NovelToon NovelToon
Di Balik Niqab Maryam: Rahasia Pewaris Yang Terbuang

Di Balik Niqab Maryam: Rahasia Pewaris Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Anak Genius / CEO
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mysterious_Man

Diusir dan dihinakan akibat video fitnah keji, Aaliyah Humaira, putri seorang kyai besar, terpaksa menanggalkan identitasnya dan bersembunyi di balik niqab dan kode peretas legendaris 'H_Zero'. Namun, takdir pelariannya justru membawanya ke dalam pelukan Zayn Al-Fatih, CEO berdarah dingin penerus klan aristokrat mafia Eropa yang hidupnya dipenuhi ancaman pembunuhan. Saat rahasia triliunan dolar dan masa lalu leluhur mereka saling bertabrakan, Aaliyah dan Zayn harus menyatukan kejeniusan siber dan kekuatan militer untuk melawan sindikat pembunuh bayaran, dewan bangsawan yang rasis, dan konspirasi global. Ini bukan sekadar kisah cinta antara gadis pesantren dan sang Raja Es; ini adalah perang epik di mana iman, kecerdasan, dan peluru menjadi penentu kedaulatan sebuah negara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mysterious_Man, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: BENANG MERAH MASA LALU

​Malam telah melarut di langit Jakarta, namun bagi penghuni lantai sepuluh Rumah Sakit Medika, waktu seolah berhenti berputar pada satu titik: jemari manis Aaliyah Humaira yang kini dihiasi sebuah cincin berlian dengan ukiran kaligrafi yang begitu indah. Di dalam ruang rawat VVIP yang kini dijaga ketat oleh dua lapis pengawal bersenjata, Aaliyah duduk bersandar di kursi samping ranjang ayahnya. Matanya tak lepas menatap cincin itu, membiarkan pantulan cahayanya bermain di matanya yang sayu.

​(Batin Aaliyah: Ya Allah... apakah ini benar-benar terjadi? Cincin ini... beban yang terasa di jari hamba ini bukan hanya berat logamnya, melainkan berat janji yang Zayn ucapkan di depan seluruh dunia. Dia mempertaruhkan segalanya—reputasinya, hartanya, bahkan harga dirinya—hanya untuk menutup mulut para pemfitnah itu dengan satu kata: 'Istri'. Mengapa takdir membawaku sejauh ini? Dari seorang pelayan yang dihina bau kemiskinan, kini menjadi calon permaisuri di istana pria yang paling ditakuti. Ayah... andai engkau bangun sekarang, apakah engkau akan merestui pria dingin ini? Pria yang hatinya keras seperti karang, namun entah mengapa, hamba merasa dialah satu-satunya karang yang sanggup menahan ombak fitnah yang ingin menenggelamkan hamba.)

​Zayn Al-Fatih berdiri di depan jendela kaca besar yang menghadap kerlip lampu kota. Ia telah melepas jasnya, hanya menyisakan kemeja putih dengan lengan yang digulung, memperlihatkan guratan urat tangannya yang tegas. Wajahnya tetap kaku, namun jika seseorang melihat lebih dekat, ada kelelahan yang luar biasa di matanya.

​(Zayn membatin: Aku sudah melakukannya. Aku sudah melempar dadu paling berisiko dalam hidupku. Menikahi Aaliyah adalah cara tercepat untuk membungkam publik, tapi aku tahu ini bukan sekadar strategi bisnis. Setiap kali aku menggenggam tangannya di depan kamera tadi, ada sebuah getaran yang tidak pernah kurasakan selama tiga puluh tahun hidupku. Sebuah keinginan untuk melindungi yang melampaui logika. Sutan... kau pikir kau sudah menang dengan foto itu? Kau salah. Kau baru saja memaksaku untuk mengikat wanita ini selamanya di sisiku. Dan aku tidak akan membiarkanmu bernapas tenang sebelum aku tahu siapa kau sebenarnya dan mengapa kau begitu terobsesi dengan kehancuran Al-Azhar.)

​"Zayn..." suara Aaliyah yang lembut memecah kesunyian.

​Zayn berbalik, matanya melembut sesaat saat menatap Aaliyah. "Kenapa belum tidur? Dokter bilang kau butuh istirahat setelah kejadian di kolam dan tekanan media tadi."

​"Saya tidak bisa tidur sebelum tahu siapa 'S' yang sebenarnya," Aaliyah menarik laptop tipisnya yang kini sudah kembali ke tangannya. "Bantu saya, Zayn. Berikan saya akses ke data pribadi Baskoro Group yang paling dalam. Saya ingin melacak hubungan Sutan dengan keluarga Anda."

​Zayn melangkah mendekat, duduk di kursi di hadapan Aaliyah. Ia menyerahkan sebuah drive kecil yang berisi data-data intelijen korporat miliknya. "Baskoro selalu menyebut Sutan sebagai keponakan jauh dari pihak istrinya. Tapi aku curiga dia lebih dari itu. Dia muncul entah dari mana saat perusahaan Baskoro hampir bangkrut lima tahun lalu."

​Jemari Aaliyah mulai menari di atas keyboard. Suara klik-klik yang cepat memenuhi ruangan. Monitor laptopnya berubah menjadi hitam dengan barisan kode-kode hijau yang terus bergulir. Ia masuk ke dalam jalur peretasan tingkat tinggi yang hanya dikuasai oleh H_Zero.

​(Batin Aaliyah: Bismillah... tunjukkan jalannya, ya Rabb. Siapa pria berjas abu-abu itu? Mengapa dia memiliki kebencian yang begitu murni terhadapku dan Zayn? Logikanya, jika ini hanya soal bisnis, dia tidak perlu menghancurkan pesantren Ayah. Dia ingin sesuatu yang lebih... dia ingin penderitaan jiwa kami. Aku akan menelusuri sejarah kelahirannya, setiap transaksi bank yang pernah dia lakukan, hingga catatan medisnya.)

​Setelah tiga puluh menit pencarian yang intens, Aaliyah berhenti. Wajahnya mendadak pucat di balik niqabnya.

​"Zayn... lihat ini," bisik Aaliyah, suaranya bergetar.

​Zayn mencondongkan tubuhnya, menatap layar laptop Aaliyah. Di sana terpampang sebuah dokumen lama dari sebuah yayasan panti asuhan di pinggiran Jakarta yang kini sudah ditutup. Dokumen itu tertanggal dua puluh tahun yang lalu. Ada sebuah foto tiga orang anak laki-laki yang sedang duduk bersama di atas ayunan yang berkarat.

​"Itu... itu aku," Zayn menunjuk salah satu anak di foto tersebut. Anak laki-laki yang tampak sangat kurus dengan mata yang dingin bahkan di usia muda.

​"Dan ini... lihat anak di sebelahmu," Aaliyah memperbesar bagian foto itu. Anak itu memiliki luka parut kecil di telinga kirinya—luka yang sama dengan Sultan. Tapi di dokumen itu, namanya bukan Sultan. Namanya adalah Aditya.

​"Aditya?" Zayn mengernyitkan dahi. "Aku ingat dia. Dia adalah temanku di panti asuhan sebelum aku diadopsi oleh keluarga Al-Ghifari. Tapi... tunggu. Nama belakangnya di sini... Al-Fahri?"

​Aaliyah terus menggulirkan data tersebut. "Dia adalah anak dari pria bernama Sutan Al-Fahri Senior. Zayn... Ayah Anda dulu, sebelum mengadopsi Anda, adalah rekan bisnis dari Ayah Aditya. Terjadi kecelakaan besar di proyek mereka... Ayah Aditya bangkrut dan... meninggal karena bunuh diri. Aditya menyalahkan keluarga Al-Ghifari atas kematian ayahnya."

​(Zayn membatin: Ya Tuhan... aku ingat sekarang. Ayah Al-Ghifari pernah menceritakan tentang mitra bisnisnya yang bunuh diri. Tapi aku tidak pernah tahu bahwa anak yang dulu bermain bersamaku di panti asuhan adalah anak pria itu. Jadi dia mengganti namanya menjadi Sultan untuk masuk ke keluarga Baskoro? Dia merencanakan ini selama dua puluh tahun? Balas dendam yang sangat panjang dan rapi. Tapi... apa hubungannya dengan Al-Azhar?)

​"Zayn, lihat dokumen satu lagi," Aaliyah membuka file lain, sebuah laporan kepolisian tentang kecelakaan di proyek tersebut dua puluh tahun lalu. "Pria yang menjadi saksi kunci dan memberikan bukti bahwa Ayah Sutan/Aditya melakukan korupsi hingga dia bangkrut... saksi itu adalah... Abdullah bin Ahmad."

​"Ayahmu..." gumam Zayn tak percaya.

​DEGG!

​Aaliyah menutup mulutnya dengan tangan yang gemetar. Air mata jatuh membasahi cadarnya.

​(Batin Aaliyah: Jadi ini alasannya... Ya Allah, benang merah ini begitu menyesakkan! Ayah hamba memberikan kesaksian jujur tentang korupsi Ayah Sultan dua puluh tahun lalu, dan Zayn adalah anak angkat dari orang yang dia anggap merampas kekayaan ayahnya. Sultan tidak hanya ingin menghancurkan Zayn, dia ingin menghancurkan orang yang menjebloskan ayahnya ke dalam kehinaan. Dia menunggu dua puluh tahun untuk menghancurkan kami berdua sekaligus! Dia memfitnahku karena dia ingin menghancurkan jantung pertahanan Ayah hamba—yakni kehormatan putrinya.)

​Keheningan yang mencekam menyelimuti ruangan. Mereka berdua terdiam, menyadari bahwa pernikahan dan pertemuan mereka bukanlah sebuah kebetulan yang acak, melainkan puncak dari sebuah dendam yang sudah matang.

​Zayn mengepalkan tangannya. "Dia menggunakanmu sebagai senjata untuk menghancurkan Kyai Abdullah, dan dia menggunakanmu untuk membuatku terlibat dalam skandal. Dia ingin kita saling menghancurkan."

​Zayn menatap Aaliyah dengan tatapan yang penuh dengan rasa penyesalan. "Maafkan aku, Aaliyah. Ternyata kau menderita karena masa laluku dan ayahku. Jika saja aku bukan seorang Al-Ghifari, mungkin kau tidak akan pernah mengalami fitnah ini."

​Aaliyah menggeleng perlahan. Ia meraih tangan Zayn—kali ini dengan keberanian yang nyata. "Jangan bicara seperti itu, Zayn. Ayah saya memberikan kesaksian karena itu adalah kebenaran. Dan Anda... Anda tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi dua puluh tahun lalu. Kita berdua adalah korban dari dendam Sultan yang tidak pernah padam. Tapi sekarang, kita tahu siapa dia. Dia bukan lagi hantu yang tak terlihat."

​(Zayn membatin: Sentuhan tangannya... mengapa begitu hangat? Dia baru saja tahu bahwa keluargaku secara tidak langsung menjadi penyebab semua penderitaannya, tapi dia malah menguatkanku? Wanita macam apa kau ini, Aaliyah? Bagaimana bisa hatimu seluas ini? Aku bersumpah, Sultan... kau telah membangunkan raksasa yang salah. Jika kau ingin menggunakan sejarah untuk menghancurkan kami, maka aku akan menggunakan masa depan untuk menguburmu selamanya.)

​Zayn berdiri, ia mengambil ponselnya dan menelepon Ben. "Ben, kerahkan seluruh tim investigasi. Aku ingin biodata lengkap Sultan Al-Fahri alias Aditya sejak dia keluar dari panti asuhan. Dan pastikan pesantren Al-Azhar dijaga oleh tim militer swasta mulai malam ini. Tidak ada satu lalat pun yang boleh masuk tanpa izinku."

​Zayn menutup teleponnya, lalu kembali menatap Aaliyah. "Besok, aku akan membawamu pulang ke Al-Azhar. Kita akan menunjukkan pada warga di sana bahwa kita punya bukti keterlibatan Sultan dalam kecelakaan dua puluh tahun lalu yang mendasari motif fitnahnya sekarang. Kita akan bersihkan nama ayahmu secara total."

​"Zayn... terima kasih," bisik Aaliyah.

​Zayn mengusap kepala Aaliyah yang tertutup hijab dengan lembut. "Istirahatlah. Besok akan menjadi hari yang panjang. Kita akan menghadapi warga yang mungkin masih terhasut. Kau harus kuat."

​Di tempat lain, di sebuah apartemen mewah yang remang-remang, Sultan duduk di depan meja yang dipenuhi botol minuman keras. Ia menatap layar televisi yang masih menyiarkan berita lamaran Zayn dan Aaliyah. Sebuah foto masa kecil mereka bertiga di panti asuhan terbakar di atas asbak.

​(Batin Sultan: Kalian pikir penemuan identitas asliku akan mengubah segalanya? Tidak, Zayn. Justru ini yang aku inginkan. Aku ingin kau tahu bahwa pria yang akan menghancurkanmu adalah anak yang dulu kau bagi rotinya di panti asuhan. Dan Aaliyah... ayahmu adalah orang yang membuat ibuku mati dalam kemiskinan setelah ayahku bunuh diri. Kalian berdua adalah lambang dari segala sesuatu yang aku benci di dunia ini! Lamaran itu... itu hanya akan membuat kejatuhan kalian terasa lebih menyakitkan. Nikmatilah cincin itu, Aaliyah... karena sebentar lagi, cincin itu akan menjadi jeratan yang mencekik lehermu di depan pengadilan publik!)

​Sultan mengambil ponselnya dan mendial sebuah nomor. "Aktifkan Rencana C. Sebarkan bukti bahwa Aaliyah sebenarnya sedang mengandung anak dari pria lain di Singapura, dan Zayn hanya menikahinya untuk menutupi aib demi saham. Aku ingin besok saat mereka sampai di pesantren, warga menyambut mereka dengan batu, bukan doa."

​Sultan tertawa terbahak-bahak, sebuah tawa yang terdengar sangat mengerikan di tengah kesunyian malam.

​Sinetron kehidupan ini semakin mendekati puncaknya. Benang merah masa lalu telah terungkap, namun jaring-jaring fitnah baru justru semakin erat melilit. Esok hari, di depan reruntuhan Al-Azhar, cinta dan kehormatan mereka akan diuji dalam level yang paling brutal.

1
Rita Rita
sultan memang iblis,,, meski udah dihantam kuat dengan tabung oksigen masih lagi sehat walafiat,,
Rita Rita
orang jahat memang selalu menang duluan,,🤭
Rita Rita
dari part ke part menegangkan,, Aaliyah bener bener wanita kuat,,yg cerdas dan genius. dia berjuang sendiri demi cinta pertama nya sang ayah tercinta,,
Sri Jumiati
ceritanya bagus
Rita Rita
meski tegang masih ada sisi romantis nya. Zayn bisa aja bikin Aaliyah baper kalo ga sedang kritis keadaan,,
Rita Rita
cieee Zayn,,, belum apa apa udah mengklaim permaisuri ku🤭🤣😍😍
moga ditengah badai dusta ketulusan hati menghancurkan fitnah keji
Zulfa
bagus ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!