NovelToon NovelToon
Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Action
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

​"Sialan! Kenapa transmigrasiku tidak memberiku kekuatan super?!"

​Ye Xuan adalah seorang pemuda dari Bumi yang terbangun di Benua Sembilan Cakrawala, sebuah dunia di mana para kultivator bisa membelah lautan dengan satu tebasan pedang. Sialnya, ia menempati tubuh seorang Tuan Muda Klan Ye yang dibuang karena tidak memiliki bakat kultivasi sedikit pun.

​Tanpa energi spiritual, tanpa sistem bela diri, Ye Xuan terpaksa hidup terasing di sebuah puncak gunung terpencil. Untuk bertahan hidup, ia hanya bisa berkebun ubi, menyapu halaman, dan memancing di kolam belakang gubuknya.

​Namun, yang tidak Ye Xuan sadari adalah:

​Air bekas cucian ubi yang ia buang sebenarnya adalah Cairan Kehidupan Abadi yang diperebutkan para Kaisar.

​Sapu lidi tua miliknya adalah Senjata Pemusnah Dao yang ditakuti seluruh iblis.

​Dan ubi bakar yang ia anggap "makanan rakyat jelata" sebenarnya adalah Obat Dewa yang bisa membuat seseorang menerobos ranah dalam semalam!

​Ketika para dewi sekte suci d

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: MAKAN MALAM SANG NAGA DAN FILOSOFI IKAN ASIN

​Di dalam gubuk bambunya, Ye Xuan sibuk menata meja kayu yang sudah mulai goyang. Di depannya duduk seorang pria tua bertubuh kekar dengan rambut emas jabrik dan kumis yang sangat panjang—Sang Naga Langit yang telah bertransformasi. Di sudut meja, Lin Meier dan Jian Chengyue duduk dengan kaku, nyaris tidak berani bernapas.

​"Ehem... Pak Tua, ini piringmu," Ye Xuan meletakkan sepiring kecil ikan asin goreng tepung ubi di depan sang naga. "Maaf ya, karena kau tadi membantuku mencangkul dua hektar ladang dalam sepuluh menit, aku beri porsi tambahan. Tapi ingat, jangan minta nambah lagi, stok ubi di gudang sedang menipis."

​Sang Naga, yang memperkenalkan dirinya sebagai Ao Guang, menatap sepotong ikan asin itu dengan tangan gemetar. Di matanya, ikan itu tidak hanya digoreng, tetapi ditempa dengan api hukum alam dan dibumbui dengan kristal esensi suci (garam samudra).

​"Terima kasih... Senior Ye," ucap Ao Guang dengan suara berat yang masih membuat debu di langit-langit berjatuhan.

​"Panggil aku Ye Xuan saja, Pak Tua. Senior-senior apa, aku ini cuma petani," gerutu Ye Xuan sambil menyuap nasi ubinya. "Ayo makan, mumpung masih panas. Kalau dingin rasanya jadi seperti sandal karet."

​Begitu Ao Guang memasukkan potongan pertama ke mulutnya, dunianya meledak.

​BUM!

​Bukan ledakan fisik, melainkan ledakan pencerahan di dalam jiwanya. Ia merasa seolah-olah sedang berenang kembali ke awal penciptaan semesta. Rasa gurih dari garam samudra menyatu dengan manisnya tepung ubi, menciptakan aliran energi yang membersihkan semua kotoran di dalam pembuluh darah naganya yang sudah berumur ribuan tahun.

​"Ini... ini bukan makanan," isak Ao Guang, air mata sebesar biji jagung mengalir di pipinya. "Ini adalah Kehendak Langit yang Dimasak! Aku telah bermeditasi selama tiga milenium untuk menembus kemacetan kultivasiku, tapi hanya dengan sepotong ikan asin... aku melihat pintu menuju alam Dewa Sejati!"

​Ye Xuan berhenti mengunyah, menatap Ao Guang dengan tatapan prihatin. "Waduh, Pak Tua... apa ikannya terlalu asin? Sampai menangis begitu? Nona Lin, tolong ambilkan air minum, sepertinya kadal... eh, kakek ini keracunan garam."

​"Tidak, Senior! Ini sempurna!" Ao Guang bersujud di atas meja (yang membuat meja itu nyaris patah). "Hamba bersedia menjadi penjaga kolam ikan Anda selamanya, asalkan diizinkan mencium aroma masakan ini setiap hari!"

​Ye Xuan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Penjaga kolam? Tapi aku sudah punya bebek untuk menjaga kolam. Lagipula, kalau kau tinggal di sini, siapa yang akan memberi makan? Kau makannya banyak sekali pasti."

​"Saya bisa makan udara saja, Senior! Asalkan saya bisa berada di dekat keberuntungan Anda!" pinta Ao Guang memelas.

​Ye Xuan menghela napas panjang. "Ya sudah, ya sudah. Tapi jangan panggil aku Senior di depan umum, malu dilihat tetangga. Kau boleh tinggal di kolam, tapi kalau ada bebekku yang hilang, kau yang kugoreng jadi penggantinya, mengerti?"

​Sang Naga Langit Kuno, makhluk yang ditakuti seluruh kekaisaran, mengangguk dengan semangat seperti anak anjing yang baru diberi tulang.

​Setelah makan malam yang dramatis itu, Ye Xuan keluar ke beranda untuk menikmati udara malam. Ia melihat Master Mo dan ribuan kultivator lainnya masih sibuk mencangkul di bawah sinar bulan, karena mereka takut berhenti sebelum Ye Xuan memberi perintah.

​"Kasihan juga mereka," gumam Ye Xuan. Ia mengambil sisa-sisa tepung ubi di wadah dan melemparkannya ke halaman. "Hei semuanya! Berhenti mencangkul! Ini ada sisa adonan tepung ubi, silakan dibagi kalau mau!"

​Bagi Ye Xuan, itu adalah limbah dapur. Tapi bagi para kultivator, itu adalah Remah-Remah Pencerahan.

​Ribuan orang langsung saling sikut dan berebut remah-remah tepung yang jatuh di tanah. Master Mo bahkan sampai menggunakan jurus langkah seribu hanya untuk menangkap sebutir tepung ubi yang melayang ditiup angin.

​"Terima kasih atas anugerahnya, Senior!" teriak mereka serempak, suaranya menggetarkan lembah.

​Ye Xuan segera menutup pintu rapat-rapat, wajahnya pucat. "Nona Lin, orang-orang itu benar-benar aneh. Masa tepung sisa saja diperebutkan seperti emas? Apa di luar sana sedang terjadi kelaparan hebat?"

​Lin Meier hanya bisa menghela napas, menatap punggung Ye Xuan yang begitu polos namun mengerikan. "Mungkin saja, Senior. Mungkin dunia di luar sana memang tidak seindah kebun ubi Anda."

​Ye Xuan merebahkan diri di tempat tidur bambunya, memeluk gulingnya erat-hal. "Besok aku harus bangun pagi untuk menanam kangkung. Semoga besok tidak ada naga, dewa, atau kaisar yang datang lagi. Aku cuma ingin jadi petani biasa, ya Tuhan..."

​Di atas langit, bintang-bintang bersinar lebih terang, seolah-olah semesta sedang menertawakan doa Ye Xuan yang mustahil itu.

1
Pecinta Gratisan
semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!