Namanya Anna.. Dia anak yang polos namun tangguh, berjiwa bebas dan baik hati.. ia terlahir di sebuah gubuk sederhana di dalam hutan yang jauh dari pemukiman warga, meski hidup sederhana, ia merasa hari harinya selalu dipenuhi kebahagiaan.
Hingga sampai suatu waktu, tragedi menimpa keluarga kecilnya dengan tragis.. Ternyata ayahnya adalah seorang putra mahkota, dan Anna pun tiba tiba menjadi seorang Putri.
bisakah Anna beradaptasi di kehidupan barunya??
Lika liku percintaannya dimulai..inilah kisah Princess Anna..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah_ell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Leo
"Terimakasih ya Duke muda.." Anna melepaskan tangan Leo seketika membuat perasaan Leo menjadi hampa.
"Iya Yang Mulia.. Saya tidak melakukan apapun kok"
Kereta kuda kembali melaju dengan pelan..
"Sebagai ucapan terima kasih saya akan memberikan satu permintaan, anda bisa meminta imbalan apapun asal itu masuk akal"
"Kalau begitu.. Saya ingin mulai sekarang anda memanggil saya dengan nama, apa boleh Yang Mulia?"
"Tentu.. Itu hal mudah Tuan Leonard"
"Leo! Panggil saya Leo ya Yang Mulia.. Hmm?"
"Tapi anda 2 tahun lebih tua dari saya kan? Apa itu tidak apa-apa?"
"Tentu saja saya akan senang jika anda mengabulkannya"
"Baiklah.. Leo!"
"Bagus Yang Mulia, jika kita bertemu lagi anda harus ingat nama saya ya?"
Anna tersenyum melihatnya yang terlihat senang hanya karena itu.
"iya Leo aku tidak akan lupa.."
"Waktu itu saya sudah minta itu tapi anda juga melupakannya tuh.." katanya dengan wajah murung
"Eh? Kapan?" Anna mulai mengingat ingat.
"Pertemuan pertama kita, 8 tahun lalu.. Saat saya dan Ayah hendak pulang saya kan membisikkan itu, tapi anda memanggil saya Duke muda di pertemuan ke dua kita.. Saya sangat kecewa karena itu Yang Mulia"
Anna tersenyum, ia mengingatnya. "Maaf ya Leo.."
Leo pun tersenyum senang "Iya Yang Mulia.. Saya memaafkan anda karena anda sudah mengingatnya hehe"
"Oiya.. Anak kecil tadi?"
"Orang saya membawanya ke klinik, nanti kalau sudah dapat kabar saya beritahu anda ya Yang Mulia"
"Baiklah.. Tapi kenapa anda bisa menemukan saya di sana? Itu bukan tempat yang biasa dilalui seorang bangsawan kan"
"Oh..tadi saat saya sedang lewat kebetulan saya melihat anda naik kuda sendirian, jadi tanpa saya sadari saya jadi mengikuti anda karena khawatir"
"Apa saya ini terlihat menghawatirkan Leo? Sepertinya itu juga jawaban di pertemuan ke dua kan?"
"Bukan itu maksud saya Yang Mulia..Emm.. Saya hanya terus kepikiran soal anda.. Jadi..begitu melihat anda mata saya..." Leo tiba-tiba menyadari apa yang mau diucapkannya tanpa sadar.
"Hmm?"
"Ya begitulah, saya tidak sengaja" ucapannya semakin belibet karena malu.
"Pffttt.." Anna menutupi tawanya. Ia merasa Leo orang yang baik dan lucu.
"Jangan tertawa Yang Mulia, saya sedang malu nih"
"Baiklah.."
Saat itu kereta kuda berhenti di pintu rahasia sesuai arahan Anna.
"Kenapa berhenti disini yang mulia? Kita masih harus berputar untuk sampai gerbang utama"
"Leo.. Ini rahasia tapi aku memiliki pintu rahasia, sebentar lagi akan ada penjaga aku harus segera turun"
"Karena itu adalah pintu rahasia apa tidak apa-apa saya mengetahuinya Yang Mulia.."
"Sepertinya anda sedikit bisa dipercaya..?"
"Sedikit saja?"
Leo turun terlebih dahulu, ia mengulurkan tangannya membantu Anna turun dari kereta kuda. Ia memperbaiki tudung jubah Anna yang berantakan dengan tangannya sendiri.
"Haruskah saya antar sampai ke dalam Yang Mulia? Anda masih pucat, apa anda benar-benar sudah baik baik saja?"
"Tidak usah, repot kalau anda ketahuan Ayahku..Berkat anda saya merasa sangat baik"
"Hah.. Syukurlah kalau begitu"
"Terimakasih banyak untuk hari ini Leo..aku masuk ya?" Anna tersenyum.
Tanpa sadar Leo meraih tangan Anna yang hendak pergi. "Yang Mulia Putri.. Bolehkah saya berkunjung sesekali?" ucapnya ragu ragu.
Anna kembali tersenyum "Datanglah.. aku tunggu Leo.." Anna melambaikan tangannya sebelum masuk kepada Leo yang masih terpaku di sana.
Leo menyentuh dadanya " Ini bahaya.. Setiap kali dia tersenyum jantungku berdebar debar tak karuan..Berapa kali aku melihatnya tersenyum hari ini? Leo..Leo.. Kenapa suaranya sangat enak didengar saat dia menyebut namaku ya? Apa namaku memang sebagus itu?" gumamnya seraya terus tersenyum.
Leo kembali dengan perasaan berbunga bunga.
.
Begitu sampai di kediaman Duke, Leo diarahkan oleh kepala pelayan yang sudah menunggunya ke ruang kerja kepala keluarga.
"Aku kembali ayah!" ucap Leo begitu sampai.
"Duduklah!" ucap Duke.
"Kaivan bilang kalian bertemu Putri Sylvanna di luar istana, itu benar?"
"Benar Ayah, ada masalah dengan itu?"
"Tidak, Ayah hanya mau mengingatkan, kau harus menjaga jarak dari anggota keluarga kerajaan.. Aku tak perlu menjelaskannya, aku yakin kau sudah paham!" ucapannya santai tetapi tegas.
Leo terdiam, seketika suasana hatinya memburuk.
"Katanya kau cukup lama menghabiskan waktu berdua saja dengan Putri, kenapa? Apa kalian memiliki hubungan yang ayah tidak ketahui?"
"Saya menemukan Yang Mulia Putri sedang kesulutan jadi saya yang kebetulan melihatnya membantu putri dan mengantarnya kembali ke istana"
"Yasudah kalau begitu..Ini.. Ambillah.." Duke memberikan amplop dengan ukiran bunga mawar merah kecil.
Tiba tiba wajah Leo mengernyit karena sudah tahu siapa yang mengirimkannya.
"Aku juga menerima surat dari Tuan Baron, beliau menanyakan tentang pertunangan antara kau dan Rossana, apa kau sudah setuju untuk melangsungkan acara pertunangan dalam waktu dekat?"
"Kalau bisa saya tidak mau bertunangan apalagi menikahinya!" jawab acuh Leo.
"Itu sulit Leonard! Janji adalah hutang, dan hutang harus dibayar!" tegasnya.
"Yang berjanji dan berhutang adalah Kakek! Kenapa saya yang harus membayarnya!!" Teriaknya.
Leo pergi dengan amarah yang ber api api.
Begitu sampai di kamarnya, ia meremas amplop yang dipegangnya kemudian melemparnya ke perapian.
"Aku sangat membenci anak itu..mengingat wajahnya saja membuatku mual.." gumamnya.
Leo teringat tentang masa kecilnya..
Pertama kalinya ia bertemu dengan Rossana adalah ketika usianya 9 tahun. Saat itu Ayah Leo memperkenalkan seorang Putri kecil Baron padanya sebagai orang yang akan dinikahinya di masa depan.
Awalnya Leo kecil menurut nurut saja karena Ross adalah anak kecil yang manis meski sedikit kasar. Mereka selalu bersama dan cukup akrab karena Ross sering kali berkunjung dan menginap di kediaman Duke hingga berminggu-minggu.
Setiap hari anak itu mengikuti Leo kemanapun Leo pergi sehingga membuat Leo cukup terganggu. Rossana sangat menyukai Leo hingga tak membiarkan siapapun berteman akrab dengannya, Rossana merasa Leo adalah miliknya, orang yang bisa berada di sisi Leo hanya dirinya seorang, jika Leo mulai menunjukkan ketertarikannya kepada sesuatu Ross akan menghilangkan itu dari hadapan Leo sampai menghalalkan berbagai cara bahkan sampai memakai kekerasan.
Tetapi sifat kasarnya itu terus berlanjut sampai batas yang tidak bisa dianggap normal.
Puncaknya saat Leo berusia 12 tahun, Saat Leo dan Duke baru saja kembali dari panggilan Kaisar dulu, Leo membuka pintu kamarnya, tiba tiba ia sangat syok karena pemandangan di atas tempat tidur, ia melihat burung burung cantik peliharaannya berserakan dengan kepala kepalanya yang terputus, Disana Rossana masih asik memotong motong burung itu dengan pisau di tangannya.. Pemandangan itu membuatnya mual dan muntah muntah dengan parah selama beberapa hari, katanya dia melakukan itu karena Leo pergi ke istana tanpa membawa dirinya.
Setelah kejadian itu Leo sangat membencinya, Leo akan merasa mual saat tangan anak itu menyentuhnya.
Karena hal hal seperti itu akhirnya Duke mengirim Leo ke benua timur yang jauh untuk menghindari Rossana sekaligus menempuh pendidikan di negeri yang asing, setelah 8 Tahun akhirnya Leo kembali ke kekaisaran Brivantyum yang terletak di benua barat.
Bersambung.