Betapa gilanya perubahan dalam kehidupan Alex semenjak punya istri Nakal yang membuat hidupnya porak-poranda dengan segala tingkah istrinya itu .
Semenjak menikah Alex perlahan mulai kehilangan ketenangan dalam dirinya berganti dengan amarah , emosi berkepanjangan dan juga kekacauan dalam perasaan nya .
" Aku tidak mencintaimu jadi jangan berharap perlakuan lebih" ucap Alex menatap Lala yang berdiri disudut ruangan setelah memecah sebotol bir .
" Aku cuma ingin mencoba bir ini Om, bukan menginginkan cinta mu " pernyataan Lala menatap dengan sedih sebotol bir yang tumpah di lantai .
" Sekali lagi kamu mencoba menyentuh minuman di dalam lemari , aku yang akan memberikan kamu pelajaran " tegas Alex memanggil pelayan untuk membersihkan pecahan beling dan bir di lantai .
" Apa sih Om, marah-marah terus , nih aku sentuh wekkkk" cibir Lala menyentuh botol bir dalam lemari dan berlari kencang ketika Alex akan melempar nya .
Yuk baca cerita Lala😋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 Kebiasaan lama
Malam harinya.
Lala tiduran diatas ranjang bermain ponsel menikmati waktu istirahat nya setelah bekerja seharian .
" Hai Om " sapa Lala tersenyum begitu Alex duduk di sebelahnya.
" Hmmmm" Alex hanya bergumam duduk meluruskan kakinya dan main ponsel juga .
" Om aku boleh nanya nggak?" kata Lala ikut duduk bersandar ke kepala ranjang disamping Alex bahkan meletakkan ponselnya.
" Apa?" kata Alex menatap Lala sebentar lalu kembali fokus ke ponsel nya .
" Mmmmh, nggak mau ngomong kalau masih sibuk main ponsel " cemberut Lala memangku kedua tangannya.
" Katakan saja, walaupun main ponsel aku mendengarkan kok " kata Alex yang masih menatap ponselnya.
" Dah lah, nggak usah " bad mood Lala yang akan turun dari ranjang tapi Alex langsung memegang sebelah tangan nya .
" Mau bicara atau mengajak berdebat?" pertanyaan Alex meletakkan ponselnya dan menatap Lala .
" Mau nanya Om " kata Lala duduk menghadap Alex dengan excited ketika Alex meletakkan ponselnya.
" Tanya apa?" ucap Alex .
" Om beneran cowok baik-baik atau enggak?" tanya Lala dengan wajah penuh rasa penasaran.
" Apa wajahku terlihat seperti begal ? Atau kriminal?" pertanyaan Alex mengapa Lala menanyakan hal itu .
" Tidak , tidak soal itu Om" kata Lala menggeleng .
" Lalu apa?" tanya Alex bernafas berat .
" Maksud aku sebelum kita menikah hidup Om emang udah kek gini keseharian nya atau ada kebiasaan yang nggak Om lakukan lagi semenjak kita menikah ?" pertanyaan Lala .
" Kenapa kamu bertanya seperti itu?" pertanyaan Alex setelah cukup lama bahkan sejenak hanyut dalam lamunan nya .
Lala membuka ponselnya dan menunjukkan sebuah vidio pada Alex " Ini Om bukan?" tanya Lala merasa pria itu memiliki kemiripan dengan Alex namun meragukan juga karena sedang bergoyang dibawah lampu diskotik.
" Bu, bukan " kata Alex .
" Kok ragu, jangan-jangan beneran lagi ?" curiga Lala karena Alex gelagapan.
" Astaga Lala, coba kamu pikirkan aku sedari pagi sampai sore bahkan kadang malam pun bekerja bagaimana bisa menghabiskan waktu di diskotik " Jelas Alex .
" Lagian kamu lihat kan apa yang aku lakukan sehari-hari dari pagi sampai malam bahkan sekarang kamu juga kerja di perusahaan ku " alasan Alex yang jauh lebih logis .
" Tapi dimana kamu dapat vidio itu?" pertanyaan Alex menatap Lala takutnya Lala tau bagaimana dia yang sebenarnya dulu .
" Dari teman, tapi ini vidio lama barangkali kebetulan mirip " kata Lala yang juga tidak percaya mengingat kebiasaan Alex yang setiap hari dia lihat .
Lagian Alex merupakan salah satu publik figur yang kehidupan nya sangat di sorot sebagai presiden direktur dari perusahaan internasional bahkan kadang sering ada gosip miring juga untuk menjatuhkan image nya di mata publik .
" Yaudahlah Om, Lala cuma mau nanya itu , sekarang mau bobok " kata Lala menaruh bantal guling ditengah mereka lalu berbaring dan beberapa saat setelah nya tertidur .
" Iya juga sudah lama aku tidak ke club' " ucap Alex setelah lama melamun dan menyelimuti Lala yang bahkan sudah tertidur pulas .
Alex baru menyadari bahwa dia sudah hampir 20 hari tidak ke club' , intinya sejak menikah Alex tidak pernah melakukan hal-hal yang biasa dia lakukan.
" Makan teratur , tidur tepat waktu bahkan nyaman dirumah ?" batin Alex yang baru menyadari kalau pola hidupnya bagus semenjak menikah dengan Lala tidak berantakan seperti biasanya .
Sebenarnya sebelum menikah dengan Lala , Alex selalu datang ke club' entah untuk bersenang-senang dengan teman nya , melampiaskan sakit hatinya dengan minum alkohol dan tidak pernah peduli dengan kesehatan juga .
" Walaupun aku setiap hari berdebat dengan nya namun hidupku jadi lebih teratur " kata Alex menatap Lala.
" Aku benar-benar baru menyadari nya " kata Alex segera menelfon .
" Rey , aku ingin kau menghapus semua rekam jejak ku di sosmed yang buruk " perintah Alex langsung menutup telfon tanpa menunggu jawaban Rey .
............
Keesokan paginya.
Alex yang sudah selesai dengan stelan kantornya sudah turun untuk sarapan pagi , namun menghentikan langkah di seperempat tangga melihat Lala yang sedang belajar bersama guru tatakrama nya .
" Lala ayo sarapan " panggil Alex pada Lala yang juga sudah siap dengan pakaian kantornya namun masih menyempatkan waktu belajar .
" Belajar apa?" pertanyaan Alex begitu Lala menghampiri nya keruang makan setelah beberapa saat .
" Belajar tatakrama ketika Nyonya menghadiri pesta dan jamuan makan malam Om " kata Lala .
" Ternyata tradisi nya masih sama kayak cara klasik dulu cuma lebih mengikuti trend aja yang sekarang " kata Lala .
" Itu artinya kamu sudah pernah belajar?" pertanyaan Alex .
" Tentu saja , aku kan juga seorang putri jadi sedari kecil memang diajarkan beberapa adab khusus ketika tampil di publik " kata Lala .
" Mmmh, tapi adab menjadi seorang Nyonya itu jauh berbeda dari adab seorang putri sebab itulah aku menyuruh kamu belajar" kata Alex .
" Iya , nggak boleh memandang pria lain terlalu lama " kata Lala mengingatnya .
" Lah emang seorang putri boleh menatap pria lama-lama?" pertanyaan Alex.
" Boleh , bahkan bisa milih pangeran mana yang disukai " jawab Lala dengan akal-akalan nya .
" Lalu pangeran mana yang pernah kamu pilih ?" pertanyaan Alex yang mulai jengkel dengan ekspresi sebal nya .
" Tidak ada , aku lebih tertarik pada Ayahnya karena banyak duit " tawa Lala .
" Selera kamu Om-om" geleng kepala Alex .
" Tentu saja , makanya menikah dengan Om-om " kata Lala langsung skak mat menatap Alex .
" Hehhhh, dengar aku masih muda bahkan umurku baru 25 tahun , berhenti memanggil aku Om, aku tidak setua itu " pernyataan Alex komplen dan juga tegas .
" Tidak mau, tetap mau panggil Om , nggak mau ganti panggilan " tegas Lala lagi .
" Lala" suara meninggi Alex .
" Om, Om, Om , om " kata Lala dengan tampang menyebalkan nya.
Kadang orang-orang yang tinggal didalam rumah sampai geleng kepala melihat Lala yang setiap hari selalu berdebat dan menaikkan emosi Alex , seolah-olah sebelum membuat Alex kesal hidupnya tidak tenang .
Alex benar-benar dia seribu bahasa dan memilih meninggalkan ruang makan " Ayang tunggu, Sayang, kamu ngambek " Lala berlari mengajar Alex dan mendarat di punggung nya.
" Turun " tegas Alex yang berhenti berjalan , walaupun cuek namun masih menopang Lala yang berada di punggung nya
" Ternyata Om bisa merajuk juga , gemas aku " Kata Lala melingkarkan kedua tangannya dan menghisap leher Alex tiba-tiba.
Semua bodyguard langsung menghadap dinding melihat Lala yang agresif sekali menghisap leher Alex .
" Hehehehe, biar wanita-wanita gila itu tau kalau Om udah punya istri " batin Lala tersenyum puas melihat bekas hisapan nya di leher Alex .
" Lala , apa yang kamu lakukan" kata Alex dengan suara beratnya menyentuh bekas hisapan Lala .
" Gemes Lala lihat Om merajuk " kata Lala dengan manja padahal dia melakukan itu sengaja untuk memanas-manasi wanita yang tergila-gila pada Alex di kantor .
" Apa ada bekasnya?" pertanyaan Alex yang tidak bisa melihat karena Lala menggigit leher belakangnya.
" Tidak , tidak ada bekas " kata Lala berbohong.
dobleeee donk thor😄💪
lanjuuttttttttt thor🤭😄💪
lanjutttttt💪😄