NovelToon NovelToon
Takdir Yang Dipaksakan Cinta Yang Ditemukan

Takdir Yang Dipaksakan Cinta Yang Ditemukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dosen / Misteri
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: noel_piss

Alya, seorang mahasiswi cerdas dan mandiri, dipaksa menerima perjodohan dengan dosennya sendiri.

Arka, pria dingin dan tegas yang menyimpan masa lalu kelam. Hubungan yang awalnya penuh penolakan berubah menjadi konflik batin, kecemburuan, dan rahasia yang perlahan terungkap.

Di antara kewajiban, harga diri, dan cinta yang tumbuh diam-diam, mereka harus memilih: bertahan dalam keterpaksaan, atau memperjuangkan perasaan yang tak pernah direncanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noel_piss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

###

Pagi itu, udara di kampus terasa segar. Suara mahasiswa bercampur dengan kicau burung yang hinggap di pohon-pohon rindang. Alya berjalan menuju fakultas dengan langkah tenang, membawa tas berisi buku catatan dan laptopnya. Di pikirannya, hari ini bukan hanya hari kuliah biasa. Ia akan bertemu dengan Arka, dan orang tuanya juga dijadwalkan akan bertemu dengan dosennya.

Arka sudah menunggunya di depan ruang kelas. Matanya menatap Alya dengan serius, namun ada hangat yang samar di balik ketegasan itu. Ia tersenyum tipis ketika melihat Alya mendekat.

“Alya, kau siap?” tanyanya lembut.

“Siap, Pak. Aku sudah menunggu,” jawab Alya sambil tersenyum.

Setelah kelas selesai, mereka berjalan bersama menuju kafe kecil di dekat kampus. Suasana sore yang hangat dan teduh membuat percakapan mereka lebih rileks.

“Alya… aku ingin kita bicara soal langkah selanjutnya. Aku tahu hubungan ini tidak mudah, tapi aku ingin kita mencoba lebih terbuka dengan orang tua,” kata Arka sambil menatap Alya.

Alya mengangguk. “Aku juga merasa saatnya mereka tahu, Pak. Aku ingin mereka memahami keadaan ini, bukan hanya sebagai perjodohan, tapi juga soal perhatian yang sudah ada.”

Beberapa jam kemudian, Alya dan Arka tiba di rumah Alya. Orang tua Alya sudah menunggu dengan hangat. Ibu Alya tersenyum sambil menatap putrinya.

“Alya, Nak… Pak Arka, senang akhirnya kita bisa bertemu,” kata ibu Alya lembut.

“Ibu, Bapak… terima kasih telah menerima saya,” jawab Arka sopan.

Bapak Alya menatap Arka serius tapi tidak menakutkan. “Pak Arka, kami ingin memastikan bahwa Alya berada di tangan yang tepat. Kau tahu, hubungan ini dimulai dengan perjodohan, jadi kami ingin jelas niat dan tanggung jawabnya.”

Arka menunduk sejenak, kemudian menatap bapak Alya. “Pak, saya menyadari tanggung jawab ini. Saya ingin Alya merasa aman, dihargai, dan dihormati. Saya tahu awalnya ini bukan pilihan kami, tapi saya ingin menjaganya dengan sungguh-sungguh.”

Percakapan itu berlangsung hangat. Ibu Alya tersenyum lega. “Bagus. Yang penting adalah kejujuran dan niat baik. Jika Alya merasa nyaman, kami percaya Pak Arka bisa menjaga dan menghargainya.”

Alya duduk di antara kedua orang tuanya dan Arka, hatinya hangat. Ia menyadari bahwa meski awalnya dipaksa, perasaan mulai tumbuh dari perhatian dan pengertian yang nyata.

Sore itu, mereka berbicara panjang tentang hal-hal ringan, makanan favorit Alya, pengalaman masa kecil, bahkan beberapa kebiasaan Arka yang membuat Alya tersenyum. Setiap percakapan memberi rasa nyaman dan perlahan meredakan rasa canggung yang awalnya ada.

“Alya… aku ingin kau tahu, aku tidak ingin kau merasa terpaksa dalam setiap hal. Aku ingin perhatian yang kuberikan benar-benar untukmu, bukan sekadar kewajiban,” kata Arka, menatap Alya dengan serius.

“Aku mengerti, Pak. Aku juga ingin belajar menghargai dan memahami Bapak. Aku merasa lebih tenang sekarang setelah melihat kedua orang tua kita mulai mengerti,” jawab Alya.

Beberapa hari berikutnya, kedekatan mereka makin terlihat. Di kampus, Arka sesekali mengajak Alya berdiskusi soal tugas, memberi saran, atau hanya menanyakan kabarnya. Alya mulai merasa nyaman, hatinya yang awalnya ragu, perlahan menerima bahwa meski ini dimulai dari perjodohan, ada rasa tulus dan perhatian diam-diam yang tumbuh.

waktu pun menjelang sore, Alya dan Arka duduk di taman kampus, menikmati secangkir kopi hangat. Angin sepoi-sepoi menerpa rambut Alya, dan Arka menatapnya dengan mata lembut.

“Alya, aku ingin kita saling terbuka. Jika ada rasa canggung atau takut, kita bicarakan saja. Aku ingin hubungan ini bertumbuh dari pengertian, bukan sekadar kewajiban,” kata Arka.

Alya tersenyum tipis. “Pak… aku ingin mencoba. Aku ingin belajar memahami dan menerima Bapak, perlahan.”

Hari itu menjadi titik kecil dalam perjalanan mereka. Fondasi hubungan mulai terbentuk: kejujuran, pengertian, perhatian, dan restu keluarga. Alya menyadari bahwa perjalanan ini masih panjang, tapi setiap langkah yang mereka ambil perlahan-lahan mendekatkan mereka pada kemungkinan cinta tulus, meski awalnya dimulai dari perjodohan.

Dan Arka, menatap Alya saat ia pulang, tersenyum pelan. Ia tahu, meski perjalanan mereka penuh tantangan, kejujuran, perhatian, dan restu keluarga menjadi pondasi kuat untuk membangun hubungan yang tulus dan bahagia.

1
Forta Wahyuni
sdh mnikah koq tdk satu rmh
noel_piss: mohon d baca dari awal kak🙏kalau dari alurnya belum menikah kak🙏
semoga kk suka sama alur ceritanya ya☺️♥️
total 1 replies
Agnes💅
semangat kak ayok aku selalu nungguin kk up 😄
noel_piss: iya kak, sekarang belum bisa up lg kak soalnya lagi sakit🙏 nanti kalau udah sembuh ak langsung up banyak♥️
total 1 replies
Agnes💅
lanjut kak bgus cerita nya suka🙏
noel_piss: syukurlah kalau kakak sukaa😍semoga teman-teman yang lain suka juga sama cerita perdana ak yang ini kak 😭
total 1 replies
Agnes💅
maaf kak sedikit saran, penulis nya udah menarik udah rapi tapi kurang rapi kayak novel novel yang lain nya, kalo bisa di kasi rapi lagi kak

maaf lancang🙏🙏🙏
noel_piss: makasih banyak kak sarannya 🙏 sangat membantu banget saran dari kakak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!