NovelToon NovelToon
Rahasia Pangeran Pecundang

Rahasia Pangeran Pecundang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Epik Petualangan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Mapanji Wijaya seorang pangeran muda dari Istana Wuwatan terkenal dengan sifatnya yang manja, pengecut, suka foya-foya dan gemar berbuat seenaknya. Sebagai putra raja yang seharusnya memiliki sifat mengayomi dan melindungi masyarakat Kerajaan Medang, Mapanji malah menampilkan sifat yang sebaliknya.



Bahkan sampai Nararya Candrawulan, perempuan yang dijodohkan dengan nya, memohon agar perjodohan dengan Mapanji Wijaya dibatalkan saking bejatnya sang pangeran.


Tetapi di balik semua itu, ada sebuah rahasia besar yang ia simpan rapat-rapat hingga tak seorangpun yang tahu. Apakah itu? Temukan jawabannya dalam kisah Rahasia Pangeran Pecundang, hanya di Noveltoon kesayangan kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gerombolan Macan Alas ( bagian 2 )

Gelang besi yang melingkar di lengan Stuna satu persatu lepas dan terbang melayang di udara. Begitu sepuluh gelang besi ini terbang, Stuna segera menggerakkan tangannya seperti orang menari dan ajaibnya sepuluh gelang besi ini segera bergerak mengikuti gerakan tubuh Stuna.

Whhhuuuuuuunngg whhuuuuunnnggg!!!

Dengan kecepatan tinggi, sepuluh gelang besi ini melesat ke arah Warak. Tentu saja Warak gelagapan mendapatkan serangan ini dan segera menggunakan kapak besar nya sebagai perisai diri.

Bhhaaaaaaaaaannggggg!!!

Ooooouuuuuuggghhhhh....!

Warak terpental dan jatuh terkapar meskipun ia masih selamat dari hantaman senjata andalan lawannya. Stuna yang melihat Warak masih berusaha bangkit menggeram sembari menggerakkan jarinya hingga satu gelang besi menghujam ke arah Warak.

Whhuuuuunnnggg!!!

Secepat mungkin Warak berguling ke samping kanan menghindari serangan maut si banci Stuna. Gelang besi ini menghujam ke bekas tempat Warak tergeletak. Stuna semakin murka dan kembali menggerakkan jarinya lagi hingga satu persatu gelang besi nya.

Whhuuuuunnnggg!

Whhuuuuunnnggg!

Whhuuuuunnnggg!!

Tubuh Warak kotor penuh dengan tanah dan rerumputan akibat terus berguling-guling di tanah demi menghindari serangan lawan. Penampilan nya sekarang tak ubahnya seperti seekor babi hutan yang baru bermain lumpur.

Phuiiiiihhhhhh....!!!

Ludah kasar dimuntahkan Warak yang mulutnya penuh rumput. Dia langsung merapalkan mantra Ajian Gempur Bumi ajaran Resi Mpu Kumbayana gurunya. Tangan kiri nya yang tak memegang gagang kapak, kini berselimut cahaya hijau kebiruan dengan hawa panas yang menakutkan. Setelah itu, Warak berlari cepat ke arah Stuna.

Sebagai anggota Delapan Pendekar Aneh Alas Caruban, Stuna tahu bahwa kini lawannya sudah mengerahkan ilmu pamungkas nya. Maka ia pun segera menggunakan jurus andalannya untuk melawan.

Jari jemari Stuna bergerak mengangkat. Gelang besi yang menancap di tanah mencelat ke langit dan begitu Stuna mengarahkan tangannya ke bawah, gelang besi satu persatu mulai meluncur turun ke arah Warak yang sedang berlari kencang ke arah nya.

Whhuuuuunnnggg..!!

Desingan udara yang terbelah oleh gelang besi Stuna terdengar di gendang telinga Warak. Begitu serangan maut Stuna datang, dia segera merubah arah lari nya. Dan..

Bhhuuuuuummmmmm!

Gelang besi Stuna kembali melesak masuk ke dalam tanah. Tetapi serangan Stuna belum berakhir dan kembali dilakukan dengan cara yang sama. Warak lagi-lagi bergerak zig-zag menghindari serangan berturut-turut dari sang pria setengah wanita. Saat Stuna sibuk dengan serangan nya, ia tidak sadar bahwa Warak sudah semakin dekat.

Melihat jarak Stuna sudah dalam jangkauan serangan pamungkas nya, Warak bergerak cepat sembari menghantamkan tapak tangan kiri nya.

"Mampus kau banci sialan....!

Chhiiiyyyyyaaaaaaaaaaaaattttttttttttt! "

Stuna terkejut dengan kemunculan Warak yang lolos dari pengamatannya. Dia menggerakkan jarinya untuk menarik gelang besi nya tetapi itu sudah terlambat.

BLLAAAAAAAAMMMMMMM!!!!

AAAAAAAAAAARRRRRRRGGGGHHHH...!

Stuna menjerit keras saat tangan kiri Warak telak menghajar dada nya. Tubuh nya mencelat jauh ke belakang dan menyusuk tanah dengan keras. Darah segar keluar dari mulut dan hidungnya. Dadanya gosong seperti baru terbakar api. Ia mengejang sebentar sebelum akhirnya diam untuk selamanya.

Warak menghela nafas lega melihat lawannya terbujur menjadi mayat. Dia mengusap peluh yang membasahi dahi sebelum ekor mata nya melihat Mpu Lenggang, orang terkuat dari Delapan Pendekar Aneh Alas Caruban melesat ke arah Pangeran Mapanji Wijaya yang tanpa penjagaan. Segera Warak bergerak memotong pergerakan Mpu Lenggang yang mengayunkan pedang besarnya ke arah sang pangeran Medang. Dia langsung menggunakan kapak nya sebagai pertahanan.

Thhrraaaaaaaaaaannngggggg!!!!

Tubuh Warak terdorong mundur dan baru berhenti. di samping Pangeran Mapanji Wijaya.

Hoooooooeeeeeegggggg...!

Seteguk darah segar muncrat keluar dari mulut Warak. Secara tingkat tenaga dalam, ia memang 2 tingkat di bawah Mpu Lenggang. Memaksakan diri untuk menahan serangan lelaki tua itu sama dengan cari mati.

"Ah kau ini kenapa gegabah sekali, Rak??

Aku masih bisa me.... "

Pangeran Mapanji tak jadi meneruskan omongan nya kala Warak mengangkat tangannya.

"Hamba masih bisa mengulur waktu. Gusti Pangeran silahkan pergi. Bajingan tua ini biar hamba yang hadapi", ucap Warak segera.

" Tapi kau... "

"Gusti Pangeran mohon tidak keras kepala. Pergilah sekarang juga, hamba yang akan menghalangi nya.. "

Usai berkata demikian, Warak menjejak tanah dengan keras. Tubuh nya melenting tinggi ke udara dan meluncur turun ke arah Mpu Lenggang. Dia langsung mengayunkan kapak besar nya ke arah kepala sang pimpinan Gerombolan Macan Alas.

Mpu Lenggang menyeringai tipis.

"Dasar bodoh..... ", desis Mpu Lenggang sembari mengayunkan pedang besarnya memapak serangan Warak.

Whhuuuuuuuugggg!!!

Thhrraaaaaaaaaaannngggggg...!

Percikan bunga api kecil tercipta kala dua senjata beradu. Mpu Lenggang dengan cepat melayangkan tendangan keras ke arah perut Warak yang baru menjejak tanah.

Dhhiiiiiieeeeesssssss...

Ooooouuuuuuuggggggh!!

Tubuh Warak terpelanting ke belakang. Melihat itu, Mpu Lenggang mengejar sambil mengayunkan pedang besarnya, ingin menghabisi penghalang untuk membunuh Pangeran Mapanji Wijaya. Tetapi belum sempat itu terjadi, sebuah bayangan melesat cepat di kegelapan malam sambil menghantamkan tapak tangan nya.

Gumpalan cahaya merah sebesar kelapa disertai angin panas yang bersliweran, menerabas cepat ke arah Mpu Lenggang membuat pria tua itu segera tarik serangan dan menggunakan pedangnya untuk bertahan.

BLLAAAAAAAAMMMMMMM!!!

Mpu Lenggang tersurut mundur puluhan langkah. Matanya tajam menatap ke arah sosok yang membantu Warak menepi ke sebelah baru besar.

"Kau....

Huhh rupanya kau pintar berpura-pura tidak bisa bela diri. Aku benar-benar meremehkan mu", desis Mpu Lenggang yang membuat sosok yang tak lain adalah Pangeran Mapanji Wijaya itu menatapnya tidak senang.

" Berani-beraninya kau melukai orang ku..!

Aku tidak akan mengampuni mu!!! ", gertak Pangeran Mapanji Wijaya penuh murka.

Huhhhhhhhh...

" Memang sehebat apa ilmu kanuragan mu, pangeran tengik?

Aku bisa menghabisi mu hanya dalam 10 jurus saja. Membunuh mu itu semudah membunuh seekor semut ", sumbar Mpu Lenggang.

" Tua bangka keparat! Jangan banyak cingcong...

Maju saja, tunjukkan ilmu kanuragan hebat mu pada ku. Jangan cuma bisa membual saja.. "

Wajah Mpu Lenggang merah padam menahan amarah mendengar ejekan Pangeran Mapanji Wijaya. Selama ini tak seorang pun berani meremehkan nya. Kali pertama di hina oleh pangeran bau kencur ini, jelas membuatnya marah besar.

"Ku cincang tubuh mu, bocah sialan..!!!! "

Sambil menggembor buas, Mpu Lenggang melesat cepat ke arah Pangeran Mapanji Wijaya sambil menyabetkan pedang besarnya. Tetapi detik waktu berikutnya ia terkejut dengan kemunculan Pangeran Mapanji Wijaya di samping kiri nya yang langsung melayangkan tendangan cepat ke pinggang pimpinan Gerombolan Macan Alas ini.

Dhhiiiiiieeeeesssssss....

Aaaaauuuuuuugggghhhh!!!!

Mpu Lenggang meraung tertahan kala tendangan keras Pangeran Mapanji Wijaya terlambat ia hindari. Dia terhuyung-huyung ke samping kanan. Sialnya lagi, perpindahan cepat Pangeran Mapanji Wijaya yang menggunakan Ajian Sepi Angin lagi-lagi membuat nya menderita.

Dengan sekuat tenaga Pangeran Mapanji Wijaya mengayunkan kepalan tangannya ke arah rahang kirinya sekuat tenaga.

Bhhuuuuuugggggg!!!

Kerasnya pukulan Pangeran Mapanji Wijaya seketika membuat Mpu Lenggang yang selama ini begitu ditakuti oleh banyak pendekar maupun orang awam jatuh terkapar. Bibirnya pecah dan satu gigi nya copot. Darah segar meleleh keluar dari sudut mulut lelaki tua itu.

Dengan penuh murka, Mpu Lenggang langsung menunjuk ke arah Pangeran Mapanji Wijaya sambil berteriak,

"Akan ku hancurkan tubuh mu jadi berkeping-keping...!!! "

1
🗣Aku 😆🇲🇨🦅
biasa aja dong kagetnya nanti @🐼𝒫𝒶𝓃𝒹𝒶𝓃𝒲𝒶𝓃𝑔𝒾 🏡s⃝ᴿ lagi bobok keberisikan 😅
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Idrus Salam
Ajian yang dahsyat tentu perlu penyelarasan dengan kesiapan tubuh pengguna dan naluri dalam penggunaannya perlu dilatih.
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!