Mengisahkan 3 anak kembar yaitu Farah, Gabriella, dan Galu dengan kisah cintanya masing-masing dan hubungan mereka dengan keluarganya
akankah hubungan mereka harmonis?
ikuti terus kelanjutan ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluarga
" Kalau begitu sini bergabung dengan tante dan juga yang lainnya, mulai hari ini dan seterusnya kau akan menjadi anak tante."
" Aku rasa hal itu tidak perlu tante."
" Tidak ada pembantahan Galuh, mulai sekarang kau harus memanggil bukan tante lagi tetapi Mami seperti Winda dan juga Vallen." ucapnya dengan tersenyum.
" Tapi Tante Acsana, aku rasa hal itu tidak pantas tante."
" Tidak ada bantahan Galuh, mulai hari ini kau adalah anak Mami. Dan tolong manggilnya dengan sebutan mami, tidak ada kata tante lagi atau mami akan menghukum mu."
" Ta...tapi..."
" Kau ikuti saja permintaan mami, atau kau akan mendapatkan hukuman yang tidak bisa kau bayangkan." ucap Valen.
" Yang dikatakan oleh kak Valen sangat benar Galuh, lebih baik kau menuruti permintaan mamiku saja ya. Dengan begitu kau tidak akan pindah dari rumah ini, Aku sangat senang karena kau akan selamanya tinggal bersama denganku." tutur Winda yang tentunya mengejutkan Galuh.
" Tidak bisa seperti itu Winda, aku akan merasa sangat segan jika harus tinggal di rumah ini." ucapnya
" Tidak ada tapi-tapian, Kau adalah sahabatku. lagian kita juga sudah seperti keluarga, dan Mami juga telah menganggap mu seperti anaknya sendiri Galuh. Jadi aku mohon jangan kecewakan kami semua, tinggalnya di rumah ini bersama dengan kami." ucap Winda yang meyakinkan sambil menggenggam tangan Galuh.
" Mami mohon jangan tinggalkan mami, Mami sudah mengetahui bagaimana kisahmu dan keluargamu. Dan karena itu Mami dan Papi telah memutuskan untuk mengangkat mu menjadi anak kami, jadi mulai sekarang kau adalah putri kami. Kau di rumah ini memiliki posisi yang sama Galuh dengan Winda, Jadi kau tidak perlu sungkan kepada Mami dan juga Papi." ucap Acsana dan tentunya hal itu membuat Galuh tersipu, Dia sangat tidak menyangka akan mendapatkan orang yang begitu sangat menyayanginya
" Terimakasih semuanya, aku sangat tidak menyangka akan dipertemukan dengan kalian semua orang-orang yang begitu baik dan juga menyayangiku. Ini adalah momen yang tidak pernah aku bayangkan selama ini, dan aku sangat bahagia dengan ini semua." ucapnya dengan berderai air mata.
Sebenarnya Vallen masih sangat terkejut dengan keputusan kedua orang tuanya itu, tetapi tentunya ia tidak bisa membantah keputusan dari kedua orang tuanya. Dan akhirnya ia hanya membiarkan saja Galuh untuk tinggal bersama dengan mereka, karena ia juga tahu kalau orang tuanya pasti akan memberikan hukuman kepada Galuh jika tidak mau tinggal di rumah mereka. Dan tentunya paling merasa kasihan dengan Galuh, Iya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Galuh akan mendapatkan hukuman dari kedua orang tuanya.
' Aku telah mendengar kisah kehidupanmu Galuh, Dan semoga saja kau bisa hidup bahagia di rumah ini.' batin Valen
Kedua paruh baya itu bersama Winda dan juga Galuh saling berpelukan, dan tentunya Vallen merasa bahagia melihat hal tersebut. Tetapi tetap saja ia enggan untuk berpelukan, karena ia sadar di dalam pelukan itu ada Galuh. Walaupun orang tuanya tak akan mengangkat Galuh, Tapi tetap saja ia dan Galuh tidak akan mungkin bisa bersatu menjadi saudara.
Tentunya Vallen akan memperlakukan Galuh sama seperti Winda, Iya kan selalu menjaga Galuh. Tetapi ia tidak akan pernah mau bersentuhan dengan Galuh, karena menurutnya ia dan Galuh bukan mahram. Dan ia juga tidak bisa melanggar aturan agama yang telah Ia pegang selama ini, ya sadar akan hal tersebut dan tidak ingin melakukan hal yang salah.
Mereka pun masih melangsungkan acara ulang tahun Winda, dan mereka berlima tampak seperti keluarga yang sangat bahagia. Tentunya Galuh merasa bahagia karena bisa bergabung dalam anggota keluarga, Iya sangat tidak menyangka akan berada di posisi ikut. Dan ia sangat bahagia karena menjadi bagian dari keluarga itu, keluarga yang selalu tampak harmonis dan sepertinya juga sangat menyayanginya.
...🐸🐸🐸...
Farah bersama dengan Uswatun dan juga Wina saat ini sedang pergi apa sebuah perusahaan, tentunya sebelumnya Uswatun telah memberikan kabar kepada pihak perusahaannya. Dan karena itu hari ini Farah akan mengikuti tes, dan mereka semua berharap kalau kalah akan bisa diterima di agensi tersebut. Keduanya mengetahui kalau para memang sangat berbakat, tetapi untuk masuk dalam agensi tersebut bukanlah hal yang mudah.
" Selamat siang bapak." ucap Uswatun
" Selamat siang juga Uswatun dan juga Wina."
" Maaf karena kami jadi mengganggu waktu istirahat bapak." ucap Wina
" Kalian berdua tidak pernah sungkan kepada saya, lagian kalian berdua sudah lama menjadi model di agensi ini. Dan Saya yakin kalian pasti memperkenalkan orang yang memiliki potensi insang luar biasa juga, sama seperti kalian berdua."
" Pak Adrian bisa saja memuji kami berdua, kami berdua masih bisa saja Pak. Tapi bapak harus bertemu dengan Farah, dia adalah model yang sangat luar biasa." ucap Uswatun
" Saya jadi penasaran dengan siapa sosok Farah yang kalian bilang ini, karena dari namanya saja tiba-tiba saya terpikirkan dengan Farah Xander. Tetapi untuk saat ini keberadaannya tidak ada yang mengetahui di mana, Iya juga telah memutuskan semua kontrak kerjasama di Bandung dan katanya dia telah pindah dari kota Bandung." ucap Adrian.
" Ternyata kabar tentang para sudah sampai ke telinga bapak ya, kami sangat tidak menyangka kalau bapak bisa mengetahui kalau dia pindah dari kota Bandung." ucap Wina
" Siapa juga yang tidak mengenalnya, dia adalah salah satu model yang sangat berbakat. Tapi sayangnya dia memiliki banyak rahasia, dan hal yang membuatnya akhirnya harus pergi meninggalkan kota Bandung."
" Yang namanya kehidupan seseorang tidak ada yang mengetahuinya Pak, lagian kita sebagai manusia hanya bisa menjalankannya raja." ucap Uswatun
" Yang kau katakan itu memang sangat benar Uswatun, Dan semoga saja aku bisa bertemu dengan Farah."
" Kalau begitu tidak usah lama-lama deh Pak, saya panggilkan teman kami dulu ya yang bernama Farah itu." ucap Wina dan Adrian mengangguk, kemudian Ia pun segera keluar dari ruangan tersebut.
Wina pun memanggil dan membawa para untuk masuk ke ruangan Adrian, dan ketika keduanya telah masuk ke dalam ruangan tersebut. Mata Adrian terus saja tertuju ke arah Farah, Iya sangat tidak menyangka akan bertemu dengan para di sana. Gadis yang baru saja mereka bicarakan, saat ini sudah berada di hadapan mereka.
" Kamu Farah Xander kan?" tanya Adrian dan langsung menghampiri Farah.
" Iya benar pak, saya Farah Xander."
" Saya tidak menyangka kalau seseorang yang disarankan oleh Uswatun dan juga Wina adalah kau, Saya yakin perusahaan agency ini pasti akan berkembang dengan sangat pesat jika kau bergabung dengan kami. Kalau begitu Kau tidak perlu melalui tes lagi, mulai besok kau sudah bisa bergabung dan kita akan tekan kontrak besok pagi. Apakah Kau keberatan dengan hal tersebut Farah?"