NovelToon NovelToon
BENCI SETIPIS TISU: OBSESI TUAN MUDA ARGIAN

BENCI SETIPIS TISU: OBSESI TUAN MUDA ARGIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

Dunia Aiswa runtuh saat Devan Argian, investor berkuasa yang dingin, mengklaimnya secara sepihak. Bukan sekadar lamaran, ini adalah jeratan. Demi ambisinya, Devan tak segan mengancam nyawa orang-orang tercinta Aiswa. Nasib adiknya yang bekerja sebagai operator alat berat di Kalimantan kini di ujung tanduk; satu perintah dari Devan bisa menghancurkan masa depan, bahkan nyawanya.

​Terjepit antara rasa benci dan keselamatan keluarga, Aiswa terpaksa tunduk dalam "penjara emas" sang tuan muda. Namun, di balik dominasi gelap Devan, hadir Zianna, putri kecil sang investor yang sangat menyayanginya. Akankah ketulusan Zianna dan pesona posesif Devan mampu mengikis kebencian Aiswa hingga setipis tisu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Investor di Balik Bayang-bayang

Malam harinya, rumah Aiswa kembali kedatangan tamu. Kali ini bukan mobil mewah yang membelah jalanan, melainkan mobil sederhana milik Aditya. Mendengar kekasihnya sakit akibat alergi yang kambuh, Aditya langsung meluncur dengan sekotak bubur hangat dan buah-buahan.

Sikapnya yang sopan dan tutur katanya yang lembut selalu membuat orang tua Aiswa menyambutnya dengan tangan terbuka. Di dalam kamar, Aiswa menceritakan detail kejadian di Bali,minus bagian bersandar di bahu Devan di dalam jet pribadi, tentu saja.

"Jadi, dia benar-benar mengantarmu sampai ke depan pintu?" tanya Aditya sambil menyuapi Aiswa perlahan.

"Iya, Mas. Terus anaknya itu, si Zianna, masa tiba-tiba nanya ke Mama boleh nggak kalau aku jadi Mamanya. Aku rasanya mau pindah planet saja detik itu juga!" keluh Aiswa dengan ekspresi wajah yang berlebihan, membuat Aditya terkekeh.

"Itu artinya dia orang baik, Sayang. Dia merasa bertanggung jawab karena kamu sakit di acaranya. Jangan terlalu membencinya, nanti jadi cinta lho," ujar Aditya tenang, sangat tenang.

Aiswa menghentikan kunyahannya, menatap Aditya dengan dahi berkerut.

"Mas... ini orang punya niat mau merebut aku dari kamu, lho. Kamu malah puji dia? Kamu nggak cemburu apa?"

Aditya tersenyum, lalu dengan lembut merapikan anak rambut Aiswa yang berantakan di dahi.

"Mas percaya kamu, Ai. Mas tahu hati kamu ada di mana."

Aiswa hanya bisa mendesah pasrah.

Mas percaya aku iya, tapi aku yang hampir gila karena ulah bapak sultan itu nggak ada yang percaya! batin Aiswa gemas.

"Sayang... jangan berpikir Mas nggak peduli. Mas khawatir, tentu saja. Tapi Mas nggak mau emosi malah membuat kita nggak fokus. Kamu tahu kan Mas lagi berjuang bangkit setelah bisnis Mas hampir hancur kemarin?" lanjut Aditya lagi, menggenggam tangan Aiswa.

Aiswa tersenyum kecut. Sebenarnya, ada bagian kecil di hatinya yang bertanya-tanya, Kenapa Aditya tidak pernah meledak? Kenapa dia tidak pernah menunjukkan sisi posesifnya?

Aiswa selalu merasa dialah yang paling dominan dalam hubungan ini. Dia yang selalu over-sharing, dia yang selalu klarifikasi kalau ada laki-laki lain yang mendekat karena takut Aditya cemburu, padahal Aditya selalu menanggapi dengan senyuman "percaya".

Kadang, Aiswa merasa hubungannya ini terlalu... aman. Seperti rumah yang nyaman tapi nggak punya pagar pelindung. Berbeda dengan Devan yang auranya seperti badai yang siap melahap apa saja.

"Bisnis kamu... gimana sekarang?" tanya Aiswa mengalihkan pembicaraan.

"Alhamdulillah sudah membaik, Sayang. Mas dapat investor baru yang sangat royal. Modal sudah cair, dan restoran bisa jalan lagi dengan konsep baru," jelas Aditya dengan mata berbinar.

"Doakan ya, kalau ini sukses, Mas bisa segera melamar kamu secara resmi."

Aiswa tersenyum tulus.

"Aamiin, Mas. Aku selalu doakan."

Di sisi lain kota Jakarta, suasana jauh lebih dingin dan mencekam. Di ruang kerja pribadinya yang sangat luas, Devan Argian sedang menyesap kopi pahit tanpa gula. Lucas berdiri di hadapannya, menyerahkan sebuah map cokelat tebal.

"Ini semua informasi yang Tuan minta mengenai Aditya, kekasih Nona Aiswa," ujar Lucas formal.

"Terima kasih. Kamu bisa pulang dan istirahat, Lucas."

Lucas tersenyum tipis, sebuah senyum kemenangan karena akhirnya bisa tidur sebelum jam 12 malam.

"Terima kasih, Tuan."

Setelah kepergian Lucas, Devan membuka map tersebut. Matanya menelusuri setiap baris informasi dengan teliti. Aditya memiliki latar belakang yang mengagumkan. Berjuang dari nol, mulai dari warung mie pinggir jalan hingga memiliki restoran besar yang cukup ternama. Karakter yang gigih dan baik.

Namun, senyum miring muncul di bibir Devan saat matanya menangkap satu baris data krusial, Lembaga Investasi 'Global Alpha' baru saja menyuntikkan dana sebesar 5 Miliar Rupiah ke restoran milik Aditya.

Devan menyandarkan tubuhnya ke kursi kulit mahalnya. Global Alpha adalah salah satu anak perusahaan rahasia di bawah naungan Argian Group yang ia gunakan untuk "bermain" di belakang layar.

"Kamu orang yang baik, Aditya. Sangat baik," gumam Devan sambil menatap foto Aditya yang terlampir di dokumen itu.

Tatapan Devan berubah menjadi sangat gelap dan mengerikan.

"Sangat baik untuk dijadikan teman... tapi sayangnya, kamu memegang sesuatu yang sudah aku klaim sebagai milikku."

Devan menutup map itu dengan keras. Ia sudah memegang leher bisnis Aditya. Dengan satu jentikan jari, ia bisa membuat Aditya terbang setinggi langit, atau menjatuhkannya ke jurang terdalam hingga pria itu tak punya apa-apa lagi untuk melamar Aiswa.

"Kita lihat seberapa kuat 'kepercayaan' kamu itu, saat duniamu mulai aku runtuhkan pelan-pelan," desis Devan.

Di telinganya, ia masih bisa mendengar rekaman suara Aiswa yang tadi siang berkata ingin "mengurung Devan ke dalam karung".

"Silakan pakai karungnya, Aiswa... karena setelah ini, tidak akan ada tempat lain bagimu untuk berlari selain ke arahku," gumam Devan sambil menatap layar CCTV yang memperlihatkan Zianna yang tidur nyenyak, memegang boneka pemberian Aiswa.

1
Ibu² kang Halu🤩
𝚔𝚎𝚛𝚎𝚗𝚗 𝚒𝚑 𝚌𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊𝚗𝚢𝚊, 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚊𝚍𝚊 𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚐𝚊𝚔 𝚗𝚒𝚑 𝚔𝚊𝚔 𝚊𝚞𝚝𝚑𝚘𝚛???
Ibu² kang Halu🤩: oke kak. semangat ya💪💪 sehat selalu kak🤗
total 2 replies
Lisa
👍 Gercep aj nih si Devan 😊
Lisa
Ceritanya makin asyik nih 😊
Lisa: sama² Kak Ai
total 2 replies
Lisa
Rejeki nomplok utk Lucas nih 😊👍
Lisa
Ceritanya menarik juga nih
Ai_Li: Terima kasih kak sudah baca🥰
total 1 replies
Lisa
Aku mampir Kak
Lisa: Amin..sama² Kak..
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!