Sandra yang merupakan anak ke 2, ia selalu saja merasa iri dengan Kakak sambungnya Naura.
Akankah mereka akan Baikan?
Buku ke 2 dari "Naura Abyasya"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cantik tidak?
" Untuk itu aku juga tidak mengetahuinya, tetapi Aku pernah melihatnya ketika bersama dengan seorang gadis."
" Kau kapan dan di mana ketika melihat kakakmu itu bersama dengan seorang gadis?"
" Harus aku jawab secara mendetail?"
" Kami harus mengetahuinya sayang, kami hanya tidak ingin kalau Putra kami ternyata nantinya tidak akan memiliki pendamping. Kami juga ingin memiliki cucu, ini sih berharapnya kau juga dalam waktu dekat akan segera menikah."
" Aku dan juga Putra saat ini masih duduk di bangku perkuliahan, dan kami sama sekali belum kepikiran untuk melanjut ke pernikahan."
" Ya makanya itu kau bantu kami untuk memastikan siapakah gadis yang bersama dengan kakakmu itu, kalau memang dia adalah kekasih dari kakakmu tolong bujuk dia untuk segera melamar gadis itu."
" Semuanya jadi repot ya kalau semuanya berhubungan dengan Kak Vino, kenapa tidak membiarkan Kak Vino fokus dengan kehidupannya sendiri dulu. Mungkin saja kak Vino hanya ingin menikmati kehidupannya sebelum menikah, lagian bisa saja Ia juga ingin mengumpulkan finansialnya terlebih dahulu."
" Untuk apa memikirkan mengenai finansial lagi, lagian kakakmu itu sudah memiliki uang yang banyak. Sekarang lebih baik dia fokus ke arah mencari pendamping, umurnya sudah tidaklah mudah lagi."
" Ya udah nanti aku bantu untuk berbicara dengan Kak Vino, siapa tahu di luar sana aja memiliki kekasih tetapi belum berani untuk memperkenalkannya kepada Mami dan juga Papi."
" Apakah ada kemungkinan seperti itu, tapi kakakmu itu tidak pernah kelihatan dekat dengan seorang gadis?"
" Mami dan Papi saja yang tidak pernah mengetahui hal tersebut, aku sih yakinnya di luar sana Kak Vino memiliki kekasih. Tetapi ia belum memiliki waktu yang tepat untuk memperkenalkannya kepada keluarga kita, karena ia takut pastinya Mami dan Papi akan terus memintanya untuk cepat menikah. Dan ia takut hal itu akan membuat kekasihnya tidak nyaman, atau untuk saat ini kekasihnya masih belum ingin lanjut menikah."
" Yang kau katakan itu cukup masuk akal Maidah, kalau begitu tolong kau bicara kepada kakakmu mengenai hal ini. Kami tidak akan menuntutnya untuk terus lanjut menikah jika ia memperkenalkan kekasihnya itu, kami hanya khawatir kalau kakakmu itu tidak memiliki pendamping hingga tua nantinya."
" Ya sudah kalau begitu aku akan menyampaikannya kepada Kak Vino, semoga saja dengan begini dalam waktu dekat ia akan memperkenalkan kekasihnya kepada keluarga ini. Jadi Mami dan juga Papi tidak perlu memikirkan mengenai Kak Vino lagi, dan Mami serta Papi hanya perlu memikirkan tentang ketenangan saja."
" Mami juga berharap hal yang sama."
...🐮🐮🐮...
Saat ini Putra sudah sampai di rumahnya, tentunya ia langsung menemui Sandi di ruangan kerjanya. Putra sangat penasaran dengan apa yang ingin disampaikan oleh kakaknya itu, sehingga kakaknya tidak ingin menyampaikan melalui telepon. Dan dia harus menemui sang kakak secara langsung, agar ia mengetahui apa yang ingin disampaikan olehnya.
" Sebenarnya kakak mau ngomong apa sih?"
" Kakak ingin menanyakan tentang status hubunganmu dan juga Sandra."
" Memangnya mengapa dengan status hubunganku dan Sandra?"
" Kakak hanya penasaran saja apakah kau dan juga Sandra sudah menjalin hubungan atau belum?"
" Memangnya Apa hubungannya dengan aku sudah menjalin hubungan dengan Sandra atau belum?"
" Kau jangan hanya menjawab pertanyaan Kakak dengan pertanyaan juga Putra, lebih baik kau jawab terlebih dahulu pertanyaan dari Kakak itu."
" Baiklah aku akan menjawabnya Kak Sandi, sebenarnya sampai detik ini aku dan juga Sandra masih belum memiliki hubungan yang jelas. Tetapi jujur saja aku merasa nyaman ketika bersama dengan Sandra, menurutku Sandra itu berbeda dari gadis-gadis di luar sana."
" Apa yang membuatmu berpikir kalau Sandra sangat berbeda dengan gadis-gadis di luar sana?"
" Sebenarnya aku juga tidak mengetahuinya, tetapi menurutku Sandra itu sangat berbeda. Biasanya gadis-gadis di luar sana selalu saja berusaha mendekatiku, tetapi sangat berbeda dengan Sandra yang selalu berusaha menjauh tetapi ketika aku melihatnya menangis aku tidak sanggup menjauhinya dan terus berusaha mendekatinya."
" Lalu apakah kau sudah mengetahui status Sandra yang sebenarnya?"
" Status apa yang kakak maksud?"
" Sandra itu bukanlah anak kandung dari bapak Abiansyah, Dan Dia juga tidak mengetahui Di mana keberadaan Ayah kandungnya."
" Kalau untuk soal itu dia juga telah menceritakan semuanya kepadaku Kak, aku tahu kalau dia bukanlah anak kandung bapak Abiasyah. Dan aku juga tahu kalau dia dulu sempat selalu iri dengan anak kandung dari ayah tirinya itu, sehingga ia berusaha untuk selalu menyakiti anak kandung Ayah tirinya."
" Kalau begitu Kau sudah mengetahui kisah kehidupannya, lalu kau masih ingin bertahan bersama dengannya untuk merajut kasih?"
" Seperti yang aku katakan sebelumnya Kak, ketika bersama dengan Sandra Aku merasakan hal yang berbeda. Dan itulah yang membuatku memutuskan untuk bersanding dengannya, ya walaupun aku tahu orang tua kita pasti akan menentang hubungan kami."
" Itu kau mengetahuinya kalau orang tua kita pasti akan menentang hubunganmu dan juga Sandra, selalu mengapa kau tetap berusaha untuk selalu berada di sampingnya?"
" Aku tidak bisa membiarkannya bersedih Kak, dan aku juga tidak tahu mengapa aku bisa seperti ini kepadanya. Padahal biasanya aku sampai tidak memperdulikan wanita-wanita yang selalu berusaha untuk manja padaku, Tapi aku tidak tahu mengapa responku sangat berbeda ketika bersama dengan Sandra."
" Lalu apakah kau sudah siap menghadapi semua konsekuensi yang ada?"
" Insya Allah aku siap menghadapi semua konsekuensi yang ada."
" Termasuk kau akan dikeluarkan dari keluarga besar kita?"
" Apakah sampai separah itu Kak?"
" Aku juga tidak tahu apakah nantinya akan sampai separah itu atau tidak, tetapi aku hanya membicarakan kemungkinan yang bisa saja terjadi."
" Aku akan berusaha menghadapi semuanya, aku juga tidak masalah jika harus hidup dari nol bersama dengan Sandra."
" Baiklah kalau kau memang sudah yakin dengan keputusanmu itu, Kakak juga tidak akan bisa menentang hubunganmu bersama dengan Sandra. Kakak harap kau bisa menjalani hubunganmu dengan baik-baik bersama dengannya, Dan semoga saja kau tidak akan mengingkari janjimu dan akan pergi meninggalkan Sandra suatu hari Nanti."
" Mengapa Kakak berpikir kalau aku akan meninggalkan Sandra suatu hari Nanti?"
" Kakak hanya mau wanti-wanti saja, karena Sandra adalah seorang gadis. Ketika menikah nantinya tentunya dia baru akan menjalani kehidupan yang sebenarnya, dan bila kau meninggalkannya tiba-tiba pasti dia akan sangat terpuruk."
" Aku akan tetap kekeh pada pendirianku ini kak, dan aku tidak akan pernah meninggalkannya sendirian."
" Semoga saja kau bisa menepati janjimu itu ya, Karena kakak tidak ingin sesuatu hal terjadi dalam kehidupanmu nantinya. Perjuangan yang telah kau perjuangkan bersama dengan Sandra akan kandas, dan pada akhirnya keluargamu akan berantakan."
" Sepertinya aku telah mengerti dengan arah pembicaraan Kakak ini, pastinya Kakak mengingat hubungan Kakak yang ditentang oleh Mami dan juga Papi kan?"