NovelToon NovelToon
BOS KU Ternyata JODOHKU??

BOS KU Ternyata JODOHKU??

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Beda Usia
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yurnalis Lidar0306

Menghilang selama lima belas tahun, ia akhirnya kembali karena tuntutan pekerjaan. Luka masa lalu mengajarkannya bahwa apa yang bukan milikmu, tak akan pernah bisa dipaksa menjadi milikmu. Kini ia hadir dengan versi terbaik, bertekad menjalani hidup lebih dewasa.

Namun, takdir justru mempertemukannya dengan sosok menyebalkan yang menjadi atasannya. Kesabaran pun terus diasah karena harus bertemu setiap saat.

Lantas, mampukah benih cinta tumbuh di antara pertemuan mereka? Atau justru mereka akan tetap memilih jalan masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yurnalis Lidar0306, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode-16

Hari-hari berikutnya, Arkan benar-benar mengubah strateginya. Ia tak lagi sekadar galak dan memerintah, tapi mulai menunjukkan sisi manis yang membuat bulu kuduk Nara merinding campur deg-degan.

Mulai dari seringnya membelikan makan siang tanpa alasan, membelikan baju atau tas mahal dengan alasan "untuk penampilan kantor", hingga sering mengajak makan malam bersama setelah lembur.

"Nara, ini aku belikan kue macaron favoritmu. Makanlah, kamu kurusan," kata Arkan santai sambil meletakkan kotak cantik di atas meja Nara.

Nara hanya tersenyum kaku dan mengangguk, "Terima kasih, Pak. Baik sekali Bapak pada bawahan. Nanti saya usahakan kerja lebih giat lagi."

Arkan menghela napas panjang menahan frustrasi. Bawahan lagi... bawahan lagi... Kapan sih kamu ngerti kalau ini bukan cuma soal kerjaan?! batinnya geram.

"Nar, aku ngajak kamu makan malam bukan karena kamu kerja bagus, tapi karena aku mau makan sama kamu. Ngerti?" tegas Arkan mencoba menembus tembok pertahanan wanita itu.

Namun Nara hanya tertawa kecil, lalu membalikkan badan sibuk membereskan berkas. "Hahaha iya Pak, iya. Saya ngerti kok. Bapak kan baik, jadi pengen traktir sekretaris kesayangan."

Nara sengaja tidak mau peka. Ia sengaja menganggap semua perhatian itu hanya bentuk kebaikan bos yang royal. Karena semakin Arkan menunjukkan rasa suka, semakin Nara merasa takut dan tidak pantas.

Lihatlah dirimu Nara... Umur sudah kepala empat, mantan istri orang, masa lalu kelam. Sedangkan dia? Pangeran muda, kaya raya, sempurna. Mana mungkin itu serius? Paling-paling cuma iseng atau baper sesaat, pikirnya getir setiap malam.

Ia memilih untuk abai. Memilih untuk tetap bersikap seolah tidak mengerti sinyal-sinyal cinta itu demi menjaga hatinya agar tidak terluka nanti.

______

Siang itu saat jam istirahat, saat Nara dan dua temannya hendak keluar mencari makan, sebuah mobil sport merah menyala berhenti di depan lobi kantor dengan gaya yang sangat mencolok.

Lalu turunlah seorang wanita muda, cantik, tinggi, dan sangat modis. Wanita itu berjalan dengan elegan menuju meja resepsionis, dan dengan sopan dan nada yang lembut bertanya keberadaan Arkan..

"Permisi, Mbak. Maaf mengganggu. Boleh tahu apakah Arkan sedang ada di dalam ruangannya?" tanya wanita itu dengan senyum manis dan suara yang sangat lembut.

Resepsionis yang melihat kecantikan dan gaya wanita itu langsung terpaku, lalu buru-buru menjawab hormat, "I-iya Nona, Pak Arkan sedang ada di kantornya."

"Terima kasih banyak," jawabnya ramah, lalu melangkah masuk dengan langkah yang sangat percaya diri.

Mona dan Ayu yang berdiri tak jauh dari sana langsung menyenggol lengan Nara.

"Eh Nar... siapa tuh cewek? Gila cakep banget, gaya juga mahal abis. Kayak artis atau putri konglomerat gitu," bisik Mona penasaran.

Nara berdiri mematung, kakinya seakan tertancap kuat di lantai. Matanya tak lepas menatap punggung wanita itu. Ada perasaan aneh yang menyergap dadanya, sebuah firasat buruk yang membuat udara seakan berhenti berhembus.

"Entahlah..." jawab Nara pelan, suaranya terdengar serak. "Mungkin rekan bisnis, atau kerabat."

"Tapi cara dia jalan... kayak orang yang sangat hafal tempat ini, Nar. Kayak dia punya hak penuh buat kesini," celetuk Ayu waspada.

Wanita itu berjalan melewati Nara dan kedua sahabatnya Saat ia berpapasan, ia berhenti sejenak, menatap Nara dari ujung kaki hingga ke ujung kepala dengan tatapan yang sulit diartikan. Senyumnya tetap terlihat manis dan sopan, tapi ada kilatan tajam di balik mata indahnya.

"Maaf... kamu Nara kan? Sekretarisnya Arkan?" tanya wanita itu lembut, namun suaranya terdengar menusuk.

"Iya betul. Ada yang bisa saya bantu?" jawab Nara berusaha tetap tenang, meski jantungnya sudah mulai berpacu tak karuan.

Wanita itu tersenyum lebar, lalu mengulurkan tangan dengan ramah. "Senang sekali bisa bertemu langsung. Aku Sarah. Sarah Amalia. Dulu aku sering banget kesini sebelum aku kuliah di luar negeri. Aku... mantan pacarnya Arkan."

Deg!

Kata 'mantan pacar' itu diucapkan dengan sangat santai, namun dampaknya bagaikan petir yang menyambar di tengah siang bolong bagi Nara.

Mona dan Ayu di belakangnya langsung ternganga, saling pandang dengan wajah kaget.

"Oh... jadi Mbak Sarah mantannya Pak Arkan," ucap Nara, memaksakan senyum tipis di wajahnya yang mulai memucat. "Silakan masuk saja, Mbak. Pak Arkan sedang ada di dalam."

Sarah tertawa renyah, namun tetap elegan, jelas sekali kalau gadis yang jauh lebih muda dari Nara ini beradal dari keluarga terpandang atau mungkin keluarga konglomerat seperti yang dikatakan Mona.

"Iya makasih ya, Tante Nara. Oh iya, jangan panggil Mbak dong, kan aku jauh dibawah umur tante? Panggil Sarah aja lebih akrab."

Panggilan 'Tante' yang diucapkan dengan nada selembut sutra itu justru terasa jauh lebih menyakitkan daripada makian. Nara sadar betul, wanita di depannya ini begitu muda, begitu segar, dan begitu sempurna.

"Silakan," ucap Nara lagi, kali ini suaranya lebih pelan.

Sarah pun melangkah masuk ke ruangan Arkan tanpa mengetuk pintu, seolah itu adalah hal yang biasa ia lakukan. Dan yang paling menyakitkan... Nara bisa melihat dari celah pintu, Arkan yang tadinya sibuk bekerja, langsung berdiri dan menyambut wanita itu dengan senyum lebar yang sangat hangat.

"Sarah? Kapan kamu balik?" terdengar suara Arkan yang terdengar sangat senang.

"Baru aja tadi pagi, Kan. Kangen kamu..."

Pintu ditutup rapat, memisahkan mereka berdua di dalam.

Nara berdiri mematung di tempatnya. Dunia seakan berputar cepat di kepalanya.

Mantan pacar... Sarah...

Melihat keserasian mereka dalam bayangannya saja, Nara langsung sadar diri.

Benar... dia memang pantas untuk Arkan. Muda, cantik, kaya, dan satu lingkungan. Sedangkan aku? Apa yang aku punya selain usia dan masa lalu? batinnya getir, rasa sakit itu mulai merambat perlahan menyusuri hatinya.

______

saat ini Nara dan dua sahabatnya sudah berada di kafe di seberang kantor, Ayu dan Mona tak henti hentinya membahas gadis yang mengaku sebagai mantan pacar bos mereka itu..

"Gila sih... cantik banget sih cewek tadi! Kulit putih, tinggi, gaya juga on point banget. Pantaslah si Arkan dulu suka," celetuk Mona sambil memainkan seduhan kopinya, matanya masih terlihat takjub.

Ayu mengangguk setuju, "Iya banget! Terus liat cara dia ngomong kan? Halus banget, sopan, tapi tetep ada kesan 'aku ini siapa' gitu lho. Classy banget pokoknya."

Mereka berdua terus berdecak kagum, benar-benar terkesan dengan penampilan dan aura Sarah yang memang luar biasa memikat.

"Terus lo tau gak Nar?" Mona menoleh ke arah Nara yang sejak tadi hanya diam menyendok puding buah dengan malas. "Dia itu mantan pacar first love-nya Arkan lho! Aku dengar dari resepsionis, mereka itu jodoh idaman keluarga dari dulu. Sama-sama muda, sama-sama kaya, sama-sama terpandang. Perfect match banget!"

"Iya... bener kata lo Mon," sahut Ayu pelan, ia menatap Nara dengan tatapan prihatin. "Kalau dipikir-pikir, emang bener sih. Mereka berdua itu kayak pasangan di drama Korea gitu. Satu frekuensi, satu lingkungan. Bedanya jauh banget sama..."

Ayu menghentikan kalimatnya, tak tega melanjutkannya. Tapi Nara sudah paham betul maksud temannya itu.

... bedanya jauh banget sama aku.

Nara tersenyum tipis, senyum yang terlihat sangat getir dan menyedihkan. Ia mengaduk minumannya pelan, berusaha menetralkan rasa perih yang mulai menjalar di dadanya.

"Iya... kalian benar," ucap Nara akhirnya dengan suara yang terdengar sangat tenang, namun dingin. "Dia cantik, muda, segalanya. Aku? Cuma wanita tua yang udah 'bekas' kayak yang dia bilang tadi."

"Eh Nar! Jangan ngomong gitu dong!" potong Mona cepat.

"Ah sudahlah Mon, aku sadar kok," potong Nara lembut tapi tegas. "Melihat mereka berdua barusan... aku jadi sadar diri banget. Arkan itu kan Raja, ya harusnya sama Ratu dong. Mana mungkin Raja mau sama pembantu?"

"Tapi kan sikap Arkan ke lo beda, Nar! Dia sayang lo!" bela Ayu tak terima.

Nara menggeleng pelan, matanya menatap jauh ke luar jendela kaca. "Itu mungkin cuma rasa sayang ke hewan peliharaan, atau ke barang koleksi yang unik. Karena aku beda, karena aku tua, karena aku galak... jadi dia penasaran. Itu saja."

"Tapi kalau Sarah yang muncul... ya sudah jelas dong pilihannya kemana. Siapa juga yang mau pilih buah yang sudah jatuh ke tanah kalau ada buah segar di pohon?"

Kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Nara, penuh kepasrahan dan rasa rendah diri yang mendalam. Air matanya ia tahan sekuat tenaga, tidak mau terlihat lemah di depan sahabatnya.

"Jadi mulai hari ini... aku mau mundur teratur," bisik Nara. "Aku mau jaga jarak. Aku mau fokus kerja biasa aja kayak dulu. Jangan sampai aku baper dan ngarep lagi. Sakit banget rasanya,.."

Mona dan Ayu hanya bisa saling pandang dengan wajah sedih. Mereka melihat betapa hancurnya hati sahabat mereka saat ini. Nara yang biasanya kuat, galak, dan berapi-api, kini terlihat begitu kecil dan rapuh.

"Yaudah Nar... kalau itu keputusan lo. Kami dukung. Tapi lo harus janji, lo harus tetep kuat ya," ucap Ayu sambil menggenggam tangan Nara erat.

Nara mengangguk, lalu menarik napas panjang mencoba menguatkan diri.

"Tenang... aku Nara Amanda. Aku sudah terbiasa jatuh dan bangkit lagi. Kali ini cuma soal hati... gampang kok."

Padahal dalam hati, ia berteriak kesakitan.

BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!