Berlatar di Seoul, Seo Yerin adalah wanita karier sempurna yang hidupnya hancur setelah diracuni oleh suaminya sendiri dan dikhianati sahabat dekatnya. Namun setelah kematiannya, ia secara misterius kembali ke masa lalu tepat di hari saat dirinya dilamar.
Apa yang akan dia lakukan selanjutnya? Pertama, dia menghajar orang yang melamarnya tepat di hadapan semua orang dan merencanakan balas dendam kepada sahabat dan semua orang yang membuatnya menderita.
Namun di tengah usahanya mengubah takdir, ia tanpa sadar terlibat dengan seorang pria berbahaya dari dunia bawah tanah—seorang mafia dingin yang juga sedang menyiapkan balas dendamnya sendiri.
Apakah pembalasan dendamnya dapat membawanya menuju kebahagiaan? Atau malah membuatnya semakin terseret ke dalam jurang neraka? Saksikan perjalanan Yerin hanya di novel ini ☺️☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SuciptaYasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16 Kejar-kejaran hebat
Mobil Lykan HyperSport mewah itu melaju dengan rute yang sangat tidak masuk akal—zig-zag tak beraturan dan menabrak beberapa tumpukan tong minyak dengan keras.
“Apa kau tidak bisa menyetir?!” bentak Yo-han sambil berpegangan pada apapun yang dia bisa.
“Aku tidak jarang mengemudi karena selalu diantar supir!” teriak Yerin sambil memutar setir dengan liar. “Jadi jangan banyak protes! Kau mau selamat atau tidak?”
“Pokoknya jalan saja pelan-pelan dan jangan sampai menabrak!”
“Kalau aku menyetir pelan, bukankah kita akan disusul?!” balas Yerin tak mau kalah.
Yo-han menoleh ke kaca spion samping. Orang-orang itu ternyata sangat gigih; beberapa dari mereka sudah naik ke atas sepeda motor dan mengejar dengan kecepatan penuh.
“Lihat! Mereka pakai motor!” tunjuk Yerin.
"Sial!"
Yerin melirik spion, lalu kembali menatap jalanan di depan yang semakin sempit karena penuh dengan alat berat pelabuhan.
“Pegangan yang erat!”
“Tunggu, apa yang kau lakukan!”
Yo-han berteriak saat Yerin membanting setir ke kiri untuk menghindari truk, membuat mobil mereka miring dan hampir terbang. Mafia-mafia di belakang yang naik motor terpaksa mengerem mendadak karena manuver gila Yerin, menyebabkan satu dari mereka jatuh terguling ke tumpukan ban bekas.
“Apa kau ingin membunuhku?!” ucap Yo-han sambil mengatur nafasnya.
“Diamlah! Aku sedang fokus menyelamatkan calon suamiku!” sahut Yerin asal.
Mobil sports senilai miliaran won itu meraung membelah jalan raya pelabuhan yang mulai sepi. Namun, bukannya suara mesin yang elegan, yang terdengar justru derit ban yang tersiksa dan makian tertahan dari kursi penumpang.
"Itu lampu merah!" teriak Yo-han, tangannya mencengkeram dasbor hingga urat-uratnya menonjol.
"Merah artinya berani, Yo-han-ssi!" balas Yerin tanpa menoleh, matanya melotot tajam ke depan.
Adrenalin telah mengubah ketakutan wanita anggun bergaun putih itu menjadi pembalap jalanan amatir yang kehilangan akal sehat.
VROOOM!
Yerin membanting setir ke kanan, menyalip sebuah truk kontainer dengan jarak hanya beberapa milimeter.
Spion kiri mobil mahal itu langsung hancur terhantam badan truk, menyisakan kabel-kabel yang menjuntai mengenaskan.
"Spionku!" desis Yo-han pedih.
"Nyawamu atau spion?! Pilih salah satu!" Yerin membalas sambil menginjak gas lebih dalam.
Di belakang mereka, empat motor besar mengejar dengan kecepatan tinggi. Salah satu pengendara mengeluarkan rantai besi dan mencoba memukul kaca depan mobil.
Saat motor itu sejajar dengan pintu samping, Yo-han menunggu momentum yang tepat. Ketika ban depan motor itu berada tepat di samping pintu, ia langsung menendang pintu mobilnya hingga terbuka maksimal.
BRAAAK!
Pintu berbahan karbon itu menghantam ban depan motor dengan telak. Si pengendara kehilangan keseimbangan, motornya oleng dan menabrak pembatas jalan.
"Satu tumbang," ucap Yo-han dingin sambil menutup kembali pintu mobilnya yang sekarang sudah penyok dan engselnya miring.
"Bagus! Sekarang pegangan!" teriak Yerin. Ia melihat celah sempit di antara dua bus kota. Dengan nekat, ia memacu mobil masuk ke sana.
Tiba-tiba, Yerin menginjak rem secara mendadak karena ada kucing menyeberang, lalu membanting setir kembali ke jalur kanan.
Efek gaya sentrifugal yang luar biasa membuat Yo-han, yang belum sempat memasang sabuk pengaman dari awal terlempar ke arah kiri.
BRUK!
Dalam sekejap, wajah Yo-han mendarat tepat di pangkuan Yerin, sementara tangannya secara refleks mencari pegangan dan tanpa sengaja mendarat di area sensitif wanita itu untuk menahan tubuhnya.
"Brengsek! Ke mana tanganmu menyentuh?!"
PLAK!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi sang bos mafia.
"Aku kehilangan keseimbangan! Kau pikir aku rela sujud di pangkuanmu dalam kondisi seperti ini?!" balas Yo-han sambil memegang pipinya.
"Bilang saja kau mengambil kesempatan dalam kesempitan!"
Selama masa hidupnya, Yo-han sudah sering dipukuli oleh para pria dan ini adalah pertama kalinya seorang wanita menamparnya. Entah kenapa ia merasa kehilangan harga dirinya di momen ini.
Belum sempat perdebatan berlanjut, motor terakhir mencoba memepet sisi pengemudi. Si rambut merah terlihat bersiap melompat ke kap mobil. Yerin melihat genangan air dan oli di depan.
"Tutup matamu kalau masih mau hidup!"
Dengan satu bantingan setir, Yerin melakukan teknik drift yang sangat berantakan. Mobil itu berputar 180 derajat di tengah jalan raya. Bagian belakang mobil yang sangat mahal itu menghantam pagar pembatas jalan dengan keras hingga lampunya pecah berkeping-keping.
Namun, manuver itu membuat motor pengejar kehilangan traksi di atas oli dan meluncur menabrak tiang listrik.
Setelah putaran gila itu, mobil kembali menghadap ke depan walau dengan kasar.
"Fiuh... Aku sering melihatnya di film dan ternyata berhasil," ucap Yerin yang bangga dengan cara mengemudinya yang berantakan.
Yo-han hanya bisa menghela nafas kasar, ia ingin mengomentari manuver gila Yerin namun berhenti ketika melihat jika mereka sudah lolos dari para pengejar.
Mobil terus melaju selama beberapa kilometer sebelum suara mesinnya mulai berubah menjadi batuk-batuk yang menyedihkan.
Asap putih mengepul dari kap mesin yang sudah melengkung. Mobil itu terbatuk terakhir kalinya sebelum akhirnya mogok dan berhenti perlahan di bahu jalan yang gelap, jauh dari kejaran para preman.
Suasana mendadak hening. Hanya terdengar suara detak mesin yang mendingin dan deru napas mereka yang perlahan lega.
Yo-han menatap interior mobilnya yang hancur; bodinya penyk, kaca pecah di mana-mana, dan bau karet ban yang terbakar.
Ia menoleh ke arah Yerin yang sedang merapikan rambut panjangnya yang berantakan dengan sangat tenang, seolah baru saja selesai belanja di mal.
Yerin menoleh ke arah Yo-han sambil menyunggingkan senyum tipis yang penuh kemenangan.
"Sepertinya kita sudah sampai di tujuan," ucap Yerin santai sambil membuka pintu mobil yang penyok.
Begitu keluar dari rongsokan besi seharga miliaran itu, Yerin langsung menyandarkan punggungnya di kap mobil yang masih berasap.
Ia merapikan gaun putihnya yang sekarang terkena noda oli lalu menatap Yo-han dengan binar mata yang menantang.
“Jadi bagaimana?” tanya Yerin santai. “Apa jawabanmu atas lamaranku sebelumnya?"
biasa'a akan mengulangkan kejadian" sblm'a
keren crita'a
bagus alur'a... jgn smp gk lanjut ya thor
oowh... ternyata anak pungut yg menguasai dunia bawah calon'a yerin, gpp yg penting kuat smua
😂🤭
betul g yaa🤔
lanjuuut thor💪
aah inilah org yg akan menolong yerin, seorang dr dunia bawah