Di Benua Langit Azure, kekuatan bela diri dan kedalaman Qi menentukan segalanya. Ye Chen, seorang jenius dari keluarga cabang klan Ye, dikhianati dan "Akar Roh" miliknya dicuri oleh saudara sepupunya sendiri demi ambisi klan utama. Menjadi cacat dan dibuang ke pinggiran desa, nasibnya berubah ketika sebuah meteorit hitam jatuh di dekatnya. Meteorit tersebut menyimpan warisan dari "Kaisar Kekosongan" dari era kuno, memberikannya seni kultivasi terlarang yang tidak membutuhkan Akar Roh, melainkan menyerap energi bintang. Ye Chen kini harus merangkak dari bawah, bersembunyi dari musuh-musuh kuat, dan menapaki jalan kultivasi untuk membalas dendam serta mencari kebenaran di balik hancurnya para Dewa Kuno
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15: Panggilan Puncak Utama dan Mata Air Es Kuno
Setelah Ujian Alkemis selesai, nama Su Yue langsung melesat menjadi topik perbincangan terhangat di seluruh Sekte Pedang Awan. Meracik pil dengan Kualitas Sempurna dan memunculkan fenomena "Awan Pil" di usia semuda itu adalah bakat langka yang hanya muncul seratus tahun sekali.
Malam itu, di Paviliun Daun Hijau, suasana sangat meriah. Su Yue baru saja kembali dari perjamuan perayaannya. Wajah cantiknya sedikit memerah karena minum terlalu banyak anggur spiritual.
Melihat Lin Chen yang sedang menyapu halaman, Su Yue tersenyum lebar dan melempar sebuah kantong kain kecil ke arahnya. Lin Chen menangkapnya dengan mudah.
"Lin Chen! Ini hadiah untukmu!" kata Su Yue dengan nada gembira. "Sebagai asistenku, kau sudah bekerja dengan sangat baik. Di dalam kantong itu ada seratus butir Pil Pengumpul Qi tingkat rendah dan beberapa pil penguat tulang. Aku tahu kau tidak punya Dantian, tapi setidaknya pil-pil itu bisa membuat fisikmu tidak cepat lelah saat bekerja."
Lin Chen menundukkan kepala, tersenyum tipis. "Terima kasih banyak, Kakak Senior."
Bagi murid luar, seratus butir Pil Pengumpul Qi adalah kekayaan yang butuh waktu setahun untuk dikumpulkan. Tapi bagi Su Yue yang kini berstatus Alkemis Resmi, itu hanyalah uang receh.
Malam harinya, di dalam kamar, Lin Chen menuangkan seluruh isi kantong itu ke atas kasurnya. Pil-pil seukuran kelereng itu memancarkan aroma obat yang harum.
"Seratus butir... mari kita lihat seberapa jauh ini bisa membawaku," gumam Lin Chen.
Bukannya memakan pil itu satu per satu dengan air seperti orang normal, Lin Chen justru meraup segenggam penuh pil—sekitar dua puluh butir—dan langsung menelannya bulat-bulat seperti sedang makan kacang rebus!
BUM! BUM! BUM!
Energi obat meledak di dalam perutnya, lalu langsung diserap dan dibakar oleh Teratai Api Inti Bumi. Esensi murninya disalurkan ke titik-titik meridiannya yang masih tertutup.
BUM! Titik Bintang ke-55 terbuka!
BUM! Titik Bintang ke-60 terbuka!
Lin Chen terus memakan pil-pil itu hingga kantongnya kosong. Namun, setelah mencapai Titik Bintang ke-64, ledakan energi di tubuhnya perlahan berhenti.
"Pil tingkat rendah sudah kehilangan efeknya padamu," jelas Guru Lin Tian yang muncul dalam wujud proyeksi transparan. "Fisikmu sekarang terlalu kuat. Menggunakan pil kelas rendah untuk membuka titik selanjutnya ibarat mencoba mengisi lautan dengan secangkir air. Kau butuh sumber energi Yin (dingin) berskala masif untuk menyeimbangkan Teratai Apinya dan menembus batas 108 titik!"
Lin Chen menghela napas panjang dan membuang sisa ampas obat dari napasnya. "Lalu ke mana kita harus mencari energi sedingin itu di sekte ini, Guru?"
Baru saja Lin Tian hendak menjawab, suara ketukan keras terdengar dari pintu gerbang paviliun, disusul oleh suara lantang yang dipenuhi kepanikan.
"Alkemis Su! Dekrit darurat dari Pemimpin Sekte! Mohon segera bersiap dan menuju ke Puncak Utama!"
Lin Chen mengangkat alisnya. Puncak Utama? Tempat berkumpulnya para jenius inti dan sumber daya terbaik di sekte ini.
Beberapa saat kemudian, Lin Chen sudah berdiri di belakang Su Yue, mengikutinya menaiki pedang terbang raksasa milik utusan sekte. Angin malam berhembus kencang saat mereka melintasi jembatan awan, menuju puncak tertinggi yang diselimuti kabut spiritual yang sangat tebal.
"Ada apa sebenarnya? Kenapa Pemimpin Sekte memanggilku selarut ini?" tanya Su Yue pada utusan yang mengemudikan pedang terbang. Wajahnya tegang.
Utusan itu menelan ludah. "Ini tentang Nona Besar, putri Pemimpin Sekte. Penyakit 'Racun Es Bawaan' yang dideritanya tiba-tiba kumat parah malam ini. Seluruh tabib dan tetua sudah angkat tangan. Pemimpin Sekte berharap teknik alkimia Kualitas Sempurna milik Anda mungkin bisa meracik pil penawar dadakan."
Mendengar itu, Lin Chen yang berdiri diam di belakang tiba-tiba merasakan dadanya berdenyut pelan. Teratai Api Inti Bumi di dalam tubuhnya bereaksi liar, seakan baru saja mencium aroma makanan paling lezat di dunia.
"Hoho..." Lin Tian tertawa rendah di dalam benak Lin Chen. "Muridku, tahukah kau apa itu Racun Es Bawaan?"
"Sebuah penyakit mematikan?" tebak Lin Chen dalam hati.
"Bagi manusia fana yang bodoh, ya! Tapi bagi kita penganut Seni Kekosongan Bintang, itu adalah anugerah dari surga! Seseorang yang lahir dengan Tubuh Yin Ekstrem tidak bisa menampung energi dinginnya sendiri, sehingga energinya membeku dan merusak organ, lalu mereka menyebutnya 'racun'. Jika kau bisa menghisap habis 'racun' es itu... aku jamin Titik Bintang ke-108 mu akan langsung terbuka malam ini juga!"
Mata Lin Chen langsung berbinar tajam membelah kegelapan malam. Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Sumber energi dingin yang ia cari ternyata sedang meregang nyawa dan memohon untuk disembuhkan!
Begitu pedang terbang mendarat di halaman Istana Awan di Puncak Utama, suasana panik langsung terasa. Para pelayan berlarian membawa air hangat dan handuk. Udara di sekitar istana itu terasa sangat menusuk tulang, padahal ini bukan musim dingin.
Su Yue dan Lin Chen melangkah masuk ke aula utama. Di sana, sudah berkumpul puluhan Tetua berwajah suram. Di tengah aula, seorang pria paruh baya dengan jubah ungu berlapis emas sedang mondar-mandir dengan cemas. Dia adalah Liu Zhen, sang Pemimpin Sekte Pedang Awan!
Namun, perhatian Lin Chen justru tertuju pada seorang pemuda berjubah putih mewah yang berdiri di sudut ruangan, di samping salah satu Tetua Inti.
Pemuda itu memancarkan aura tajam seperti pedang yang baru diasah. Ia berada di tahap Inti Emas (Golden Core) awal!
Begitu melihat Lin Chen masuk sebagai pelayan di belakang Su Yue, pemuda itu sedikit terkejut, namun kemudian tersenyum merendahkan.
Itu adalah Ye Feng, jenius nomor satu Klan Ye. Kakak sepupu Ye Mang yang dulu mengalahkan Lin Chen, dan orang yang paling diuntungkan dari pencurian "Akar Roh Guntur" milik Lin Chen. Akar roh milik Lin Chen kini tertanam di dalam tubuh Ye Feng!
Mata Lin Chen menyipit. Darahnya mendidih pelan, namun ia segera menekan emosinya dengan kontrol mutlak dari kekuatan rasi bintangnya.
Nikmatilah waktu sombongmu selagi bisa, Ye Feng, batin Lin Chen dingin.
"Su Yue, kau sudah datang!" Pemimpin Sekte Liu Zhen langsung menghampiri. "Cepat periksa putriku! Dia ada di kamar Es Kristal di dalam sana. Tubuhnya sudah membeku setengah!"
Su Yue mengangguk cepat dan bergegas masuk ke kamar dalam, diikuti oleh Lin Chen yang membawa kotak peralatan alkimianya.
Begitu pintu kamar dibuka, gelombang hawa dingin yang luar biasa brutal langsung menerjang wajah mereka. Di atas ranjang es di tengah ruangan, terbaring seorang gadis cantik yang wajah dan bibirnya sudah pucat membiru. Seluruh ruangan tertutup bunga es!
Su Yue langsung menggigil hebat, energi Qi-nya seakan membeku. "S-sangat dingin... Api Qi milikku tidak akan cukup panas untuk meracik obat di ruangan ini!" keluh Su Yue dengan gigi gemerutuk.
Sementara itu, di belakang Su Yue, Lin Chen malah memejamkan mata dan menarik napas dalam-dalam, menghirup hawa dingin mematikan itu dengan senyum puas yang tersembunyi.
"Dingin? Ini tidak lebih dari sekadar hidangan pembuka," bisik Lin Chen pelan, bersiap memulai aksi gilanya.