NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: namice

"Dua sisi kegelapan, satu raga, dan satu candu yang mematikan: diriku."

​Zaviar, penguasa dingin yang sebelumnya mati rasa, mendadak meledak gairahnya saat Arumi—sang macan bar-bar yang bertransmigrasi ke tubuh istrinya antagonis—menghapus riasan badutnya.

Perubahan drastis ini tak hanya membangkitkan Zaviar, tapi juga monster di dalamnya: Varian.
​Varian, alter ego gelap, obsesif, dan haus gairah, bangkit tanpa kendali, matanya memancarkan kedalaman yang menakutkan dengan mata merahnya.

Terkunci di dalam sangkar emas kamar utama, Arumi terjebak dalam kecemburuan Calista istri kedua sekaligus pemeran utama wanita dan pusaran hukuman ganda: kelembutan menuntut Zaviar, dan keganasan tanpa lelah Varian. Keduanya menginginkannya dengan cara yang paling mengerikan.

Varian menyeringai gelap​, manik merahnya mengunci pergerakan arumi. "Kau membuat monster dalam diriku terbangun, Sayang. Bersiaplah untuk tidak bisa berjalan besok pagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukuman dan Gairah Alter Ego yang Tidak Pernah Padam

Varian kemudian membalikkan tubuh Arumi dengan hati-hati namun tetap bertenaga, hingga wanita itu kini telentang menghadapnya dengan kedua tangan yang masih terikat di belakang punggung. Tanpa memberikan kesempatan bagi Arumi untuk melayangkan protes atau makian bar-bar-nya lagi, Varian langsung menundukkan wajahnya dan melumat bibir Arumi dengan kasar. Itu adalah sebuah lumatan yang penuh dengan rasa lapar yang terpendam, sebuah ciuman yang mendalam yang mengeksplorasi setiap sudut rongga mulut Arumi, menghisap habis seluruh pasokan udara dan kesadaran wanita itu hingga ia merasa pusing oleh kenikmatan yang memabukkan.

Bersamaan dengan ciuman yang kian menuntut dan posesif, tangan kekar Varian yang bebas bergerak turun menjelajahi lekuk tubuh Arumi yang sintal. Tangan itu meremas dengan pas di area yang menjadi candu murninya, jemarinya memilin pelan pucuk sensitif di balik pakaian Arumi, memberikan sensasi sengatan listrik instan yang membuat Arumi tak bisa menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara desahan seksi yang tertahan di tenggorokannya. "Mmmhh..."

Serak!

Suara kain yang robek menggema dengan jelas di dalam kamar yang sunyi itu. Gaun yang dikenakan oleh Arumi robek dengan sangat mudahnya di tangan Varian, seakan-akan pria itu sama sekali tidak menggunakan tenaga yang berarti saat melakukannya. Pakaian itu kini telah hancur menjadi serpihan kain tak berbentuk di atas ranjang. Tanpa penghalang apa pun lagi, telapak tangan Varian yang hangat langsung menjelajahi seluruh permukaan kulit mulus Arumi, bergerak dengan luwes seperti kuas seorang pelukis maestro di atas kanvas putih yang suci. Sentuhan itu merayap turun, penuh kepastian, sebelum akhirnya berhenti tepat di titik paling sensitif milik Arumi dan mulai bermain dengan ritme yang mematikan di sana.

Varian perlahan melepaskan tautan ciumannya, memberikan ruang bagi Arumi yang kini tengah terengah-engah dengan napas yang memburu dan dada yang naik turun dengan cepat. Ia menjauhkan wajahnya sedikit, menatap sosok Arumi yang ada di bawah kukungannya sejenak. Di bawah pencahayaan lampu kamar yang temaram, Arumi terlihat luar biasa cantik, eksotis, dan sangat seksi dengan rambut yang berantakan dan pipi yang merona merah akibat gairah yang membakar.

Melihat pemandangan yang begitu indah di depan matanya, gairah di dalam diri Varian melonjak kembali ke puncaknya. Manik mata alter egonya kini menyala dengan warna merah darah yang pekat di dalam kegelapan, menampilkan sebuah kabut gairah besar yang siap menelan apa saja yang ada di hadapannya.

Arumi mendongak dengan pandangan yang sayu, menatap sepasang mata merah menyala milik Varian. Alih-alih merasa takut seperti sebelumnya, di mata Arumi saat ini, wajah tampan Varian yang memiliki garis rahang tegas bagaikan pahatan dewa Yunani kuno itu justru terlihat berkali-kali lipat lebih tampan, maskulin, dan memesona dengan kilatan mata merahnya. Itu adalah mata seorang penguasa sejati, seorang raja yang haus darah. Namun, kini rasa haus darah yang melegenda itu telah sepenuhnya tergantikan oleh rasa haus akan candu dari tubuh istrinya sendiri, Arumi.

Varian mengusap lembut area sensitif milik Arumi secara bergantian, memberikan stimulasi yang kian intens dan tak terbendung. Sentuhan yang ahli itu membuat tubuh Arumi melengkung refleks, membusungkan dadanya ke atas seiring dengan sensasi pekat yang menghantam seluruh saraf pusatnya hingga ia mencapai puncak kenikmatan pertamanya malam itu dengan tubuh yang bergetar hebat.

Di saat pertahanan tubuh Arumi berada di titik paling rapuh pasca-orgasme, Varian memosisikan tubuhnya di antara kedua pangkal paha Arumi. Tanpa menunggu lebih lama lagi, ia menyatukan tubuh mereka dalam satu hentakan yang dalam, intim, dan bertenaga besar.

Jleb...

"Mmmm... Ah..." Arumi terpekik keras, matanya melebar seketika saat merasakan kepenuhan yang luar biasa mencengkeram inti tubuhnya. Rasa penuh yang berpadu dengan sensasi nikmat yang berhamburan membuat air matanya hampir menetes di sudut mata. "Varian... jangan terlalu dalam... sakit, babi..." desis Arumi dengan suara yang parau, mencoba mencengkeram sprei kasur dengan jemari kakinya seiring dengan dimulainya hukuman malam panjang sang raja iblis.

Mendengar keluhan dan makian kecil dari bibir Arumi, Varian justru mengukir senyuman tipis yang sarat akan kepemilikan mutlak. Ia merendahkan tubuhnya, menempelkan dada bidangnya yang telanjang pada dada Arumi, menyalurkan kehangatan tubuhnya yang membara.

"Sayang, rasa sakit ini sebentar lagi akan berubah menjadi rasa nikmat yang tiada tara," desis Varian dengan nada suara yang pelan, berat, namun dipenuhi oleh getaran ancaman yang tidak main-main. "Nikmatilah setiap detik hukuman dariku malam ini, Sayang. Dan ingatlah satu hal ini di dalam otak cantikmu: jangan pernah sekali-kali berani berdekatan atau bersikap manis dengan pria lain di luar sana, termasuk dengan mantan kekasih kecilmu di masa lalu."

Varian menjeda kalimatnya, memberikan tatapan mata merahnya yang menusuk langsung ke dalam jiwa Arumi, memastikan wanita itu tahu bahwa ia tidak sedang menggertak sambal.

"Jika hal itu sampai kamu lakukan lagi di belakangku... aku bersumpah demi namaku, aku akan membuatmu tidak akan bisa keluar dari kamar ini selama satu minggu penuh. Aku akan mengurungmu, menelanjangimu, dan membuatmu terus memohon ampun kepadaku di atas ranjang ini tanpa henti," bisik Varian tepat di depan bibir Arumi yang sedikit terbuka.

Sebelum Arumi sempat membalas ancaman posesif itu dengan kalimat bar-bar khasnya, Varian telah kembali menunduk dan melumat habis bibirnya. Ciuman kali ini jauh lebih menuntut, mengunci mati setiap bantahan yang ingin dikeluarkan oleh Arumi. Bersamaan dengan itu, tubuh tegap Varian mulai bergerak dengan liar, konstan, dan bertenaga di atasnya. Hentakan-hentakan yang dalam dan presisi itu mulai mengirimkan gelombang kenikmatan baru yang melumpuhkan akal sehat Arumi. Rasa sakit yang dirasakannya di awal perlahan sirna, tergantikan oleh sensasi panas yang membakar. Arumi akhirnya menyerah pada keadaan, ia memejamkan matanya erat-erat, mencengkeram bahu kokoh Varian, dan mencoba menikmati setiap ritme permainan gila suaminya.

Malam yang panjang itu bertransformasi menjadi saksi bisu dari dominasi absolut sang alter ego. Varian, dengan stamina monsternya yang seolah tidak memiliki batas akhir, terus menjalankan hukumannya berkali-kali tanpa memberikan waktu bagi Arumi untuk sekadar menghirup napas lega. Permainan panas itu terus berlanjut hingga melewati sepuluh ronde yang melelahkan.

Hancur sudah seluruh rencana Arumi untuk mengunci Varian dengan teknik silatnya. Alih-alih menang dan mendapatkan kebebasan, tubuh Arumi kini benar-benar dibuat lemas tak berdaya, seperti boneka kain yang kehilangan seluruh rangkanya di atas ranjang yang kini berantakan. Pengalaman malam ini benar-benar menanamkan rasa jera yang dalam di lubuk hati Arumi. Ia menyadari sepenuhnya bahwa ia tidak akan pernah bisa bermain-main atau macam-macam lagi dengan Varian—suaminya yang merupakan sang alter ego bermata merah, pria tertampan sekaligus paling berbahaya di dalam dunia novel tempatnya terjebak ini.

Di sisi lain, setiap suara desahan seksi dan lenguhan pasrah yang lolos dari bibir Arumi sepanjang malam terdengar bagaikan melodi simfoni yang paling indah dan memabukkan di telinga Varian. Suara-suara itu bertindak bagai bahan bakar murni yang membuat hasrat dan gairah purba di dalam diri Varian tidak pernah padam, melainkan kian berkobar menyala. Candu manis yang menguar dari tubuh dan jiwa istri pertamanya ini telah melekat terlalu dalam, mengunci mati seluruh eksistensi seorang Varian untuk selamanya hanya pada sosok Arumi.

Contoh Visual

Para Sahabat pembaca novelku, maaf jika tadi salah kirim bab, jadi bab ini yang tadi aku kirim duluan, jadi jika ingin lebih detail dan nyambung, maka kalian harus baca lagi di bab 15 yang baru

1
yuningsih titin
aku mampir kak... lanjutkan👍👍
Sulati Cus
kok bulu angsa🤔lbh bagus bulu rubah klu nggak bulu serigala biar keren😅
namice: 👍😁😁😁😘😘🌹🌹🌹
total 5 replies
arsyila putri
dek Calista 🤣
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
arsyila putri
ceritanya kereeen👍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suka😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Rani Saraswaty
kebolak balik😄😄😄😄
Rani Saraswaty
namanya bikin pusing
namice: 🙏🙏🙏, maaf nanti aku revisi kembali
total 1 replies
Sulati Cus
😅ini sih di hajar habis2an namanya😅
namice: 🤣🤣.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Rani Saraswaty
tunggu tunggu knp jd calista?
namice: iya kak namanya Arumi Razetha... maaf salah typo nanti aku revisi 🙏🙏
total 1 replies
Rani Saraswaty
namanya calista ato clarisa sih? ada 2 org ato 1 calis claris?
namice: Calista kak, maaf typo kak... nanti aku revisi kembali🙏🙏.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹
total 1 replies
Bela Viona
hihihi kok aku latah ya, baca ny mlh pke aksen betawi 🤭
namice: 🤣🤣... 😘😘😘 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Bela Viona
ok thor mampir dsini.
kek nya seru nih. aku juga sering uring² thor klo baca novel yg mc ny cinta buta + tulul.
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 2 replies
Noul
suka visualnya thor,, 😍😍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak... love you sekebon untukmu kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Noul
hahaha langsung kicep tu mulut ,terpesona,,aku terpesonaaaa...🤣🤣
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Noul
awal yg bagus, lanjut thor 💪😍
namice: 😘😘😘, iya kak setiap hari aku update dan aku usahakan double update kak.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
langsung bukti nyata....sat set.....gavin
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
aku
mantan lu rum, astaga omdong bgt 🤣🤣
namice: 😘😘💪💪.. terimakasih banyak supportnya kak😘😘😘
total 3 replies
aku
alamak klo arumi imyuuut mode bgni siapa yg gk klepek2??? 🤩🤩
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘🌹🌹🌹🌹🌹😘
total 1 replies
CaH KangKung,
🫣🫣
namice: 😁😁😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
bar bar gini nie....mantappp
namice: 😁😁😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
kenapa aku boleh rasa 🍯 itu
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!