NovelToon NovelToon
I'M An Imperfect Mom

I'M An Imperfect Mom

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:899
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

"Di kantor, Aruna adalah pemenang. Namun di rumah, ia adalah orang asing yang kehilangan tempat. Ketika mantan suaminya kembali membawa 'istri sempurna', hidup Aruna mulai retak.

Satu per satu barangnya hilang, ingatannya mulai dikhianati, dan putranya perlahan menjauh. Apakah Aruna memang ibu yang gagal, atau seseorang sedang merancang skenario untuk membuatnya gila?

Menjadi ibu itu berat. Menjadi ibu yang waras di tengah teror... itu mustahil."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: JEBAKAN UNTUK TYAS

Bab 14: Jebakan Untuk Tyas

Malam di pusat kota Jakarta tidak pernah benar-benar tidur. Cahaya neon dari gedung-gedung pencakar langit memantul di atas aspal yang basah oleh sisa hujan sore tadi. Aruna, atau kini lebih dikenal sebagai Rhea Mahendra, duduk di kursi belakang mobil sedan hitam yang dikemudikan oleh Adrian. Ia mengenakan gaun sutra berwarna hitam pekat dengan potongan punggung terbuka, memberikan kesan wanita kelas atas yang sedang mencari hiburan malam.

"Tyas sudah di dalam," ucap Adrian sambil melirik tablet di pangkuannya. "Dia baru saja memesan botol *whisky* kedua. Sepertinya dia sedang merayakan 'bonus' yang baru saja ia terima dari Bimo atas keberhasilannya membantumu 'lenyap'."

Aruna menatap pantulan wajahnya di kaca jendela. "Dia merayakan kematianku dengan uang haram itu. Mari kita lihat seberapa lama dia bisa tertawa."

Aruna melangkah masuk ke Vortex, sebuah klub malam eksklusif di mana dentuman musik techno berpadu dengan aroma cerutu dan parfum mahal. Matanya dengan cepat memindai ruangan yang remang-remang, hingga ia menemukan sosok pria berusia akhir dua puluhan yang duduk di pojok bar. Tyas. Pria itu tampak sangat percaya diri, tertawa bersama dua wanita pendamping sambil memamerkan jam tangan barunya yang berkilat.

Dengan langkah yang diatur sedemikian rupa, Aruna mendekat dan duduk di kursi bar tepat di sebelah Tyas. Ia memesan segelas martini tanpa menoleh ke arah pria itu.

"Sendirian, Cantik?" Tyas memulai aksinya, suaranya agak serak karena alkohol. Ia menoleh ke arah Aruna, mencoba menunjukkan pesonanya yang dangkal.

Aruna perlahan menoleh, membiarkan rambut pendeknya tersingkap dan menatap Tyas tepat di matanya. Untuk sesaat, Tyas membeku. Gelas yang ia pegang bergetar sedikit. Matanya menyipit, mencoba mengenali fitur wajah wanita di depannya. Ada sesuatu yang sangat akrab, namun riasan tajam dan aura intimidasi Aruna membuatnya ragu.

"Nama saya Rhea. Dan sepertinya kita punya banyak kesamaan, Tyas," ucap Aruna dengan suara yang berat dan menggoda.

Tyas menelan ludah. "Rhea Mahendra? Investor baru di kantor Pak Bimo?"

"Kabar burung berhembus cepat ya di kantor itu," Aruna menyesap minumannya, bibir merahnya menyunggingkan senyum misterius. "Saya dengar kamu adalah orang kepercayaan Bimo. Tapi saya juga tahu, orang kepercayaan seringkali adalah orang yang paling kurang dihargai dalam hal finansial. Jam tangan itu... Rolex Submariner? Bagus, tapi itu model lama. Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dari itu, Tyas."

Tyas tertawa gugup, mencoba menutupi kegelisahannya. "Pak Bimo sangat baik pada saya, Ms. Mahendra."

"Oh ya? Apa dia juga akan 'baik' padamu kalau dia tahu kamu menyimpan salinan rekaman CCTV apartemen Aruna yang asli? Rekaman yang menunjukkan kamu masuk ke sana di sore hari?" Aruna mencondongkan tubuhnya, berbisik tepat di telinga Tyas yang kini mulai berkeringat dingin.

Gelas di tangan Tyas hampir saja jatuh. "A... apa maksud Anda? Saya tidak tahu apa yang Anda bicarakan."

Aruna mengeluarkan ponsel lama Bimo dari tas kecilnya—hanya sekejap, lalu menyimpannya kembali. "Saya punya semua datanya, Tyas. Bimo berencana menjadikanmu kambing hitam jika sewaktu-waktu polisi mencium bau busuk di klinik tempat Aruna 'dihilangkan'. Dia sudah menyiapkan dokumen yang menyatakan bahwa semua itu adalah inisiatifmu sendiri untuk mendapatkan posisi direktur. Kamu hanyalah alat buang bagi pria itu."

Wajah Tyas mendadak pucat pasi. Ia tahu Bimo adalah pria yang kejam, dan kemungkinan dirinya dikhianati selalu membayangi pikirannya. "Kenapa Anda memberitahu saya hal ini?

"Karena saya ingin membeli kesetiaanmu," jawab Aruna dingin. "Bimo akan jatuh. Kapal itu sedang tenggelam, dan saya adalah sekoci yang kamu butuhkan. Berikan saya akses ke berkas rahasia di brankas rumah pribadi Bimo—berkas tentang aset luar negerinya—dan saya akan pastikan kamu keluar dari masalah ini dengan sepuluh miliar di rekeningmu. Plus, tiket satu arah ke luar negeri sebelum polisi datang mengetuk pintumu."

Tyas menatap Aruna dengan tatapan antara tidak percaya dan tergiur. Keserakahan selalu menjadi kelemahannya, dan Aruna tahu cara memainkannya dengan sempurna.

"Bagaimana aku bisa percaya padamu?" tanya Tyas dengan suara bergetar.

Aruna mengambil selembar cek yang sudah ditandatangani dan menggesernya di atas meja bar. "Itu uang muka. Satu miliar. Sisanya setelah aku mendapatkan apa yang aku inginkan. Kamu punya waktu dua puluh empat jam sebelum aku menyerahkan rekaman CCTV itu ke pihak berwajib dan menyebut namamu sebagai pelaku utama."

Aruna berdiri, meninggalkan Tyas yang terpaku menatap cek di tangannya. Saat berjalan keluar dari klub, Aruna bertemu dengan Adrian yang sudah menunggu di dekat pintu masuk.

"Umpannya sudah dimakan?" tanya Adrian.

"Tikus itu sudah masuk perangkap," jawab Aruna sambil mengenakan kacamata hitamnya meskipun malam hari. "Dia akan mengkhianati Bimo besok malam. Dan saat itu terjadi, Siska akan menjadi orang pertama yang kehilangan pegangan."

Aruna menatap langit Jakarta yang gelap. Ia merasa setiap langkah yang diambilnya semakin dekat dengan tujuan akhirnya. Kehancuran Bimo bukan lagi sekadar mimpi, melainkan sebuah kepastian yang tinggal menunggu waktu. Namun, jauh di lubuk hatinya, ada rasa sakit yang masih berdenyut saat memikirkan Kenzo.

"Bertahanlah sedikit lagi, Sayang," batinnya. "Mama akan segera membawamu pulang ke rumah yang sebenarnya."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bersambung...

Bab 15: Penghianatan Sang Kepercayaan.

...Author Note:...

Aruna bener-bener pinter mainin psikologi Tyas! Dengan mengadu domba Tyas dan Bimo, Aruna dapet jalan pintas buat masuk ke rahasia terdalam mantan suaminya. Kira-kira Tyas bakal beneran nurut atau dia malah lapor ke Bimo buat cari muka?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!