NovelToon NovelToon
Bukan Yang Pertama

Bukan Yang Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Balas Dendam / Wanita Karir
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Bagi Alma, Nova adalah segalanya. Pria romantis yang menjadi pusat dunianya, sehingga dirinya mencintai pria itu dengan ugal-ugalan.

Namun, semuanya tak lagi sama, ketika tak sengaja ia mendengar dan melihat sendiri sang suami menyebut istri pada wanita lain. Dan lebih mirisnya lagi dirinya bukan yang pertama.

Danish, sosok pemuda yang hangat pada keluarga, tetapi sangat dingin dan cuek pada wanita setelah cintanya kandas. Akan tetapi, sejak pertemuannya kembali dengan Alma, perlahan sikapnya mulai berubah.

Bagaimana kisah selanjutnya? Mengalami pengalaman pahit yang hampir sama, akankah mereka bersatu?

Yuk, ikuti perjalanan mereka, hanya di sini; "Bukan Yang Pertama" karya Moms TZ. Bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kacau

Sejak hari itu, di mana Alma menghilang tanpa jejak seakan ditelan bumi -- setidaknya seperti itulah menurut pemikiran Nova. Hidup pria itu benar-benar tak lagi seindah dan senyaman dulu. Beban berat seolah terasa berlipat ganda di pundaknya.

Kini, semua tugas kantor terpaksa dikerjakannya sendiri, tanpa bantuan siapa pun. Marsha sama sekali tak bisa diharapkan membantu; selain harus mengurus si kecil yang masih bayi, wanita itu memang tak paham apa-apa soal laporan, data, atau urusan pekerjaan kantor yang rumit.

Akibatnya, Nova harus rela sering begadang demi menyelesaikan pekerjaannya tersebut. Tak heran, dia pun sering kali tiba di kantor dengan tergopoh-gopoh dan nyaris terlambat.

Pagi itu pun sama. Nova melangkah masuk ke ruang kerjanya dengan napas memburu, wajahnya tampak lelah dan kusut tak beraturan. Baru saja dirinya duduk di kursi kerjanya dan menghela napas panjang, tiba-tiba terdengar ketukan keras dari pintu.

Tok... Tok... Tok...

"Masuk...!" jawabnya ketus, nada suaranya terdengar kesal.

Seorang staf muda berjalan masuk dengan langkah ragu-ragu, lalu berhenti di hadapan meja kerja Nova sambil menunduk hormat.

"Maaf, Pak... Anda sudah ditunggu di ruang rapat. Hari ini rapat bulanan dihadiri langsung oleh Pak Darrel. Dan lima menit lagi rapat akan segera dimulai," ucap wanita itu pelan, berhati-hati agar tak memancing amarah atasannya.

Nova mendengus kasar, lalu bangkit berdiri. Dia berjalan menuju ruang rapat dengan langkah berat sambil berusaha memasang wajah tenang dan percaya diri, meski dalam hati pria sama sekali tak merasakan ketenangan.

Sesampainya di ruang rapat, semua Kepala Bagian sudah duduk berjejer. Di ujung meja besar itu duduk Darrel Al Ghifari-- Direktur Utama. Di sampingnya berdiri Jason sang asisten. Wajah keduanya tampak datar serta tatapan matanya begitu tajam.

Rapat pun dimulai dengan agenda pembacaan laporan dari Nova selaku kepala cabang di perusahaan tersebut.

"Baiklah, sekarang silakan dimulai laporannya, Pak Nova," ucap Jason tegas.

Semua mata tertuju pada Nova. Dia berdeham pelan, berusaha mengumpulkan keberaniannya, lalu berdiri dengan tegak. Tangannya mulai gemetar dan berkeringat dingin, sedangkan mulutnya terbuka, tetapi kata-kata yang keluar justru berantakan, tidak nyambung, dan jauh dari harapan. Dia berusaha mengarang data sekenanya, terlihat bahwa pria itu sama sekali tak menguasai materi, bahkan tak memiliki berkas pendukung sedikit pun.

"Eh... begini... jadi untuk bulan ini... hasilnya ya... cukup baik... ada peningkatan... meski... ada sedikit kendala..." ucapnya terbata-bata, matanya sibuk menatap ke sana ke mari menghindari tatapan tajam orang-orang di sekelilingnya.

Suasana ruangan menjadi hening seketika. Beberapa dari mereka saling pandang, ada yang mengernyit heran, ada pula yang tersenyum sinis menyadari ketidaksiapan Nova. Darrel yang sedari tadi menyimak, kini raut wajahnya makin mengeras, sampai akhirnya menggebrak meja keras-keras dengan kedua tangannya.

Brakkk!!!

Membuat beberapa orang bahkan sampai terlonjak kaget dan terkesiap melihat reaksi atasan mereka.

"Cukup!" sergah Darrel dingin. Suaranya rendah tetapi sangat berwibawa, membuat Nova seketika terdiam dan menegang kaku di tempatnya.

"Saudara Nova Ardianto ... Dulu, saya selalu menganggap dirimu sebagai salah satu pegawai terbaik di antara para kepala cabang perusahaan Al Gha Corp. Laporan yang selalu lengkap, rapi, analisisnya mendalam, dan penyajiannya sangat memuaskan. Tapi belakangan ini, kinerjamu menurun drastis. Tugas-tugas sering terlambat diserahkan, hasilnya berantakan, dan sekarang di rapat penting pun kamu datang tanpa persiapan yang layak?"

Darrel menatapnya lekat-lekat, sorot matanya penuh kekecewaan. Nova hanya bisa menunduk dalam, wajahnya memerah padam menahan rasa malu yang luar biasa. Pria itu tak berani membantah, karena apa yang dikatakan atasannya itu benar adanya. Semua kecemerlangan yang dulu dia banggakan, adalah hasil kerja keras Alma. Tanpa wanita itu, dirinya tak berarti apa-apa.

"Yang lain boleh keluar ruangan, rapat selesai sampai di sini!" ucap Darrel tegas, memberi intruksi kepada para kepala divisi untuk meninggalkan tempat itu.

"Tadinya saya berpikir akan merekomendasikan dirimu untuk jabatan Direktur Operasional itu. Namun, jika melihat kinerjamu yang terus begini, bagaimana mungkin saya bisa mempertimbangkannya? Sementara masih banyak yang lain dan lebih kompeten."

"Asal kamu tahu, posisi Direktur Operasional itu membutuhkan orang yang cakap, sigap, dan bertanggung jawab. Bukan orang yang datang sembarangan seperti ini!" tegur Darrel tegas.

Nova merasa seolah lantai di bawah kakinya bergoyang hebat. Jabatan yang dia idam-idamkan mati-matian itu... rasanya makin menjauh. Dan dia sadar, satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan posisinya dan mengembalikan nama baiknya, adalah orang yang kini sedang dia cari-cari keberadaannya, tetapi tak kunjung ditemukan.

"Maaf, Pak... Saya... saya akan memperbaikinya, Pak. Saya janji akan berusaha lebih giat lagi," jawab Nova pelan, suaranya terdengar lemah dan tak berdaya.

Darrel bersama Jason - sang asisten, akhirnya meninggalkan ruang rapat itu dengan rasa kecewa. Langkahnya tenang tanpa menoleh sedikit pun ke belakang.

Sementara itu, Nova masih terpaku berdiri di tempatnya, seolah kakinya tertanam di lantai ruangan yang kini terasa begitu dingin. Pintu ruangan tertutup perlahan, tetapi suara langkah kaki Darrel yang menjauh seakan bergema keras di telinga Nova, menjadi penegas bahwa peluang emas itu baru saja dia lepaskan begitu saja.

Nova merosot jatuh ke kursi terdekat, kepalanya tertunduk di dalam kedua telapak tangannya. Rasa malu, marah, dan ketakutan bercampur aduk menjadi satu, seakan mencekik napasnya. Kata-kata Darrel tadi terngiang terus berulang-ulang di kepalanya, seperti duri yang menusuk tajam di ulu hati.

"Tadinya saya berpikir akan merekomendasikan dirimu..."

Kalimat itu bagaikan pisau tajam yang menyayat kulitnya. Sesungguhnya posisi yang diincarnya itu, sudah ada di depan mata, dia tinggal menyambutnya saja. Namun, karena kebodohan dan ketidakmampuan sendirinya lah yang menghancurkan semuanya.

Padahal dulu, setiap kali ada rapat besar seperti ini, dirinya selalu tampil sempurna, tak pernah mengecewakan. Semua itu karena Alma. Wanita itu yang melakukan semuanya, hingga hal-hal kecil sekalipun. Dia tinggal datang, bicara, dan menikmati semua pujian serta penghargaan yang berjatuhan kepadanya.

"Aaargh...Alma, si*lan! Semua ini gara-gara wanita tak tahu diuntung itu!" geramnya pelan, gigi-giginya bergemeretak menahan amarah yang meledak-ledak. Bukannya menyesali kebodohannya sendiri, justru mengecam Alma atas ketidakmampuannya. Baginya, semua kekacauan ini adalah kesalahan Alma yang berani pergi dan membuatnya jatuh sedalam ini.

Nova mengangkat wajahnya, matanya menyala merah penuh dendam. Dia bertekad merebut kembali kepercayaan Darrel, dan mendapatkan jabatan Direktur Operasional itu. Oleh sebab itu dia harus menemukan Alma dan memaksanya kembali membantunya.

"Walau ke lobang semut sekalipun aku harus menemukannya. Wanita itu harus bertanggungjawab atas kegagalanku hari ini. Dia tak bisa pergi begitu saja dariku setelah mengacaukan hidupku!"

1
Rahmawati
baru denger ada daging batangan, lucu😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: intermezo mbak, biar gak serius serius amat🤣
total 1 replies
Rahmawati
kasian alma😭
sunaryati jarum
Benci dan irimu akan menghancurkan kamu dan keluarga kamu sendiri Marsha
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ laki Lo itu copy paste gak di baca jadi mana ngarti dia
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Suci Dava
Selamat hari raya Idul Adha 1447H utk seluruh saudara muslim seluruh dunia. Lanjut Moms
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sami sami, selamat hari raya idul adha 🫰🫶
total 1 replies
Dew666
💃💃💃
Nar Sih
syukurin rasain pembalasan untuk laki,,pecundang seperti mu nova😂😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Nar Sih
rasakan pembalasan dri alma
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Nar Sih
kejutan untuk mu nova,dan pasti dlm hti mu marah ngk terima
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: begitulah
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah itu pembalasan yang elegan dan berbobot, Alma.Bagaimana kau membalas Alma Nova,itu balasan sekarang tertuju padamu dan Marsha.Sebentar lagi rumah yang kau tempati bersama Marsha akan jatuh ke tangan Alma.Kau dan Marsha tidak akan pernah bisa menyentuh atau mencelakai Alma
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Selamat ya Al🥰🥰🥰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih kak🫰
total 1 replies
Patrick Khan
seketika kertasnya kosong🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sekarang kan gak perlu nulis tinggal ketik🤣
total 5 replies
Tiara Bella
aku suka gayamu Alma.....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih akak🫰
total 1 replies
Esther
Kerja Nova selama ini kalau dikantor cuma marah2 bu Alma🤭😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul itu🤣
total 1 replies
Patrick Khan
seketika nova jawab .maaf bu dulu yg ngerjakan istri saya..saya hanya trima jd🤣🤣🤣
Patrick Khan: /Facepalm//Determined//Determined//Determined/
total 2 replies
Tiara Bella
wow pembalasan Alma dimulai ....Nova km ky anak SD ckckck....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Patrick Khan
eh telat malah marah2 GK jelas nova
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Nar Sih
waah...jdi gk sabar nunggu kejutan untuk novan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: silakan menunggu🤭
total 1 replies
Nar Sih
selamat alma ,saat nya misi pembasan buat nova mulai😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih mam🫰
total 1 replies
Nar Sih
siap,,ngenes kmu nova🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar tahu rasa🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!