NovelToon NovelToon
Shan Luo

Shan Luo

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

“Demi ibu, apa pun akan kulakukan!”

Dianggap sampah oleh ayahnya sendiri karena tak memiliki bakat kultivasi, Shan Luo hidup dalam hinaan. Demi melindungi ibunya, ia memilih pergi meninggalkan segalanya.

Takdirnya berubah saat ia menemukan sebuah gua misterius yang menyimpan warisan terlarang: Sabit Jiwa Kegelapan.

Dengan kekuatan itu, Shan Luo bersumpah
“Aku akan membalas semua yang menghina aku dan ibuku!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Lari kemana

Shan Hei memuntahkan darah segar. Ia melihat ke sekeliling; seluruh pasukan elitnya telah menjadi mayat di tangan Han Xiao dan Mo Huang. Ruangan itu kini hanya dipenuhi oleh genangan darah dan potongan zirah.

​"Kau ... kau mencapai ranah ke-6?!" Shan Hei gemetar, luka sayatan di dadanya mulai membeku oleh es hitam yang mencegah darahnya berhenti mengalir. "Bagaimana mungkin sepertimu bisa menjadi sekuat ini?!"

​Shan Luo tidak bicara. Ia melangkah maju perlahan, setiap pijakannya membuat lantai kuil membeku. Ia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, hawa kematian yang pekat mengunci pergerakan Shan Hei.

​Melihat kematian sudah di depan mata, Shan Hei melakukan sesuatu yang memalukan bagi seorang putra klan. Ia melemparkan sebuah bom asap beracun yang berisi esensi api pemusnah.

​BLAARR!

​Ledakan besar memenuhi aula bawah tanah itu dengan asap merah pekat yang membakar kulit.

​"Han Xiao! Jaga kuncinya!" teriak Shan Luo di tengah kabut.

​Saat asap mulai menipis, Shan Hei sudah menghilang melalui lubang rahasia di balik altar. Ia melarikan diri dengan sisa kekuatannya, meninggalkan martabatnya di genangan darah anak buahnya sendiri.

​Shan Luo berdiri di tepi lubang tersebut. Matanya berkilat dengan kemarahan yang tenang. Ia tidak terburu-buru, namun ia juga tidak akan membiarkan mangsanya lepas.

​"Kejar dia, Shan Luo?" tanya Mo Huang yang muncul di sampingnya, menjilat darah dari jari-jarinya dengan ekspresi puas.

​"Dia terluka parah. Es hitamku sudah masuk ke dalam meridiannya," jawab Shan Luo dingin. Ia melompat masuk ke dalam lubang gelap itu, diikuti oleh Han Xiao yang masih sempat menyambar kantong emas dari salah satu mayat.

​"Larilah sejauh yang kau bisa, Shan Hei," bisik Shan Luo yang suaranya menggema di lorong gelap. "Semakin jauh kau lari, semakin manis rasanya saat aku mematahkan kakimu nanti."

​Pengejaran maut di bawah tanah Kota Awan Merah baru saja dimulai. Di atas sana, bulan mulai tertutup awan, seolah alam pun enggan menyaksikan akhir berdarah dari persaudaraan yang telah lama hancur ini.

Lorong bawah tanah itu sempit, lembap, dan berbau anyir besi.

Shan Hei merangkak dengan napas tersengal, meninggalkan jejak darah kental yang membeku menjadi kristal es hitam di atas lantai batu.

Luka di dadanya bukan sekadar robekan fisik; es kegelapan dari pedang Shan Luo mulai merayap ke meridiannya, mematikan aliran Qi api miliknya inci demi inci.

​"Sial ... Sialan kau, anak pelayan!" kutuk Shan Hei dengan suara parau.

​Tiba-tiba, lorong di depannya meredup. Cahaya obor di dinding padam serentak, digantikan oleh pendar ungu yang mencekam.

​WUUUSHH!

​Sesosok bayangan melesat melampauinya dan mendarat dengan tenang sepuluh langkah di depan. Shan Luo berdiri di sana, namun kali ini auranya berbeda.

Ia tidak lagi memegang pedang kayu cendana. Di tangan kanannya, Sabit Jiwa Kegelapan telah bermanifestasi sepenuhnya, bilah hitam melengkung yang memancarkan jeritan ribuan jiwa yang tersiksa.

​"Sudah cukup larinya, Adikku," ucap Shan Luo. Suaranya datar, tanpa emosi, namun tekanan energinya membuat langit-langit lorong retak.

​Shan Hei mencoba bangkit, tangannya gemetar meraih belati emas terakhirnya. "Ayah ... Ayah akan membakarmu hidup-hidup! Kau tidak tahu apa yang kau hadapi!"

​"Aku tahu persis apa yang kuhadapi," Shan Luo melangkah maju. "Aku menghadapi ketakutanmu."

1
Ajipengestu
lanjut thor👍
Iwa Kakap
ribet amat thor
Beni: itu cuma penjelasan naik ranah sama kesulitannya aja. gak perlu di pikirin hehe. /Pray/
total 1 replies
angin kelana
ayooooo jdi juara💪💪💪
Beni
oke... 😐
Beni
😛
Beni
/Hunger//Sweat/
Beni
😐
Beni
oke... 😐
angin kelana
semangat bertarung💪💪💪
angin kelana
anak baik👍
angin kelana
semangaaat menjadi kuat..
angin kelana
ayo buktikan kekuatanmu💪💪💪
angin kelana
ayoooo lebih kuat lg
angin kelana
lanjuuuttt...
angin kelana
kalo untuk pengenalan bole lah pake english tpi ke depannya gak usah ajah ini kan fantasi timur bukan barat..lanjut👍
Beni: nanti di revisi ya, terima kasih/Pray/
total 1 replies
angin kelana
lanjuuuttt..
angin kelana
dunia yg kejam.😬
Beni
😐
Jade Meamoure
bagus 🤣🤣🤣
Jade Meamoure
Yan Bingchen bukankah itu patriarki sekte es ya
Beni: Pendekar es dan api
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!