Bunga adalah gadis yang di juluki si Bodoh, ia di paksa nikah dengan seorang lelaki pilihan papanya yaitu Muis yang dimana sahabat masa kecilnya.
Hari-hari pernikahan mereka di lalui, Muis mengira gadis itu beneran bodoh dan seperti kekanak-kanakan namun di balik itu Bunga tidak seperti yang di duga. Ia menikah dengan Muis karena ia ingin membalas dendam kepada keluarganya itu,
— Stupid Wife —
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 Kosong
Lampu ruangan operasi, mati membuat ketiga orang yang menunggu selama berjam-jam berdiri dengan getir. Muis mengigit bibir dalam nya, ketakutan merayap di rongga dadanya.
Pintu Ruangan Operasi terbuka lebar, seorang dokter keluar dari sana bersama salah satu asistennya. Wajah mereka begitu tegang dan serius
" Bagaimana dokter? " Tanya Muis dengan suara serak menahan tangis
" Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar operasi nya lancar sekali. Istri kamu bisa langsung di pindah kan ke ruang rawat, "
Pernyataan dari dokter tersebut, membuat ketiganya mengucapkan rasa syukur kepada sang kuasa. dan dokter yang sudah berjasa sekali bagi kesembu Bunga, sementara itu Bunga di pindah kan ke kamar rawat.
Muis mengigit bibir dalamnya, saat melihat sang istri yang begitu pucat — tidak ada tawa tidak ada rengekan dari wanita tersebut. Yang sslalu menghibur diri nya di saat. Lelahnya berkerja mungkin bagi orang dia adalah sosok yang menyebalkan dan membosankan,
Namun, bagi Muis Bunga sosok yang begitu bisa membuat diri bahagia dan merasakan kehangatan dunia. Pelupuk mata itu tertutup rapat membuat dunia nya dingin, senyuman tipis membingkai di wajah lelaki tersebut.
" Sayang, cepatlah pulih " Gumamnya dengan suara lembut ia dengan lembut mengusap wajah wanita tersebut.
Pelupuk mata tersebut, terbuka perlahan diiringi jemari-jemari yang menari hampir serempak — membuat Muis dan kedua orangtuanya menatap wanita. Tersebut dengan penuh harap,
" Sayang " Panggil Muis kala kedua pelupuk mata tersebut terbuka sempurna, matanya menyesuaikan cahaya ruangan tersebut.
" Aku.. Dimana? " Tanya Bunga dengan suara serak terdengar pelan sekali,
" Sayang, kamu ada di rumah sakit gimana sekarang kondisi kamu? " Tanya Cindy yang muncul di belakang Muis menatap lembut sang menantu.
" Mama" Gumam Bunga tersenyum lembut
Cindy tersenyum senang saat wanita itu merespon, ia mengelus pelan wajah Bunga
" Sayang apa yang kamu rasakan?, "
" Kepala aku sakit " Sahut Bunga dengan suara serak. Cindy menoleh sejenak ke Muis
" Panggil kan dokter sana! "
" Ya ma " Sebelum ia beranjak ia mengecup dahi wanita tersebut membuat, Bunga mendelikkan matanya tidak percaya
Sudah lima hari Bunga di rawat akhirnya diizinkan pulang. Tidak seperti hari-hari biasanya yang ada saja tingkah lucu Bunga membuat Muis dan kedua orang tuanya tertawa hebat karena kekonyolan wanita itu,
Semenjak habis operasi, Bunga selalu terdiam bahkan tidak pernah lagi yang namanya manja dengan Muis membuat kekosongan terisi di hati Muis ia menatap nanar sang istri yang lebih memilih memandang jendela mobil daripada mengarah kepadanya. Muis menghela napas berat
Entah kenapa hatinya terasa teriris, saat melihat wanita tersebut sangat pendiam dan begitu tidak seceria dulu? Apakah ini salah kenapa begitu sakit?. Muis mengigit bibir dalamnya menepis semua pikirannya tentang Bunga,
" 𝘙𝘢𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘭𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘢𝘬𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘤𝘦𝘯𝘵𝘪𝘭.. 𝘋𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘤𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘴𝘰𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘣𝘪𝘴 — 𝘖𝘱𝘦𝘳𝘢𝘴𝘪 " Batin Bunga ia merebahkan punggung nya yang terasa sakit tersebut
" Sayang " Panggil Muis membuat Bunga menoleh, dengan tatapan lembut ia menatap Bunga " Apa kamu baik-baik saja? "
Sunyi, di dalam kabin mobil mencekik keduanya Seorang yang tidak pernah diabaikan dalam hidup Bunga kini merasa dunianya telah diabaikan oleh wanita tersebut.
Entah kenapa hidupnya terasa kosong, bila tidak mendengar suara rengekan manja wanita itu Bunga tersenyum simpul.
" Aku baik bang, sangat baik aku cuman lelah nanti kita bicara lagi ya " Sahut Bunga lalu memejamkan matanya
Hanya itu?
Muis tidak puas dengan apa yang ia dengar, membuat dirinya kecewa sekali — ia Memfokuskan dirinya untuk menyetir.
Bunga membuka matanya kembali, ia menoleh ke Muis
" Bang aku lapar! " Rengek Bunga dengan suara yang begitu manja
Membuat Muis menoleh ke arahnya, ia tidak sedang bermimpi ia mendengar suara rengek anak itu lagi
" Kamu lapar? "
" Hmm.. Abang benar-benar ngga peka sekali!, lama-lama ini mobil aku makan! " gerutu Bunga membuat Muis tersenyum
" Jangan dong, kamu mau makan apa? " Tanya Muis sembari menatap Bunga sekilas. Lalu fokus menyetir kembali
" Hmm, Babercue enak deh bang kayanya aku mau! " Seru Bunga matanya berbinar terang
" Oke, kita ke restoran Barbecue "
" Yess!! "
Halo gusy kalau kalian mau, Di buatkan Novel apapun itu silakan request ya.. Nanti aku buatkan tapi syaratnya kalian harus share like dan subscribe aku ya...
So.. Kalian komen juga ya dari ketujuh novelku yang mana nih yang kalian udah baca komen!!
Makasih banyak ya reader sampai detik, ini kalian tetap baca karya - karya ku.. Thanks you so much .. Lanjut bacanya ya jangan lupa follow akun ini
🤍🤍🤍
By : Author bidadari
Happy Reading 🤍❤❤