seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Satu hari berlalu, malam nanti acara pertunangan Alfian dan Aluna di laksanakan
Rumah keluarga Xander sejak pagi tadi sudah ramai orang2 dari tim dekor ternama.
Taman belakang sudah mulai dihias , para pelayan juga sibuk membantu
Sera sudah menghubungi catering dari restoran bintang 5
Tim catering akan tiba jam 5 sore nanti,
Di ruang tamu sudah berjajar rapi gaun2 terbaik rancangan Sera sendiri..
Semua sudah Sera persiapkan, gaun2 untuk keluarga besarnya
Bahkan gaun seragam untuk keluarga Alfian sudah diantar supir sejak tadi pagi..
Saudara2 dari pihak ibu dan ibu mertuanya pun akan datang siang nanti..
Sera sangat sibuk sekali hari ini, bahkan Daniel sampai menegur Sera,
Karna Sera ikut mondar mandir , Daniel khawatir kesehatan Sera akan menurun .
"sayang, duduk lah jangan terlalu di forsir, " ucapnya sambil menarik tangan Sera lembut menuntunnya duduk di sofa
"heheh maaf aku hanya terlalu semangat menyiapkan acara putri kita" jawabnya
Daniel menghela nafas panjang " aku tau ,tapi kamu juga harus ingat di sini banyak pelayan , kamu tinggal suruh saja mereka tidak perlu ikut cape" nasehat Daniel lembut
"baiklah, aku minta maaf" ucapnya
Daniel mengusap lembut kepala istrinya " iya tidak apa-apa, asal jangan diulangi" jawabnya.
Sera hanya mengangguk sebagai jawaban
Lalu dia hanya memantau saja.
......................
Siang harinya keluarga dari Oma Kania dan eyang dewi mulai berdatangan
Mereka semua masuk kedalam rumah,
Sera dan Daniel menyambut mereka satu persatu
setelahnya mereka di antar oleh pelyan ke kamar masing2
Aluna yang mendengar kabar bahwa keluarga dari Oma dan eyang nya sudah datang
Lalu turun kebawah . menghampiri kamar-kamar mereka untuk menyapa sebentar
Karna semua tamu harus istirahat .
Dan Aluna juga kembali ke kamar untuk istirahat .
......................
Malam harinya tamu-tamu mulai berdatangan
sebelum masuk mereka semua di periksa
Dan harus memperlihatkan kartu undangan, karna jika tidak membawa undangan tidak di izinkan masuk.
Keamanan di perketat karna Daniel tidak mau ada yang membuat kerusuhan di acara putrinya nanti.
Daniel Sera,dan Oma Kania menyambut tamu-tamu
Sedang eyang Dewi menemani saudara2 nya
dikamarnya Aluna sedang di rias oleh dinda
Sepupu2 nya dari pihak Daddy dan mommy nya pun menemani
Mereka sangat bahagia melihat Aluna akan bertunangan
Hanya satu orang saja yang sedari tadi menatap tidak suka ke arah Aluna
Dia maisha kerabat jauh Daniel
Dan Aluna menyadari itu, dia tau kalau saudara dari daddy-nya itu memang tidak menyukainya sudah dari lama
Aluna juga tidak tau apa penyebabnya
Dulu saat acara arisan keluarga besar daddy-nya berkumpul di umah Oma Kania
waktu itu Aluna masih remaja SMP
Aluna yang sedang berjalan di pinggir kolam, langkah nya di jegal oleh maisha, tubuhnya oleng
Lalu Aluna terjatuh ke dalam kolam, waktu itu Aluna belum bisa berenang dan hampir tenggelam
Jika saja Darren tidak melihat nya, mungkin Aluna sudah kehilangan nyawanya.
Setelah kejadian itu dia lalu belajar berenang dan bela diri,
Tidak ada yang tau Aluna jago beladiri bahkan sudah sabuk hitam, hanya keluarga inti saja yang tau.
Aluna tersenyum samar jika mengingat kejadian itu.. Dia tidak dendam hanya sedikit kecewa saja.
dan sekarang dia akan lebih berhati-hati, karna dia tau maisha tipikal orang yang menghalalkan segala cara .
Lamunan Aluna buyar kala sepupu dari eyang nya mendekat
"wah Aluna kamu cantik sekali, aku ikut bahagia dengan pertunanganmu" ucap mika tulus
"benar yang di katakan mika malam ini kamu sangat cantik, dan kami semua ikut bahagia " ucap Resty sepupu dari pihak Oma nya
Semua mengangguk setuju, dan tersenyum bahagia.
tapi suasana bahagia itu menjadi tegang ketika maisha tiba2 menyela
"Hem.. Semoga saja , jangan sampai nanti ada kabar bahwa lelakinya selingkuh sebelum menikah" jawabnya santai
Semua orang yang mendengar nya menatap tajam ke arahnya. Mereka tidak suka dengan kata-kata yang keluar dari mulut tajam maisha
"maisha jaga mulut mu!" bentak Resty,
"apa sih!, ya memang biasanya seperti itu kan" balasnya judes
Resty yang emosi menarik tangan maisha kasar menyeret nya keluar kamar.
" jangan membuat ulah, kalau kamu tidak bisa menjaga sikap, aku akan adukan kelakuan mu kepada Oma" balas Resty sinis
Maisha yang diancam melotot kan matanya tidak terima
"sebaiknya kamu pergi dari sini . " usir Resty geram
" huh. Dasar sok baik" dia berbalik dan melangkah pergi sambil menghentak2an kakinya kesal
Resty menghela napas berat, lalu melangkah masuk ke dalam kamar Aluna
Dia melangkah mendekati Aluna
" maafkan sikap kurang ajar maisha lun," sesal Resty
"tidak apa-apa res, kamu tidak bersalah,kenapa kamu yang harus minta maaf" jawabnya lembut,
"sudahlah, ayo sebaiknya kita ke depan saja" timpal mika
Mereka semua mengangguk setuju.
Lalu melangkah keluar dengan Aluna di tengah2,
Mereka menuntun Aluna menuruni tangga menuju taman belakang
Disana semua orang sudah berkumpul
Termasuk keluarga dari Alfian
Semua mata tertuju ke arah Aluna. Mereka menatap kagum kecantikan Aluna. Semua orang memujinya.
Aluna duduk di tengah-tengah Daddy dan mommy nya
Di sebelah Sera ada eyang Dewi dan Darren
Dan di sebelah Daniel ada Oma Kania
di sebrang mereka keluarga Alfian juga duduk berjajar
Alfian duduk di tengah2 kedua orangtuanya
nenek dan kake dari pihak papa nya pun ada duduk di sebelah Ammar
Lalu dari pihak hera hanya ibunya saja . Karna ayahnya sudah almarhum.
Aluna menunduk malu . Karna Alfian menatapnya sendri tadi.
Alfian yang melihatnya tersenyum bahagia
Karna akhirnya dia bisa mempersunting Aluna pujaan hati sekaligus pelabuhan terakhirnya.
Suara MC menggema membuka acara , lalu Daniel dan Ammar bergantian maju memberikan sambutan yang membuat semua orang haru mendengarnya.
Setelahnya MC mempersilahkan Aluna dan Alfian naik ke panggung untuk memasangkan cincin.
Sera dan Hera pun ikut naik berdiri di sisi anak2 mereka
mata mereka saling pandang , memancarkan aura kebahagiaan,
Sebelum pemasangan cincin Alfian meminta waktu sebentar untuk mengutarakan isi hatinya.
"selamat malam semua" ucap alfian tegas
Semua tamu menjawab serentak salam itu
" sebelum nya terimakasih atas kehadiran rekan2 semua. Malam ini , malam yang sangat bahagia untuk saya ,
Karna pada malam ini saya akan mempersunting seorang wanita cantik di sebelah saya ,
Dia perempuan yang saya cintai sejak 3 bulan yang lalu, tepat nya waktu saya yang lebih dulu mencintainya
Pertemuan pertama kami tidak terduga dan tidak di sengaja,
Mungkin benar kata pepatah jodoh itu datang di saat yang tidak tepat atau disaat genting sekalipun.
Tapi itulah yang akan menjadi kenangan indah
Saya bersyukur dipertemukan dengan Aluna,
dia wanita idaman saya,
Dan karna itu saat ini saya berdiri di hadapan semua , untuk membuktikan keseriusan saya mencintai Aluna"
Tepuk tangan meriah para tamu undangan yang ikut bahagia
Lalu Alfian berbalik ke arah Aluna, menatapnya dalam penuh cinta, senyumnya tidak pernah pudar
Aluna tersenyum haru, dia bahagia sekali dicintai secara ugal-ugalan oleh pria yang ada di hadapan nya ini
"Aluna, apakah kamu mau menerima lamaran ku, dan menjadi satu2nya cinta di hidupku, "
Ucapnya lembut
Aluna menetaskan airmata bahagianya
Lalu mengangguk
"iya mas ,aku menerimanya, dan bersedia hidup bersamamu sampai kita menua" ucapnya lirih
Alfian tersenyum bahagia
lalu mengambil tangan Aluna, menyematkan cincin berlian yang indah dan mewah ke jari tangan Aluna .
Tepuk tangan menggema sorak Sorai para tamu undangan yang ikut menyaksikan kebahagiaan mereka.
Lalu Aluna juga menyematkan cincin perak tanpa permata tapi di dalamnya terukir nama Aluna.
Meraka saling tatap Lalu tersenyum bahagia
Alfian mencium tangan Aluna mesra, lalu ke kening .
dia memejamkan mata , merasakan ciuman lembut Alfian di kening nya .
Daniel dan Sera menetaskan airmata bahagianya begitu pula dengan Hera dan Ammar yang sama2 terharu
Bahkan sedari tadi Hera terus menyeka airmata nya.
malam ini, malam kebahagiaan mereka semua,
Bintang dan bulan menjadi saksi cinta Aluna dan Alfian bersatu
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤