NovelToon NovelToon
Pura-Pura Jadi Cewek

Pura-Pura Jadi Cewek

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Asmara / Orisinil / Komedi / Slice of Life
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rain (angg_rainy)

Willy Tjokro anak dari owner TV swasta nekad berubah wujud jadi perempuan. Targetnya mendekati Summer Lidya, gadis incaran sejak masa SMA yang menolaknya mentah-mentah karena phobia laki-laki.

Definisi jodoh nggak kemana, mereka ditakdirkan berkuliah di satu kampus dan jurusan yang sama. Hal yang menjadi celah bagi Willy mendekati Summer lagi.

Namun, kali ini berbeda, bukan sebagai pria, tapi bestie cewek jadi-jadian yang mengerti isi hati Summer.

Akankah penyamaran Willy berhasil?

Story by Instragram & Tiktok @penulis_rain

Cover Ilustrasi by ig @iyaa_laa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rain (angg_rainy), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

“Summer..”

Suara seseorang yang tiba-tiba datang dan memanggil namanya membuat Summer dan juga Giana menoleh secara bersamaan.

Di depan pintu, Willy alias Willa jadi-jadian berdiri dengan pakaian sporty. Kaos longgar, celana training, dan rambut yang diikat seadanya. Ia tersenyum canggung saat melihat ada orang lain di dalam kamar.

“Sorry, gue pikir gak ada tamu,” ucapnya sambil menggaruk pelan tengkuknya.

“Santai, Will. Sini masuk aja,” balas Summer santai, seolah tidak ada apapun yang sempat mengganggu pikirannya pagi tadi.

Willa menggeleng cepat, menolak halus tawaran Summer.

“Enggak deh, gue gak enak.”

“Masuk aja, santai,” ulang Summer.

Namun Willa tetap berdiri di ambang pintu. Tatapannya sempat berpindah ke arah Giana, lalu kembali ke Summer.

“Dia siapa Mer?” tanya Giana pelan, matanya meneliti wajah Willa yang terasa tidak asing.

“Dia Willa, temen gue di kost ini. Kamar dia cuman kehalang satu kamar aja dari sini. Kayaknya kalau ke calon kamar lo itu kehalang enam apa lima kamar gitu” jawab Summer.

“Oh…” gumam Giana. “Masih di lantai sini ya.”

“Iya. Dia juga bisa jadi temen lo nantinya.”

Giana kembali mengangguk, lalu menoleh kearah Willa lagi dan mengangguk seolah mengucapkan salam perkenalan.

Willa mengangkat tangan sedikit ke arah Giana.

“Hai,” ucapnya singkat.

“Hai,” balas Giana, masih memperhatikan wajahnya.

Beberapa detik hening seolah menunggu siapa yang akan bicara lebih dulu. Hingga akhirnya, Willa mulai terlihat tidak terlalu nyaman berdiri lama di situ terutama saat Giana terus memperhatikannya.

“Eh iya. Mer, Giana, gue gak masuk dulu buat bareng kalian ya.”

“Loh kenapa, Will?”

“Gak apa-apa, gak enak aja gue. Masih keringetan juga. Lo beresin aja dulu sama tamu lo, nanti gue balik lagi kalau badan gue udah bersih,” ujarnya cepat.

“Emang sekarang lo mau kemana Wil?”

“Ya mau mandi lah gue, gerah banget keringetan sampe basah kayak gini. Udah ya, gue duluan,” jawab Willa.

Ia kembali mengangkat satu tangannya ke arah Giana sebagai tanda pamit, lalu berbalik dan berjalan menjauh dari kamar Summer.

Langkahnya cepat dan sedikit terburu. Giana memperhatikan punggung Willa sampai menghilang di ujung lorong.

Beberapa detik ia diam.

“Mer,” panggilnya pelan.

Summer menoleh. “Kenapa?”

“Dari kapan lo temenan sama dia?” tanya Giana. “Yang gue lihat beberapa waktu di kampus, lo kayaknya gak punya temen cewek yang deket deh?”

Summer mengangkat bahu kecil.

“Gue deket sama dia belum lama sih. Pas gue baru pindah kesini, dia juga baru pindah. Kost dia dulu jauh banget katanya,” jawabnya santai.

Giana mengangguk kecil. “Dia kuliah di UI juga?” tanyanya lagi.

“Iya. Dia kuliah disana juga, satu angkatan sama kita.”

“Jurusan apa?”

Summer berpikir sebentar.

“Jurusan apa ya…” gumamnya terlihat seperti tengah berpikir. “Gue lupa sih dia jurusan apa. Tapi kalau gak salah, waktu itu dia bilang kalau dia di fakultas budaya atau bahasa inggris apa gitu. Lupa-lupa inget gue pokoknya.”

Giana mengangguk lagi menanggapi Summer, namun alisnya sedikit berkerut.

“Aneh,” batinnya.

Ia tidak tahu kenapa, tapi wajah Willa tadi terasa familiar. Seperti pernah lihat, tapi dia juga tidak tahu pernah melihat dimana?

Dan saat ia masih belum sempat menemukan jawabannya, Summer tiba-tiba berdiri.

“Eh, Bu Siti udah balik tuh,” ucap Summer sambil melirik ke arah luar.

“Yang mana?”

“Itu, yang baru masuk gerbang.”

Giana ikut menoleh.

Seorang wanita paruh baya terlihat masuk ke area kost sambil membawa tas.

“Yuk keluar,” ajak Summer. “Biar gue kenalin lo sama dia. Abis itu lo nego sendiri deh soal harga atau yang lainnya.”

“Iya, yuk,” sahut Giana cepat.

Mereka berdua langsung keluar dari kamar dan pintu ditutup pelan. Langkah mereka menuju halaman depan.

***

Sementara itu…Di dalam kamar Willa, pintu sudah tertutup rapat. Suasana kamar terasa hening, namun tidak dengan isi kepalanya.

Willa mondar-mandir dari satu sisi ke sisi lain. Langkahnya cepat. Tangannya sesekali masuk ke rambut, lalu turun lagi.

“Anjir… anjir… anjiir,” gumamnya pelan.

Ia berhenti sebentar. Menatap kosong ke depan.

Lalu kembali berjalan.

“Ini Summer beneran aman gak sih?eh bukan Summer, gue deh yang mustinya nanya diri sendiri? Gue aman gak dari pandangan Summer,” bisiknya.

Ia menelan ludah.

“Anjir…. Ngapain Giana mau ngekos disini dah? Summer curiga gak soal yang kejadian tadi?”

Pikirannya langsung kembali ke tatapan Summer, cara dia melihat kearahnya. Summer memang diam, tapi tatapan dia tadi itu tajam.

“Gue gak tenang banget sekarang. Gue gak mau Summer berubah, terus bikin dia kacau dan menjauh dari gue,” lanjutnya pelan.

Willa menghela napas panjang. Tangannya masih menekan pelipis, seolah ingin memaksa kepalanya diam. Tapi pikirannya tidak mau berhenti.

“Kenapa sih gue jadi kepikiran gini…” gumamnya pelan.

Ia menjatuhkan tubuhnya ke kasur. Tangannya menutup wajah. Beberapa detik ia diam. Namun detik berikutnya, ia kembali bangkit.

“Gak, gak bisa. Gue gak boleh panik,” ucapnya pelan, tapi tegas.

Belum lepas rasa panik Willa soal Summer, tiba-tiba pintu di ketuk dari luar, membuat Willa berdehem sekilas.

“Siapa?” tanya Willa berusaha menetralkan suaranya.

“Summer.”

“Masuk aja, gak dikunci ko,” sahut Willa.

Tak lama, pintu terbuka begitu saja dan terlihat summer masuk kedalam ruangan dengan membawa sebuah nampan.

“Willa, gue dapet ini dari Giana. Dia ngasih ini buat gue sama lo, mau makan gak?” tanya Summer, memperlihatkan dua mangkuk berisi makanan seperti bubur halus.

“Itu apaan, Mer?”

“Ini kembang tahu. Tadi Giana bilang, di anterin sama saudaranya buat salam perkenalan buat kita,” jawab Summer meletakkan nampan diatas meja nakas.

Willa yang awalnya masih berdiri di tengah kamar, langsung mendekat begitu Summer menyebut nama makanan itu.

“Kembang tahu?” ulangnya sambil mengintip isi mangkuk.

“Iya,” jawab Summer santai. “Katanya sih enak. Gue juga belum pernah nyobain dari dia.”

Willa mengambil salah satu mangkuk. Tangannya masih sedikit kaku, tapi ia berusaha terlihat santai.

“Lo udah makan?” tanyanya.

“Belum,” jawab Summer. “Makanya gue ke sini.”

Willa mengangguk kecil.

“Iya ya… cocok sih. Panas-panas gini, yang anget kayak gini enak,” gumamnya.

Summer duduk di ujung kasur tanpa banyak basa-basi. Tangannya meraih sendok yang ada di nampan.

Beberapa detik hening. Willa duduk di kursi dekat meja. Matanya sesekali melirik Summer, tapi cepat-cepat dialihkan. Ia mencoba fokus ke mangkuk di tangannya.

“Giana ngapain disini tadi? Sengaja main ke kost lo, apa gimana?”

“Dia nyari kost. Kost dia yang awal itu jauh banget dari kampus, jadi dia nyari yang lebih deket,” jawab Summer, lalu pandangannya tertuju pada pada Willa yang kelihatan gugup.

“Will...”

“Hmmm?”

“Apa yang lo sembunyiin dari gue?”

1
SANG
Lucu, lucu habis💪👍
hyungnimsoo
udahh Mer jgn jutek2 lg🤭
Fitri Pujianti
Ini mba Summer ga ada kpikiran balas dendam sma bapak kah tor
Yerim Naira
Duh mana bapaknya! udah bkin anak gadisnya trauma😒
Nurani Putri
😒 Untung ngga tinggal lg sma bapaknya
Sandriyanah
😒😒 bokapnya ngeselin bgt
SuryaNingsih
Hmm sedih bgt pasti jd summer, wajar aja dy jd tkt sma laki
Rosalina Ayyaee
Kayanya sumber ketakutan Summer dy anak broken home ya
Rain: Iyapp
total 1 replies
Wulandarry
alasan dia trauma krn bokapnya toh yg kdrt😒
ainnuriyati
Ya ampun galak bgt bapaknya Summer😒 ngeselin pantes aj mbak summernya trauma ama laki
Hardy Greez
Dia itu ada trauma krn ortunya
Hardy Greez
bisa ktawa lepas cuma dgn si willy eh willa
hyungnimsoo
iya Summer trbukq nya sma Willa ya🤣
Fitri Pujianti
hmm berkaitan sma,apa ya😒 kluarga?
Yerim Naira
Haduhh smg cpt ilang traumanya summer ya
Nurani Putri
Kasian ya hidupnya mba summer ini prnuh cobaan bgt udh ma tmen nya jadi2an
SuryaNingsih
Ini pasti si Summer tu ada trauma gitu brkaitan dgn masalalu
Rosalina Ayyaee
setakut kah itu, ksian jdnya liat summer ini
Wulandarry
Ini Summer tu cuma pendiem tp krn muka nya jutek jd pada salah arti ya?🤣
ainnuriyati
knapa ya😒 apa dy prnah di pukul wktu petir?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!