NovelToon NovelToon
System Kultivasi Level Maksimal

System Kultivasi Level Maksimal

Status: tamat
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Kultivasi Modern / Tamat
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Note: Ini cuma sekedar novel santai aja, kemungkinan besar dari kalian akan bosan membacanya. karena alurnya yang lambat, jadi jangan tanya author masalah debeh, aksi gelut gelut dan semacamnya yaa...😀

Xiao Yan bereinkarnasi ke dunia kultivasi modern sebagai bayi dengan status dan keahlian maksimal menyentuh angka 9999. Di tengah tragedi serangan monster yang merenggut nyawa ayahnya dan mengancam ibunya, dia tanpa sengaja melepaskan satu tembakan energi mematikan yang menghapus sang monster beserta daratan sejauh tiga kilometer dalam sekejap. Demi kehidupan yang damai dan tenang, Xiao Yan memutuskan untuk menyembunyikan identitasnya, meski takdir dan sistem di kepalanya seolah terus memaksanya untuk bertindak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Dua minggu berlalu sejak insiden rusaknya seragam Zhao Wei di ruang gravitasi. Kehidupan di Akademi Awan Putih kembali berjalan dengan normal. Zhao Wei tidak pernah lagi terlihat mendekati area Gedung Kelas Biasa. Dia selalu menundukkan wajahnya jika berpapasan dengan siswa lain di kantin.

Pagi itu, cuaca di luar jendela Kelas Biasa 3 terlihat sangat mendung. Angin bertiup cukup kencang.

Guru Li berdiri di depan kelas dengan wajah yang lebih serius dari biasanya. Dia meletakkan setumpuk dokumen di atas meja guru.

"Perhatian semuanya! Tutup buku teori kalian!" perintah Guru Li dengan suara keras.

Seluruh siswa segera menutup buku mereka. Suasana kelas menjadi hening.

"Ujian semester awal akan dilaksanakan tiga hari lagi," lanjut Guru Li. "Tahun ini, pihak akademi memutuskan untuk menghapus ujian tulis. Sebagai gantinya, kalian akan melakukan ujian praktik lapangan secara langsung."

Mendengar pengumuman itu, suasana kelas langsung berubah menjadi riuh.

"Ugh... Praktik lapangan?" keluh Lin Fan sambil memegangi kepalanya. "Aku benci praktik lapangan. Kulitku sensitif terhadap gigitan serangga luar."

"Hah... Ini sangat merepotkan," desah Xiao Yan pelan. Dia menyandarkan punggungnya ke kursi kayu.

"Dengarkan baik-baik!" Guru Li memukul papan tulis dengan penghapus kayu.

Brak!

"Ujian lapangan ini akan bertempat di Hutan Simulasi Area Tujuh. Hutan ini adalah area tertutup yang dikendalikan oleh sistem akademi. Kalian akan berada di sana selama tiga hari dua malam."

"Tiga hari dua malam?!" teriak seorang siswi berambut pendek dari barisan tengah. "Guru, di mana kita akan tidur? Apakah ada tenda asrama di dalam sana?"

"Tidur?" Guru Li tersenyum sinis. "Kalian akan tidur di atas tanah, di atas pohon, atau di mana pun kalian bisa bersembunyi. Ini adalah ujian bertahan hidup dasar. Tujuan kalian adalah mengumpulkan sepuluh Bendera Poin yang disebar di seluruh penjuru hutan, atau sekadar bertahan hidup di dalam batas area ujian tanpa menekan tombol darurat."

Guru Li mengambil sebuah alat kecil berbentuk seperti jam tangan dari dalam sakunya dan menunjukkannya kepada para siswa.

"Setiap siswa akan diberikan Gelang Darurat ini," jelas Guru Li. "Jika kalian terluka parah, atau jika kalian merasa tidak sanggup lagi menghadapi monster di dalam sana, tekan tombol merah pada gelang ini. Tim penyelamat akan datang menarik kalian keluar dalam waktu kurang dari satu menit. Tapi ingat, menekan tombol darurat berarti nilai kalian untuk semester ini adalah nol!"

Lin Fan menelan ludah. Wajahnya menjadi pucat.

"Ugh... Guru, monster jenis apa yang ada di Area Tujuh?" tanya Lin Fan dengan suara bergetar.

"Pertanyaan bagus," jawab Guru Li. "Area Tujuh diisi oleh monster tingkat rendah buatan sistem. Ada Serigala Bertanduk Kayu, Ular Tanah Berbisa, dan Laba-Laba Jaring Besi. Kekuatan mereka disesuaikan dengan rata-rata kemampuan Kelas Biasa, yaitu di sekitar tingkat Kondensasi Qi tahap dua atau tiga. Selama kalian bekerja sama, kalian pasti bisa mengalahkan mereka."

"Bekerja sama?" gumam Xiao Yan pelan.

"Ya, bekerja sama!" Guru Li menatap ke seluruh kelas. "Ujian ini dilakukan secara berkelompok. Satu kelompok terdiri dari empat orang. Kalian bebas memilih anggota kelompok kalian sendiri. Ujian ini menguji kerja sama tim, pembagian tugas, dan kemampuan bertahan di alam liar. Aku beri kalian waktu sepuluh menit untuk membentuk kelompok. Serahkan daftar namanya ke depan!"

Begitu Guru Li selesai berbicara, kelas langsung menjadi sangat berisik. Siswa-siswa berlarian mendatangi meja teman-teman mereka yang dianggap kuat.

"Hei, Wang Besar! Ayo masuk ke kelompokku! Kau punya pertahanan tubuh yang kuat!"

"Li Na, kau bisa sihir penyembuhan dasar, kan? Bergabunglah dengan kami!"

Lin Fan langsung menoleh ke arah Xiao Yan dengan tatapan memelas.

"Xiao Yan! Kita berdua satu kelompok, kan? Kau tidak akan meninggalkanku, kan?" tanya Lin Fan sambil memegang lengan Xiao Yan erat-erat.

"Ya. Kita akan satu kelompok," jawab Xiao Yan datar.

"Hah... Syukurlah," Lin Fan menghela napas lega. "Tapi kita butuh dua orang lagi. Kita harus mencari orang yang kuat untuk menggendong kita selama ujian."

"Tidak," tolak Xiao Yan. "Kita tidak boleh mencari orang yang mencolok. Orang yang mencolok akan menarik monster dan kelompok lain untuk bertarung merebut bendera. Itu sangat merepotkan. Kita harus mencari orang yang biasa saja."

"Mencari orang yang biasa saja? Bagaimana kita bisa mengalahkan serigala jika kelompok kita isinya orang lemah semua?" protes Lin Fan.

"Tujuan kita bukan mengalahkan serigala. Tujuan kita adalah bersembunyi selama tiga hari," jelas Xiao Yan.

Xiao Yan melihat ke arah sudut kelas. Di sana duduk seorang siswa laki-laki berkacamata tebal yang sedang memeluk buku peta, dan seorang siswi bertubuh kecil yang membawa tas ransel besar berisi peralatan medis cadangan. Tidak ada siswa lain yang mendekati mereka berdua.

"Kita ajak mereka," Xiao Yan menunjuk dengan dagunya.

Lin Fan mengikuti arah pandangan Xiao Yan.

"Ugh... Itu Chen Ping dan Song Jia," kata Lin Fan ragu-ragu. "Chen Ping sangat penakut, dia bahkan menangis saat ujian lari minggu lalu. Dan Song Jia hanya pintar meracik obat, dia tidak punya kemampuan bertarung sama sekali. Kelompok kita akan menjadi kelompok paling menyedihkan di sejarah akademi, Xiao Yan."

"Itu susunan yang sangat sempurna," batin Xiao Yan. Dia langsung berdiri dan berjalan menuju meja Chen Ping.

"Permisi," kata Xiao Yan datar.

Chen Ping mendongak, memperbaiki letak kacamatanya yang melorot. Wajahnya terlihat sangat gugup.

"Y-Ya? Ada apa, Xiao Yan?" jawab Chen Ping terbata-bata.

"Apakah kau dan Song Jia sudah punya kelompok?" tanya Xiao Yan.

Song Jia yang duduk di depan Chen Ping memutar kursinya ke belakang. Dia menggelengkan kepalanya pelan.

"Belum," jawab Song Jia. Suaranya sangat pelan, hampir seperti bisikan. "Tidak ada yang mau mengajak kami karena nilai kami berdua berada di peringkat paling bawah di kelas."

"Bagus. Bergabunglah denganku dan Lin Fan. Kita berempat bisa satu kelompok," kata Xiao Yan tanpa basa-basi.

"B-Benarkah?" Mata Chen Ping melebar. "T-Tapi kami sangat lemah. Kami tidak bisa memukul mundur monster serigala."

"Ugh, tenang saja!" Lin Fan yang baru saja menyusul tiba-tiba ikut campur. Dia menepuk dadanya dengan bangga. "Aku akan melindungi kalian! Aku memiliki Pedang Angin Puyuh seri 3000. Monster serigala hanya butuh satu tebasan dariku!"

"Terima kasih, Lin Fan, Xiao Yan," kata Song Jia sambil tersenyum kecil. "Aku akan menyiapkan banyak salep anti serangga dan perban untuk kalian."

"Baiklah. Lin Fan, catat nama kita berempat dan berikan ke depan," perintah Xiao Yan.

"Siap, Bos!" Lin Fan segera menulis nama mereka berempat di selembar kertas dan berlari menuju meja Guru Li.

"Target pertama selesai," batin Xiao Yan. "Kelompok yang lemah tidak akan menjadi sasaran perampokan oleh kelompok lain. Jika kita bertemu monster, kelompok ini akan langsung memilih opsi lari dan bersembunyi. Itu sangat sesuai dengan rencanaku untuk tidur selama tiga hari penuh."

1
💫Penjelajah Novel💫
kolo gw jadi Xiao yan itu udah gw tunjukkin kekuatan gw. biar semua orang tau. dan gw bakal hidup tenang di pegunungan dan menerima murid yg jenius 😑
petelgeuse romanee-contuol: Xiao Yan bocil labil kak, malah ambil pendekatan yang sulit😑
total 1 replies
adib
wah ini.. udah diungkap aja..
Aku anak kecil, Paman.
Lanjut Kak /Smile/, aku tunggu 100 Babnya Kak /Curse//Curse//Curse/
Aku anak kecil, Paman.: Bagus Kak, Kamu harus semngat update Kak /Scream//Scream//Scream/
total 2 replies
Sang M
T A H I........👊stop cerita. cerita gak waras...
Sang M
stop cerita dancokkk ini
Sang M
ganti cerita/ganti Host ini. karakter tikus payah malas dancokk.
Sang M
Coookkkk tikus comberan.
Sang M
matamu...
Sang M
skip....dancokkkk
Sang M
Tahi...
Sang M
cerita seorang host anjing
Sang M
tikus.pengecut. cerita melulu di sekolah. bosan. gak bisa cerita yg lain kah.??????
Sang M
pengguna system goblok. jadi memaksa jadi tikus pengecut. gak punya semangat. payah.. mati aja lu gak berguna. dancok... Otak Thor ini gak benar
Sang M
Bosan..Host gak punya greget.. sikap pengecut kayak tikus takut masalah. sampah...
Sang M
matamu.... karakter Host bocil tolol..
Ari Deo Saputra
semangat Thor
petelgeuse romanee-contuol: makasih kak/Smile/
total 1 replies
adib
💪💪 semangat thor
petelgeuse romanee-contuol: makasih kak/Smile/
total 1 replies
Ari Deo Saputra
bagus
Imran Syahputra
apaan ini kebanyakan cerita tanpa aksi jadi gk ada gunanya level maksimal
Imran Syahputra
ceritanya membosankn ganti mc aja mendingan gk ada aksi sama sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!