NovelToon NovelToon
Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romansa Fantasi / Bad Boy
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

cinta pertama jaman aku SMP sulit sekali aku lupakan... kenangan manis nya masih sama dan luka semasa SMA juga yang sulit aku lupa.. hingga suatu hari sahabat terdekat yang dari lahir udah barengan sama aku! kenalkan aku sama dia.. Tutor nakal ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 15

 ...

  Satu bulan telah berlalu sejak insiden jantung copot di Alfamart itu. Bagi Jelita, hidupnya kembali ke ritme yang tampaknya aman. Setiap kali kelas berakhir, sebelum dia sempat memikirkan "hantu masa lalu", sebuah Porsche hitam sudah menderu di depan lobby. Langit, dengan kacamata hitam dan senyum miringnya, selalu setia menjadi orang pertama yang dilihat Jelita begitu keluar dari gedung fakultas.

Namun, di balik tembok-tembok megah universitas yang sama, sebuah drama bisu sedang berlangsung.

Yayan resmi menjadi mahasiswa pindahan. Dia memilih kampus ini bukan karena prestisenya, bukan karena jurusannya, tapi karena satu informasi valid dari temannya: "Jelita Anna Tasya kuliah di sana, Yan. Fakultas Ekonomi."

Tapi semesta sedang ingin bermain petak umpet. Yayan, pria yang sanggup mengendarai motor besar membelah provinsi, ternyata adalah korban nyata dari penyakit buta map. Gedung Fakultas Ekonomi yang luasnya minta ampun itu terasa seperti labirin tanpa ujung baginya.

"Sial... ini Gedung C atau Gedung E sih?" umpat Yayan sambil memutar-mutar ponselnya yang menampilkan peta kampus yang sama sekali tidak membantunya.

Sudah satu bulan Yayan berkeliling. Dia makan di kantin pusat, dia duduk di perpustakaan, dia bahkan sengaja lewat di depan ruang dekanat berkali-kali. Tapi sosok Jelita seolah menjadi fatamorgana. Dia tidak tahu bahwa setiap kali dia masuk ke satu lorong, Jelita baru saja keluar dari lorong lainnya—selalu ditarik oleh Langit yang tidak sabaran.

...----------------...

"Jee, lo kok hari ini telat lima menit keluarnya? Ada dosen yang mau gue ajak duel?" celetuk Langit saat Jelita masuk ke dalam mobil dengan napas terengah-engah.

Jelita tertawa, meletakkan tasnya di jok belakang. "Dosennya lagi semangat banget, Lang. Jangan aneh-aneh deh."

Langit menarik dagu Jelita, menatapnya dengan tatapan lapar yang biasa. "Gue nggak suka nunggu, lo tau itu. Lima menit gue di sini itu setara dengan lima tahun kerinduan, Sayang."

"Lebay!" Jelita mencubit lengan Langit, tapi hatinya menghangat.

Tanpa Jelita sadari, hanya berjarak sepuluh meter dari mobil mereka, Yayan sedang berdiri di balik pohon besar, sibuk bertanya pada seorang mahasiswa tentang arah "Gedung Akuntansi". Dia sama sekali tidak menoleh ke arah Porsche hitam itu. Pikirannya terlalu fokus pada koordinasi GPS yang payah, sementara Langit terlalu fokus pada bibir Jelita yang hari ini terlihat sangat mengundang.

"Ayo balik ke apartemen. Gue udah beli bahan makanan buat kita masak—atau lebih tepatnya lo yang masak, gue yang gangguin," ajak Langit sambil mengedipkan mata nakal.

Porsche itu melesat keluar gerbang, tepat saat Yayan akhirnya menemukan gedung yang benar. Namun, saat Yayan sampai di lobby, tempat itu sudah kosong. Hanya ada aroma parfum maskulin yang tertinggal di udara—aroma yang sangat ia kenal sebagai aroma saudara kandungnya, namun ia abaikan karena rasa frustrasinya.

...----------------...

Minggu ketiga, Yayan mulai merasa gila. Dia duduk di kantin Ekonomi, memesan es teh manis sambil terus menyisir setiap wajah yang lewat. Dia tidak tahu bahwa tepat di belakang punggungnya, Windi sedang asyik bergosip dengan Jelita.

"Jee, Langit beneran nggak mau lo balik telat ya semalem?" tanya felicya sambil menyuap baksonya.

"Hampir aja dia jemput gue ke rumah Nyokapnya kalau gue nggak buru-buru pesen ojek," jawab Jelita sambil tertawa.

Suara tertawa Jelita sempat membuat Yayan menoleh. Jantungnya bergetar. Dia mengenali tawa itu. Namun, tepat saat Yayan memutar tubuhnya, seorang mahasiswa besar menumpahkan kuah soto di baju Yayan.

"Aduh, maaf Bang! Maaf banget!" seru mahasiswa itu panik.

Yayan sibuk mengelap bajunya yang panas, dan saat dia kembali menoleh ke arah meja di belakangnya, Jelita dan felicya udah berdiri, berjalan menuju pintu keluar karena ponsel Jelita bergetar—pesan dari Langit: "Gue udah di depan. 3 menit lo nggak muncul, gue masuk ke dalem pake toa."

Lagi-lagi, selisih waktu sepuluh detik menyelamatkan atau menghancurkan pertemuan itu.

...----------------...

Malam harinya, di rumah Mama, Langit melihat saudaranya duduk di teras dengan wajah yang lebih suram dari biasanya. Yayan terlihat seperti pria yang baru saja kalah judi satu miliar.

"Masih belum ketemu juga tuh 'hantu' SMP lo?" ejek Langit sambil duduk di samping Yayan, menyodorkan sekaleng soda.

Yayan mendengus. "Gue yakin dia di kampus itu, Lang. Tapi gue berasa kayak lagi nyari jarum di tumpukan jerami. Kampusnya kegedean, atau gue yang emang tolol soal arah."

Langit tertawa terbahak-bahak, suara tawanya memecah kesunyian malam. "Makanya, Yan! Gue bilang apa? Dunianya udah beda. Mungkin dia emang nggak mau ditemuin sama lo. Mending lo ikut gue besok, gue mau ngenalin lo sama cewek gue. Biar lo seger dikit liat cewek cantik yang nggak horor kayak kenangan lo."

Yayan hanya tersenyum kecut. "Besok gue ada kelas pengganti, Lang. Lain kali aja."

"Gaya lo sok sibuk! Padahal palingan lo cuma bakal muter-muter di parkiran karena nggak tau jalan ke kelas sendiri," ledek Langit lagi. dia sengaja menyindir yayan yang buta map mencari hantu masalalunya

Langit tidak tahu bahwa dia baru saja mengajak Yayan untuk bertemu dengan "hantu"-nya sendiri. Dan Yayan, dengan ketololan arahnya, baru saja menolak kesempatan emas untuk mengetahui kenyataan pahit itu.

...----------------...

Saat malam semakin larut, Langit masuk ke kamarnya dan memulai ritual wajibnya: Sleep Call dengan Jelita. Di kamar sebelah, Yayan yang hanya terpisah dinding tampa kedap suara, kembali harus menjadi saksi bisu kemesraan saudaranya.

"Sayang... besok gue jemput lebih pagi ya. Gue kangen liat lo pake baju yang warna biru waktu itu," suara Langit terdengar serak dan menggoda.

Yayan menarik bantal, menutup telinganya rapat-rapat. Dia merasa muak sekaligus iri. Mengapa Langit bisa dengan mudah menemukan kebahagiaan, sementara dia harus terjebak dalam labirin kampus dan penyesalan?

"Iya, Lang... tapi jangan berisik di depan lobby ya. Malu tau," suara Jelita terdengar samar dari ponsel Langit yang diletakkan di atas nakas.

Yayan membeku. Dia merasa suara itu... suara itu sangat mirip dengan suara yang dia dengar di kantin tadi siang. Tapi logikanya membantah. Nggak mungkin. Nama Jelita itu banyak. Suara cewek lembut juga banyak.

"Besok gue kasih reward buat lo kalau lo nurut. Mau apa? Cokelat? Atau mau 'tutor' tambahan dari gue?" Langit tertawa sengklek, tawa yang membuat Jelita di seberang sana hanya bisa mengumpat gemas.

"Sesat lo, Lang! Udah ah, gue mau tidur."

"Mimpiin gue ya, Tembok Beton gue."

Panggilan itu berakhir. Langit tertidur dengan senyum puas, sementara Yayan terjaga hingga subuh, menatap langit-langit kamar sambil memegang foto Jelita yang sudah mulai kusam. Dia bersumpah, besok dia tidak akan tersesat lagi. Dia akan menunggu di gerbang utama, dari pagi sampai sore, sampai dia melihat Jelita lewat di depannya.

1
Vike Kusumaningrum 💜
Gimana ceritanya itu, maksapun kamu udah telat Yan, Langit udah jauuuuh merubah Jelita, bahkan udah icip2 jg. lah kamu ???

susah jadi dirimu Jee. mana sodaraan pula. 🤦‍♀️
jhiee: kedua nya boleh gak beb😭😭😭 soalnya aku aja dilema.. mau milih siapa🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
akan kan mereka bertemu ??

hohoho jawbanya ada di tangan kk author tercinta ini 🤣🤣🤣
jhiee: hahaha rahasia🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
🤣🤣🤣🤣masih jadi misteri , kucing agen rahasia 🤣🤣🤣
Desy Bengkulu
ngakak aku baca nya kak dari awal sampek yg ini , makan kurma si langit ngajarin yg enggak² berjung uji nyali kesabaran , tapi bagus sih, si langit bisa jaga kehormatan jelita
jhiee: sebenarnya ini novel harus di kasih label 21+ 🤣 karena ini gendre nya agak beda dari yang lain😭kalau di novel lain lebih mementingkan etika kalau di sini trabas aja🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!