NovelToon NovelToon
BOS KU Ternyata JODOHKU??

BOS KU Ternyata JODOHKU??

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Beda Usia
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yurnalis Lidar0306

Menghilang selama lima belas tahun, ia akhirnya kembali karena tuntutan pekerjaan. Luka masa lalu mengajarkannya bahwa apa yang bukan milikmu, tak akan pernah bisa dipaksa menjadi milikmu. Kini ia hadir dengan versi terbaik, bertekad menjalani hidup lebih dewasa.

Namun, takdir justru mempertemukannya dengan sosok menyebalkan yang menjadi atasannya. Kesabaran pun terus diasah karena harus bertemu setiap saat.

Lantas, mampukah benih cinta tumbuh di antara pertemuan mereka? Atau justru mereka akan tetap memilih jalan masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yurnalis Lidar0306, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode-04

Mungkin hari ini nasibnya memang tengah sial, baru beberapa langkah ia keluar dari supermarket untuk menghampiri dimana mobilnya berapa dari berlawanan arah tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seorang perempuan yang tak lain adalah Askia Putri Humaira, perempuan cantik berhijab, mantan istri mantan suami pertamanya dulu, Farhan..

perempuan baik hati yang pernah ia sakiti dulu dengan cara merusak rumah tangganya.

Bruk!

Tubuh mereka saling berbenturan cukup keras, membuat beberapa barang belanjaan Nara berjatuhan berserakan di lantai.

"Aduh..." erang Nara pelan sambil memegangi bahunya yang terbentur.

"Maaf... maafkan saya, Bu. Saya tidak sengaja, tadi lagi lihat HP jadi tidak hati-hati," suara lembut dan sopan terdengar di hadapannya.

Nara yang semula kesal karena barangnya berantakan, sontak membeku saat mendengar suara itu. Suara yang sangat ia hafal, suara yang dulu sering ia dengar dengan nada penuh permohonan.

Perlahan Nara mendongak, dan pandangan mereka bertemu.

Wajah itu... Askia.

Meski waktu sudah berlalu cukup lama, wajah wanita berhijab itu tidak banyak berubah. Masih terlihat begitu anggun, lembut, dan memancarkan aura kebaikan yang membuat siapa saja merasa sungkan.

Nara terpaku diam. Jantungnya seakan berhenti berdetak sejenak. Kenapa dunia ini sempit sekali? Baru saja ia menolak Raka, sekarang Tuhan seolah mengirimkan ujian lain dengan mempertemukannya kembali dengan Askia.

Rasa bersalah yang dulu pernah ia kubur dalam-dalam, kini seketika meledak kembali memenuhi dadanya.

Ingatan masa lalu berputar cepat di kepalanya. Dulu, ia adalah 'wanita lain' yang dengan tega merebut Farhan dari tangan Askia. Ia yang merusak kebahagiaan rumah tangga mereka, ia yang membuat wanita baik hati ini menangis dan terluka. Dulu Nara begitu sombong dan merasa menang, tapi sekarang... saat melihat wajah tulus itu, Nara justru merasa sangat kecil dan kotor.

Askia juga terlihat terkejut. Matanya membelalak sedikit saat menyadari dengan siapa ia baru saja bertabrakan. Namun, anehnya, tidak ada tatapan benci atau kemarahan di mata indah itu. Hanya ada keterkejutan yang bercampur dengan ketenangan.

"Kak... Nara?" panggil Askia pelan, suaranya terdengar ragu namun tetap sopan.

Nara menelan ludah dengan susah payah. Kakinya terasa berat seperti tertancap paku di lantai. Ia ingin lari, ia ingin menghilang dari sana, tapi tubuhnya seakan tak bisa digerakkan.

"Ah... i-ini..." Nara gagap, tak tahu harus berkata apa. Rasa malu bercampur sesak menyerangnya secara bersamaan.

________________

Setelah pertemuannya yang tak sengaja itu, kini Nara dan Askia duduk di sebuah kafe yang tak jauh dari sana.

Keduanya duduk berhadapan, rasa canggung menyelimuti Nara, sedangkan perempuan di depannya tersenyum lembut..

"Apa kabar kak, udah lama gak lihat, Kakak baik-baik sajakan?" suara lembut itu memecah lamunan Nara...

Nara menelan ludah dengan susah payah. Ia menunduk, tak berani menatap manik mata wanita di hadapannya. Rasa bersalah itu kembali menggerogoti hatinya. Bagaimana bisa wanita yang pernah ia hancurkan hidupnya ini menyapa dengan senyuman setulus itu? Tidak ada amarah, tidak ada kebencian, hanya ketenangan yang justru membuat Nara semakin merasa terhina oleh sikapnya sendiri di masa lalu.

"A-aku... aku baik, Kia. Kamu gimana?" jawab Nara terbata-bata, suaranya terdengar parau.

"Alhamdulillah, Kia baik-baik saja Kak," jawab Askia santai sambil menyesap teh hangatnya pelan.

Suasana hening sejenak. Nara memainkan jari-jarinya di atas meja, gugup setengah mati. Ia tidak tahu harus mulai bicara dari mana. Ribuan kata maaf berkecamuk di kepalanya, tapi tak satupun yang sanggup ia ucapkan karena merasa tak pantas.

Dulu, saat menjadi 'orang ketiga', Nara begitu sombong. Ia merasa lebih cantik, lebih kaya, dan lebih berkuasa sehingga berhak merebut Farhan. Ia pernah mengata-ngatai Askia, menyebutnya tidak bisa menjaga suami, dan bersikap seolah dialah pemenang. Tapi nyatanya? Kini ia duduk di sini, merasa begitu kecil di hadapan keanggunan Askia.

"Kak Nara..." panggil Askia lagi lembut. "Kia dengar setelah cerai sama Mas Farhan, Kak Kia nikah lagi?"

Pertanyaan itu membuat Nara tersentak. Ia mengangguk.

"Iya... tapi sekarang kita sudah berpisah lama sekali, Kia. Sudah bertahun-tahun," jawab Nara pelan.

Askia mengangguk pelan, wajahnya tetap tenang. "Oh begitu... ya sudah, mungkin memang itu jalan terbaik."

Nara akhirnya memberanikan diri mendongak, menatap wajah teduh itu. Air matanya hampir tumpah melihat betapa ikhlasnya wanita ini.

"Kia..." panggil Nara bergetar. "Aku... aku minta maaf ya. Soal dulu... soal semua yang pernah aku lakuin ke kamu. Aku jahat banget kan? Aku yang rusak rumah tangga kamu, aku yang hancurin kebahagiaan kamu. Aku pantas dapat hukuman, aku pantas dapat balasan..."

Suara Nara pecah. Ia tak kuasa menahan isak tangisnya. Selama ini ia mencoba kuat, tapi di hadapan Askia, pertahanannya runtuh begitu saja.

"Aku ngerti kenapa Tuhan ngasih aku hidup kayak gini sekarang. Mungkin ini balasan dari semua kejahatan aku dulu," lanjut Nara tertunduk lesu.

Askia tersenyum, kali ini senyumnya terlihat lebih hangat dan tulus. Ia mengulurkan tangan kanannya, perlahan menyentuh punggung tangan Nara yang dingin dan gemetar.

Sentuhan itu membuat Nara terkejut. Ia mengira akan ditampar atau dimaki, tapi yang ia dapat justru sentuhan penuh kasih sayang.

"Kak Nara..." ucap Askia lembut. "Dulu memang sakit. Sangat sakit bahkan. Tapi rasa sakit itu sudah Kia maafkan dan saya ikhlaskan sejak lama."

"Tapi Kia, aku jahat banget..." isak Nara.

"Manusia tempatnya salah dan dosa, Kak. Dulu mungkin kita sama-sama belajar. Kalau kejadian itu tidak terjadi, mungkin Kia tidak akan belajar menjadi lebih kuat, dan mungkin Kakak juga tidak akan belajar untuk menjadi lebih rendah hati dan dewasa seperti sekarang."

Askia menarik napas pelan. "Dan lihatlah sekarang... Kakak terlihat sangat cantik dan awet muda. Waktu seolah berhenti di wajah Kakak. Kia justru senang melihat Kakak baik-baik saja."

Nara ternganga mendengarnya. Ia tidak menyangka wanita sebaik ini ada di dunia. Keikhlasan Askia justru membuat luka di hati Nara perlahan sembuh, digantikan oleh rasa haru yang luar biasa.

"Terima kasih... terima kasih banyak Kia. Kamu wanita hebat. Farhan yang bodoh karena bisa melepaskan kamu dulu," ucap Nara dengan air mata yang masih mengalir.

Askia terkekeh pelan. "Sudah jangan diingat-ingat lagi yang lalu-lalu. Sekarang kita hidup di masa sekarang. Oh iya, Kakak sendirian saja di sini?"

Nara mengusap air matanya, lalu mencoba tersenyum meski masih terlihat sedih.

"Iya... aku tinggal sendiri sekarang. Hidup sederhana, kerja jadi sekretaris bos yang galak," jawab Nara berusaha bercanda untuk mencairkan suasana.

"Wah, sekretaris? Pasti tangguh ya Kak," puji Askia tulus. "Kalau begitu, kapan-kapan kita boleh dong sering ketemu? Siapa tahu kita bisa jadi teman baik. Siapa sangka, mantan madam dan mantan istri malah bisa jadi sahabat kan?"

Nara terpaku, lalu akhirnya tersenyum lebar. Senyuman tulus pertama yang muncul sejak lama.

"Boleh banget, Kia. Boleh banget..."

BERSAMBUNG...

Gimana? Haru banget kan? 😭 Ternyata Askia setulus itu ya. Nah bagi yang penasaran siapa Askia, bisa banget baca di cerita Author yang lain, judulnya KESABARAN SEORANG ISTRI!😊

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!