NovelToon NovelToon
Antara Dua Dunia

Antara Dua Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

​"Wajahnya identik dengan Ali, pacar LDR-ku yang lembut. Tapi pria di depanku ini adalah Alistair, Pangeran Agung yang siap memenggal kepalaku jika aku berani kabur lagi!"

​Lia terbangun di tubuh Aurellia, istri Pangeran Agung Ivalice yang dikenal kejam dan obsesif. Di novel aslinya, Aurellia tewas mengenaskan setelah mengkhianati Alistair demi Pangeran Yovan yang licik. Demi menghindari maut, Lia harus mengubah alur. Ia pun nekat mendekati Nenek Suri yang disegani dan mendadak jadi istri "penurut" yang membuat Alistair curiga sekaligus salah tingkah. Akankah strategi Lia menjinakkan sang tiran berhasil? Ataukah ia justru terjebak dalam obsesi gelap pria yang wajahnya terus mengingatkannya pada sang kekasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Amarah Sang Matriark dan Keajaiban yang Terungkap

Suasana pesta yang tadinya penuh tawa dan musik seketika pecah menjadi kegaduhan yang luar biasa. Aula Utama kini hanya memiliki satu titik fokus, Alistair yang berdiri tegak dengan aura dominan, sedang mendekap Aurellia yang masih tampak shock.

"Ya ampun, Alistair! Kakimu?!"

Ibu Suri Indira berlari kecil menghampiri mereka, wajahnya yang biasanya tenang kini dipenuhi campuran antara kaget dan haru yang meledak-ledak.

Raja Iskan, Permaisuri Isadora, dan Pangeran Rayyan menyusul di belakang, semuanya dengan ekspresi yang sama, seolah-olah baru saja melihat patung batu hidup dan berjalan.

"Pangeran Agung... Anda benar-benar berdiri," gumam Rayyan dengan mata berbinar takjub.

Keajaiban medis yang mustahil terjadi selama bertahun-tahun, kini tersaji di depan mata rakyat Ivalice hanya dalam satu gerakan refleks. Alistair perlahan melepaskan pelukannya pada Lia, namun matanya tidak tertuju pada kerumunan. Tatapannya melesat tajam ke arah balkon atas, menembus bayang-bayang di mana Yovan sempat berdiri.

Sial! Kenapa si cacat itu tiba-tiba bisa jalan?! Rencana aku hancur total! desis Yovan di balik pilar balkon.

Sebelum ada yang menyadarinya, ia segera menghilang dalam kegelapan dengan perasaan geram yang membara.

Alistair menarik napas panjang, menekan kemarahan yang hampir meluap.

Yovan, kamu baru saja menggali kuburanmu sendiri, batinnya dingin.

Alistair kemudian menoleh ke arah Lia, tatapan tajamnya mendadak melunak, meski masih terlihat cemas.

"Kamu tidak apa-apa? Ada yang luka?" tanya Alistair pelan.

Lia yang masih merasa canggung, dan sedikit terhipnotis karena barusan nempel di dada bidang pangeran, hanya bisa menggeleng kaku.

"Aku... aku aman. Masih utuh, belum jadi perkedel," jawab Lia dengan selera humor yang tidak tepat waktu.

"Sebenarnya apa yang terjadi, Alistair? Kenapa kalian bisa 'terbang' dari balkon?" tanya Ibu Suri, suaranya mulai terdengar menuntut jawaban.

"Aku melihat Aurellia terjatuh, Nenek. Mana mungkin aku membiarkan istriku terluka di depan mataku sendiri," jawab Alistair tegas.

Setiap katanya membuat jantung Lia melakukan backflip.

Duh, suamiku... bahasanya kenapa jadi kayak pemeran utama drama Korea begini? Meleleh nih gue kalau diterusin, batin Lia sambil menahan senyum malu-malu kucing.

Ibu Suri beralih menatap Lia, memegang bahunya dengan penuh kekhawatiran.

"Katakan pada Nenek, Nak. Kenapa kamu bisa jatuh? Apa kamu terpeleset?"

Lia menarik napas, otaknya berputar cepat.

Kalau gue bilang si Pangeran Kodok yang dorong, nanti urusannya panjang. Bisa-bisa ketahuan kalau gue sempat ngobrol berdua sama dia, tar disangka selingkuh lagi. Main aman aja deh.

"Aku tidak tahu pasti, Nek," ucap Lia dengan wajah sesedih mungkin.

"Rasanya seperti ada... dorongan kuat dari belakang. Seperti ada yang sengaja ingin aku mencium lantai aula dari ketinggian."

Mendengar itu, atmosfer di ruangan tersebut mendadak turun drastis. Aura Ibu Suri Indira berubah. Ia melepaskan tangan Lia, lalu berbalik menghadap Raja Iskan.

"Yang Mulia Raja," suara Ibu Suri bergetar karena emosi yang tertahan.

"I-iya, Ibu Suri?" jawab Raja Iskan, sedikit berkeringat dingin menghadapi ibunya sendiri.

Meski ia memanggil "Yang Mulia", tatapan mata sang nenek adalah tatapan seorang ibu yang siap memberikan hukuman gantung pada anaknya jika tidak becus bekerja.

"Aku ingin keamanan istana ini diperketat se-per-ti penjara bawah tanah! Jika di dalam istana sendiri, seorang Putri Menantu kerajaan hampir kehilangan nyawanya, apakah keamanan di sini sudah bisa dikatakan aman? Atau kalian sedang menunggu mayat yang jatuh baru mau bertindak?!"

Seluruh aula terdiam. Bahkan para prajurit pun menunduk, tak berani bernapas keras. Di Ivalice, jika Ibu Suri sudah bersabda, bahkan Raja pun harus mencatatnya dengan tinta emas.

"Cari tahu siapa tikus yang berani menyentuh cucu menantuku! Seret dia ke hadapanku atau aku yang akan membongkar istana ini!" perintah Ibu Suri dengan wibawa yang tiada lawan.

Setelah memberikan titah maut itu, Ibu Suri langsung merangkul Lia.

"Ayo, Nak. Nenek akan membawamu ke kamar istirahat khusus. Kamu butuh ditenangkan sebelum aku mengirimkan sepuluh kotak emas lagi agar kamu tidak trauma."

Lia yang awalnya tegang langsung berbinar mendengar kata "Emas".

Wah, dapet trauma healing berupa logam mulia? Mau dong sering-sering jatuh kalau begini caranya! batin Lia kegirangan sambil mengikuti langkah sang Nenek yang sangat powerfull itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!