Perjalanan kultivasi dan bela diri adalah jalan yang sepi dan sunyi yang begitu panjang. Di setiap kesempatan selalu ada kesulitan yang datang untuk menghampiri. Untuk mencapai puncak tertinggi, Yun Fei merangkak dari bawah untuk berdiri di puncak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RiZESheall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serangan Penuh
Setelah mengatakannya dengan keras dan sedikit tertawa, Wu Zhang menyeringai memandang ke arah kereta kuda dimana Yan Ruyu dan pelayannya Yi'er mengintip di jendela kereta.
Hihh!
Yan Ruyu dan Yi'er mereka berdua merasakan ngeri, tatapan mata dan seringai Wu Zhang seperti binatang buas yang akan menerkam keduanya itu.
Pak tua Ding menggertakkan giginya, dia merasa ingin membungkam mulut Wu Zhang dan membunuh ketiganya yang telah mengucapkan kata-kata yang terlalu fulgar untuk didengar oleh dua gadis dibelakang sana.
Namun pak tua Ding sadar, dia sedang terpojok dan tidak bisa memikirkan apapun. Dengan kondisinya itu yang kehilangan satu lengannya, kekuatannya benar-benar berkurang drastis.
Dia sama sekali tidak memiliki kesempatan, bahkan untuk membiarkan nona mudanya, Yan Ruyu dan Yi'er untuk melarikan diri dari mulut serigala Wu Zhang dan keduanya itu.
Yi'er yang terlihat ketakutan juga, dia menggenggam tangan Yan Ruyu dengan erat.
Melihat pak tua Ding yang seperti itu, Yi'er dia merasa waktu yang akan terjadi sebentar lagi akan menjadi waktu yang paling gelap dalam hidupnya.
"Nona..." Suara Yi'er lirih.
Yan Ruyu matanya tampak seperti melihat teror, tangannya bergetar hebat ketakutan. "Yi-Yi'er..."
Yi'er bisa merasakan ketakutan yang amat dari Yan Ruyu. "Nona... Jika kita mati hari ini, ku harap... Ku harap kita akan bertemu lagi, di kehidupan selanjutnya..."
Yi'er tidak melihat harapan untuk bisa aman jika jatuh ke tangan Wu Zhang. Baginya jatuh ke tangan seorang penjahat seperti Wu Zhang dan kedua orang lainnya itu, lebih buruk daripada kematian.
Yan Ruyu menoleh dengan tiba-tiba, matanya berkaca-kaca melihat Yi'er. "Yi-Yi'er... Kau, jangan tinggalkan aku..." Yan Ruyu seakan ingin menangis dan memeluk Yi'er dengan erat.
Kata-kata Yi'er itu adalah kata-kata perpisahan.
Yan Ruyu menjadi lebih dan lebih ketakutan mendengarnya, dia tidak tau harus berbuat apa.
Di samping dia sangat takut dengan situasi mereka sekarang, dia juga terkejut sekaligus sangat takut jika Yi'er mengatakan kata-kata perpisahan seakan dia akan mati beberapa saat lagi.
Pak tua Ding menggertakkan giginya, dia merasa putus asa. Tidak ada kesempatan baginya untuk melawan ketiga orang itu.
"... Jika memang seperti itu hasilnya,... Setidaknya aku harus membawa salah satu dari mereka menemaniku ke akhirat..." Pikir pak tua Ding.
Semua hanya jalan buntu, tidak ada cara yang membuat mereka lolos dari mulut serigala Wu Zhang.
Pak tua Ding hanya berpikir untuk keselamatan nona mudanya, Yan Ruyu. Namun melihat semua itu, tidak ada kesempatan, walau sedikitpun.
Wu Zhang dan dua lainnya melangkah mendekat ke arah pak tua Ding.
Wu Zhang berdiri didepannya, dan kedua orang lainnya berdiri menutupi di kedua sisi pak tua Ding.
Mengarahkan pedang ke arah pria tua yang berlutut dengan satu kaki itu, Wu Zhang lalu berbicara lagi. "Menyerahlah pak tua, tidak ada kesempatan bagimu untuk melawan." Cibiru Wu Zhang.
Kedua orang lainnya juga mencibir dan menertawakan pak tua Ding.
Keduanya bernama Zhan Sang dan Sun Jiaming.
Zhan Sang menarik pedangnya, menusuk sedikit di lengan kanan pak tua Ding.
"Hahaha, pak tua, meski kau sebenarnya lebih kuat sedikit dari kami. Tapi melawan kami bertiga itu tidak ada gunanya."
Zhan Sang serius berkata begitu. Meski kultivasinya dan Wu Zhang dan Sun Jiaming sama-sama berada di lapisan ke-6 Pemurnian Qi, namun jika melawan satu lawan satu dengan pak tua Ding, Zhan Sang merasa dia akan kalah hanya dalam waktu satu menit saja.
Meski pedang Zhan Sang hanya satu ruas jari menusuk lengan pak tua Ding, namun itu cukup menyakitkan, darah mengalir dari luka itu.
Sun Jiaming dia tidak berkata-kata, dia maju dan langsung menusuk pedang di paha pak tua Ding.
Teriakan keras pak tua Ding, dia merasakan rasa sakit yang teramat sangat.
Pedang menembus paha dan darah terus mengalir.
Luka-luka seperti itu sangat menyakitkan. Belum lengannya yang putus, ditambah luka-luka yang baru dia terima lagi, pak tua Ding merasa dia tidak akan bisa lari dari kematian dalam beberapa detik lagi.
Saat matanya mulai sayup dan menutup satu matanya, pak tua Ding tiba-tiba melihat sesuatu di belakang Wu Zhang.
Ada seorang pemuda yang diam-diam melangkah, tanpa suara dan tanpa hawa kehadiran yang bisa dirasakan.
Mata pak tua Ding bereaksi.
Itu Yun Fei, dia mengendap-endap melangkah mendekat ke arah Wu Zhang tanpa aura yang bisa dirasakan.
Ketika pak tua Ding bereaksi karenanya, Yun Fei dengan cepat tangannya mengintruksikan pada pak tua Ding itu untuk tetap diam.
Hmm? Wu Zhang melihat kelainan dari sorot mata pak tua Ding, dan merasa aneh.
"Huh? Apa yang kau lakukan dengan mata itu hah?" Wu Zhang merasa tidak senang melihat mata pak tua Ding itu.
Dia mengangkat pedangnya, dan mengangkat tepat didepan mata pak tua Ding.
!!! Hati pak tua Ding mengeras, pedang yang tajam tepat berada di depan matanya hanya kurang dari satu jengkal menusuk di matanya.
Zhan Sang menusuk lagi pedangnya lebih dalam dengan sengaja.
Arrgghhh! Jerit pak tua Ding.
Yan Ruyu dan Yi'er tidak berani melihat keluar. Mereka berdua
Hanya tetap didalam kereta, tidak berani turun dan melarikan diri.
Sun Jiaming menarik pedangnya dengan sengaja, lalu bersiap untuk menusuk kembali pak tua Ding.
"Aku ingin tau, seberapa lama kau akan bertahan..."
Pada saat Sun Jiaming hendak menusukkan kembali pedangnya, tiba-tiba sesosok orang muncul di sampingnya dengan tangan kanan ditarik kebelakang.
"Kau yang pertama!"
Suara itu seperti berbisik.
Yun Fei dengan siap, langsung melepaskan tinju awan dengan kuatnya.
Bamm!
Sun Jiaming yang tidak siap, mendapatkan tinju awan di tubuhnya, yang menerbangkannya kesamping beberapa meter.
Arrgghhh!
Sun Jiaming terguling di tanah, dan membutuhkan seteguk darah.
!!! Apa???
Wu Zhang dan Zhan Sang terkejut. Mata mereka terangkat melihat Sun Jiaming yang terbang melanting dan jatuh di tanah.
Siapa kau??? Wu Zhang panik.
Dia tanpa pikir panjang, langsung mengayunkan pedangnya menyerang Yun Fei.
Namun sosok Yun Fei dalam sekejap telah bergerak dan mundur beberapa meter.
"!!! Teknik gerakan apa itu???" Zhan Sang tercengang melihat pergerakan Yun Fei yang tiba-tiba menghindari serangan spontan Wu Zhang.
Pak tua Ding yang berlutut di tanah, dia sangat terkejut melihat pergerakan yang sangat cepat itu.
Suara itu juga menarik Yan Ruyu dan Yi'er yang mendengar pertarungan dari kereta, mereka memberanikan diri untuk melihat karena mendengar suara yang aneh.
"... It-itu..." Yan Ruyu kebingungan dengan ketakutan yang masih ada di matanya.
Yi'er tidak bisa berkata-kata, namun melihat seseorang pemuda yang tiba-tiba muncul dan datang membantu itu, seketika seperti memberikan harapan pada Yi'er dan juga Yan Ruyu.
Zhan Sang dengan terkejut, dia langsung menarik pedangnya.
Dia dan Wu Zhang melihat ke arah Yun Fei yang berdiri di depan beberapa meter dari mereka.
Zhan Sang tidak peduli untuk berbicara omong kosong, dia langsung menerjang kedepan untuk menyerang. "Mati!!!"
Pedang dengan kuatnya diayunkan dari atas kedepan.
Yun Fei sudah bersiap, namun pikirannya sangat cepat, melihat orang didepannya lebih kuat darinya, Yun Fei tidak membiarkan dirinya menghadapi langsung serangan kuat itu.
Melompat ke samping dan mundur.
Namun dalam sekejap sosok Yun Fei menghilang, dan muncul di belakang Zhan Sang.
Tinju awan dilancarkan dengan kuat.
Arrgghhh!
Zhan Sang berteriak. Dia terlempar terbang kedepan dan berguling di tanah.
Tulang punggungnya terasa seperti akan patah dan hancu setelah mendapatkan pukulan kuat itu. Nafasnya berat dan wajahnya berubah pucat.
Dia memuntahkan dan terbaring di tanah, nafasnya tersengal-sengal.
Meski serangan Yun Fei begitu sangat kuat dan kedua lawan yang terkena itu tidak begitu siap. Namun tinju awan itu tidak sampai membunuh kedua lawannya.
"Jangan terlalu sombong bocah!" Suara Wu Zhang terdengar keras.
Wu Zhang dengan wajah yang gelap penuh amarah, muncul di samping Yun Fei dan menyerang dengan pedang dengan sekuat tenaga.
Yun Fei tampak panik, dia sudah menggunakan teknik pergerakannya sebanyak 3 kali. Dan sekarang ini, dia cukup kesulitan untuk dengan beruntun menggunakan yang keempat kalinya.
Namun meski begitu tubuh Yun Fei berkedip-kedip bergerak kembali.
Muncul di belakang Wu Zhang, Yun Fei ingin mengerahkan segalanya.
Dia mengerahkan kekuatan yang besar untuk melancarkan tinju awan untuk yang selanjutnya.
Tiba-tiba tubuh Wu Zhang berputar, seringai kejam muncul di wajahnya. "Jangan kira aku tidak menyadari mu bocah!"
Wu Zhang dengan satu tangannya melancarkan serangan tinju yang sangat kuat.
Keduanya saling bertabrakan.
Kuhh!!! Wajah Yun Fei berubah, tangannya terasa kesemutan dan bergetar.
Namun di sisi lain, Wu Zhang tidak lebih baik dari Yun Fei, tangannya serasa sangat sakit dan kulit dan dagingnya pecah, tulangnya seakan mau patah.
Aarrgghhh!! Wu Zhang menggigit bibirnya menahan rasa sakit itu.
"Ini tidak berhenti hahh!"
Tiba-tiba Yun Fei sudah muncul tepat didepan Wu Zhang, tinjunya penuh dengan kekuatan, Yuan Qi yang begitu murni melapisinya.
Bang!
Tinju tepat di dada Wu Zhang, tepat di jantung.
Dug! Yuan Qi seperti menjadi sesuatu yang sangat ganas.
Gelombang Yuan Qi tampak menembus dada Wu Zhang, dan jantungnya tiba-tiba hancur.