NovelToon NovelToon
Mencuri Benih Mafia Mandul

Mencuri Benih Mafia Mandul

Status: tamat
Genre:Single Mom / Anak Genius / Mafia / Anak Kembar / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Ava Seraphina Frederick (20) memiliki segalanya kekayaan, kekuasaan, dan nama besar keluarga mafia. Namun bagi Ava, semua itu hanyalah jeruji emas yang membuatnya hampa.

Hidupnya runtuh ketika dokter memvonis usianya tinggal dua tahun. Dalam putus asa, Ava membuat keputusan nekat, ia harus punya anak sebelum mati.

Satu malam di bawah pengaruh alkohol mengubah segalanya. Ava tidur dengan Edgar, yang tanpa Ava tahu adalah suami sepupunya sendiri.

Saat mengetahui ia hamil kembar, Ava memilih pergi. Ia meninggalkan keluarganya, kehidupannya dan juga ayah dari bayinya.

Tujuh tahun berlalu, Ava hidup tenang bersama dengan kedua anaknya. Dan vonis dokter ternyata salah.

“Mama, di mana Papa?” tanya Lily.

“Papa sudah meninggal!” sahut Luca.

​Ketika takdir membawanya bertemu kembali dengan Edgar dan menuntut kembali benihnya, apakah Ava akan jujur atau memilih kabur lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

Ruang tunggu unit gawat darurat Rumah Sakit Utama Kota terasa dingin dan menekan. Lily dan Ava duduk di kursi plastik yang keras, menunggu dokter memeriksa keadaan Luca yang kini sudah dibawa masuk ke dalam.

Wajah Ava tampak lelah dan penuh kecemasan.

Kenzo duduk di samping Ava, mencoba memberikan kekuatan. Ia memegang bahu Ava, tetapi Ava terlalu fokus pada pintu UGD untuk menyadari sentuhan Kenzo.

Lily, yang sudah berhenti menangis, bersandar pada Kenzo.

“Jangan khawatir, Ava. Luca kuat,” bisik Kenzo.

“Aku tahu, Ken,” jawab Ava, suaranya parau. “Tapi ini kali pertama dia pingsan separah ini. Aku takut sekali.”

Saat suasana begitu mencekam, Lily tiba-tiba mengangkat kepalanya.

“Om Kenzo, Lily lapar,” ujar Lily, polos.

Ava langsung menoleh, nenatap kesal pada putrinya itu.

“Lily! Bagaimana bisa kau memikirkan perutmu disaat seperti ini! Luca sedang sakit parah! Kau tidak lihat bagaimana tubuhmu sekarang? Kau bisa semakin gemuk karena makan terus!”

Lily langsung cemberut, matanya kembali berkaca-kaca. Ibunya selalu memarahi Lily karena terlalu banyak makan.

Memang benar, makan malam itu tidak baik. Tapi, Lily tak bisa berhenti mengunyah.

“Tapi Lily kan tidak bisa mikir kalau perut Lily kosong, Mama. Nanti kalau Luca bangun, dia juga pasti lapar.”

“Kenapa kau selalu menjawab kalau mama bicara?!”

“Lily punga mulut. Makanya Lily jawab, mama.”

Mereka kembali saling sahut tanpa ada yang mau mengalah sama sekali. Melihat perdebatan itu, Kenzo menghela napas. Inilah dinamika unik Ava.

Juga satu-satunya alasan kenapa Kenzo tertarik pada ibu dua anak itu. Ava berbeda dengan wanita di luar sana.

“Sudah, Ava. Jangan memarahi Lily. Dia benar, kita harus kuat. Dan Luca pasti lapar saat bangun nanti,” kata Kenzo lembut. Ia kemudian beralih menatap Lily. “Ayo, Lily. Om Kenzo akan temani kamu beli makanan. Kamu mau sandwich dan milkshake?”

Lily mengangguk antusias mendengar kata makanan.

“Mau! Tapi Lily mau pudding juga buat Luca! Luca suka pudding cokelat dingin.”

Kenzo tersenyum. “Tentu. Kita beli apapun nanti. Ayo kita cari pudding cokelat dingin. Ava, aku keluar sebentar ya.”

Ava mengangguk. Ia tidak sanggup berdebat lagi. Ia perlu waktu sendirian untuk menenangkan pikirannya yang kacau.

Tak lama setelah Kenzo dan Lily pergi, pintu UGD terbuka, dan seorang perawat keluar.

Bersamaan dengan itu, langkah sepatu mahal yang tergesa-gesa terdengar.

Edgar tiba. Wajahnya tampak panik dan tidak terawat, rambutnya sedikit berantakan, mencerminkan betapa cepatnya ia meluncur ke rumah sakit.

Ava berdiri saat melihat Edgar. Mereka berhadapan di ruang tunggu yang nampak sepi.

“Untuk apa kau datang?” tanya Ava buru-buru mrmalingkan wajahnya. Ia memang menyuruh Kenzo menghubungi Edgar, tapi sia sangka jika Edgar datang secepat ini.

“Luca, bagaimana Luca?” tanya Edgar, langsung ke intinya dan mengabaikan ucapan Ava.

“Dokter sedang memeriksanya,” jawab Ava datar. Ia merasakan amarah dan dendamnya kembali, tetapi Ava tahu ia butuh pria ini sekarang.

“Kenapa bisa separah ini? Kau bilang dia sakit, tapi kau tidak pernah bilang dia bisa sampai pingsan!” Edgar bicara dengan nada menuntut.

“Kalau aku tahu apa sakitnya, dia tidak akan pernah berada di sini sekarang!” Ava membalas.

Selama ini Ava belum sempat memeriksakan keadaan Luca ke dokter spesialis karena kendala biaya. Sebenarnya, bisa saja Ava menghubungi Edward dan meminta uang.

Sayangnya, gengsi Ava terlalu tinggi. Ava tidak mau membebani kedua orangtua mereka yang kaya raya itu.

“Penyakitnya kambuh parah dan dia demam tinggi. Aku tidak tahu harus berbuat apa,” ucap Ava.

Edgar memeluk Ava. “Dia kuat sama sepertimu. Dia pasti baik-baik saja. Percayalah.”

“Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan!” ujar Ava, masih mengingat dengan jelas apa yang Edgar lakukan di kantor tadi siang.

*

*

Sementara itu, Lily dan Kenzo berada di minimarket yang tak jauh dari rumah sakit. Lily menarik keranjang yang cukup penuh dengan sandwich, jus, dan tentu saja, pudding cokelat dingin untuk Luca.

Kenzo, sambil menunggu Lily memilih snack di rak, mencoba mengobrol santai.

“Lily, kau begitu sayang pada Luca? Sampai membelikan banyak makanan untuknya,” ujar Kenzo.

“Tentu saja! Luca kan kembaran Lily! Luca itu pintar sekali, Om Kenzo. Dia yang selalu tahu kalau Mama mau menangis,” jawab Lily.

“Kau juga pintar sekali. Kau tahu banyak hal. Om Kenzo penasaran, bagaimana kauu bisa tahu kalau Edgar itu ayahmu?” Kenzo bertanya dengan hati-hati. Ia penasaran.

Lily terdiam. Ia berhenti memilih keripik kentang. Ekspresi cerianya mereda, digantikan oleh keraguan dan keseriusan yang jarang ia tunjukkan.

“Lily tidak tahu,” bisik Lily, menatap lantai. “Mama tidak pernah bilang. Tapi…”

Lily mendongak, menatap Kenzo dengan mata yang penuh keyakinan.

“Tapi apa?”

“Tapi Luca dan Lily tahu. Dari mata papa. Mata papa itu sama dinginnya dengan mata Luca. Hanya saja, papa punya senyum tipis yang sama persis dengan senyum Lily kalau Lily sedang mau snack banyak-banyak,” ucap Lily.

Kenzo tersenyum kecut. Jawaban Lily, meskipun konyol, justru sangat lucu. Anak-anak melihat detail yang sering diabaikan orang dewasa.

“Mama selalu menatap foto papa dengan tatapan marah dan sedih. Kalau mama tidak punya hubungan dengan pria di foto itu, mama tidak mungkin sesedih itu, kan, Om Kenzo?”

Kenzo menghela napas. Kepolosan Lily justru mengungkap kebenaran yang tak terbantahkan.

“Om Kenzo, kalau papa tidak datang apa Luca akan mati?” tanya Lily dengan tatapan sendu.

Kenzo berlutut, memeluk Lily. “Tidak, Lily. Luca tidak akan mati. Ada Om Kenzo, ada mama, dan sekarang ada papa Edgar. Papa Edgar adalah pria yang sangat kuat. Dia pasti akan membantu kalian.” meski hatinya teriris, Kenzo tetap membanggakan Edgar di depan gadis kecil itu.

Lily mengangguk, hatinya sedikit terhibur.

“Iya. Papa harus membantu Luca. Karena mama tidak punya uang sebanyak papa.”

Lily kembali ke kasir, membawa keranjang yang penuh dengan makanan. Ia telah mengungkapkan semua yang ia tahu.

1
nur
sangat menarik kak ceritanya
Ria Gazali Dapson
om jeremi kmna sih, udh akur ituh edgar ava edwar ara
Ria Gazali Dapson
jeremi kmna cih🤣
Ria Gazali Dapson
maxim sama cleo pantes sih, tinggal cari sunlight🤣🤣
Ria Gazali Dapson
kapan sih c jeremi d dor, ini semua gara² jeremi, jdi semakin kusut, sayang lah sama c cleo, d rayu² ivy , mao aja
Ria Gazali Dapson
ivy kapan sih d hancur nya
Ria Gazali Dapson
c author bikin geregetan aja sih, knp ivy g , ngilang js berikut dg ank n nrnrk nya, k laut keq gitu, ini semua gara² c bodoh jerrmi, biang kerok
Ria Gazali Dapson
jeremi lama² d dor sama bang edgar🤣
Ria Gazali Dapson
jeremi², u g da kapok²nya ya, bikin salah, ko bodoh nya, gara² c cleo, jdi oon, tuh algojo
Ria Gazali Dapson
ga suka ah sama ava, ngajarin ank pengen yg baik², diri nya sendiri ,malahan pendendam, padahal ava, kabur juga keinginan sendiri, susah sendiri
Ria Gazali Dapson
Ya aAllah ada ja sih rintangan², kayak nya ava edgar ga boleh bahagia
Ria Gazali Dapson
ko sedih ya cerita nya, jadi nangis khann w😭
Ria Gazali Dapson
lucu jeremy , minta d pecat, knp g terus terang ja jem, kalo edgar tuh ga mandul❤️
Aarka Nanta
ceh, sesuatu yang dibuat dengan cara curang akan berakhir tragis 😜😜
KHUSNUL KHOTIMAH
best
Lina Carolina
bagus alurnya
Dian
baguss
Nurul Syahriani
heran sih, padahal dari awal memang udah rencana ava mau hamil dan kabur. kenapa malah nyalahin edgar seolah ditinggalin.
Liza Syamsu
sip sdh thor part cintanya, kasih intrik balas dendam maxim ke Edgar lagi biar seru
Liza Syamsu
jeremy adalah asisten dan tangan kanan Edgar jika dia jd pengawal stella itu menurunkan level nya dan pekerjaan Edgar akan terbengkalai, tdk semudah itu melepas asisten kepercayaan thor. dan cerita nya jd kurang greget jika bumbu percintaan mulai dominan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!