satu baju dengan bahan satin sedang di gantung di dalam lemari tersebut.
Biarpun Andreas tidak terlalu tau perihal baju perempuan, namun untuk pakaian ini Andreas paham jika itu adalah gaun tidur malam yang biasa di sebut dengan Lingerie.
Beberapa lingerie dengan warna yang berbeda tergantung berjejer di sana, model yang berbeda namun sama-sama menggunakan bahan kain satin.
Pria itu menggelengkan kepalanya saat bayangan tubuh Kanaya yang tadi melintas"Astaga kenapa isi otakku mulai kotor" gumamnya dan langsung mengambil asal baju Kanaya.
Setelah mengambil pakaian untuk baju ganti Kanaya, Andreas segera kembali ke apartemennya karna sudah pasti Kanaya menunggu di sana.
Saat ini Kanaya dan Andreas sedang duduk di meja makan sembari menikmati dimsum buatan Andreas yang sudah terasa dingin namun tetap enak. "Ini dimsum terenak yang pernah aku makan" batin Kanaya serta terus menikmati dimsum itu.
"Bagaimana rasa dimsumnya, enak kan?" tanya Andreas sambil menatap pada Kanaya"Tidak begitu, tapi ya lumayanlah" gadis itu hanya berpura-pura, padahal sebenarnya ingin dia berkata jika dimsum buatan Andreas ini sangatlah enak. Bahkan Kanaya saja tidak bisa membuat dimsum seenak itu.
Sejenak Kanaya menatap pada Andreas yang menikmati dimsum buatannya sendiri"Dia benar-benar pria yang hampir mendekati kata sempurna, sudah tampan, pekerja keras, pinter masak. Banyak nilai plusnya, beruntung sekali perempuan yang akan menjadi istrinya nanti, hanya saja dia minus sikapnya yang buruk" batin Kanaya sembari terus menatap sosok yang ada di depannya.
Andreas yang menyadari jika Kanaya sejak tadi memperhatikannya membuat pria itu mengangkat wajahnya dan menatap kedua bola mata indah milik Kanaya yang berwarna Hazel"Jangan diliatin terus, nanti kamu bisa jatuh cinta. Karna saya tau ada banyak nilai plus yang bisa kamu dapatkan dari pria dingin seperti saya. Tapi kamu tenang saja, siapapun yang akan mencoba mendapatkan hati saya, pemenangnya tetaplah perempuan yang sudah menjadi istri saya sekarang, nanti dan seterusnya" Kanaya mengerutkan keningnya mendengar hal itu,
Bagaimana bisa apa yang Andreas katakan seakan sejalan dengan pikiran Kanaya sejak tadi. "Tidak perlu kaget seperti itu, saya tau kamu bersyukur bisa menikah dengan pria yang hampir sempurna seperti saya" setelah mengatakan hal itu Andreas beranjak untuk mengambil susu yang sudah dia buat untuk Kanaya tadi. Meninggalkan Kanaya yang hanya bisa mengangkat sebelah sudut bibirnya.
"Percaya diri sekali dia" batinnya
Andreas kembali dengan membawa segelas susu coklat"Minumlah, mulai hari ini saya akan pastikan kamu tidak kekurangan gizi dan kurus seperti itu, istri Andreas harus memiliki postur tubuh yang sehat dan ideal tentunya, gak boleh kurus kerempeng seperti tidak ada daging. Apa kata orang nanti"
Mendengar itu membuat Kanaya menatap tajam Andreas"Heii, di jaga itu kalimat, kamu pikir aku kurus karna kurang gizi, enak saja, setiap hari mama ku selalu memberikan empat sehat dan lima sempurna" balas Kanaya pada Andreas
"Memang, saya sih percaya kalau mama Hesti memberikan yang terbaik buat kamu, tapi ya mungkin saja ada hal yang memperlambat pertumbuhanmu, sehingga kamu tidak ada perubahan dan tetap kurus kering" Andreas tertawa"Bercanda, sayang. Sudah aku siap-siap dulu, sebentar lagi ada meeting. Kamu baik-baik di apartemen"
Andreas berlalu dari meja makan karna memang dia harus siap-siap ke kantor. Mendengar panggilan sayang membuat Kanaya terdiam, entah apa yang dia rasakan saat ini.
****************
Kanaya sudah kembali ke dalam Apartemennya sendiri, Karna Andreas sudah berangkat ke kantor sejak dua jam yang lalu. Gadis itu mengisi waktu luangnya dengan memainkan ponsel, hingga rasa bosan itu menghampirinya.
"Hhhffff, bosan banget kalau setiap hari aku harus menghabiskan waktu hanya memainkan ponsel di dalam apartemen, aku rindu jakarta," padahal belum ada sebulan gadis itu tinggal di bali bersama dengan Andreas namun rasanya Kanaya sudah sangat merindukan kota jakarta, tahan kelahirannya yang menyimpan begitu banyak kenangan di sana.
Namun saat teringat akan kota jakarta kembali membuat Kanaya teringat akan Aditya, karna memang biasanya mereka dulu sering menghabiskan waktu bersama setiap hari. Selain pasangan kekasih, Kanaya dan Aditya kuliah di satu kampus yang sama hanya beda fakultas saja.
Mengingat itu membuat Kanaya mengepalkan kuat kedua tangannya, marah sekaligus sakit hati karna ketulusannya selama ini sudah di khianati begitu saja oleh laki-laki yang amat Kanaya cintai.