Di benua Azure, kekuatan adalah segalanya. Namun, ada satu profesi yang paling dihormati dan ditakuti: Alkemis. Mereka yang bisa menciptakan pil roh, obat mujarab, dan racun mematikan.
Raymond adalah cucu dari Alkemis Legendaris yang pernah menyelamatkan dunia, Dewa Alkemis Zhuo Yi. Namun, sejak kakeknya menghilang secara misterius dan klan keluarga mereka dihancurkan oleh aliansi kekuatan jahat, Raymond hidup sebagai orang buangan yang menderita dan dipandang rendah.
Suatu hari, saat hampir dibunuh oleh musuh bebuyutannya, Raymond menemukan sebuah cincin batu giok peninggalan kakeknya. Di dalamnya tersembunyi jiwa sang Dewa Alkemis dan sebuah kitab suci "Formula Penciptaan Semesta".
Dengan warisan ilahi itu, Raymond bangkit dari lumpur. Ia mulai mencium bau bahan-bahan, meramu pil tingkat dewa, dan menumbuhkan kekuatan yang mengguncang langit. Ia berjanji pada dirinya sendiri: Semua yang pernah menginjak-injak martabatnya, semua yang membunuh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 3: RUMPUT LIAR MENJADI PIL SUCI
Malam semakin larut. Bulan purnama bersinar terang menerangi gubuk reyot tempat tinggal Raymond. Di dalam ruangan yang sempit dan berdebu itu, pemuda itu duduk bersila dengan mata terpejam, namun pikirannya sedang berdialog intens dengan sosok di dalam cincin.
"Kakek, bagaimana caranya? Kita benar-benar tidak punya apa-apa. Bahkan tungku meramu pun tidak ada," tanya Raymond dengan nada putus asa. Ia melihat tumpukan rumput kering di sudut ruangan, sisa-sisa bahan yang dianggap sampah oleh orang lain.
"Hahaha," suara tawa Zhuo Yi bergema di benaknya. "Orang biasa memang butuh tungku batu dan api kayu bakar. Tapi seorang Alkemis Sejati... langit adalah atapnya, bumi adalah tungkunya, dan energi roh adalah apinya!"
"Dengarkan baik-baik, Raymond. Fokuskan energimu di bagian bawah perut, tempat penyimpanan energi yang disebut Dantian. Putar energimu searah jarum jam, lalu nyalakan seperti menyalakan api unggun."
Raymond menurut. Ia memejamkan mata dan mengikuti instruksi Kitab Penciptaan Segala Benda yang ada di kepalanya. Perlahan, ia merasakan hangatnya energi mulai berkumpul.
"Lebih kuat! Panaskan lebih keras!" seru Zhuo Yi.
Raymond memaksimalkan konsentrasinya. Wush! Tiba-tiba, ia merasakan ledakan kecil di dalam perutnya. Sebuah nyala api biru yang dingin namun menyengat terbentuk di dalam tubuhnya. Itu adalah Api Roh Surgawi.
"Bagus! Sekarang, ambil rumput kering 'Daun Noda Hitam' itu. Meskipun itu sampah bagi orang lain, mengandung sedikit energi tanah."
Raymond mengambil segenggam rumput liar yang biasanya hanya untuk pakan ternak. Ia memegangnya di telapak tangan.
"Salurkan api roh dari dalam tubuh ke telapak tangan. Bakar rumput itu tapi jangan sampai habis, hanya murnikan intinya saja!"
Raymond menutup tangannya. Konsentrasi penuh. Di dalam genggamannya, api biru tak kasat mata menyala. Rumput kering itu mulai berasap, namun tidak terbakar menjadi abu. Serat-serat kotornya menghilang, menyisakan cairan hijau kental yang kemudian memadat menjadi butiran-butiran kecil.
Proses itu memakan waktu satu jam penuh. Keringat dingin membasahi seluruh tubuh Raymond. Menjaga api tetap stabil sangat menguras tenaga pikiran.
"Selesai! Dinginkan!" perintah Zhuo Yi.
Raymond membuka tangannya perlahan. Di sana, tergeletak butiran pil berwarna hijau pekat yang memancarkan aroma harum yang sangat menenangkan.
"Ini... ini pil?" mata Raymond terbelalak tak percaya. "Dari rumput liar biasa?"
"Tentu saja. Ini adalah Pil Roh Tingkat Rendah Grade Satu: Pil Pemurnian Darah. Kualitasnya bahkan lebih bagus daripada yang dijual di toko obat, karena dibuat dengan Api Roh murni. Telanlah!"
Tanpa ragu, Raymond memasukkan pil itu ke mulutnya. Begitu pil itu menyentuh lidah, ia langsung meleleh dan berubah menjadi aliran energi hangat yang deras mengalir ke kerongkongannya.
Bzzzt!
Energi itu meledak di perutnya lalu menyebar ke seluruh pembuluh darah. Raymond merasa seolah-olah tubuhnya diremas dan dicuci bersih. Segala rasa sakit akibat dipukuli tadi siang lenyap seketika. Otot-ototnya menjadi lebih padat dan kuat.
Ting!
Seolah ada suara lonceng di dalam kepalanya. Raymond membuka mata, dan secercah cahaya melintas dari pupil matanya.
Tingkat Kultivasi Naik: Tahap 1 Pemula -> Tahap 3 Pemula!
Hanya dengan satu pil rumahan, kekuatannya langsung melonjak tiga tingkat! Itu adalah keajaiban yang mustahil dilakukan oleh alkemis biasa.
"Luarr biasa..." Raymond menatap tangannya sendiri, merasakan aliran energi yang jauh lebih deras dari sebelumnya. "Kakek, ini sungguh luar biasa!"
"Hanya pemanasan, Nak. Besok adalah hari Ujian Tahunan. Victor pasti sudah menyiapkan jebakan. Kita butuh lebih banyak kekuatan dan... kita butuh alat."
"Alat?"
"Ya. Kau butuh pedang. Tapi bukan pedang besi biasa. Seorang Alkemis juga harus pandai menempa. Lihat itu, ada pecahan besi tua di sudut sana. Kita akan membuatnya menjadi Pedang Roh!"
Raymond melihat ke arah tumpukan sampah besi berkarat. Dengan teknik yang baru ia pelajari, ia mulai memanipulasi api rohnya lagi. Malam itu, di gubuk termiskin di seluruh kota, cahaya keemasan terus bersinar hingga pagi menjelang.