NovelToon NovelToon
Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: LEVIATHAN_M.S

“Ayam kecil, berhenti berlari dan kembalikan buah persikku!”

Ladang herbal memenuhi lereng gunung sementara asap putih mengepul dari dapur-dapur besar di berbagai area. Aroma daging panggang memenuhi udara dan di kejauhan ratusan hewan spiritual terlihat berkeliaran bebas di padang rumput pegunungan.

“Mulai hari ini kandang ayam spiritual bagian timur menjadi tanggung jawabmu.”

Di sisi lain, Suara pisau, dentuman panci, dan teriakan para murid dapur bercampur menjadi satu seperti pasar pagi yang kacau. Aroma makanan memenuhi seluruh udara pegunungan.

“Adik kecil! Cepat potong sayuran itu!”

“Siapa yang membakar daging bagian utara?!”

“Tambahkan garam spiritual ke sup nomor tiga!”

Ini adalah kehidupan yang tenang dan penuh kejadian dramatis tak terlupakan dari Sekte Forgotten Blade. Kehidupan beternak ayam Bai Fengxuan sebelum ia tahu kebenaran pahit dari dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LEVIATHAN_M.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 1 - Aku Lulus?

Hujan hitam turun tanpa henti di atas Istana Great Xia. Petir merah sesekali membelah langit malam dan menerangi sembilan lapisan istana kekaisaran yang menjulang seperti gunung emas di tengah kegelapan. Sungai naga yang mengelilingi wilayah kekaisaran bergemuruh keras sementara kabut spiritual memenuhi langit dan menekan seluruh ibukota dengan aura kekaisaran yang mengerikan.

Di Aula Naga Surgawi, ribuan pejabat, jenderal perang, dan tetua kekaisaran berdiri diam tanpa seorang pun berani mengangkat kepala. Suasana di sana sangat sunyi, namun justru karena kesunyian itulah tekanan yang memenuhi aula terasa semakin menakutkan.

Di ujung aula berdiri singgasana naga hitam setinggi puluhan meter dengan sembilan anak tangga batu giok yang dipenuhi keberuntungan karma. Aura kekaisaran berputar di sekitarnya seperti lautan tak kasat mata yang membuat ruang di sana sedikit terdistorsi.

Kaisar Great Xia, Xia Ming Jun, duduk diam di atas singgasana itu. Matanya terlihat dingin dan dalam seperti jurang tanpa dasar sementara jubah naga emasnya menjuntai panjang di atas lantai batu giok yang dingin. Tidak ada seorang pun di seluruh Great Xia yang berani menatap langsung ke arah Kaisar, karena pria itu adalah langit bagi seluruh dunia kultivasi.

Namun malam ini, tatapan Xia Ming Jun justru tertuju pada seorang wanita yang sedang berlutut di bawah aula.

Gaun putih wanita itu telah basah oleh hujan dan rambut hitam panjangnya jatuh berantakan di bahu. Wajahnya terlihat pucat akibat tekanan aura kekaisaran yang memenuhi aula, namun kedua tangannya tetap melindungi perutnya yang sedang mengandung dengan erat. Tatapannya tenang, tetapi kesedihan mendalam perlahan memenuhi kedua matanya.

Di samping singgasana naga, Permaisuri Great Xia memandang wanita itu dengan sorot mata dingin. Ia mengenakan mahkota phoenix emas dan jubah merah darah yang memancarkan aura kemegahan seorang penguasa istana dalam. Wajahnya terlihat cantik dan anggun, namun senyum tipis di bibirnya justru membuat suasana terasa semakin menusuk.

“Yang Mulia,” suara Permaisuri terdengar lembut dan tenang di tengah aula yang sunyi. “Beberapa bulan terakhir, keberuntungan karma kekaisaran terus melemah. Para ahli ramalan istana telah memeriksa langit dan menemukan sumber ketidakstabilan itu.”

Hening menyelimuti aula. Petir kembali menyambar langit dan membuat suasana menjadi semakin dingin.

Permaisuri perlahan mengalihkan pandangannya pada wanita berpakaian putih di bawah sana. “Anak di dalam kandungannya membawa pertanda buruk bagi Great Xia.”

Suasana aula langsung berubah berat. Tidak ada seorang pun yang berbicara karena semua orang memahami satu hal— ini bukan lagi sekadar urusan selir kekaisaran, melainkan perebutan garis keturunan naga.

Wanita berpakaian putih itu perlahan mengepalkan tangannya, namun ia tetap diam. Ia tahu sejak awal bahwa semua ini hanyalah alasan. Permaisuri mandul dan tidak pernah mampu melahirkan seorang pewaris selama ratusan tahun berada di sisi Kaisar, sedangkan dirinya justru mengandung darah keturunan langsung Kaisar Great Xia. Itu saja sudah cukup menjadi ancaman terbesar di seluruh istana.

“Yang Mulia,” Permaisuri kembali berbicara pelan, “banyak klan besar mulai merasa resah. Mereka takut anak ini akan membawa perubahan buruk bagi garis keberuntungan Dinasti Xia.”

Tatapan Xia Ming Jun perlahan turun dan bertemu dengan mata wanita itu. Untuk sesaat suasana di seluruh aula terasa membeku. Tidak ada amarah di mata Kaisar dan tidak ada kebencian, namun justru karena itulah semuanya terasa semakin kejam. Karena pria itu tidak sedang memilih antara cinta atau kebencian, melainkan memilih antara seorang wanita atau Dinasti Great Xia. Dan seorang Kaisar tidak pernah memiliki hak untuk memilih dirinya sendiri.

Hening panjang memenuhi aula sebelum Xia Ming Jun akhirnya membuka mulutnya.

“Mulai hari ini, kau tidak lagi memiliki hubungan dengan keluarga kekaisaran.”

Suara Kaisar bergema pelan seperti hukum langit yang turun dari surga. Petir merah menghantam langit di luar aula dan hujan turun semakin deras.

Wanita berpakaian putih itu perlahan memejamkan matanya. Jari-jarinya sedikit bergetar, namun wajahnya tetap tenang seperti danau yang membeku. Ia perlahan menangkupkan kedua tangannya ke arah singgasana naga.

“Selir ini menerima keputusan Yang Mulia.”

Suaranya terdengar sangat pelan, tetapi cukup untuk membuat suasana aula terasa semakin suram. Tidak ada seorang pun yang melihat saat wanita itu menundukkan kepalanya, setetes air mata jatuh perlahan ke lantai batu giok yang dingin.

Dan pada malam itu, seorang anak yang bahkan belum lahir telah dibuang oleh langit Great Xia.

Tujuh tahun kemudian, pegunungan utara Great Xia berdiri menjulang tinggi di antara lautan awan putih yang tak berujung. Ribuan pedang batu tertancap di puncak-puncak gunung seperti makam kuno para kultivator masa lalu sementara kabut spiritual memenuhi lembah dan suara dentingan pedang terdengar samar dari kejauhan.

Sekte Forgotten Blade.

Salah satu sekte Heaven Rank terkuat di wilayah utara Great Xia.

Hari itu, seluruh kaki gunung utama dipenuhi manusia. Ribuan anak dari berbagai wilayah berdiri memenuhi alun-alun batu hitam dengan wajah penuh ketegangan dan harapan. Beberapa datang bersama keluarga mereka, sementara sebagian lain hanyalah anak yatim yang berharap hidupnya berubah setelah memasuki sekte.

Di atas langit, para murid sekte melintas menggunakan pedang terbang seperti cahaya yang membelah awan. Aura spiritual memenuhi seluruh gunung dan membuat tempat itu terlihat seperti dunia para immortal.

Di tengah kerumunan itu, seorang anak laki-laki bertubuh kecil berdiri sambil menggigit buah persik di tangannya. Pakaiannya terlihat sederhana dibanding anak-anak lain, namun kedua matanya sangat hidup dan penuh rasa penasaran.

“Kakak, apakah semua orang di sini bisa terbang?” tanyanya pada seorang murid sekte di dekatnya.

Murid itu meliriknya sekilas lalu tertawa kecil. “Tentu saja tidak. Hanya murid resmi yang bisa berkultivasi.”

Mata anak kecil itu langsung berbinar terang. “Kalau begitu nanti aku juga akan terbang!”

Beberapa anak di sekitarnya langsung tertawa mengejek.

“Dasar bocah pendek…”

“Masuk akademi saja belum tentu bisa.”

Anak kecil itu langsung mendengus kesal, namun sebelum ia sempat membalas suara lonceng kuno tiba-tiba mengguncang seluruh gunung.

DOOOONGGG—

Kabut spiritual di langit langsung bergetar dan suasana alun-alun berubah hening dalam sekejap.

Di atas platform batu hitam, beberapa tetua berjubah gelap perlahan turun dari langit dengan aura spiritual berat yang langsung menyelimuti seluruh area seperti gunung besar yang jatuh dari langit.

Seorang tetua berjanggut putih melangkah maju sambil membawa bola kristal transparan sebesar kepala manusia.

“Ujian akademi Forgotten Blade akan segera dimulai,” suaranya bergema tenang di seluruh alun-alun. “Letakkan tangan kalian di atas Batu Pengukur Spiritual. Sekte akan menentukan apakah kalian layak berjalan di jalur kultivasi.”

Satu per satu anak mulai maju. Cahaya dari batu kristal terus berubah setiap kali disentuh.

“Dua bintang, elemen api.”

“Tiga bintang, elemen tanah.”

“Dua bintang, elemen angin.”

Ekspresi para tetua tetap datar karena bakat seperti itu terlalu biasa bagi Sekte Forgotten Blade.

Namun beberapa waktu kemudian, giliran anak kecil tadi akhirnya tiba.

Ia melangkah maju sambil masih menggigit buah persiknya dengan santai lalu meletakkan tangan kecilnya di atas batu kristal tanpa rasa gugup sedikit pun.

Hening menyelimuti alun-alun selama satu tarikan napas.

Lalu—

cahaya hijau terang tiba-tiba meledak dari dalam batu kristal dan menerangi seluruh alun-alun seperti matahari kecil. Angin spiritual langsung mengamuk dan kabut di seluruh gunung bergerak liar menuju tubuh anak itu.

Ekspresi seluruh tetua berubah drastis.

Retakan mulai muncul di permukaan batu kristal sementara lima lingkaran cahaya hijau perlahan muncul di atas kepala anak kecil itu.

Lima bintang.

Seluruh energi spiritual di sekitar alun-alun langsung tersedot ke arahnya seperti badai.

Tetua berjanggut putih itu melangkah maju dengan wajah tidak percaya. “Akar spiritual kayu… bintang lima…”

Suasana alun-alun langsung gempar.

Sementara itu, anak kecil tadi hanya berkedip bingung sambil menggigit buah persiknya sekali lagi.

“Eh?” Ia menoleh polos ke arah para tetua. “Apa aku lulus?”

1
awan irwan
cukup bagus dan menarik
Marthen
tetap ketahuan sama zhso yuan apa lagi gadis pendiam Qing Rou...dan itu akan menjadi rahasia mereka masing-masing.. adik bai harus secepatx menenukan teknik menutupi aura yg sebenarx.....
ok Lanjut bagi hasiL Panen....dan unduj afik Bai sukses dgn teknik pedang tak terlihat yg akan menjadi senjata andaLan untuk jarak yg sangat dekat dgn Lawan....
tariii
masih menyembunyikan kekuatan yg sebenarnya.. 👍👍👍
awan irwan
hanya Han gu yang memahami adik bai😄
tariii
bocah 10 th udah punya jurus aja..😍👍
tariii
weehhh... bisa ketemu lagi...😂😂😂
tariii
kereeeenn.... sudah level 4...👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!