NovelToon NovelToon
Ruang Ajaib Di Istana: Ratu Penguasa

Ruang Ajaib Di Istana: Ratu Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Evelyn Carter tewas dalam kecelakaan mobil di abad ke-21. Namun saat membuka mata, ia tidak berada di rumah sakit, melainkan di sebuah istana kuno.

Ia kini hidup dalam tubuh Ratu Evelyn Lancaster, ratu muda yang terkenal lemah dan sedang menunggu kematian karena racun dari para selir. Di istana, semua orang sudah bersiap menyambut kematiannya.

Selir kesayangan raja ingin merebut tahta ratu. Para menteri diam-diam mengatur kekuasaan baru. Tapi mereka tidak tahu satu hal... Ratu yang bangun hari itu, bukan lagi wanita yang sama. Di dalam tubuh itu hidup jiwa wanita modern yang cerdas dan tidak mudah diinjak.

Selain itu, Ratu memiliki Ruang Ajaib. Tempat rahasia yang menyimpan obat, pengetahuan, dan teknologi masa depan.

Kini, orang-orang yang menunggunya mati akan segera sadar. Ratu yang mereka anggap lemah… justru akan menjadi penguasa sejati di istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 22.

Undangan dari Kerajaan Valeria tiba tiga hari kemudian, segel emas kerajaan luar itu langsung membuat aula rapat menjadi sunyi.

Lord Vincent membacakan isi surat dengan tenang. “Kerajaan Valeria mengundang Raja Alexander dan Ratu Evelyn untuk menghadiri perjanjian dagang musim dingin.”

Beberapa menteri langsung saling melirik, karena semua orang tahu hubungan dengan Valeria sedang berada di titik penting. Kalau kerja sama berhasil, kerajaan akan mendapat jalur perdagangan baru dan dukungan luar yang kuat.

Namun Evelyn justru menyipitkan mata pelan, itu terlalu cepat. Baru beberapa hari sejak utusan Valeria pulang, undangan resmi langsung datang.

Alexander yang duduk di singgasana terlihat tenang. “Kita akan pergi.”

Ibu Suri Helena yang duduk di sisi aula tersenyum tipis. “Tentu saja kalian harus pergi, ini adalah undangan resmi dan sangat penting.”

Tatapan Helena sekilas jatuh pada Evelyn. “Kesempatan seperti ini... tidak boleh dilewatkan.”

Evelyn menangkap tatapan itu, dan instingnya langsung berbunyi buruk tapi ia tidak berkata apa-apa.

Malam harinya, di paviliun ratu.

“Aku tidak suka perjalanan ini.” Evelyn berdiri di depan peta sambil berpikir.

Alexander duduk santai memperhatikannya. “Karena William?”

“Karena terlalu banyak orang ingin kita mati.”

Jawaban itu lugas.

Dan Alexander tersenyum kecil. “Aku akan melindungimu.”

Evelyn langsung menoleh.

“Yang Mulia terdengar terlalu santai.”

Alexander berdiri perlahan lalu berjalan mendekat, tatapannya turun tepat ke mata Evelyn. “Karena aku tahu, kau juga akan melakukan hal yang sama padaku. Kita akan saling melindungi...”

Evelyn tidak membantah, karena benar.

Dua hari kemudian, rombongan kerajaan berangkat menuju Valeria. Puluhan pengawal mengelilingi kereta utama, bendera kerajaan berkibar di sepanjang perjalanan.

Di dalam kereta, Evelyn sedang membaca laporan sementara Alexander memandang keluar jendela.

“Kau masih bekerja bahkan di perjalanan.”

Evelyn tidak mengangkat kepala. “William tidak akan berhenti hanya karena kita pergi keluar istana.”

Alexander tersenyum samar. “Itu sebabnya aku menyukaimu.”

Evelyn mengabaikan ucapan pria itu, tapi sudut bibirnya sedikit bergerak.

Perjalanan berlangsung tenang selama dua hari pertama, namun terlalu tenang. Dan justru itu lah, membuat Evelyn semakin waspada. Sampai malam ketiga tiba, rombongan berhenti di jalur pegunungan untuk beristirahat. Kabut turun tebal, suasana sunyi.

Evelyn langsung membuka mata dari tidurnya, instingnya terasa buruk.

Di luar, suara langkah cepat mulai terdengar.

Lalu... terdengar TERIAKAN.

“SERANGAN!”

BRAK!

Panah menembus sisi kereta.

Alexander langsung menarik Evelyn turun sebelum panah kedua menghantam tempat duduk mereka.

“Turun sekarang!”

Suasana langsung kacau, suara pedang beradu memenuhi malam. Pengawal kerajaan mulai bertarung dengan kelompok bertopeng yang muncul dari hutan.

“Mereka terlalu banyak!” teriak salah satu pengawal.

Evelyn langsung menyadari sesuatu, ini bukan perampokan biasa, ini pembunuhan terencana.

Alexander menarik pedang cepat, tatapannya berubah sangat dingin dan mematikan. Dua penyerang langsung tumbang di tangannya.

“Masuk kembali ke kereta!” perintah Alexander.

“Tidak!” Evelyn menolak cepat.

Namun sebelum mereka sempat bergerak, suara ledakan kecil terdengar dari atas tebing. Batu-batu besar mulai runtuh.

“MUNDUR!”

Pengawal berteriak panik.

Alexander langsung menarik Evelyn ke samping, namun salah satu batu besar jatuh menghantam sisi kereta.

BRAK!

Benturan keras membuat tanah bergetar, Evelyn terdorong jatuh dan kepalanya sedikit terbentur. Namun sebelum ia sempat bangkit kembali, matanya membesar. Tadi Alexander berdiri di depannya untuk melindunginya, dan sekarang tubuh pria itu tertimpa sebagian reruntuhan kereta.

Darah mengalir dari pelipisnya.

“Alexander!”

Evelyn langsung berlari mendekat, Alexander masih sadar sesaat. Tatapannya samar menatap Evelyn. “Kau… tidak terluka?”

Bahkan dalam keadaan seperti itu, yang ia tanyakan justru keadaan wanita itu.

Evelyn langsung menggenggam wajah pria itu. “Diam!”

Tangan Evelyn mulai gemetar, untuk pertama kalinya sejak datang ke dunia itu melalui transmigrasi... ia merasa panik.

Alexander mencoba mengangkat tangan, namun tubuhnya melemah cepat. “Evelyn…”

Suara itu sangat pelan, lalu mata Alexander tertutup dan tubuh pria itu tidak bergerak lagi.

“Alexander!”

Serangan akhirnya berhasil dipukul mundur, namun suasana berubah mencekam.

Kasim Bernard langsung memeriksa denyut nadi Alexander, wajah kasim tua itu langsung pucat. “Cepat siapkan tabib!”

Evelyn berlutut di samping Alexander, tangannya dipenuhi darah sang raja. Tatapannya perlahan berubah, sangat dingin. Karena ia tahu, siapa pelakunya.

Tiga hari kemudian, rombongan kembali ke istana lebih cepat. Dan berita langsung mengguncang seluruh kerajaan. Raja Alexander koma, benturan keras di kepala membuatnya tidak sadarkan diri.

Tabib istana mulai panik, Menteri mulai gelisah. Dan para bangsawan mulai bergerak. Karena kerajaan tanpa raja, adalah kesempatan sempurna untuk perebutan kekuasaan.

Di aula utama, para menteri berdebat panas.

“Kita harus menunggu Pangeran William mengambil alih sementara!”

“Tidak! Raja belum wafat!”

“Istana tidak boleh kosong tanpa penguasa!”

Tiba-tiba, pintu aula terbuka, semua orang langsung diam. Evelyn masuk perlahan, gaun hitam panjang membungkus tubuhnya. Tatapannya dingin, dan auranya berbeda. Tidak ada lagi kelembutan seorang ratu, yang masuk ke aula hari itu... adalah seorang penguasa.

Evelyn berjalan sampai ke depan singgasana, lalu berdiri tepat di sana. Tatapannya menyapu seluruh aula. “Mulai hari ini, aku yang akan memegang kekuasaan kerajaan sampai Raja sadar.”

Suaranya tenang, namun menekan seluruh ruangan.

Hening.

Beberapa menteri langsung terkejut.

“Yang Mulia Ratu, ini—”

“Siapa yang keberatan?” Tatapan Evelyn langsung jatuh pada menteri itu.

Dingin.

Tajam.

Menteri itu langsung membeku, tidak bisa bicara lagi.

Lord Vincent perlahan berdiri dari duduknya, ia membungkuk hormat. “Saya mendukung Yang Mulia Ratu.”

Setelah itu, Jenderal Theodore Hawthorne ikut berdiri. “Militer juga mendukung Ratu.”

Satu per satu, para menteri mulai menunduk. Karena mereka sadar, dengan dukungan keluarga Lancaster dan Keluarga Hawthorne. Serikat pedagang, dan rakyat... Evelyn sekarang memegang kekuatan terbesar di kerajaan.

Sementara di sisi aula, William mengepalkan tangan di balik lengan jubahnya. Karena rencananya gagal setengah, Alexander belum mati. Dan lebih buruk lagi, Evelyn sekarang duduk di pusat kekuasaan.

Tatapan wanita itu perlahan beralih pada William, senyumnya sangat dingin. Dan William langsung mengerti satu hal, Ratu Evelyn sudah tahu siapa dalang serangan itu. Dan sekarang... wanita itu akan membalas.

1
Surianto Tiwoel
wah,, pasti ibu suri yg bunuh,, ibunya Alexander
Miss Typo
Raja dan Ratu bikin perasaan campur aduk, harusnya formal aja eh romantis bgt lagi 🤣
Tiara Bella
so sweet bngt ya raja Alexander sm ratu Evelyn.....😍
Rita
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🥰🥰🥰🥰🥰
Rita
😅😅😅😅😅
Rita
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣
Rita
😅😂😂😂😂😂
Rita
wah siap2 evelyn ngambek😅😂😂
Rita
waahhhh👍👍👍👍
Nyonya Gunawan
Kirain alex beneran koma..😄😄
Tpi bgus jg sich biar di lihat kala ma wili
Rita
ceritanya bagus,seru,tegang g betele2
Rita
berani macam2 tunggu pembalasan ku😅😂pov evelyn
Rita
bangun̈in singa betina
Rita
ikut panik
Rita
waspada yg bs dilakukan plus bersiap
Rita
peka
Rita
waspada
Rita
tuh 🔥🔥🔥🔥
Rita
saling terbuka 👍👍👍👍apa yg dirasakan apa yg dipikirkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!