Berlatar di Seoul, Seo Yerin adalah wanita karier sempurna yang hidupnya hancur setelah diracuni oleh suaminya sendiri dan dikhianati sahabat dekatnya. Namun setelah kematiannya, ia secara misterius kembali ke masa lalu tepat di hari saat dirinya dilamar.
Apa yang akan dia lakukan selanjutnya? Pertama, dia menghajar orang yang melamarnya tepat di hadapan semua orang dan merencanakan balas dendam kepada sahabat dan semua orang yang membuatnya menderita.
Namun di tengah usahanya mengubah takdir, ia tanpa sadar terlibat dengan seorang pria berbahaya dari dunia bawah tanah—seorang mafia dingin yang juga sedang menyiapkan balas dendamnya sendiri.
Apakah pembalasan dendamnya dapat membawanya menuju kebahagiaan? Atau malah membuatnya semakin terseret ke dalam jurang neraka? Saksikan perjalanan Yerin hanya di novel ini ☺️☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SuciptaYasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15 Ancaman Yerin
Flashback, di kantor Seorin Fashion.
Yerin masih memegang dokumen hasil tes DNA itu dengan kebingungan. Namun reaksi Nara justru terbilang sangat berlebihan.
Wanita itu segera beranjak menutup semua jendela dan mengunci pintu ruangan dengan gerakan yang sangat terburu-buru.
“Nona… jangan pernah terlibat dengan mereka!” Nada suaranya bukan lagi saran, melainkan peringatan keras.
"Apa maksudmu, Nara?"
Nara tak menjawab dan langsung mengambil dokumen itu, ia membacanya dan saat itu juga tangannya bergetar tanpa alasan.
"Apa kau mengenal nama dua orang itu?" tanya Yerin.
Nara terdiam sejenak sebelum berkata: "Geumryeon Family. Mereka bukan sekadar pengusaha. Mereka adalah predator di puncak rantai makanan. Mafia yang bergerak di bawah bayang-bayang. Mereka mungkin tidak punya kursi di parlemen secara resmi, tapi merekalah yang memegang 'tali leher' para politikus dan pemilik bank melalui pinjaman skala besar."
Nara menelan ludah, tatapannya kosong ke arah dokumen itu. "Hukum tidak berlaku bagi mereka karena hukum itu sendiri dibuat dengan uang mereka. Sekali Anda masuk ke lingkaran mereka, Anda tidak akan bisa keluar dengan utuh."
Yerin terdiam. Nama Geumryeon Family seolah familiar baginya.
Dalam keheningan itu, ingatan dari kehidupan sebelumnya mulai muncul ke permukaan. Yerin ingat betul gejolak ekonomi yang pernah menghancurkan pasar global.
Saat itu, kematian kepala keluarga Geumryeon memicu perang saudara yang brutal. Perusahaan-perusahaan raksasa tumbang seperti domino sementara para politikus jatuh satu per satu akibat skandal keuangan yang terungkap.
Namun, di tengah puing-puing kehancuran itulah Yerin berhasil membangun Queen Beauty. Ia memanfaatkan kekosongan kekuasaan dan instabilitas ekonomi untuk menyelinap masuk dan mendominasi pasar.
Bisa dikatakan, kesuksesannya yang dulu adalah bunga yang tumbuh di atas tanah berdarah milik keluarga mafia itu.
"Nona, kau mendengarku?" Nara memecah lamunan Yerin.
Yerin menatap asistennya dengan intens. "Nara... bagaimana kau bisa tahu detail tentang mereka sespesifik itu?"
Nara tersentak. Tangannya sedikit gemetar saat ia merapikan rambutnya yang tidak berantakan. "A-aku... aku hanya banyak membaca laporan intelijen pasar dan rumor di kalangan asisten tingkat atas. Itu saja."
"Pokoknya, berjanjilah padaku bahwa Anda tidak akan terlibat dengan mereka," ucap Nara sembari mengalihkan pembicaraan.
Yerin terdiam sejenak, lalu sebuah senyum tipis—hampir tak terlihat—terukir di bibirnya yang manis. Senyum yang menyimpan ribuan rencana.
"Baiklah. Aku mengerti, Nara. Aku tidak akan ikut campur dengan urusan mereka."
"Anda benar-benar mengerti maksudku, kan? Jangan melakukan hal gila," tekan Nara, matanya menyipit curiga melihat ekspresi majikannya yang terlalu tenang.
"Aku mengerti, aku mengerti..." jawab Yerin santai, atau mungkin terlalu santai.
Namun, Nara tahu betul arti senyum itu. Itu bukan senyum kepatuhan, melainkan senyum seorang pemain catur yang baru saja menemukan bidak paling mematikan untuk memenangkan permainan.
....
Kembali ke pelabuhan yang sunyi, hanya suara ombak yang menghantam dermaga dan siulan angin malam yang mengiringi pernyataan gila Yerin.
Yo-han tertegun sejenak, asap rokok yang baru saja dihembuskannya seolah membeku di udara.
Namun, sebagai pria yang besar di dunia yang keras, ia dengan cepat menguasai diri. Ia terkekeh rendah, suara tawa yang kering dan tanpa rasa humor.
“Aku sudah bilang sebelumnya. Aku tidak punya rencana untuk menikah dengan siapa pun. Apa bahasaku kurang jelas untukmu, Nona Seo?”
Yerin tidak berkedip. Ia mengangkat dokumen itu tepat di depan wajah Yo-han. “Mungkin saat itu aku melakukan kesalahan, tapi tidak dengan sekarang. Karena kali ini, aku membawa rahasiamu.”
Yo-han menyipitkan mata, memasang wajah datar yang nyaris sempurna. “Itu hanya hasil tes DNA ayah dan anak. Apa yang aneh dari itu?”
'Pria ini benar-benar mencoba mengelabuiku...' batin Yerin. Ia menarik napas panjang, tidak terpengaruh oleh taktik defensif Yo-han sedikitpun.
“Kalau begitu, tidak masalah jika aku menyerahkan dokumen ini pada 'mereka' kan?”
Suasana mendadak mendingin beberapa derajat. Tangan Yo-han perlahan mengepal kuat. Ia maju satu langkah kecil namun segera dihentikan oleh Yerin.
“Jangan kira kau bisa selamat jika merebut dokumen ini dariku,” sambung Yerin cepat, suaranya tetap tenang meski jantungnya berdegup kencang. “Aku sudah membuat salinannya di komputer. Jadi jika terjadi sesuatu padaku, seseorang akan langsung membocorkannya ke media. Kau tahu apa artinya itu?”
Langkah Yo-han berhenti seketika.
“Apa sekarang kau sedang mengancamku?” tanya Yo-han, suaranya rendah dan berbahaya.
“Tidak, Aku hanya memperingatimu untuk tidak bersikap di luar batas,” jawab Yerin dengan senyum paling manis—yang menurut Yo-han adalah senyum paling mengerikan yang pernah ia lihat.
Yo-han terdiam. Ia bisa menghajar tiga puluh preman sendirian atau menghadapi todongan pistol tanpa berkedip, tapi di hadapan wanita dengan gaun putih dan senyum lembut ini, ia merasa benar-benar tidak berdaya.
"Jadi, apa jawabanmu? Apa kau ingin tetap mempertahankan ideologi 'tidak menikahmu'?"
Yo-han hendak membalas setelah pertimbangan yang cukup lama, namun belum sempat ia bicara, sebuah teriakan kasar memecah ketegangan diantara mereka.
"ITU DIA! TANGKAP!”
Mereka berdua menoleh serentak. Belasan pria yang tadi terkapar di gudang ternyata sudah bangkit kembali dengan dendam membara.
Di depan mereka, si pria berambut merah memimpin dengan wajah yang babak belur namun penuh amarah.
“Jangan harap kau bisa hidup setelah membakar barang kami, bajingan!” teriak si rambut merah sambil mengacungkan tongkat besinya.
Yerin mengerjapkan mata, menatap kerumunan orang yang berlari ke arah mereka seperti zombi kelaparan.
“Bukankah ini gawat?”
Yo-han membuang puntung rokoknya, raut wajahnya berubah jengah. “Benar, ini gawat.”
Hening sejenak. Mereka saling bertatapan selama satu detik sebelum insting bertahan hidup mengambil alih. Tanpa aba-aba, keduanya berlari menuju mobil Yo-han yang terparkir.
Yerin dengan gerakan secepat kilat masuk ke pintu pengemudi terlebih dahulu. Yo-han yang hendak protes tidak punya banyak waktu, ia langsung masuk ke kursi penumpang.
“Keluar! Biar aku yang mengemudi!” bentak Yo-han, tidak percaya wanita bergaun mewah ini akan menyetir mobil pelariannya.
“Aku datang naik taksi! Mana mungkin aku keluar!” balas Yerin panik sambil meraba-raba tombol start engine.
“Maksudku pindah ke samping, bodoh! Biar aku yang—”
PRANG!
Kaca jendela di samping Yo-han pecah dihantam tongkat besi. Sebuah tangan kekar mencoba meraih kerah baju Yo-han.
"Sial!"
BUGH!
CRAK!
"AAARGH!"
Dengan refleks kilat, Yo-han memukul dan memelintir tangan itu hingga terdengar bunyi retakan tulang dan jeritan histeris.
“JALAN SEKARANG!” teriak Yo-han.
Yerin yang panik setengah mati langsung menginjak pedal sedalam-dalamnya. Mobil itu melonjak maju hingga menyentak kepala mereka berdua ke belakang.
biasa'a akan mengulangkan kejadian" sblm'a
keren crita'a
bagus alur'a... jgn smp gk lanjut ya thor
oowh... ternyata anak pungut yg menguasai dunia bawah calon'a yerin, gpp yg penting kuat smua
😂🤭
betul g yaa🤔
lanjuuut thor💪
aah inilah org yg akan menolong yerin, seorang dr dunia bawah