NovelToon NovelToon
Ketika CEO & Perdana Menteri Saling Menghancurkan...Dan Saling Menginginkan

Ketika CEO & Perdana Menteri Saling Menghancurkan...Dan Saling Menginginkan

Status: tamat
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:625
Nilai: 5
Nama Author: Amila FM

Perhatian!!!
Harap bijak dalam membaca.Terima kasih 🙏 🫶

Elian sang Ice Prime Ministry selalu bersitegang
dengan Lyra the Iron Rose, CEO De La Vega Corporate yang menangani cyber security dan peralatan militer. Namun, siapa sangka keduanya memiliki hubungan terlarang yang sangat panas dan romantis dan penuh tantangan. Dimulai dari perjodohan dengan orang lain yang dilakukan oleh keluarga dan partai mereka, sehingga mereka memiliki misi untuk membatalkan perjodohan. Selain itu pengkhianatan yang dilakukan keluarga mereka sendiri tidak kalah peliknya.

Apak Elian dan Lyra bisa bersatu dan memiliki hidup normal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amila FM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perangkap Don Marco

Kantor pusat De la Vega Corporate di tengah malam terasa seperti makam raksasa yang terbuat dari baja dan kaca. Hanya ada satu lantai yang lampunya masih menyala benderang: lantai eksekutif. Lyra Selene duduk di depan jajaran server pribadinya, wajahnya diterangi oleh cahaya biru dari monitor yang menampilkan struktur kepemilikan saham perusahaan.

Ia tidak sedang bekerja untuk meningkatkan nilai perusahaan. Sebaliknya, ia sedang mencari cara untuk melumpuhkan ayahnya sendiri.

Sabotase Halus sang Putri

Selama puluhan tahun, Don Marco memerintah De la Vega dengan tangan besi melalui aliansi rahasia dengan tiga pemegang saham mayoritas, para veteran yang setia kepada visi lama perusahaan. Lyra menyadari bahwa selama ketiga orang ini tetap berada di pihak ayahnya, ia tidak akan pernah memiliki kebebasan mutlak.

Dengan bantuan algoritma yang disembunyikan di dalam Project Xylos, Lyra mulai menggali data transaksi masa lalu. Ia menemukan apa yang ia cari: pola transfer dana terselubung yang dilakukan Don Marco melalui perusahaan cangkang di Sektor Utara untuk menyuap beberapa pejabat rendah di masa lalu.

"Maafkan aku, Ayah," bisik Lyra, suaranya dingin tanpa emosi. "Tapi kau sendiri yang mengajarkanku bahwa dalam bisnis, sentimen adalah kelemahan."

Lyra tidak menyebarkan data itu ke publik. Itu akan menghancurkan perusahaan. Sebaliknya, ia mengirimkan potongan informasi tersebut secara anonim kepada para pemegang saham setia ayahnya. Ia ingin menciptakan keraguan; ia ingin mereka merasa bahwa Don Marco bukan lagi pemimpin yang aman, melainkan beban yang bisa menyeret mereka semua ke dalam sel militer.

Tekanan Parlemen untuk Elian

Sementara Lyra bertempur di ruang direksi, Elian Theron Valerius menghadapi medan perang yang berbeda. Di gedung Parlemen Aethelion, suara riuh rendah dari anggota oposisi menggema. Kebijakan audit pajaknya terhadap De la Vega mulai digugat. Beberapa anggota parlemen menuduh Elian melakukan "balas dendam pribadi" yang membahayakan stabilitas ekonomi nasional.

Elian berdiri di podium, tatapannya menyapu seluruh ruangan dengan otoritas yang tak tergoyahkan. "Stabilitas tidak bisa dibangun di atas fondasi yang korup," ujarnya, suaranya tenang namun kuat. "Jika De la Vega adalah pilar ekonomi kita, maka pilar itu harus bersih dari retakan sekecil apa pun. Saya tidak melakukan serangan! Saya sedang melakukan renovasi nasional."

Namun, di balik pidatonya yang heroik, Elian menyadari bahwa posisinya sedang di ujung tanduk. Oposisi mulai mengendus bahwa audit ini tidak memiliki dasar bukti yang kuat. Mereka menuntut agar hasil audit segera dipublikasikan.

Setelah sidang berakhir, Elian kembali ke kantornya hanya untuk menemukan surat dari penyelidik eksternal yang disewa Don Marco. Penyelidik itu mulai menanyakan detail tentang "pemasangan sistem keamanan baru" di bunker Sektor 4 pada malam penangkapan Mateo.

Elian meremas surat itu hingga hancur. Don Marco tidak hanya menyerang secara politik; ia mulai mencari bukti fisik tentang pertemuan Elian dan Lyra.

Pertemuan di Ambang Bahaya

Melalui protokol komunikasi yang sangat terbatas, menggunakan enkripsi yang disamarkan sebagai laporan cuaca di terminal transportasi, Elian mengirimkan pesan singkat kepada Lyra.

“Penyelidik Marco mendekati Sektor 4. Aku butuh penghapusan total log akses fisik di sana. Gunakan protokol Xylos tingkat tiga. Waktunya menipis.”

Lyra menerima pesan itu saat ia sedang berada di tengah perjamuan makan malam formal dengan ayahnya. Ia meletakkan ponselnya dengan tenang, memberikan senyum kecil yang dipaksakan kepada Don Marco.

"Ayah tampak sangat puas hari ini," ujar Lyra sambil memotong hidangannya.

Don Marco menatapnya dengan pandangan yang sulit dibaca. "Aku selalu puas ketika aku merasa kendali kembali ke tanganku, Lyra. Penyelidikku telah menemukan sesuatu yang menarik di Sektor 4. Sesuatu tentang sinyal radio pendek yang aktif pada malam Mateo ditangkap. Kau tahu sesuatu tentang itu?"

Lyra merasakan hawa dingin di tengkuknya, namun ia tertawa kecil, sebuah tawa yang terdengar sangat alami. "Radio pendek? Ayah, wilayah itu adalah gudang tua. Tentu saja ada gangguan sinyal di sana. Mungkin Ayah terlalu banyak membayar penyelidik itu sehingga dia mulai mengarang cerita misteri untukmu."

Don Marco tidak tersenyum. "Kita lihat saja nanti, Lyra. Besok pagi, dia akan menyerahkan laporan lengkapnya padaku."

Perlombaan Melawan Waktu

Setelah makan malam berakhir, Lyra segera mengunci diri di ruang studinya. Ia bekerja dengan kecepatan yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Ia menyusup ke jaringan keamanan publik Sektor 4, meretas data kamera pengawas, dan mengganti rekaman malam itu dengan loop video kosong yang sempurna.

Ia juga mengaktifkan protokol penghancuran data di bunker Elian secara jarak jauh. Setiap bit informasi yang menunjukkan keberadaannya di sana malam itu dihapus secara permanen.

Tepat saat jarum jam menunjukkan pukul tiga pagi, Lyra menyelesaikan tugasnya. Ia bersandar di kursinya, napasnya memburu. Ia telah menyelamatkan mereka untuk sementara, namun ia tahu Don Marco tidak akan berhenti begitu saja.

Di istananya, Elian memantau pergerakan data itu dengan napas lega yang singkat. Ia menyadari bahwa mereka kini berada dalam fase di mana mereka harus segera menyerang balik sebelum Don Marco mendapatkan bukti yang tidak bisa dibantah.

"Satu langkah lagi, Lyra," gumam Elian pada layar monitornya. "Satu langkah lagi, dan kita akan meruntuhkan tahtanya."

Malam itu berakhir dengan kesunyian yang mencekam. Di kediaman De la Vega, Don Marco duduk di perpustakaannya, menatap laporan yang baru saja tiba, laporan yang kini kosong karena sabotase Lyra. Alih-alih marah, Don Marco justru tersenyum dingin. Baginya, data yang hilang secara misterius adalah bukti yang lebih kuat daripada rekaman mana pun bahwa putrinya memang sedang menyembunyikan sesuatu yang sangat besar.

Perburuan sang Patriark kini bukan lagi mencari bukti, melainkan mencari cara untuk membuat putrinya sendiri mengaku.

1
T28J
Awwwww... baru eps 4 udah enak enak 🤭👍
lanjutkan kak
Amila FM,IG:amilaeditslife: semoga suka ya kak 🙏
total 1 replies
T28J
hadir kk✍️
Amila FM,IG:amilaeditslife: terimakasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!