NovelToon NovelToon
Pasangan Misterius X & V

Pasangan Misterius X & V

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Pengantin Pengganti / Transmigrasi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: ShinZa_17

Di mata dunia, pernikahan hanyalah sebuah formalitas saja.
Hingga suatu hari, seorang pria misterius yang selalu mengenakan topeng - yang dikenal sebagai asisten biasa - menikahi seorang wanita yang dijadikan alat penebus hutang.
Mereka tidak ada yang mencurigai apapun... hingga segalanya perlahan mulai berubah.

Ketika sang kakak menghilang secara tiba-tiba, sang adik perempuan dipaksa menggantikan posisinya sebagai istri.

Keputusan itu disetujui tanpa ragu oleh keluarga demi menebus hutang mereka.

Tidak ada seorangpun yang peduli dengan perasaannya... atau bahkan menanyakan keadannya.

Namun, mereka tidak pernah menyadari satu hal penting - adik perempuan mereka sebenarnya telah mati sejak berada di dalam gudang yang pengap karena dianggap telah mencoreng nama keluarga.

Kini, di dalam tubuh yang lemah dan penuh luka, telah tergantikan oleh jiwa lain.

Jika penasaran, ayo ikuti kisah mereka hingga akhir.

Selamat membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShinZa_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Malu

Dokter itu menatap dengan serius. "Untuk saat ini, kondisi mereka sudah mulai stabil. Tapi mereka mengalami reaksi alergi yang cukup parah."

"Alergi?" ulang Kepala pelayan, bernama Bi Mijah.

"Iya. Ditubuh mereka terdapat bentolan-bentolan besar dan juga bekas luka akibat garukan, sehingga hal itu menyebabkan iritasi yang cukup parah."

"Tapi, Tuan dan Nyonya kami tidak memiliki riwayat alergi," ucap Bi Mijah.

"Alergi itu bisa muncul kapan saja, bisa dari waktu kecil bahkan ketika sudah dewasa. Dan itu tidak hanya berasal dari makanan, tetapi juga bisa dari serbuk-serbuk halus ataupun debu-debu kecil yang kemudian menempel pada kulit," jelas dokter.

Bi Mijah dan Pak Maman saling berpandangan.

Debu...

Entah kenapa Pak Maman langsung teringat pada kejadian semalam.

"Saya baru ingat, semalam ketika Nyonya dan Tuan pulang, saya melihat mereka garuk-garuk tangan dan leher. Mungkin ketika pulang, Tuan dan Nyonya pergi ke suatu tempat, dan terkena debu yang terbang," jawab Pak Maman.

" Tapi, saya juga tidak tahu pasti, dok, " lanjutnya.

Dokter itu mengangguk. "Kami akan observasi lebih lanjut. Untuk sekarang, mereka masih belum sadar. Tapi kondisinya sudah jauh lebih baik dibanding saat datang."

Bi Mijah dan Pak Maman menghela napas lega, meskipun rasa khawatirnya masih belum sepenuhnya hilang.

"Terima kasih, dok..."

Mereka pun kembali duduk di kursi tunggu.

"Pak Maman, beruntung saya masuk ke kamar nyonya dan tuan, kalau tidak saya tidak tahu apa yang akan terjadi."

"Iya, yang penting sekarang Nyonya dan Tuan sudah baik-baik saja."

...****************...

Sementara itu...

Di kediaman Xavier, pagi itu terasa jauh lebih tenang.

Sinar matahari menembus tirai kamar, jatuh tepat di wajah Violet yang masih tertidur pulas di atas ranjang king size.

Ia sedikit mengerang pelan. "Eunghhh..."

Lalu perlahan membuka matanya.

Pandangan pertama yang ia lihat adalah langit-langit kamar berwarna putih dengan lampu kristal yang menggantung di atap.

Violet mengernyit.

"... ini... bukan kamarku."

Ia langsung duduk, namun kepalanya terasa sedikit berat.

Kenangan semalam perlahan memenuhi otaknya.

Pernikahannya.

Mobil.

Xavier.

Dan setelah itu, ia langsung jatuh tertidur.

"Mungkin karena itu kepalaku terasa berat," gumamnya.

Violet pun perlahan menatap dirinya sendiri. "Bukankah semalam aku masih menggunakan gaun pengantinnya, dan sekarang... kenapa sudah berganti menjadi pakaian tidur yang nyaman?!" batinnya.

Wajah Violet langsung memerah.

"Siapa yang mengganti pakaianku? Apakah... Xavier?"

Wajah Violet semakin memerah.

"Tidak! Tidak! Xavier pasti sudah melihat tubuhku..." jeritnya sambil menutup wajahnya dengan selimut.

Ketika masih memikirkan itu, pintu kamar perlahan terbuka.

Seorang kepala pelayan masuk dengan sikap hormat.

"Nona sudah bangun?"

Violet sedikit terkejut dengan selimut yang menempel erat ditubuhnya. "Ah... iya."

"Apakah nona ingin sarapan sekarang? Tuan sudah menunggu di ruang makan."

Mendengar nama itu, jantung Violet berdetak lebih cepat.

"... Xavier..."

Ia menunduk sejenak, lalu menarik napas.

"Bi?" panggil Violet.

"Iya, nona?"

"Semalam, saya ingat, kalau saya masih mengenakan gaun pengantin, lalu kenapa sekarang sudah berganti jadi pakaian pijama? Apakah, tuan... yang..."

Kepala pelayan tersenyum kecil.

"Bukan, nona. Semalam saya yang mengganti pakaian nona. Sedangkan tuan, dia langsung keluar kamar saat saya mengganti pakaian nona."

Wajah Violet terlihat semburat merah, meski sudah terlihat samar.

"Apakah nona... berpikir, kalau tuan yang mengganti pakaian nona?"

Violet langsung menggeleng kepalanya.

"Ti-tidak..."

"Oh... Itu... saya akan makan sekarang bersama tuan..." ucap Violet yang langsung mengalihkan topik pembicaraan

"Baik, nona. Kalau begitu saya permisi."

"Aduh, malu banget aku. Sudah berpikir yang tidak-tidak," jerit Violet yang langsung menutup wajahnya kembali.

Violet pun kembali menegakkan tubuhnya. "Lebih baik, aku keluar dari kamar ini dulu, sebelum Xavier masuk kembali."

Violet pun membereskan tempat tidur itu dengan buru-buru. Setelah itu, ia berlari keluar kamar tanpa melihat ke arah mana pun. Yang ada dalam pikirannya hanya satu, segera masuk ke dalam kamarnya.

Ketika sudah sampai di lantai bawah, ia terus berlari menuju kamarnya melewati ruang makan dengan tergesa-gesa.

Tanpa menyadari arah, ia terus berlari hingga –

Brakkk!

Tubuhnya seperti menabrak sesuatu yang keras.

“Ah!” pekiknya pelan sambil mengusap-usap dahinya.

“Berhenti berlari seperti itu.”

Suara dingin itu, langsung membuat tubuh Violet langsung membeku.

Perlahan, ia mengangkat kepalanya.

Dan –

Ternyata benar apa yang ia pikirkan.

Xavier berdiri tepat di depannya dengan ekspresi datar. Namun tatapannya terlihat tajam menelusuri wajah Violet yang baru bangun tidur.

“Xa – Xavier...” ucap Violet gugup.

Ia langsung mundur satu langkah, namun kakinya tidak bisa diajak kerja sama. Kakinya tiba-tiba tersandung kaki sendiri hingga membuat ia hampir jatuh.

Namun refleks. Xavier langsung menarik pergelangan tangannya dan tanpa sengaja –

Tubuhnya menabrak dada Xavier.

Deg.

Jantungnya langsung berdetak cepat.

“Kalau kau tidak bisa berjalan mundur, jangan coba-coba untuk melakukannya,” ucap Xavier datar, namun tangannya masih menahan Violet agar tidak jatuh.

Wajah Violet langsung memerah.

“I-iya...” jawabnya terbata.

Ia mencoba untuk melepaskan pegangan itu, tetapi pegangan Xavier justru terasa kuat.

“Kenapa kau lari?”

Pertanyaan itu membuat Violet membeku seketika.

“I-itu... aku...” ia menunduk, tidak berani untuk menatap pria di depannya itu.

“Aku harus jawab apa?”

”Tidak mungkin kan aku jawab jujur!”

“Masa ku harus bilang karena memikirkan siapa yang menggantikan pakaianku semalam”

Batinnya terus berperang.

“Itu... aku... harus segera kembali ke kamar,” jawabnya dengan cepat namun asal.

Xavier menyipitkan matanya.

“Kamarmu ada di arah sebaliknya.”

“...”

Violet langsung terdiam.

“Oh...” gumamnya pelan sambil menatap ke bawah.

"Kalau begitu, aku... harus kembali," bisiknya pelan dan hendak melepaskan tangan Xavier.

Namun, pegangannya cukup kuat.

Suasana pun langsung canggung.

Bahkan sangat canggung karena Xavier terus menatapnya.

Beberapa saat kemudian, Xavier akhirnya melepaskan tangannya.

“Ikut aku. Kau harus sarapan.”

Tanpa menunggu jawaban, Xavier langsung berbalik dan berjalan menuju ruang makan, dan meninggalkan Violet sendirian yang terdiam mematung.

Violet pun segera menetralkan wajahnya yang panas, sebelum akhirnya, ia kembali ke kesadarannya.

“Ah! Tunggu!” ia langsung mengejar Xavier yang sudah lebih dulu ke ruang makan.

Di ruang makan, meja panjang itu sudah dipenuhi berbagai macam hidangan.

Aroma makanan langsung menguar dan menyambut Violet begitu ia masuk.

Namun perhatiannya bukan pada makanan.

Tetapi, justru pada Xavier yang sudah duduk dengan tenang di ujung meja.

Dan Violet melihat Xavier seperti hal barusan tidak pernah terjadi.

“Kenapa berdiri? Duduk.”

“Iya...” Violet langsung duduk di kursi yang agak jauh darinya.

Xavier mengangkat alisnya.

“Terlalu jauh. Duduklah di sampingku."

“...”

Violet menelan ludah.

Dengan perlahan, seolah takut melakukan kesalahan lagi, akhirnya ia duduk di samping kiri Xavier.

Jantungnya masih berdetak cepat.

Kepala pelayan mulai menyajikan makanan ke piring mereka.

Hening kembali menyelimuti.

Hanya suara sendok dan garpu yang terdengar pelan.

Namun bagi Violet, suasana ini justru terasa... menekan.

Ia melirik sedikit ke arah Xavier.

Dan pria itu menyadarinya.

“Ada apa?”

Violet menelan ludahnya.

“Terima kasih... untuk semalam.”

Xavier berhenti sejenak.

Lalu menatapnya.

“Maksudmu?”

“Itu... karena sudah membiarkanku tidur dengan nyaman semalam,” jawab Violet dengan sedikit menunduk.

Xavier menatapnya beberapa detik, lalu kembali melanjutkan makan.

“Itu hal biasa.”

Jawabnya singkat.

Namun entah kenapa membuat hati Violet sedikit... menghangat.

Ia terdiam sejenak, lalu kembali bicara.

“Apa... aku merepotkanmu?”

“Ya. Kau sangat merepotkan.”

Jawaban itu langsung membuat Violet terdiam.

Wajahnya langsung berubah murung.

“Tapi,” lanjut Xavier.

...To be continued...

1
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
akang atuh harusnya🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
My Alpha My Luna 🤔 ganti nama pa begimane ini nda mudeng /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: 🫨 Ooohh
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Vier jangan buat aku iri dong/Scream/ aku malah pernah kesiram air mendidih sepanci, kamu gak khawatir sama aku gitu/Curse/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: pasti kalau kaget teh...

disini juga ada yang kesiram air panas, tapi sampai melepuh, ngeri😬😬
total 11 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kenapa gak kamu panggil kakanda aja sih🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Betul betul betul🤣🤣🤣
total 6 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
uhukkkk my luna😱 Luna Maya kah?
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: bukan bukan/Scream/ Luna maya punya Maxime /Scream/
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
Ciaaaa My Alpha
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
nanti ada bagiannya🤭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
bestinya si Irene gimana? belum di basmi tuh cacar ular
Dewi Payang
Aman berarti🤭🤭🤭
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: selamat selamat🤭
total 1 replies
Dewi Payang
Wh, ada Supra X disini🤭 peace kak✌️
Dewi Payang: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
Dewi Payang
Sang gelang udah bertemu jodohnya😍
Dewi Payang
Kelakuan Aerin🙈🙈🙈🙈
Dewi Payang
Apa.dia Angkasa?
Dewi Payang: Weh mantap😁
total 2 replies
꧁𐌡𐌉𐌙𐌀𐌍𐌀♡♥︎࿐
karna gak penting katanya cuyy 😌
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰
Se-sayang itu Daddy nya/Proud/
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰: iya lgi😭
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
jadi siapa wanita itu?
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: yang jualan tahu bulat🏃🏃🏃
total 6 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo kembali fokus pada tujuanmu Vio, kasihan mereka jika terlalu lama menunggu hadiah darimu🙃
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Jadi di dalem tubuh Violet ada berapa jiwa 🤔 masih nda mudeng aku 🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: Emang ada berapa lagi yg belom keluar /Slight/
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Nama na sammaaa 🤣🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: wahhh, iya 🤭... aku baru ngeh loh teh🤭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Mak na saha tah 🤔
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: tempeh mahal, tahu aja teh 🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!