NovelToon NovelToon
Jatuh Cintanya Seorang Pendosa

Jatuh Cintanya Seorang Pendosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta Terlarang
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Di balik dinding suci sebuah pondok pesantren, tersembunyi seorang buronan. Reyshaka El Zhafran atau Shaka—tak pernah membayangkan hidupnya akan berakhir di tempat yang paling ia hindari. Demi lolos dari kejaran polisi, pengedar narkoba itu nekat bersembunyi di pesantren milik Ustadz Haidar, seorang ulama yang dikenal bijak dan disegani.

Awalnya, Shaka hanya ingin selamat. Namun hari demi hari, ketenangan, nasihat, dan ketulusan Ustadz Haidar perlahan meruntuhkan tembok keras di hatinya. Untuk pertama kalinya, Shaka mulai mengenal arti penyesalan dan harapan untuk berubah. Semua menjadi semakin rumit saat ia bertemu Hanindya Daisha Ayu—putri sang ustadz yang berhati lembut dan shalihah. Tanpa disadari, perasaan itu tumbuh diam-diam, menyiksa shaka dalam keheningan.

Tapi bagaimana mungkin seorang mantan pengedar narkoba seperti dirinya pantas mencintai perempuan sebersih Hanindya?
Terlebih, Hanindya telah dijodohkan dengan Ustadz Ilyas—lelaki yang jauh lebih layak dibanding dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Perkataan yang diucapkan oleh ustadz Haidar membuat suasana terasa semakin berat, namun berbeda dari dugaan banyak orang, wajah Ustadz Ilyas tidak menunjukkan keterkejutan berlebihan. Ia hanya diam mendengarkan.

“Abi ingin membimbingnya,” ujar Ustadz Haidar pelan sementara tatapannya terlihat dalam. “Tapi Abi tidak bisa melakukannya sendiri.” ustadz Ilyas masih diam lalu Ustadz Haidar menatap lelaki muda di depannya. “Abi ingin nak Ilyas membantuku.”

Ruangan itu kembali sunyi. Angin subuh berhembus pelan dari jendela yang sedikit terbuka. Beberapa detik berlalu sebelum akhirnya Ustadz Ilyas berkata,

“Apa Abi yakin dia ingin berubah?” tanya ustadz Ilyas dengan tenang dan membuat Ustadz Haidar terdiam sejenak.

“Abi tidak tahu. Tapi tadi malam, Abi melihat sendiri bagaimana pemuda itu yang terlihat sangat lelah dengan kehidupan yang sedang dijalaninya saat ini. Dan Abi rasa untuk pertama kalinya dia ingin diselamatkan.”

Ustadz Ilyas menunduk pelan seolah memikirkan sesuatu lalu perlahan ia mengangkat wajahnya kembali.

“Kalau begitu saya akan membantunya, Abi.”

Jawaban itu keluar tanpa keraguan, tanpa penolakan dan tanpa rasa takut dari ustadz Ilyas, dan hal itu membuat wajah Ustadz Haidar perlahan berubah lega.

“Benarkah apa yang kau katakan itu, Ilyas? Apa kau sungguh mau membantu Abi untuk membimbing pemuda itu untuk berubah?”

Ustadz Ilyas mengangguk pelan.

“Kalau masih ada kesempatan untuk membuat seseorang kembali ke jalan Allah…”

tatapannya ustadz Ilyas terlihat tenang, "Maka kita tidak boleh menutup pintu itu untuknya.”

Kalimat itu membuat Ustadz Haidar tersenyum kecil. Ada rasa syukur yang begitu besar di dalam hatinya. Ia memang tidak salah memilih lelaki muda itu untuk mendampingi putrinya kelak. Ilyas bukan hanya alim, tapi juga memiliki hati yang lembut dan kesabaran yang besar.

“Abi senang mendengarnya.”

Ustadz Haidar menghela napas pelan. Entah kenapa setelah mendengar jawaban itu, hatinya sedikit lebih tenang. Mungkin karena sekarang ia tidak sendirian. Ada seseorang yang bisa membantunya membimbing Shaka.

Dan diam-diam ada harapan kecil yang mulai tumbuh dalam hati ustadz Haidar. Harapan bahwa suatu hari nanti Shaka bisa berubah menjadi lelaki baik. Mungkin tidak langsung dan butuh waktu lama, tapi setidaknya ada harapan. Bahkan dalam hati kecilnya, Ustadz Haidar sempat berharap kalau suatu hari nanti Shaka bisa menjadi pemuda saleh seperti Ilyas. Pemuda yang tenang dan pemuda yang hidupnya dekat dengan Tuhan meski saat ini rasanya masih sangat jauh.

“Sekarang dia ada di asrama lama sebelah timur, cobalah dekati dia perlahan, nak.” ujar Ustadz Haidar kemudian.

“Iya, abi.” jawab ustadz Ilyas sembari mengangguk.

“Abi rasa dia belum mudah percaya pada orang lain.”

Ustadz Ilyas memahami itu. Orang yang terlalu lama hidup di jalan keras biasanya memang sulit percaya. Apalagi setelah pengkhianatan dan luka yang mereka alami.

Namun ustadz Ilyas tidak terlihat gentar. Justru tatapannya terlihat penuh ketenangan.

“InsyaAllah saya akan mencoba.”

Tak lama kemudian suara ayam mulai terdengar samar dari kejauhan. Pertanda waktu subuh semakin dekat. Ustadz Ilyas pun perlahan berdiri.

“Saya ke asrama dulu, Abi.” ujar ustadz Ilyas yang membuat Ustadz Haidar mengangguk.

“Tolong bawa dia ke mushola, nak. Ajak Shaka sholat subuh berjamaah bersama santri yang lainnya”

“Iya, Abi.”

Setelah itu Ustadz Ilyas berpamitan dan keluar dari rumah ustadz Haidar. Udara subuh terasa dingin saat ia melangkah melewati halaman pesantren. Langkahnya tenang sementara sorot matanya terlihat penuh pikiran. Pemuda bernama Shaka itu terus terlintas di kepala ustadz Ilyas. Seorang pengedar narkoba yang menjadi target kejaran polisi sekarang tinggal di pesantren.

Tidak mudah, sama sekali tidak mudah. Namun entah kenapa, ustadz Ilyas merasa pemuda itu memang membutuhkan seseorang. Bukan untuk dihakimi tapi untuk dituntun.

Langkah ustadz Ilyas terus berjalan menuju area asrama. Lorong-lorong pesantren masih sepi. Beberapa santri mulai terlihat berjalan menuju tempat wudhu sambil membawa sarung di bahu mereka. Udara disekitar pondok pesantren dipenuhi suara lirih orang-orang yang mulai melafalkan zikir pagi. Beberapa menit kemudian Ustadz Ilyas sampai di depan kamar asrama yang ditempati Shaka. Ia berhenti sejenak di depan pintu lalu menarik napas pelan. Ustadz Ilyas sengaja datang sendiri karena ia tahu kalau ingin membantu seseorang seperti Shaka, hal pertama yang harus dibangun adalah kepercayaan. Sama seperti yang dilakukan Ustadz Haidar tadi malam.

Dan tanpa membuang waktu lebih lama lagi, Ustadz Ilyas perlahan mengangkat tangannya lalu mengetuk pintu kamar itu dengan pelan.

"Assalamualaikum, Shaka.... Bangun yuk, kita sholat shubuh." Panggil ustadz Ilyas sembari mengetuk pintu kamar Shaka berulang kali.

Di dalam kamar sederhana itu, Shaka masih tertidur pulas di atas kasur tipis yang digelar di lantai. Napasnya terdengar berat namun teratur. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia bisa tidur tanpa dihantui oleh rasa takut berlebihan. Tidak ada suara sirene polisi ataupun ancaman dari rekan-rekannya. Tidak ada ketakutan kalau seseorang tiba-tiba mendobrak pintu untuk menangkap atau membunuhnya. Tubuhnya yang selama ini selalu tegang akhirnya seperti menyerah pada rasa lelah yang menumpuk bertahun-tahun.

Karena itu saat suara ketukan tadi pertama kali terdengar, Shaka sama sekali tidak langsung terbangun. Ia hanya bergerak sedikit sambil mengerutkan kening dalam tidurnya.

Tok. Tok. Tok.

“Shaka...”

Panggilan itu kembali terdengar, kali ini sedikit lebih jelas. Alis Shaka berkerut semakin dalam. Kesadarannya mulai perlahan naik ke permukaan. Samar-samar ia mendengar suara seseorang sedang memanggil namanya dari luar kamar. Matanya bergerak pelan di balik kelopak matanya yang masih tertutup. Beberapa detik kemudian ia akhirnya membuka mata dengan berat. Langit-langit kamar yang asing langsung menyambut pandangannya. Shaka terdiam beberapa saat karena bingung, Lalu perlahan ingatan tentang malam tadi kembali memenuhi kepalanya.

Shaka mengusap wajahnya dengan pelan sambil menarik napas panjang. Ketukan di pintu kembali terdengar.

“Shaka... bangun yuk.”

Kali ini Shaka benar-benar sadar. Ia langsung bangkit duduk dengan rambut berantakan dan napas masih berat karena baru bangun tidur. Matanya menatap ke arah jendela kecil di kamar itu. Di luar masih gelap, hanya ada sedikit cahaya kebiruan pertanda subuh hampir tiba. Shaka mengusap tengkuknya pelan. Sudah lama sekali ia tidak tidur senyenyak tadi. Biasanya sedikit suara saja sudah cukup membuatnya terbangun dengan panik. Namun tadi malam tubuhnya benar-benar tumbang karena kelelahan.

Tok. Tok.

Shaka akhirnya berdiri dari tempat tidurnya.

Kakinya melangkah pelan menuju pintu kamar. Sesaat sebelum membuka pintu itu, ada sedikit rasa waspada yang muncul di dalam dirinya. Ia terbiasa curiga pada semua orang. Namun setelah mengingat dirinya berada di pesantren, rasa tegang itu perlahan sedikit mengendur. Shaka membuka pintu perlahan.

Ceklek.

Dan begitu pintu terbuka, pandangan Shaka langsung tertuju pada sosok lelaki muda yang berdiri di depan kamarnya. Shaka sedikit terdiam.

1
Putri_a_s
pake acara sumpah sumpahan lagi/Drowsy/
Yuni Avita
ozy ibarat musuh dalam selimut.
Yuni Avita
moga aja kamu cepat sadar dengan apa yang kamu lakukan, Ozy.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Biar ganteng Shaka 😁
Suhadi Mulyo
jangan bawa nama tuhan dengan mulut kotormu itu Ozy, nggak usah sok suci lho/Panic/
Suhadi Mulyo
tega banget kamu ozy/Smug/
Suhadi Mulyo
punya salah apa Shaka sama kamu Ozy? sampai kamu tega banget fitnah dia /Scowl/
Khumaira Nur Rahma
jahat banget kamu ozy, udah lempar batu sembunyi tangan, sekarang malah fitnah Shaka /Panic/
Suhadi Mulyo
bagus banget, ada cuplikan ayat Al-Qur'an nya juga, jadi tambah ilmu.
Suhadi Mulyo
ustadz Ilyas beruntung bisa dicintai oleh perempuan seperti Hanin😍
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
bagus Shaka harus move on dong.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Selagi mau berubah, Allah selalu dekatkan dgn org yg baik bukan. Good morning aku sempetin baca sebelum kerja💙
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Jodoh adalah bagian dari takdir Allah, namun ikhtiar menjemputnya tetap menjadi bentuk ketaatan.
Dengan ikhtiar, tawakal dan kesabaran, setiap langkah menuju jodoh bisa menjadi jalan ibadah yang diridhai Allah.
Kondisi dalam hubungan percintaan barangkali tidak akan semulus kelihatannya.
Tentu saja setiap orang akan selalu berharap mendapatkan pasangan yang ia cintai dan mencintai dirinya. Akan tetapi, dalam hidup tentu harus realistis.
Tidak semua yang kita inginkan itu bisa terwujud.
Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Allah.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui".
Percayakan kepada Allah yang Maha Mengetahui, Allah Sang Pemilik Hati Manusia. Jodohmu sudah diatur oleh-Nya...🤭
sakura
..
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
oh apakah Hanindiya itu anak ustadz Haidar.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Thor harusnya di tulis jga bawahnya surah mana atau hadis doa mana biar tahu para pembaca gitu.
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: bukan doa kak, tapi sholawat.
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
tanda hati Shaka mulai terenyuh.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
lagi dakwah kaya gini terus di bawahnya ada iklas dramashot mana tokohnya Hb lagi nggak etis banget ih 🤦
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
apakah ustadz Ilyas tau soal ini🤭
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
"Maula ya sholli wasallim daiman abada" adalah adalah sholawat yang termasuk bagian dari Qasidah Burdah.
Sholawat ini diciptakan oleh Imam Bushiri, penyair sekaligus ulama yang tersohor di kalangan umat Muslim.
Kata burdah secara bahasa diartikan sebagai mantel.
Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa burdah berasal dari kata bur’ah yang berarti shifa (kesembuhan).
Sholawat Burdah sendiri merupakan sajak-sajak pujian kepada nabi Muhammad SAW, pesan moral, nilai-nilai spiritual, semangat perjuangan, dan sebagainya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!