Perjalanan kultivasi dan bela diri adalah jalan yang sepi dan sunyi yang begitu panjang. Di setiap kesempatan selalu ada kesulitan yang datang untuk menghampiri. Untuk mencapai puncak tertinggi, Yun Fei merangkak dari bawah untuk berdiri di puncak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RiZESheall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penghangat Tempat Tidur
Pak tua Ding menggertakkan giginya, tubuhnya merasakan rasa sakit yang sangat.
Meski dia cukup kuat dan memiliki kultivasi yang cukup kuat di Pemurnian Qi lapisan ke-6. Namun menghadapi tiga orang Wu Zhang dan dua lainnya yang juga berada di lapisan ke-6 Pemurnian Qi, sangat tidak seimbang dengan dirinya.
Mencoba berdiri dengan susah payah, pak tua Ding menatap Wu Zhang dengan tatapan membunuh.
"Sialan, kediaman keluarga Yan telah memperlakukan kalian dengan sangat baik. Tapi ini yang kalian balas hah!"
Pak tua Ding sangat marah. Dia sangat meledak-ledak meski auranya sedikit kacau.
Pria berpakaian hitam di sampingnya itu berdiri dengan kedua kakinya yang bergetar. "Pak tua Ding, aku takut kita berdua hanya akan mati..."
Menghadapi dua orang yang memiliki kekuatan yang sama sepertinya di lapisan ke-5 Pemurnian Qi sangat menyusahkan.
Meski dia cukup kuat. Namun dia tidak pernah mengira akan menghadapi penghianatan kelima orang Wu Zhang itu.
Yan Ruyu dan pelayannya itu, mereka hanya bisa berharap semua itu hanya bercandaan dan sebuah kesalahan.
Namun mereka juga berharap kalau akan ada seseorang atau orang-orang yang lewat di jalan yang mereka lewati, dan menolong mereka.
Di jarak sekitar tiga puluh meter dari kereta kuda di balik pohon, Yun Fei tengah menunduk dan memperhatikan hal yang terjadi di sana.
"... Astaga, orang-orang itu, mereka semua ternyata hanya pria bajingan yang menginginkan gadis cantik..." Gumam Yun Fei cukup terkejut.
Mendengar sedikit percakapan sekilas orang-orang itu, Yun Fei mengerti garis besar dari pertarungan yang ada disana.
Dia mengerti, namun tidak menyangka kalau ada orang-orang yang seperti itu, memanfaatkan ketidaksiapan dan celah orang-orang, yang membuat orang-orang Wu Zhang dan yang lain itu masuk kedalam kediaman keluarga Yan itu.
Rencana yang halus dan tanpa celah, menunggu waktu yang tepat untuk menunjukkan taring mereka.
Orang-orang berhati gelap seperti itu, Yun Fei merasa tidak senang juga dan mengutuk mereka di dalam hatinya.
Yun Fei lalu memperhatikan kondisi semua orang dan mencoba mendekati perlahan-lahan ke arah mereka.
"Melihat sesuatu yang seperti ini, tidak mungkin bisa ku tinggalkan begitu saja..." Benak Yun Fei.
"Tapi melihat orang-orang itu, mereka semua lebih kuat dariku..."
"Jika aku ingin membantu dua orang itu, aku hanya bisa melakukan diam-diam di waktu yang tepat..."
Yun Fei memiliki pikiran untuk membantu kedua orang berpakaian hitam itu yang melawan kelima orang itu mempertahankan orang yang ada di kereta kuda.
Namun melihat dirinya, Yun Fei tidak bisa begitu saja maju. Maju dengan terang-terangan itu, itu hanya mengantarkan nyawamu pada orang lain.
Karena itu Yun Fei mencoba mengendap-endap, bersembunyi untuk mencari celah.
Pertarungan kembali pecah, Wu Zhang dengan keempat orang itu, menyerang kembali pak tua Ding dan orang lainnya itu.
Klang! Klang!
Suara benturan pedang berbunyi nyaring.
Pria berpakaian hitam tersudut kesamping oleh dua orang itu.
Sialan kalian semua! Teriakannya yang keras.
Dia mengerahkan seluruh kekuatannya yang tersisa, untuk menyerang keduanya.
Matanya merah, tangannya memegang pedang dengan kuatnya. "Jika harus mati, akan ku bawa salah satu dari kalian ke jalan kematian!"
Hihh! Orang bertopi jerami itu tampak ngeri melihat orang itu.
Namun dia menggertakkan giginya, melompat menerjang kedepan.
Dua orang menerjang mengerahkan kekuatan mereka untuk membunuh.
Suara angin mendesing.
Sesuatu tampak terbang melesat mengarah ke arah dua orang itu.
Kuakk!
Pria bertopi jerami itu merasakan sakit, ada sesuatu yang menembus menusuk di bahu belakangnya.
Semua orang tampak menoleh, mereka terkejut melihat pria bertopi jerami itu tiba-tiba kesakitan.
Wu Zhang dan kedua orang yang menghadapi pak tua Ding, mereka bertiga berhenti, bertanya-tanya kenapa pria bertopi jerami itu kesakitan.
Luka tepat di bahu belakang, dengan darah merah mulai mengalir membasahinya.
Pria berpakaian hitam itu melihat sebuah kesempatan. Dia menerjang dengan mengayunkan pedang sekuat-kuatnya.
"Mati!" Teriakannya.
Pedang mengayun melewati leher pria bertopi jerami.
!!!
Dalam sekejap, pria bertopi jerami mati, dan tubuhnya jatuh di tanah dengan kepala yang terputus.
Wu Zhang terperangah, matanya terbelalak terkejut melihat satu orangnya mati dengan kepala terputus.
"Hahhh!"
"Jangan biarkan dia! Bunuh!"
Salah seorang dari dua orang itu mengangguk cepat, dia langsung bergegas membantu orang itu.
Di saat yang sama, pak tua Ding melihat sebuah kesempatan juga.
Dia bergerak dengan cepat, dan muncul tepat disebelah Wu Zhang hanya dua meter darinya.
Pak tua Ding hendak mendorong dan menusuk Wu Zhang dengan pedangnya.
Namun orang itu menyadari pergerakan pak tua Ding, dia mengayunkan pedangnya.
Klang!
Pedang pak tua Ding langsung terpotong menjadi dua.
Wu Zhang terkejut, namun dia tidak diam, kakinya melangkah kedepan dan mengayunkan pedang, dengan niatan membunuh dengan satu tebasan.
Bergeser untuk sesaat.
Kughh!
Pedang itu meleset, namun menebas tangan kiri pak tua Ding.
"Paman Ding!"
Tiba-tiba jeritan yang keras terdengar dari arah kereta kuda.
Gadis itu, Yan Ruyu dan pelayannya melihat dari balik jendela kereta, melihat lengan kiri itu terputus.
Pak tua Ding ketika dia terdorong mundur dan satu lengannya putus, dia hampir terjatuh. Namun mendengar suara nona mudanya itu, dia tidak bisa mmenjadi lemah dan melompat mundur.
Pada saat itu juga, pria berpakaian hitam itu berhasil membunuh orang yang dia lawan itu dengan menusuk beberapa kali dengan pedang untuk membunuh.
Namun juga dia tergeletak lemah, dengan darah yang mengalir dari dadanya dan sebuah pedang menancap di dada tepat di jantung.
"Hahh hahh, kau sangat menyusahkan..." Orang yang bersama Wu Zhang yang berlari membantu itu, dia terengah-engah sambil mencabut pedangnya dari tubuh pria berpakaian hitam itu.
Membunuh pria berpakaian hitam itu, namun mereka juga telah kehilangan dua orang. Mereka Wu Zhang dan keduanya juga tidak lepas dari luka-luka yang mereka terima dari konfrontasi dengan pak tua Ding.
Pak tua Ding berlutut dengan satu kaki, meletakkan pedang patah di tanah dan memenangi lengannya yang putus.
Di kereta kuda, Yan Ruyu dan pelayannya yang bernama Yi'er, menutupi mulut mereka melihat pak tua Ding yang menjadi seperti itu.
Wajah Yan Ruyu memerah takut, matanya berkaca-kaca.
Pak tua Ding wajahnya pucat, namun matanya penuh kebencian dan keinginan untuk membunuh.
"... Wu Zhang! Kalian semua akan mati mengenaskan!" Pak tua Ding mengutuk dengan keras pada ketiga orang itu.
Wu Zhang tertawa keras, dia tampak mengejek dan mencibir pak tua Ding, dia menyeringai ketika melihat pak tua Ding. "Pak tua bodoh! Kau kira apa yang akan terjadi meski kau mengutuk seperti itu?"
"Tidak ada yang akan terjadi sedikitpun."
"Hahh, akan lebih mudah jika kau diam saja dan menerima kematian mu itu."
Hanya karena pak tua Ding itu mengutuk keras, Wu Zhang dan keduanya sama sekali tidak melihat bahwa itu sesuatu yang bisa terjadi.
Wu Zhang melangkah perlahan-lahan dengan pelan dan berada di depan mata satu meter dari pak tua Ding.
Kedua orang lainnya juga mendekat dan berdiri di dua sisi didepan Wu Zhang.
"Meski kau cukup kuat, tapi kau tidak akan bisa mengalahkan kami bertiga hahh."
"Akan ku beritahu padamu pak tua, nona muda mu itu dan pelayannya Yi'er itu, setelah kami membunuhmu itu, mereka berdua akan menjadi penghangat tempat tidur ku!"