NovelToon NovelToon
PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bullying dan Balas Dendam / Horor
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

Danil Dwi Cahya, 16 tahun, lulus SMP dengan prestasi gemilang. Namun, ia tak bisa lari dari "Pernak-Pernik Kehidupan" yang keras: kemiskinan, pengkhianatan masa lalu sang ayah, dan beban mengangkat harga diri keluarga.

Hatinya makin rumit saat Ceceu Intan Nuraini, sahabat sekaligus cinta tak terucapnya, rela berkorban segalanya. Di tengah dilema merantau atau bertahan, Danil harus menghadapi intrik desa, mitos seram, dan bahaya dari majikan "buaya darat" Ceceu.

Akankah ia menemukan jalan keluar dari jeratan takdir dan cinta? Atau justru terhanyut dalam 'pernak-pernik' kehidupan yang tak terduga? Baca kisah perjuangan Danil dalam PERNAK-PERNIK KEHIDUPAN

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28

Di sisi lain, tepatnya di basement parkiran sebuah gedung megah di Ibukota, terlihat seorang wanita setengah tua dengan penampilan yang sangat anggun dan berkelas. Namun wajahnya kini tampak masygul dan penuh kekesalan.

Ia terus menekan tombol panggil di layar ponselnya berkali-kali, namun sambungan itu tak kunjung diangkat. Siapa lagi kalau bukan Ibu kandung Prediansyah!

Sejak hari itu menerima telepon misterius yang memberitahu bahwa anak lelakinya masih hidup, wanita bangsawan itu memendam rahasia besar. Ia tak memberitahu siapapun, bahkan pada suaminya Irwansyah dan anak pertamanya.

Keesokan harinya, dengan hati gelisah ia langsung berangkat menggunakan mobilnya sendiri. Tujuannya jelas: Apartemen milik Alex!

Ia yakin anak buah kepercayaan suaminya itu pasti tahu keberadaan Prediansyah, karena Alex adalah orang yang paling setia pada anaknya.

Namun... sayangnya.

Tanpa disadari oleh Nyonya itu, Alex yang ia cari sedang duduk santai menikmati nasi sayur bersama Prediansyah di sebuah gubuk kecil terpencil jauh di kaki gunung!

"Sial......... Sial............!"

Dengan penuh emosi, Juliana memukul-mukul setir mobilnya berkali-kali. Wajah cantiknya kini memerah padam menahan kekesalan dan kecemasan.

"Sialan si Alex itu kemana saja anak ini?!" gerutunya kesal.

"Tak biasanya dia berani tidak mengangkat teleponku... Jangan-jangan... Jangan-jangan dia sudah bertemu dengan anakku Prediansyah?!"

Pikiran itu langsung melintas di kepalanya. Hatinya berdebar kencang, campur aduk antara takut dan harap-harap cemas. Kalau benar Alex sudah bertemu Predi, berarti anaknya benar-benar masih hidup dan sehat.

Di jam yang sama, namun di tempat dan suasana yang berbeda. Di sebuah apartemen mewah lainnya, terlihat seorang gadis berkulit sawo matang yang sedang termenung sendirian di atas kasur.

Malam tadi ia baru saja melewati pertarungan ranjang yang begitu panas dan liar bersama "Bandot Tua". Berbagai gaya intim telah ia lakoni demi memuaskan nafsu lelaki tua itu, mulai dari gaya helikopter, ngangkang, hingga doggy style.

**Secara fisik ia mungkin mendapatkan apa yang ia mau, namun jauh di dalam lubuk hatinya, rasa bersalah yang mendalam terus menggerogoti sanubarinya. Rasa itu tertuju pada satu nama: Daniel.

"Apakah dia masih hidup... atau sudah benar-benar mati?" batinnya bertanya-tanya penuh penyesalan.

Ia sudah mencoba mencari informasi, namun Firman—orang kepercayaan si Bandot Tua—sangat tertutup dan sulit sekali dimintai keterangan. Ia tak tahu apa nasib kekasih atau sahabatnya itu sekarang.

Air matanya perlahan menetes, membasahi pipi yang tadi malam masih basah oleh keringat dan air liur.

"Daniel... maafkan aku..." bisiknya lirih penuh penyesalan.

"Teh Erna...! Ya ampun, kenapa aku tak kepikiran kesitu dari tadi? Kakak iparnya Daniel sendiri kan!" batin Ceceu bersorak, namun seketika wajahnya berubah muram lagi.

"Tapi... bagaimana caranya? Kalau aku sendiri yang langsung menghubungi dia, bisa-bisa Teh Erna curiga!"

Ceceu menghentikan ucapannya, jantungnya berdegup kencang memikirkan resikonya.

"Nanti kalau dia curiga, bisa-bisa dia ngomong sama Ibu nya Daniel! Terus aku yang bakal celaka! Rahasia kotor ini bakal kebongkar semua!"

Ia memijat pelan pelipisnya yang terasa pening. Bingung antara ingin tahu nasib Daniel, tapi takut kedoknya terbongkar.

"Tapi... apa salahnya aku mencoba?!" batin Ceceu mulai tersenyum menyeringai.

"Kalau aku iming-iming dengan uang... Pasti Teh Erna mau dan mau tutup mulut kok! Secara logika juga, kan hidupnya susah banget sama kakaknya Daniel, serba kekurangan."

Mata Ceceu berbinar, teringat penampilan kakak ipar kekasihnya itu.

"Lagipula... dia kan wanita, pasti butuh banget yang namanya skincare biar wajah tetap mulus dan awet muda! Hihihi..."

Ceceu tersenyum penuh arti dan penuh keyakinan.

Tak mau berlama-lama membuang waktu, Ceceu langsung mengambil ponselnya dan menelepon si Bandot Tua, Kadir.

Suaranya dibuat selembut mungkin, penuh rayuan gombal.

"Pa... Cece minta tolong dong, pinjemin pembantu di apartemen Papa sebentar ya... Cece lagi butuh banget bantuan orang buat bersih-bersih dan nemenin di sini," rayunya manis.

Tujuan hatinya jelas: Ia ingin mengobrol dan menanyai Teh Erna lewat pembantu itu nanti! Dengan begitu, identitasnya aman dan tidak ada yang curiga.

Si Bandot Tua yang sedang senang tentu saja langsung menyanggupi tanpa curiga sedikitpun.

"Boleh sayang, nanti malam anak buah Papa yang antar langsung ke situ," jawab Kadir mudah.

Ceceu tersenyum puas. Rencana briliannya berjalan mulus. Segera dia akan mendapatkan informasi tentang Daniel tanpa perlu mengotori tangannya sendiri!

Semua sudah berjalan sesuai rencana liciknya. Dengan perasaan puas, Ceceu bangkit dari ranjang dan berjalan perlahan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari segala kotoran dan keringat semalam.

Kita kembali ke tengah hutan di kaki Gunung Nyongkokot.

Setelah lahap menyantap makan siang yang sederhana namun nikmat, Predi langsung mengajak teman-temannya.

"Yuk Zak, Alex... Kita mandi di sungai aja! Airnya dingin dan seger banget, gak jauh dari sini kok," ajak Prediansyah penuh semangat.

"AYO!!" serempak keempat adiknya Santi berteriak antusias, wajah mereka ceria sekali. Zaki dan Alex pun mengangguk setuju, ingin merasakan sensasi mandi di alam bebas.

"Kami berangkat dulu ya San!" teriak mereka serentak.

Mereka pun berjalan beriringan menuju sungai, meninggalkan Santi sendirian di rumah. Gadis itu tersenyum melihat keriuhan mereka.

"Ya sudah, kalian duluan saja... Nanti Santi nyusul setelah membereskan piring bekas makan ini," sahutnya lembut sambil mulai membereskan meja makan.

Sesampainya di sungai yang jernih dan segar, tempat biasa keluarga Mang Kodir mandi dan bermain air, semangat mereka langsung meledak.

Tanpa buang waktu lama...

BYUUUURRR!!!

SPLAAASSSHHH!!!

Prediansyah, Alex, dan Zaki langsung menceburkan diri ke dalam sungai dengan gaya yanglucu. Air yang dingin dan sejuk langsung menyapu seluruh tubuh, menghilangkan rasa lelah dan panasnya matahari siang.

Tak mau kalah, keempat bocah anaknya Mang Kodir pun berteriak kegirangan lalu ikut melompat masuk!

"Wahh... Segeerrr banget!!" teriak mereka serentak.

Sungai yang biasanya tenang kini berubah menjadi kolam renang alami yang penuh tawa dan percikan air.

Sudah hampir tiga puluh menit mereka bermain air. Prediansyah pun mengajak Alex naik ke atas sebuah batu besar yang kokoh berada di tengah sungai, tempat yang agak tinggi dan tenang.

Tujuannya jelas: mereka ingin mengobrol soal hal-hal serius. Alex datang ke sini memang ingin melapor dan bertanya tentang situasi di kota. Selain khawatir hilangnya majikan nya itu, tentang kondisi perusahaan keluarga, serta soal masalah panas—tentang Amanda, istri kakaknya yang ternyata berselingkuh dengan Prediansyah.

Namun... belum sempat Alex membuka mulut untuk berbicara...

"Assalamualaikum... lagi ngapain nih para jagoan?"

Tiba-tiba suara lembut Santi terdengar. Gadis itu datang membawa nampan berisi termos air panas, beragam jenis kopi, dan tak lupa sebungkus rokok buat menghangatkan badan ketiga lelaki itu yang pasti sudah mulai kedinginan.

"Nah, ini baru pas! Santi emang paling ngerti aja," batin mereka bertiga senang.

Bersambung.

1
Guru
aduhh kasian si zaki😭😭😭
Guru
💪💪💪💪💪💪 semangat ya
Guru
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Guru
ang ing eung
Guru
adu dukun nntinya hihihi
Guru
zaman sekarang gak ada kayak keluarga bu Iroh
Guru
siap untuk menguak tabir misteri
Guru
gass poll
Guru
hmmmmm alurnya semakin menarik
Guru
Waduhhh kok jadi endingnya bikin degdegan
Guru
Keren kata kata si mamang bijak
Guru
sip lanjut
Guru
Good niel💪💪
Guru
waduhhhhh
Guru
tetep aja niel cece akan melibatkan mu kamu di jadikan tameng
Guru
Sikat niel walaupun sahabat tapi menjerumuskan mah harus di matiin
Guru
waduh😭😭😭
Guru
emng begitu hidup di kampung
Guru
luar biasa
Guru
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!