NovelToon NovelToon
THE BRITISH ROYAL FAMILY

THE BRITISH ROYAL FAMILY

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:123
Nilai: 5
Nama Author: Moms Celina

Deskripsi

The British Royal Family karya Moms Celina adalah novel roman kerajaan yang mengisahkan perjuangan cinta, pengorbanan, dan harapan kedua kalinya. Berlatar di istana megah Inggris, cerita ini mengikuti perjalanan Elizabeth yang harus menyeimbangkan hati dan tanggung jawab, serta Taylor yang harus memilih antara takhta dan orang yang dicintainya. Dengan alur yang menegangkan, adegan yang hangat, dan konflik yang menyentuh hati, novel ini cocok bagi pembaca yang menyukai kisah cinta yang melawan aturan, serta ikatan keluarga yang tak tergoyahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Celina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian Kesetiaan

Hari-hari berikutnya berjalan bagai berjalan di atas paku yang tajam. Suasana di dalam istana tak lagi terasa hangat dan damai seperti dulu. Setiap senyum yang terukir di wajah orang lain kini terasa palsu, setiap kata yang terucap terdengar menyimpan makna tersembunyi, dan setiap pandangan yang mengarah ke arah mereka terasa penuh dengan kecurigaan atau rasa iba yang menyakitkan.

Taylor menepati janjinya pada ibunya. Dia mulai bekerja dua kali lebih keras dari sebelumnya. Setiap pagi dia bangun sebelum matahari terbit, menghadiri rapat demi rapat, membaca berkas-berkas dokumen sampai larut malam, dan melakukan perjalanan ke berbagai daerah untuk bertemu dengan rakyat dan tokoh masyarakat. Dia berusaha menunjukkan pada semua orang bahwa dia masih menjadi pemimpin yang kuat, cerdas, dan bertanggung jawab, tak tergoyahkan oleh perasaan pribadi. Namun setiap kali dia kembali ke kamarnya di malam hari, tubuhnya terasa lelah bukan hanya secara fisik, tapi juga secara batin. Dia merasa seolah dirinya terbelah dua: satu sisi harus berpura-pura kuat di hadapan dunia, dan sisi lainnya harus menahan rasa sakit karena keraguan yang kini menyelimuti orang-orang terdekatnya.

Elizabeth pun ikut berjuang dengan caranya sendiri. Dia berusaha berbuat sebaik mungkin, bersikap sopan dan ramah pada semua orang, membantu mengatur kegiatan sosial, dan berusaha menjadi pendamping yang pantas di sisi suaminya. Namun dia sadar, sekeras apa pun dia berusaha, bayang-bayang kecurigaan takkan pernah benar-benar hilang. Orang-orang memandangnya dengan pandangan yang selalu mempertanyakan, seolah setiap gerak-geriknya sedang diawasi dan dinilai. Bahkan di hadapan Ratu, meski wanita itu tetap bersikap sopan dan ramah, Elizabeth bisa merasakan adanya jarak yang tercipta di antara mereka, jarak yang diciptakan oleh keraguan yang sulit dihapuskan.

Hanya Hunter yang masih bisa hidup dengan riang dan bebas, tak mengerti apa yang sedang terjadi di sekelilingnya. Bagi anak kecil itu, istana adalah tempat bermain yang indah, tempat di mana dia bisa berlari, tertawa, dan bermain sepuas hatinya, dikelilingi oleh kasih sayang ayah dan ibunya. Namun kadang-kadang, anak kecil itu pun bisa merasakan ketegangan di udara, dan dia akan bertanya dengan suara polos, "Kenapa wajah Ayah dan Ibu terlihat sedih? Apakah ada orang yang menyakiti kita?" Dan setiap kali itu terjadi, Elizabeth dan Taylor hanya akan tersenyum dan memeluknya erat, berusaha menyembunyikan segala kepahitan di dalam hati mereka demi melindungi masa kecil anak mereka.

Sementara itu, di balik layar, musuh-musuh mereka terus bergerak dengan hati-hati. Guetta dan Berlin tak lagi menyebarkan tuduhan secara terang-terangan, tapi mereka terus menanamkan benih keraguan sedikit demi sedikit, berbicara dengan orang-orang berpengaruh, membangun aliansi, dan menunggu saat yang tepat untuk menyerang kembali. Dan Valeria... wanita itu bermain perannya dengan sempurna. Dia terus datang menemui Ratu, membawa hadiah dan ucapan baik, berbicara dengan suara yang lembut dan penuh perhatian, dan perlahan tapi pasti memperkuat keraguan yang sudah ada di dalam hati wanita itu.

“Yang Mulia,” ucap Valeria suatu sore saat mereka duduk bersama di taman, “Aku melihat Pangeran bekerja begitu keras sampai terlihat lelah sekali. Sungguh menyedihkan melihatnya harus berjuang begitu keras hanya untuk membuktikan dirinya pada orang lain. Padahal dulu dia bisa bekerja dengan ringan dan senang hati, tanpa perlu merasa diawasi atau dihakimi oleh siapa pun. Aku hanya berharap ada cara untuk meringankan bebannya, tapi aku tak tahu apa yang bisa aku lakukan.”

Kata-kata itu menyentuh hati Ratu yang sudah penuh dengan kekhawatiran. Wanita itu memandang ke arah anaknya yang sedang berbicara dengan beberapa penasihat di kejauhan, melihat wajah anaknya yang terlihat lelah namun berusaha tersenyum, dan rasa khawatirnya semakin bertambah menjadi keprihatinan yang mendalam.

“Aku tak mau anakku menderita seperti ini,” bisik Ratu dalam hatinya. “Aku tak mau dia harus berjuang melawan kata-kata dan pandangan orang lain setiap hari. Tapi bagaimana caranya? Bagaimana aku bisa membebaskannya dari beban ini tanpa harus menyakiti orang yang dia cintai?”

Suasana yang sudah sulit itu menjadi semakin rumit ketika datang kabar dari luar negeri. Raja dari negara sahabat akan datang berkunjung dalam waktu dua minggu lagi, dan kunjungan ini adalah acara kenegaraan yang sangat penting, yang akan disaksikan oleh seluruh dunia. Semua mata akan tertuju pada keluarga kerajaan, setiap gerak-gerik mereka akan diawasi, dan setiap kata yang mereka ucapkan akan diperhatikan dengan saksama. Bagi musuh-musuh mereka, momen ini adalah kesempatan emas. Jika mereka bisa membuat kesalahan kecil saja, jika mereka bisa terlihat tidak serasi atau tidak pantas di mata dunia, maka hal itu akan menjadi bukti yang tak terbantahkan bagi semua tuduhan dan keraguan yang telah mereka sebarkan.

Suatu malam, setelah semua orang di istana terlelap, Taylor dan Elizabeth duduk berdua di balkon kamar mereka, memandang langit malam yang gelap dan berbintang. Angin malam berhembus dingin menerpa wajah mereka, membawa serta rasa lelah dan sedih yang telah menumpuk selama berminggu-minggu.

“Sepertinya mereka benar-benar ingin menghancurkan kita, bukan?” ucap Elizabeth dengan suara yang lembut dan sedih. “Mereka takkan berhenti sampai mereka melihat kita hancur dan terpisah. Dan yang paling menyakitkan... mereka menggunakan orang-orang yang kita cintai sebagai senjata. Mereka membuat Ibu mulai meragukan kita, mereka membuat orang-orang di sekitar kita mulai memandang kita dengan curiga, dan mereka membuat kita harus berjuang bukan hanya melawan musuh, tapi juga melawan keraguan di hati orang yang kita percayai.”

Taylor memegang tangan istrinya erat-erat, menatap mata wanita itu dalam-dalam. “Mereka pikir mereka sedang memenangkan pertarungan ini. Mereka pikir dengan membuat kita lelah dan sedih, mereka bisa membuat kita menyerah dan pergi. Tapi mereka salah besar. Rasa lelah dan rasa sakit takkan pernah cukup untuk memisahkan kita. Justru di saat-saat seperti inilah ikatan kita menjadi semakin kuat. Kita telah melewati begitu banyak hal bersama-sama, kita telah menangis dan tertawa bersama-sama, dan tak ada kekuatan apa pun di dunia ini yang bisa memisahkan kita. Jika kita harus berjuang selamanya untuk membuktikan kebenaran, maka kita akan berjuang selamanya. Jika kita harus membuktikan diri pada setiap orang di dunia ini, maka kita akan membuktikannya sampai napas terakhir kita.”

Namun kata-kata penghiburan itu tak bisa sepenuhnya menghapus rasa cemas di hati Elizabeth. “Tapi bagaimana dengan kunjungan kenegaraan itu, Taylor? Semua mata akan tertuju pada kita. Musuh-musuh kita pasti akan melakukan segala cara untuk membuat kita terlihat buruk di hadapan dunia. Jika kita membuat satu kesalahan kecil saja, jika kita terlihat tidak cocok atau tidak pantas, maka semua orang akan percaya pada apa yang mereka katakan. Kita akan menjadi bahan tertawaan dunia, dan nama baik keluarga kerajaan akan hancur selamanya.”

“Aku tahu, sayang. Aku tahu itu adalah ujian terberat yang pernah kita hadapi. Tapi kita takkan membiarkan mereka menang. Kita akan bersiap sebaik mungkin, kita akan bertindak dengan bijaksana dan anggun, dan kita akan menunjukkan pada semua orang di dunia ini bahwa kita adalah keluarga yang bersatu, kuat, dan pantas memimpin. Kita takkan memberikan mereka kesempatan sedikit pun untuk menyerang kita.”

Mereka berdua menghabiskan malam itu dengan merencanakan dan membahas segala kemungkinan, berusaha bersiap menghadapi badai yang pasti akan datang. Namun apa yang mereka takutkan akhirnya mulai terwujud. Hanya beberapa hari sebelum kedatangan tamu penting itu, sebuah rencana jahat akhirnya dilancarkan.

Suatu pagi, saat Elizabeth sedang bersiap untuk menghadiri upacara kecil, salah satu pelayan datang membawa perhiasan yang akan dipakainya, termasuk kalung berlian yang sangat berharga milik keluarga kerajaan. Namun tepat saat dia hendak memakainya, pelayan itu tiba-tiba menjerit dan menjatuhkan kotak perhiasan itu ke lantai. Semua orang di dalam ruangan menoleh, dan mata mereka tertuju pada kalung itu. Salah satu batu berlian terbesar telah hilang, diganti dengan kaca biasa yang terlihat sama dari luar namun jauh lebih murah nilainya.

“Kalung ini sudah dicuri!” teriak pelayan itu dengan suara yang panik. “Batu berliannya yang paling berharga sudah diganti! Siapa yang bisa melakukan hal sejahat ini?”

Suasana di dalam ruangan seketika menjadi hening dan tegang. Semua mata menatap Elizabeth, seolah secara spontan mereka langsung menyimpulkan bahwa dialah yang melakukannya. Di dalam benak banyak orang, masih tertanam anggapan bahwa wanita itu datang dari kalangan yang lebih rendah, dan bahwa dia datang hanya untuk mencari kekayaan dan harta benda. Meskipun tuduhan itu telah terbukti bohong sebelumnya, namun keraguan yang ada di dalam hati mereka kini kembali muncul ke permukaan.

“Tentu saja dia yang melakukannya,” bisik seseorang dengan suara yang cukup keras untuk didengar semua orang. “Siapa lagi yang memiliki kesempatan untuk mengambil dan menukarnya? Dia selalu mengelilingi dirinya dengan barang-barang berharga, dan mungkin dia merasa bahwa apa yang dia miliki belum cukup.”

Kata-kata itu menyayat hati Elizabeth. Dia berdiri diam di tempatnya, wajahnya pucat pasi, tak bisa berkata-kata karena terkejut dan sakit hati. Dia tahu bahwa dia tak bersalah, dia tahu bahwa ini hanyalah perangkap yang disusun untuk menjatuhkannya, tapi bagaimana dia bisa membuktikan ketidakbersalahannya di hadapan orang-orang yang sudah terlebih dahulu memutuskan bahwa dia bersalah?

Berita tentang pencurian itu menyebar secepat kilat ke seluruh penjuru istana. Tak lama kemudian, kabar itu sampai ke telinga Ratu. Wanita itu datang ke tempat kejadian dengan wajah yang pucat dan penuh kemarahan serta kekecewaan. Dia memandang kalung yang tergeletak di lantai, lalu memandang Elizabeth dengan pandangan yang tak lagi lembut dan penuh kasih sayang, melainkan pandangan yang penuh dengan kekecewaan dan kecurigaan.

“Apakah benar hal ini terjadi?” tanya Ratu dengan suara yang dingin dan berat. “Apakah kau benar-benar melakukan hal sehina ini? Setelah semua yang telah kami berikan padamu, setelah semua kepercayaan yang telah kami berikan... apakah kau benar-benar datang ke sini hanya untuk mencuri harta benda kami?”

Air mata mengalir deras di pipi Elizabeth, namun dia tetap berdiri tegak dan memandang mata ibu mertuanya dengan pandangan yang tulus dan jujur. “Saya tak bersalah, Yang Mulia. Saya bersumpah demi nyawa anak saya, saya tak pernah menyentuh kalung itu, dan saya tak pernah mengambil atau menukar apa pun. Ini adalah perangkap, seseorang sengaja melakukan hal ini untuk menjatuhkan saya, untuk membuat saya terlihat buruk di mata Anda dan di mata semua orang.”

Namun kata-katanya seolah hanya berupa angin yang lewat di telinga Ratu. Benih keraguan yang telah ditanam dan dipupuk selama berminggu-minggu kini akhirnya berbuah. Di dalam hati wanita itu, kepercayaannya pada Elizabeth telah retak dan hancur. Semua kata-kata yang telah dia dengar, semua kekhawatiran yang telah dia rasakan, kini seolah menjadi kenyataan di hadapan matanya.

“Cukup!” seru Ratu dengan suara yang meninggi. “Aku tak mau lagi mendengar alasan atau pembelaan apa pun. Bukti ada di hadapan mata kita sendiri. Kalung itu ada di tanganmu, dan batu berliannya hilang. Apa lagi yang perlu dibuktikan? Aku sudah berusaha mempercayaimu, aku sudah berusaha menerimamu sebagai bagian dari keluarga ini, tapi kau telah membuktikan bahwa semua kekhawatiran kami adalah benar. Kau memang hanya orang yang datang untuk mengambil apa yang bukan milikmu.”

Saat itu juga, Taylor datang berlari masuk ke dalam ruangan, setelah mendengar kabar tentang apa yang terjadi. Dia melihat wajah istrinya yang penuh air mata dan rasa sakit, dia melihat wajah ibunya yang penuh kemarahan dan kekecewaan, dan dia melihat orang-orang di sekelilingnya yang memandang istrinya dengan pandangan penuh penghakiman. Dalam sekejap, dia mengerti segalanya. Dia mengerti bahwa ini hanyalah bagian dari rencana jahat musuh-musuhnya, bahwa mereka sengaja melakukan hal ini tepat sebelum acara kenegaraan terbesar, untuk mempermalukan mereka dan menghancurkan nama baik mereka selamanya.

Dia berjalan mendekati istrinya dan berdiri di sampingnya, lalu memegang tangan wanita itu erat-erat, seolah ingin menunjukkan pada semua orang bahwa tak ada satu pun yang bisa memisahkan mereka. Lalu dia menatap mata ibunya dengan pandangan yang tegas dan tak tergoyahkan.

“Ibu salah,” ucap Taylor dengan suara yang keras dan jelas, sehingga bisa didengar oleh semua orang di dalam ruangan. “Elizabeth tak bersalah, dan aku akan membuktikannya pada semua orang. Ini adalah perangkap yang dibuat oleh orang-orang yang berniat jahat untuk menghancurkan kita, dan mereka telah melakukan hal ini dengan sengaja untuk membuat kita terlihat buruk tepat di saat-saat yang paling penting. Tapi mereka salah besar jika mereka pikir mereka bisa memisahkan kita atau membuat kita menyerah. Aku tahu siapa istriku, aku tahu hatinya, dan aku tahu bahwa dia adalah wanita yang paling jujur dan mulia yang pernah aku kenal. Bukti palsu dan tuduhan bohong takkan pernah cukup untuk membuatku berhenti mempercayainya.”

Suasana di dalam ruangan menjadi hening sepenuhnya. Semua mata tertuju pada Taylor dan Elizabeth, melihat bagaimana mereka berdiri berdampingan, tak tergoyahkan oleh tuduhan atau kecurigaan, bersatu dalam kepercayaan dan cinta yang tak tergoyahkan. Di satu sisi ada keraguan dan kebohongan, di sisi lain ada kepercayaan dan kesetiaan yang tak bisa dihancurkan.

Namun meski Taylor telah berbicara dengan tegas, meski dia telah membela istrinya dengan segenap jiwanya, masalah mereka kini menjadi semakin rumit. Ratu merasa dihina dan dikhianati, banyak orang di sekitar mereka kini semakin yakin bahwa tuduhan itu benar, dan kunjungan kenegaraan yang tinggal beberapa hari lagi kini terasa seperti bencana yang pasti akan terjadi.

Di tempat lain, di balik dinding tebal istana, Valeria berdiri tersenyum mendengar laporan tentang apa yang baru saja terjadi. Dia tahu bahwa rencananya telah berhasil. Dia telah membuat keretakan di antara keluarga, dia telah membuat Elizabeth terlihat buruk di mata semua orang, dan dia telah menciptakan masalah yang hampir mustahil untuk diselesaikan dalam waktu singkat.

“Kalian pikir cinta dan kepercayaan kalian cukup untuk melindungi kalian dari segalanya?” bisik Valeria dengan suara yang dingin dan penuh kejam. “Tunggu saja sampai semua mata dunia tertuju pada kalian. Tunggu saja sampai semua orang melihat betapa buruk dan hancurnya kalian. Saat itulah kalian akan mengerti, bahwa apa yang aku miliki bukan hanya ambisi... tapi juga kekuatan untuk menghancurkan apa pun yang aku inginkan.”

Ujian terberat mereka belum berakhir. Bahkan, ujian yang sesungguhnya baru saja dimulai. Di hadapan mereka kini berdiri tantangan yang terasa mustahil untuk dihadapi: membuktikan ketidak bersalahan mereka dalam waktu yang sangat singkat, memulihkan kepercayaan orang-orang terdekat mereka, dan menunjukkan pada dunia bahwa mereka layak memimpin, di saat semua orang sudah siap untuk menghakimi mereka dan menghancurkan mereka selamanya.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!