Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Di dalam sebuah kamar villa di lantai 2,kini nadia tengah seorang diri berbarinh di atas kasur.
Teman sekamar yang juga salah satu dari keluarga vino sedang membersihkan diri di dalam kamar mandi di sebelah kamarnya.
Nadia menatap layar ponselnya dan menggerak-gerakkan tampilan widget ke kanan dan kiri.
"Yang awalnya nyaman menjadi kacau karna kedatangan saga.."
"Hmm..setelah aku amati ternyata kedua orang itu memang sedikit memiliki kemiripan"
Nadia kembali membuka aplikasi google maps di ponselnya,dan melihat jarak antara villa yang di tempati dirinya dan villa yang di tempati oleh saga.
"Tak terlalu jauh.."
"Tapi apakah dia sendiri!"
"Ahh ponsel kita sebenarnya kan terpasang aplikasi pelacak lokasi.."
"Ohh dia masih disini.." ucap nadia begitu ia membuka aplikasi tersebut untuk memantau pergerakan dari saga.
"Kak..kamu ga mandi dulu!"
"Aku tidur duluan yaa..capek banget.."
"Ah eh iyaa kamu tidur duluan aja..aku masih pengen main handphone.." ucap nadia kepada sepupu vino yang setelah mandi langsung tergeletak tak sadarkan diri karna sudah tidur.
"Heii..kamu sudah tidur?" Ucap nadia sembari menggerakkan tangannya ke kiri kanan tepat di depan wajah perempuan itu.
"Sepertinya memang sudah tidur!" Bathin nadia.
Nadia pun bangkit lalu berjalan pelan-pelan keluar dari kamar dan menuruni tangga perlahan.
"Sepertinya beberapa masih ada di tempat acara.."
Masih menggenakan gaun yang sama siang tadi,gaun hitam panjang hingga betis namun ada belahan di samping hingga paha,Nadia pun menaiki ojek menuju lokasi villa saga.
Nadia memilih untuk menunggu kedatangan saga dan memantapkan diri bahwa ia pun ingin mengakhiri hubungan terlarangnya dengannya juga dengan vino.
"Sepertinya masih kosong.." gumam nadia.
"Benar disini non?" Tanya sang supir ojek.
"Benar,tapi sepertinya suami saya belum pulang!"
"Suami!"
"Apa namanya pak saga?"
"Bagaimana bapak tau!"
"Oh kebetulan yang punya villa ini kerabat saya non,kalau non perlu kuncinya saya bisa mintakan cadangannya.."
"Kebetulan pak saga setiap kali ke puncak pasti memakai villa ini!"
Nadia pun menerima tawaran si tukang ojek,
Tak lama kemudiansang sopir sudah datang kembali dan menyerahkan kunci cadangan untuk nadia.
Nadia pun dengan mudahnya bisa membuka dan memasuki villa tersebut,
Ia mengamati ke semua sisi,
Villa yang sangat besar,bahkan lebih besar dari tempat yang ia tinggali.
Matanya berhenti menatap setelah sebuah koper kecil berwarna hitam terpampang di depan matanya.
"Sepertinya itu kamar utama.."
Nadia pun membawa koper saga menuju lantai atas,dan meletakkan koper tersebut di dalam kamar yang menurutnya kamar utama dari ukurannya yang besar sendiri.
"Om-om.."
"Om yakin ini villanya?"
"Ini terlalu besar untukmu sendiri.." ucap seseorang yang datang tergopoh-gopoh membopong tubuh saga.
Sedangkan nadia yang mendengar itu langsung bersembunyi di dalam lemari.
"Aneh loh ini om,masa sudah terbuka seperti ini!"
"Dimana kamarnya.."
Saga tak menjawab hanya mengacungkan jarinya ke arah kamar besar di lantai atas.
"Duh mana naik tangga lagi!"
"Beratnya.."
"Makanya gausah kebanyakan gaya..ga pernah mabuk,tapi kali ini sok-sok'an.."
Nadia sontak menutup rapat-rapat mulutnya begitu mendengar ocehan suara pria yang mengantar saga hingga ke kamar.
"Mobil aku bawa..besok kalau sudah bangun dan memerlukan mobilnya..telfon aku!"
"Duh berat sekali!"
Setelah kepergian pria tersebut dengan susag payah saga mendudukkan dirinya disudut kasur,ia memijit keningnya dengan sedikit kencang dan memukul bantal dengan kepalan tangannya sendiri.
"Kamu keluar atau aku yang akan menyeretmu!"
"Bagaimana bisa tau ada seseorang disini" bathin nadia dengan tetap berdiam diri.
"Keluar sekarang juga!" Ucap saga yang berjalan gontai menghampiri lemari tempat nadia bersembunyi.
Agak susah saga membuka karna dari dalam nadia menarik pintu itu agar tetap tertutup.
"Kenapa kamu disini!"
"Bukankah kamu memilih vino!"
"Aku tidak memilih keduanya!"
"Aku disini untuk menyelesaikan masalahku denganmu,dan nanti nya aku juga akan menyelesaikan masalahku dengan vino.."
"Hmm..cepat katakan,apa yang mau kamu katakan!"
"Aku mau kita mengakhiri semua hal yang berada di luar pekerjaanku!"
"Aku hanya akan mengambil pekerjaan utamaku sebagai guru les aldo.."
"Selain itu aku tidak mau!"
"Kamu tidak perlu memberikan les lagi kepada aldo,aku akan mencari penggantinya yang lebih jujur dan tidak berkhianat."
"Aku tidak pernah menghianati siapapun!"
"Hmm.."
"Terserah katamu!"
"Aku mau tidur.." ucap saga lalu menarik selimutnya.
Dengan kesal nadia menarik selimut itu
"Aku belum selesai berbicara!"
"Aku tidak menghianati siapapun!"
"Iyaaa,iyaa baiklah.."
"Mungkin aku yang salah,lain kali harus lebih teliti lagi!"
"Mau kamu apa sih!"
"Bisa ga cara berbicaramu itu jangan sarkas.."
"Kamu seolah-olah menyalahkanku!"
Dengan sekuat tenaga saga bangkit dan menatik rambutnya sendiri dengan kencang.
"Iyaa,aku yang salah!"
"Cukup.."
"Kamu bisa pergi sekarang,vino akan mencarimu!"
"Aku ingin istirahat.."
"Tidak akan ada yang mencariku.."
"Yasudah itu urusanmu.."
"Biarkan aku tidur.." ucap saga yang langsung tergeletak diatas kasur.
Sementara nadia ia langsung duduk di atas tubuh saga yang tengah teler,
Ia membuka kancing baju saga dengan kasar,menariknya dengan keras hingga terpental ke lantai.
Ia mencium habis seluruh dada saga dan membuat berbelas-belas bekas tanda merah di dada dan lehernya.
Lalu nadia turun dari tubuh saga dan meninggalkannya begitu saja.
"Aku akan pergi membawa mobilnya!"
"Kamu akan datang sendiri nad.." bathin saga ketika mendengar langkah menuruni tangga semakin lama semakin tak terdengar.
"Dimana mobilnya!" Ucap nadia.
"Bukankah dia kesini bawa mobil!"
"Ah sialan.."
"Apakah masih ada ojek hampir tengah malam seperti ini!"
Nadia pun mencobq menghubungi ojek yang mengantarnya tadi namun di tolak juga,
Lalu ia mencoba bersabar berharap salah satu driver ada yang mau menjemputnya.
"Aku harus cepat-cepat pergi dari sini sebelum saga bangun.."
"Ayolah kumohon dapat..plisss.."
"Kenapa balik lagi.." tanya saga kepada nadia yang kini kembali lagi ke kamarnya setelah hampir dua jam menunggu driver.
"Aku tidak bisa memanggil driver untuk mengantarku kesana!"
"Lalu!"
"Antarkan aku!"
"Bukankah kamu juga tau bahwa mobilku dibawa bobby!"
"Atau sepertinya kamu sengaja kesini untuk ini!" Ucap saga yang kini menghampiri nadia dan meraih tengkuk nadia dan mencium bibirnya dengan sedikit kasar.
"Ehmmm.." bukannya menghindar,nadia justru mengalungkan tangannya keleher saga.
Tak ingin berlama-lama melakukan pemanasan,setelah dirasa gairah keduanya muncul saga segera mendorong tubuh nadia dan menarik satu kakinya untuk merangkul tubuhnya.
Dengan sekali gerakan,saga telah bisa memasuki inti milik nadia yang baru basah sedikit.
"Aahhhkkk.." erang nadia.
"Aahhkk aku merindukanmu.." ucap nadia.
Saga menghentikan gerakannya pinggulnya lalu memfokuskan diri untuk berciuman dengan nadia.
"Bukankah kamu ingin mengakhiri hubungan ini?"
"Engga..aku ga bisa lepas darimu,aku sudah terlanjur jatuh kedalam dirimu sayang.."
"Aahhhk jangan berhenti.."
"Rengekanmu seperti seorang jalang sayang.."
"Iyaa,aku memang seorang jalang,jalang yang hanya akan melayanimu.."
"Aahhhkkk..terus sayang.."
"Jangan berhubungan lagi dengan vino,putuskan dia sekarang juga!"
Ucap saga sembari meraih ponsel nadia.
Nadia yang masih dalam keadaan bersenggama dengan saga menghubungi vino dengan panggilan telfon.
"Hallo nad.."
Begitu mendengar ucapan vino,saga segera memberikan gerakan yang lebih kencang hingga nadia susah menahan mulutnya untuk tidak mengeluarkan suara.
"Ah..hallo.."
"Vin.."
"Katakan sekarang.." bisik saga.
"Nad,kamu sedang dimana?"
"Apakah kamu sedang bersama orang lain.."
Setiap kali vino berkata disaat itu pula saga mempercepat gerakannya,sesekali ia menanam miliknya lebih dalam lalu memutarnya hingga membuat nadia menatap saga dengan menggigit bibir bawahnya.
"Vin,maafin aku..tapi aku sudah pergi.."
"Kita putus saja!" Nadia pun buru-buru memutuskan panggilan telfon karna ia pun semakin tak tahan untul tidak bersuara.
"Aahhkk kamu jahat saga.."
"Jadi kamu memilih siapa!"
"Aku tidak akan..aahhhkk.."
"Aku tidak akan membuatmu stres lagi!"
"Ahhhkk aku minta maaf sayangg.."
Saga pun memeluk erat tubuh nadia,menciumnya dengan lembut,mengecup kedua pipinya dan juga keningnya.
"Kita berpindah ke kasur...!"