NovelToon NovelToon
Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Antagonis / Perjodohan
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pratiwi

Seorang mahasiswi yang marah dengan akhir cerita novel yang baru dibelinya. Dalam novel diceritakan tokoh antagonis di novel, disalahpahami tunangan dan keluarganya sendiri gara-gara hasutan dan trik licik tokoh utama wanita, Audrey Hepburn.
Tapi sungguh sial saat sedang menancapkan charger laptop ke stop kontak, dirinya malah tersetrum dan bertransmigrasi menjadi Eleanor Sinclair. Dengan tekad bulat, ia memilih menjadi antagonis yang sesungguhnya, ia memilih target meningkatkan rasa kebencian semua tokoh hingga 100%. Hadiah dari pencapaian target misi dari sistem ini adalah uang senilai 100 juta dollar dan izin kembali ke dunia nyata. Namun, semuanya malah jadi kacau, tingkat kebencian tokoh utama pria dan keluarganya justru berkurang. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ia bisa menyelesaikan misi, mendapatkan hadiah, dan kembali ke dunia nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Eleanor Dibully

Keesokan harinya, suasana di sekolah terasa seperti biasa. Setelah kelas usai, Eleanor menyempatkan diri untuk ke toilet dulu. Saat Eleanor hendak keluar dari toilet yang terletak di ujung koridor lantai dua, sekelompok siswa laki-laki yang dipimpin oleh Jason sudah menghadangnya di depan pintu toilet.

Jason langsung melangkah maju. Tanpa peringatan, ia mendorong bahu Eleanor dengan keras hingga Eleanor terdorong masuk kembali ke dalam toilet. Teman-teman Jason yang berjumlah empat orang segera menutup pintu toilet dan mengusir beberapa siswi lain yang masih berada di dalam agar segera keluar. Mereka kemudian menjaga pintu masuk agar tidak ada orang lain yang masuk.

Meskipun kini ia dikepung oleh lima anak laki-laki di dalam ruangan tertutup, Eleanor sama sekali tidak menunjukkan rasa takut. Ia justru tersenyum tipis sambil merapikan kerah seragamnya.

Eleanor sengaja membiarkan dirinya didorong masuk kembali ke dalam toilet. Nanti saat CCTV dicek hanya akan terlihat Eleanor yang dipaksa masuk ke toilet oleh Jason dan kawan-kawannya. Ia tahu bahwa di dalam area toilet tidak terdapat kamera CCTV. Eleanor berniat membalaskan dendam Eleanor asli di sini. Dari dulu, Eleanor asli sering diganggu Jason dan kawan-kawannya gara-gara hasutan Audrey.

"Aku sebenarnya cinta damai, tidak suka mencari masalah," batin Eleanor sambil menatap Jason dengan pandangan meremehkan. "Tapi karena kalian yang datang mencari masalah denganku, tentu saja aku harus menyambutnya dengan baik! Aku akan membalaskan dendam lama Eleanor asli sekaligus. Jangan khawatir! Aku akan memperlakukan kalian dengan sangat lembut, para anjing peliharaan Audrey!"

Berita tentang Eleanor yang dikepung di dalam toilet perempuan oleh Jason dan kelompoknya dengan cepat tersebar ke seluruh penjuru sekolah melalui pesan singkat di antara para siswa. Audrey, yang baru mau pulang bersama teman-temannya, pura-pura tidak tahu tentang rencana tersebut. Ia menutupi mulutnya dengan tangan dan memasang wajah yang seolah-olah merasa sangat kasihan pada Eleanor.

"Aku harus ke sana! Aku harus segera menghentikan Jason! Aku tidak mengerti kenapa Jason selalu menganggu Eleanor. Meskipun Eleanor sering mengangguku tapi aku tidak pernah dendam," seru Audrey dengan suara yang cukup keras agar didengar oleh orang-orang di sekitarnya. "Bagaimana bisa Jason bertindak sekasar ini di lingkungan sekolah? Seseorang, tolong panggilkan guru sekarang juga!"

Dari luar, Audrey tampak sangat panik dan khawatir. Namun, di dalam hatinya, ia merasa sangat puas. Ia membayangkan Eleanor akan menangis dan dipermalukan di dalam toilet tersebut di depan Jason dan disaksikan oleh banyak orang saat mereka keluar nanti.

Kemarin, setelah pulang dari rumah sakit, Audrey sengaja menghubungi Jason dan mengadu bahwa Eleanor telah menjelek-jelekkan dirinya di depan Liam dan Nenek Margot. Jason yang merasa kalau Eleanor sudah keterlaluan karena berusaha mengadu domba antara Audrey dengan keluarga Parker merasa tidak terima dan langsung berjanji akan memberi pelajaran pada Eleanor di sekolah besok.

Sementara itu, di lapangan basket luar ruangan, Liam yang sedang mendribel bola tiba-tiba berhenti. Ia mendengar percakapan beberapa siswa di pinggir lapangan yang sedang bergosip tentang insiden di toilet lantai dua. Tanpa menunggu lama, Liam melempar bola basketnya ke arah sembarang dan segera berlari kencang menuju gedung sekolah, tepatnya ke arah toilet tempat Eleanor dikepung.

**Di dalam toilet perempuan**

Udara di dalam toilet perempuan lantai dua terasa pengap karena pintu kayu yang tertutup rapat dari luar. Cahaya lampu neon yang berwarna putih pucat berkedip pelan di atas langit-langit, menerangi lantai keramik yang masih sedikit basah. Eleanor berdiri dengan santai, sementara kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku rok seragamnya. Di depannya, Jason berdiri dengan posisi kaki melebar, berusaha menekan Eleanor dengan postur tubuhnya yang lebih tinggi dan besar. Ia mengkretekkan sendi-sendi jari tangannya satu per satu, menciptakan suara retakan tulang yang terdengar jelas di ruangan yang sunyi itu.

"Aku dengar kau membuat Audrey kesulitan lagi!" gertak Jason dengan suara yang berat. "Sepertinya aku kurang tegas dalam memberimu peringatan selama ini! Aku akan memberimu pelajaran hari ini supaya kau tahu di mana tempatmu yang sebenarnya! Hahaha! Kau pasti merasa sangat takut sekarang, bukan?"

Salah satu teman Jason yang berdiri di dekat wastafel menyahut dengan nada menghina, "Audrey dan Liam itu adalah pasangan yang paling serasi di sekolah ini. Kenapa kau harus muncul secara tiba-tiba sebagai orang ketiga? Kenapa kau belum juga membatalkan pertunangan?! Kau benar-benar orang yang tidak tahu malu!"

"Apa kau memang sebegitu tidak lakunya sampai-sampai harus mengejar-ngejar pacar orang lain?" tambah siswa laki-laki lainnya yang berdiri di dekat pintu.

Eleanor tidak menunjukkan ekspresi takut sedikit pun. Ia justru menarik napas panjang lalu tertawa keras hingga kepalanya mendongak ke arah lampu neon. "Hahaha! Kalian benar-benar tidak punya rasa malu, ya? Kalian datang berkelompok hanya untuk menghadapi satu orang wanita? Mau berakting seperti pahlawan, tapi dilakukan dengan cara mengeroyok?" Eleanor menghentikan tawanya dan menatap mereka dengan tajam. "Bukan cuma tak tahu malu tapi juga tidak punya otak! Siapa yang kalian sebut orang ketiga? Status pertunanganku dengan Liam sudah diketahui oleh semua orang dan direstui keluarga besar kami, kami sudah dijodohkan sejak kami belum lahir. Audrey milik kalian itulah yang sebenarnya menjadi orang ketiga!"

Wajah Jason memerah karena amarah yang memuncak. Ia mengepalkan tangan kanannya hingga urat-urat di lengannya menonjol. "Jangan banyak bicara! Aku akan merontokkan semua gigi di mulutmu itu sekarang juga, biar kita lihat apakah kau masih merasa pantas berada di samping Liam dengan wajah hancur!"

Jason segera mengayunkan tinjunya dengan kekuatan penuh ke arah wajah Eleanor. Namun, dengan gerakan yang sangat cepat, Eleanor merundukkan kepalanya, menghindari pukulan tersebut hingga tinju Jason hanya mengenai udara kosong. Sebelum Jason sempat menarik tangannya kembali, Eleanor memutar tubuhnya dan melayangkan tendangan kaki kanan yang sangat keras tepat ke arah rahang bawah Jason.

Tuk! Tuk! Tuk! Tuk!

Suara benturan keras itu diikuti oleh bunyi benda kecil yang jatuh menabrak lantai keramik. Empat buah gigi depan Jason patah seketika dan berserakan di bawah wastafel. Jason terhuyung ke belakang, tangannya langsung menutupi mulutnya yang mulai mengeluarkan darah segar.

1
est
lanjut thor suka 👍
Yuyun Suprapti
crazy up kk💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!