NovelToon NovelToon
Kembali Dan Memperbaiki Cinta Yang Diabaikan

Kembali Dan Memperbaiki Cinta Yang Diabaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Setelah mengetahui fakta tentang penghianatan orang yang paling di cintai, Florin Eldes memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, namun di akhir hayatnya, seseorang yang begitu ia benci dan selalu ia siksa dengan sadis malah menangisi kepergiannya dan berharap ia tidak mati. " Kenapa kamu ingin menolongku? padahal aku sudah menyiksamu selama ini. bukankah kematianku adalah hal yang paling kamu inginkan..." Florin menutup matanya untuk terakhir kali setelah mengucapkan kalimat itu. Tapi di saat ia mengira ia sudah mati, ia Malah kembali ke malam dimana ia bertunangan dengan pria yang ia cintai sekaligus pria yang telah menghancurkan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bertemu Bella

"aku tidak mencintaimu"

"Aku hanya menganggap mu sebagai teman"

"Aku tidak mencintaimu Wilson"

Kata kata Florin terus saja terulang dalam pikiran Wilson. Selama ini ia telah mengorbankan banyak hal untuk Florin, tenaga, waktu, dan perhatian serta kasih sayang telah ia berikan. Tapi nyatanya ia kalah hanya karena seorang pria asing yang baru Florin kenal beberapa hari hanya karena ingin mempertahankan perusahaan.

" Florin, kenapa kamu menyiksa ku sangat kejam. Aku bisa menerima semua siksaan yang kau berikan pada tubuhku, tapi aku tidak bisa menahan rasa sakit yang kau berikan dalam hatiku. Kenapa untuk yang kedua kalinya kau kembali mematahkan hatiku. Saat kau memutuskan hubungan dengan valir aku sangat bahagia, aku pikir aku akan mendapatkan hatimu setelah sekian lama. Tapi ternyata kau melakukan hal yang sama padaku, kau menjalin hubungan dengan pria lain tanpa memperdulikan perasaan ku." Wilson menyentuh dadanya yang terasa sangat sakit. Baru kali ini ia benar benar putus asa. Wilson mengangkat kepalanya ke atas dan menatap langit langit apartemennya.

" Kenapa jalan ku seperti ini ya Allah? kenapa? Katakan padaku!. Apa kau menghukum ku atas kesalahan ku?. Aku sangat mencintai Florin. Bagaimana aku bisa hidup tanpa dia? Katakan padaku bagaimana aku bisa hidup?. selama ini aku bertahan di dunia ini karena dirinya, lalu sekarang kau membiarkannya pergi dari hidupku!." Lirih Wilson dengan penuh kekecewaan.

Wilson memejamkan matanya, ia mencoba mengontrol emosinya agar tidak meledak. Wilson tahu, jika ia menghancurkan apapun di ruangan itu tidak akan bisa mengubah keadaan. Wilson memutuskan untuk keluar rumah saja mungkin dengan itu ia bisa sedikit tenang.

Wilson mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, ia menggunakan mobil yang terbuka. Wilson ingin menghirup udara segar untuk menenangkan hati dan pikirannya. Tapi sekeras apapun ia berusaha, ucapan Florin masih melekat kuat di dalam pikirannya.

Di saat sedang melamun, Wilson tak menyadari ada seorang wanita yang akan menyebrang jalan. Kala itu memang sedang lampu merah, tapi karena Wilson tidak memperdulikan keadaan sekitarnya ia malah menerobos dan akhirnya ia menabrak wanita yang sedang menyebrang.

Wilson seketika berhenti dan keluar dari dalam mobil. Ia berlari dengan cepat ke arah wanita yang baru saja ia tabrak. Matanya membesar saat tahu siapa yang ia tabrak. "Bella!."

Dengan cepat Wilson menggendong tubuh Bella yang terluka. Untung saja mobilnya melaju dengan kecepatan sedang jadi Bella hanya mendapatkan luka goresan karena terkena aspal.

" Kak Wilson!. Kakak ada di sini?." tanya Bella yang seketika rasa sakit di kakinya langsung hilang saat melihat Wilson.

" Sebaiknya kita langsung saja ke rumah sakit. Lukamu berdarah akibat ulahku. Maafkan aku Bella." ujar Wilson merasa bersalah.

Namun bukannya meringis, Bella malah tersenyum. " Tidak apa apa kak, ini hanya luka kecil. Bella akan mengobati nya di rumah."

Wilson merasa heran dengan Bella, bagaimana bisa ia baik baik saja dengan luka di lututnya. Dan Wilson juga heran mengapa Bella ada di New York.

" Bella, kamu sedang terluka. Kamu harus di cek ke rumah sakit." Ucap Wilson mencoba menjelaskan.

" Tidak perlu kak, ini hanya luka kecil. Di rumah aku punya obatnya." Bella terlihat tersenyum ramah seperti biasanya. Ia terlihat baik baik saja.

Wilson tidak ingin memaksa lagi, sepertinya Bella memang tidak mau di bawa ke rumah sakit. " Baiklah kalau begitu aku akan mengantarmu ke rumahmu. Dimana kamu tinggal? Oh ya kenapa tidak katakan padaku kalau kamu juga di New York?." Wilson berbicara pada Bella sambil menyetir.

" Kak, apa kakak lupa saat terakhir kali Bella ketemu kakak. Bella tidak mau lagi menganggu kakak. Tapi ternyata kita bertemu lagi dan Bella merepotkan kakak lagi."

Wilson menatap singkat ke arah Bella. " Kamu tidak merepotkan ku Bella. Akulah yang sudah menabrak mu." Wilson tidak terima jika Bella mengatakan hanya merepotkan dirinya padahal jelas jelas Wilson lah yang bersalah di sini.

Bella terdiam, kemudian ia bisa melihat rumahnya dari kejauhan. " Kak itu rumah Bella." ujarnya dengan girang.

Wilson memarkirkan mobilnya di halaman rumah mewah itu, " Kamu tinggal sendiri di rumah ini?." tanya Wilson penasaran.

" Iya kak." ungkap Bella.

Wilson yang awalnya berniat untuk mampir akhirnya mengurungkan niat karena Bella hanya sendirian di rumah nya. Tidak baik jika perempuan dan laki laki berada di rumah hanya berduaan saja.

" Kak, Bella tahu kalau kakak tidak akan mampir jadi Bella tidak menawarkan kakak untuk masuk. Terimakasih sudah mengantar Bella pulang." Bella turun dari mobil dan berterimakasih pada Wilson.

" Kamu sudah tahu aku tidak akan mampir. Sekali lagi aku minta maaf Bella karena sudah menabrak mu. Aku akan bertanggung jawab untuk semuanya." ujar Wilson merasa bersalah.

" Tidak perlu kak, sebaiknya kak Wilson melupakan kejadian ini. Bella juga sudah lupa. Anggap saja kak Wilson hanya mengantar Bella pulang." terukir senyuman indah di bibir Bella. Wilson mengenal Bella karena gadis itu selalu ceria di hadapannya, tidak pernah terlihat murung dan marah.

" Baiklah kalau begitu saya pamit, selamat malam Bella." Ujar Wilson dengan sedikit senyuman ke arah Bella.

Setelah kepergian Wilson, Bella meringis kesakitan. " Kenapa lukanya jadi sakit ya saat kak Wilson pergi, apa obatnya kak Wilson?. Bella hentikan! Kamu sudah berjanji untuk melupakannya kenapa kamu malah memikirkan hal yang aneh aneh. Tapi...kenapa aku bertemu kak Wilson lagi di saat aku berusaha untuk melupakannya. Jadinya hatiku kembali berbunga bunga." Bella masuk ke dalam rumah sambil memarahi dirinya sendiri.

" Non Bella, kenapa kakinya berdarah begitu?." terlihat seseorang keluar dari rumah besar itu dengan wajah panik. Ia adalah pelayan di rumah itu sekaligus orang yang di percaya menjaga Bella selama tinggal di New York.

" Tadi Bella jatuh saat berjalan bi."

" Jangan bohong pada bibi, tadi bibi sudah mendengar semuanya. Tuan Wilson ada di sini kan?. Kenapa nona berbohong dengan mengatakan tidak ada siapa siapa di rumah, padahal ada bibi." Ujar wanita berusia empat puluh tahun bernama Rere itu.

" Sudahlah bi, Bella berbohong karena Bella tidak mau terlalu lama dekat dengan kak Wilson." Bella kemudian masuk ke dalam rumah dan meninggalkan bi Rere yang masih mematung di tempatnya.

.

.

" Stefany, aku sudah keterlaluan. Wilson ternyata mencintai ku. Dia...sangat terluka." Florin terlihat sedih sambil menatap pulpen yang ada di tangannya.

" Nona, benarkah Wilson mencintai anda?. Saya sangat bahagia nona. Sebaiknya nona katakan saja semuanya pada Wilson. Pasti dia akan mengerti." ujar Stefany memberikan jalan keluar dari kegalauan Florin.

" Tidak Stef, aku sudah menyakiti hatinya. Untuk saat ini aku harus menahan diri. Tapi aku tidak bisa menunggu terlalu lama lagi. Aku harus secepatnya menjalankan rencanaku." tekat Florin sudah bulat. Ia akan melakukan rencananya dalam waktu dekat, Florin tak tega membiarkan Wilson berada dalam kesalah pahaman terlalu lama.

" Baiklah nona, saya setuju. Tapi langkah apa yang harus kita lakukan?." tanya Stefany penasaran.

" Serahkan saja padaku, kamu akan mengetahuinya nanti!." ucap Florin dengan tatapan penuh ambisi.

1
partini
setelah selesai,hai florin berapa lama hati bisa berubah dasar PA
partini
ko nikah sama orang lain,,percuma balik dong
partini
dasar florin PA guooooblok,,
partini
good story
partini
semua ke NY
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!