NovelToon NovelToon
Kutukan Jiwa Niskala

Kutukan Jiwa Niskala

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Romansa Fantasi
Popularitas:688
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

"Jika dunia menginginkanku mati, maka aku akan memastikan dunia hancur bersamaku!"

Terlahir dengan energi sihir yang disegel, Han-Seol dibuang dan dianggap sebagai aib keluarga. Demi bertahan hidup, ia kabur bersama Seol-Ah, seorang pemindah jiwa yang menjadi buronan paling dicari.

Di bawah bimbingan Master Lee yang legendaris, segel kekuatan kuno dalam tubuh Han-Seol mulai bangkit. Satu per satu rahasia kejam sang ayah terungkap, memicu perang besar yang akan melanda Cheon-gi Won.

Di tengah kepungan bahaya dan takdir yang rumit, mampukah Han-Seol melindungi wanita yang dicintainya dan menghancurkan mereka yang telah mengkhianatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Porselen yang Pecah dan Tebing Keputusasaan

"Bawa patung ini ke ruang bawah tanah," perintah Seo-Jun dingin kepada para pengawal yang tersisa. "Jangan biarkan rakyat melihat noda ini."

Seo-Jun kemudian menoleh ke arah Han-Seol yang masih terengah-engah di tanah. "Sudah kukatakan, jangan bertindak bodoh. Kau hampir menjadi korban berikutnya jika aku terlambat sedetik saja."

Han-Seol hanya terdiam, mengepalkan tangannya yang gemetar karena amarah atas kelemahannya sendiri.

Di belakangnya, Nara (Seol-Ah) menatap patung batu itu dengan perasaan campur aduk. Ia menyadari bahwa maut baru saja melewatkan Han-Seol seujung kuku, dan kekuatan Seo-Jun kini jauh lebih berbahaya dari yang ia bayangkan.

Malam yang panjang di Cheon-gi Won belum berakhir. Setelah patung batu pengkhianat itu diseret pergi, suasana berubah menjadi sunyi yang canggung. Di tengah halaman, empat penyihir muda dari generasi emas—Seo-Jun, Do-Hyun, Jin Chae-Rin, dan Han-Seol—berdiri berdekatan.

Ini adalah momen langka. Sejak pertunangan Han-Seol dan Chae-Rin dibatalkan secara sepihak oleh keluarga Han karena masalah "segel energi", mereka berempat nyaris tidak pernah terlihat bersama dalam satu lingkaran.

Jin Chae-Rin, sang pewaris Jinyowon, melangkah satu tindak mendekati Han-Seol. Matanya yang jernih menyapu wajah Han-Seol dengan tatapan yang masih menyimpan sisa perasaan yang belum tuntas. Meski pernikahan mereka telah kandas sebelum dimulai, ia tidak bisa menyembunyikan kecemasannya.

"Kau tampak buruk, Han-Seol," suara Chae-Rin memecah kesunyian, lembut namun membawa beban kenangan.

"Luka di tanganmu itu... apakah karena kau memaksakan diri melawan monster tadi? Biarkan aku memanggil tabib dari Seojukwon untukmu."

Han-Seol tetap bersikap dingin. Ia bahkan tidak membalas tatapan Chae-Rin. Matanya justru bergerak gelisah, menyisir setiap sudut halaman yang penuh sesak. Ia mencari sosok Seol-Ah, yang ternyata sudah menyelinap pergi di tengah keramaian.

"Aku baik-baik saja, Nona Jin," jawab Han-Seol pendek, suaranya kaku. "Luka kecil ini tidak sebanding dengan kekacauan malam ini. Sebaiknya kau fokus menjaga pintu Jinyowon agar tidak ada artefak lain yang hilang, daripada mencemaskan orang tanpa sihir sepertiku."

Chae-Rin tersenyum miris, jemarinya meremas kain jubah hijaunya yang halus. "Orang tanpa sihir? Begitukah caramu memanggil dirimu sendiri di depan wanita yang pernah kau janjikan masa depan?"

"Janji itu sudah mati, Nona Jin. Sama seperti raga pengawal yang membatu tadi," balas Han-Seol tajam. Ia akhirnya menatap Chae-Rin, namun tatapannya kosong, seolah Chae-Rin hanyalah penghalang jalannya.

Do-Hyun, yang menyadari ketegangan itu, mencoba mencairkan suasana dengan tawa canggung. "Sudahlah, Han-Seol. Nona Jin hanya khawatir. Kita semua terkejut dengan serangan ini. Lagipula, kau tadi sangat nekat menggunakan tombak patah."

Baek Seo-Jun hanya diam, matanya yang tajam mengamati gelagat Han-Seol. "Siapa yang kau cari, Han-Seol? Sejak tadi matamu terus menyisir bayangan. Apakah ada sesuatu yang jauh lebih berharga dari nyawamu yang hilang saat penyerangan tadi?"

Han-Seol tersentak, namun ia segera menguasai diri. "Bukan apa-apa. Aku hanya memastikan pelayan pribadiku selamat. Dia terlalu lemah dan buta, dia tidak akan bisa lari jika ada serangan susulan."

"Pelayan buta?" Park Ji-Hoon menaikkan alisnya, ikut bergabung dalam percakapan. "Maksudmu gadis yang kau dekap di gudang logistik tadi? Kau sangat protektif padanya, Seol."

Han-Seol tidak menjawab. Ia membungkuk singkat sebagai tanda pamit. "Aku harus memeriksanya. Permisi."

Ia berbalik dan melangkah cepat menuju lorong belakang, meninggalkan Jin Chae-Rin yang masih terpaku menatap punggungnya dengan rasa sakit yang tak terkatakan.

Di mata Chae-Rin, Han-Seol yang sekarang terasa lebih jauh daripada saat mereka pertama kali berpisah.

Seo-Jun menatap arah kepergian Han-Seol dengan kening berkerut. "Sejak kapan Han-Seol begitu peduli pada seorang pelayan?" bisiknya pelan, seolah bertanya pada angin malam.

Park Ji-Hoon menatap punggung Han-Seol yang menjauh. "Kurasa Han-Seol mulai menyukai pelayan itu," celetuknya santai.

Jin Chae-Rin yang mendengar itu tertegun, dadanya terasa sesak. "Benarkah?"

"Yang benar saja, Ji-Hoon!" potong Do-Hyun.

"Tapi ini memang aneh. Baru kali ini aku melihat wajah Han-Seol secemas itu. Dan dia bilang pelayannya buta? Dia pelupa atau mau membodohi kita? Sudah jelas gadis itu bisa melihat. Dia bahkan berulah di Rumah Mawar—"

"Cukup, Do-Hyun. Tidak baik menjelek-jelekkan orang lain," potong Baek Seo-Jun dingin. Ia melengos pergi tanpa menoleh lagi.

"Ck. Kenapa dua temanku itu sama menyebalkannya?" gerutu Do-Hyun.

"Kau lupa? Kau jauh lebih menyebalkan dari mereka berdua," balas Ji-Hoon pedas sembari menyusul Seo-Jun.

Chae-Rin hanya bisa menghela napas, merasa benar-benar diabaikan di tengah kekacauan ini.

Pengejaran di Koridor Sunyi

Han-Seol menemukan Seol-Ah (Nara) di balik pilar besar, napasnya tersengal. Han-Seol segera menarik lengan gadis itu hingga mereka berhadapan.

"Berhenti di sana!" bentak Han-Seol. "Kau harus sadar betapa banyak kebaikan yang kulakukan untukmu! Jika bukan karena aku, kau sudah habis diendus Anjing Roh tadi! Mengapa kau selalu mencoba kabur?"

Nara mendengus. "Kebaikan? Kau hanya melakukan ini karena kau butuh bantuanku untuk membuka segel energimu. Jangan berpura-pura menjadi pahlawan."

Namun, sebuah geraman rendah menggetarkan udara. Di atas genteng paviliun, Anjing Roh Jinyowon muncul kembali. Mata kuningnya menatap Nara dengan rasa lapar yang mengerikan.

"Dia... kembali?" bisik Nara, wajahnya pucat pasi.

Anjing itu melompat turun dengan kecepatan kilat.

Nara mencoba berlari, namun raga Seol-Ah yang lemah mengkhianatinya. Ia tersandung akar pohon dan jatuh tersungkur. Ia mengesot mundur saat makhluk bayangan itu bersiap menerkam lehernya.

"Seol-Ah!" teriak Han-Seol.

Ia melihat ke arah nampan tempat porselen Hwa-ryeong—artefak penyimpan roh anjing itu—berada. Tanpa memedulikan hukuman mati, Han-Seol berlari dan menghantamkan porselen itu ke lantai batu.

PRANG!

Porselen suci itu hancur berkeping-keping. Seketika, Anjing Roh yang taringnya sudah menyentuh kulit leher Nara memekik melengking, sebelum akhirnya memudar menjadi asap hitam yang pudar ditiup angin.

"Apa yang kau lakukan, Han-Seol?!" Teriak Jin Chae-Rin yang baru tiba. Wajahnya pucat pasi.

"Itu porselen suci keluarga kami! Kau menghancurkan segel roh Jinyowon!"

Penyihir Do-Kwang tiba dengan amarah yang meledak. "Dua kali dalam satu malam! Pertama kau menyelinap ke ruang rahasia jasad Nara, dan sekarang kau menghancurkan harta Jinyowon?! Kau ingin tamat hari ini, Han-Seol?!"

Han-Seol membungkuk berkali-kali, tangannya gemetar. "Maafkan saya, Paman! Nona Jin, maaf! Makhluk itu menyerang pelayanku! Aku tidak punya pilihan!"

1
Soobin Chan
mampir juga di cerita baru aku kak. 'The Emerald and Her Four Mates'
Protocetus
Beludru itu apa thor?
Soobin Chan: beludru itu sejenis bahan kain halus dan lembut gitu. jadi ibaratnya suaranya itu kaya beludru, lembut dan halus.🤭
total 1 replies
Protocetus
Ini bacanya Cheongi apa Cheon Gi min?
Soobin Chan: Cheon-gi 🤣
total 1 replies
Protocetus
Mampir ya ke novelku Remontada
Soobin Chan: oke kak😄
total 1 replies
Dao Biru
Latar Korea ya
Soobin Chan: iya kak😄
total 1 replies
T28J
wah wah wah
Soobin Chan: 🤣terima kasih udah mau komen
total 1 replies
T28J
woww.. secantik apakah dia /Slight/
Soobin Chan: bayangin ajah wajah song he kyo. begitulah kira kira.😄
total 1 replies
T28J
mantap kak 👍
Soobin Chan: terima kasih🤭
total 1 replies
Soobin Chan
komen dong guys. biar aku semangat nulusnya😍🤭
Soobin Chan: tetap semangat. mudah-mudahan banyak yang suka sama ceritanya💪
total 1 replies
Soobin Chan
ceritanya bagus guys, ayo merapat! di jamin kalian bakalan suka/Drool/
Soobin Chan: ramein dong guys...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!