NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penguasa Sembilan Alam

Jalan Keabadian Penguasa Sembilan Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merampas akar spiritual bawaannya, Lin Tian—sang jenius nomor satu dari Kota Daun Gugur—jatuh menjadi "sampah" yang dilumpuhkan dan dihina oleh klannya sendiri. Selama tiga tahun, ia menelan segala penderitaan dan penindasan dalam diam, bertahan hidup hanya demi mencari kebenaran tentang orang tuanya yang hilang dan membalas dendam pada mereka yang merampas masa depannya.
​Namun, roda takdir berputar ketika darahnya tanpa sengaja membangkitkan jiwa Kaisar Alkemis Surgawi yang tertidur di dalam liontin peninggalan ibunya, Mutiara Kekacauan Primordial.
​Mendapatkan warisan kuno dan merombak fisiknya menjadi Tubuh Pedang Kekacauan, Lin Tian kembali menapak jalan kultivasi yang kejam. Di dunia di mana hukum rimba berlaku mutlak dan kekuatan adalah satu-satunya kebenaran, Lin Tian harus menggunakan akal, taktik, dan kekuatan barunya untuk membelah segala rintangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Keadilan Berdarah dan Runtuhnya Sang Tiran

​Aula Utama Klan Lin, yang biasanya melambangkan otoritas absolut dan kemegahan, kini telah berubah menjadi arena penghakiman yang sangat mencekam. Formasi Penekan Leluhur memancarkan cahaya putih yang menyilaukan dari langit-langit dan lantai giok, membentuk jaring energi yang mengunci setiap sudut ruangan. Di tengah jaring tersebut, rantai cahaya setebal lengan orang dewasa melilit tubuh kekar Lin Kuang, menekan sirkulasi Qi-nya secara brutal.

​Bagi seorang kultivator di Tahap Inti Emas, ditekan paksa kembali ke alam Pengumpulan Qi adalah sebuah siksaan mental yang jauh lebih menyakitkan daripada luka fisik. Sensasi kehilangan kendali atas energi spiritual yang telah dikumpulkan selama puluhan tahun membuat Lin Kuang mengaum seperti binatang buas yang terperangkap dalam jerat baja.

​"Kau pikir formasi mati ini bisa menahanku?!" raung Lin Kuang. Matanya memerah, dipenuhi urat-urat halus yang menonjol. Sebagai seseorang yang telah bertarung di jalan berdarah untuk mencapai posisinya, ia menolak untuk menyerah pada takdir.

​Dalam keputusasaan yang didorong oleh akal sehat untuk bertahan hidup, Lin Kuang mengambil keputusan ekstrem. Ia menggigit ujung lidahnya hingga putus sebagian, menyemburkan seteguk darah esensi ke udara.

​"Seni Darah Peledak Jiwa!"

​Teknik terlarang itu aktif. Kabut darah menyelimuti tubuh Lin Kuang, meresap kembali melalui pori-porinya dan membakar vitalitas umurnya sebagai ganti kekuatan mentah. Otot-ototnya membesar hingga merobek jubah sutra merah keemasannya. Suara derit mengerikan terdengar saat kekuatan fisiknya memaksa beberapa rantai formasi leluhur itu melonggar. Meskipun kultivasinya tetap tertahan di Pengumpulan Qi Tingkat 7, daya tempur fisiknya kini melonjak melampaui batas wajar alam tersebut.

​Para tetua klan yang menyaksikan hal itu mundur dengan wajah pucat. Mengorbankan darah esensi berarti Lin Kuang telah menghancurkan fondasi masa depannya. Pria itu benar-benar berniat membunuh Lin Tian meskipun harus menukar separuh nyawanya.

​Lin Tian berdiri diam di tempatnya, matanya setajam ujung pedang. Tubuh Pedang Kekacauannya merespons fluktuasi energi di sekitarnya dengan resonansi pelan.

​"Pengorbanan yang sia-sia," ucap Lin Tian datar, mengayunkan belati berukir rune di tangannya dengan santai.

​"Mati kau, Sampah!" Lin Kuang menerjang maju dengan kecepatan yang menciptakan ledakan sonik di udara. Tinju kanannya dibungkus oleh api spiritual berwarna merah gelap yang memancarkan panas ekstrem. "Tinju Harimau Api Pembelah Gunung!"

​Ini adalah keterampilan bela diri tingkat menengah kelas Hitam yang menjadi kebanggaan tertinggi Klan Lin. Sebuah proyeksi harimau raksasa yang terbentuk dari api murni mengaum dari tinju Lin Kuang, melahap udara dan oksigen di sekitarnya, menargetkan kepala Lin Tian. Panasnya begitu mengerikan hingga lantai batu giok di bawah kaki Lin Kuang mulai meleleh menjadi cairan magma.

​Jika Lin Tian adalah kultivator Pengumpulan Qi Tingkat 7 biasa, mencoba menahan serangan ini secara frontal adalah sebuah tindakan bunuh diri. Secara logika, ia harus menggunakan gerak kaki untuk menghindar dan mencari celah. Namun, Lin Tian tahu bahwa untuk menaklukkan Klan Lin secara absolut, ia tidak boleh hanya menang; ia harus menghancurkan kepercayaan diri musuhnya hingga ke akar.

​Dantian Lin Tian berputar dengan kecepatan maksimum. Qi Primordial yang berwarna abu-abu mengalir ke lengannya, melapisi bilah belati kecilnya dengan cahaya yang sangat redup, nyaris tak terlihat.

​Ia menggunakan Seni Pedang Ilusi Pemutus Bayangan.

​Tidak ada teriakan, tidak ada gerakan mencolok. Lin Tian hanya mengayunkan belatinya ke depan dalam satu tarikan garis vertikal yang sangat sederhana, lambat, namun entah bagaimana terlihat mustahil untuk dihindari.

​Zrep!

​Garis abu-abu tipis membelah ruang.

​Saat tinju api raksasa Lin Kuang bertabrakan dengan garis abu-abu tersebut, tidak ada ledakan besar yang mengguncang aula. Sebaliknya, fenomena yang melawan akal sehat terjadi. Api merah gelap yang buas itu seketika terbelah menjadi dua bagian yang sangat rapi, layaknya sepotong mentega yang dipotong oleh pisau panas. Qi Primordial tidak sekadar menahan api itu; ia mendefragnya, memaksanya kembali menjadi energi netral yang tersebar ke udara.

​"Apa?!" Mata Lin Kuang membelalak ngeri. Keterampilan pamungkasnya dinetralkan tanpa sisa.

​Sebelum Lin Kuang bisa menarik kembali tinjunya, bayangan Lin Tian telah berkelebat, menembus celah di antara sisa-sisa api yang terbelah. Kecepatan dari Tubuh Pedang Kekacauan dikerahkan sepenuhnya.

​Lin Tian muncul tepat di hadapan Lin Kuang. Wajahnya sedingin es abadi. Tanpa emosi, tangan kiri Lin Tian melesat dan mencengkeram pergelangan tangan kanan Lin Kuang yang masih berada di udara.

​Krak!

​Suara tulang yang diremukkan bergema di aula yang sunyi. Lin Tian, yang murni menggunakan kekuatan fisiknya tanpa bantuan Qi, menghancurkan pergelangan tangan ahli Inti Emas itu seolah sedang mematahkan ranting kering.

​"ARGHHH!" Lin Kuang menjerit parau. Rasa sakit yang menembus saraf memecahkan konsentrasinya. Ia mencoba menendang dengan kaki kirinya sebagai bentuk perlawanan terakhir.

​Namun, Lin Tian selalu selangkah lebih logis dan presisi. Sebelum tendangan itu sempat terangkat, lutut Lin Tian telah terlebih dahulu menghantam perut Lin Kuang dengan kekuatan penuh.

​Bugh!

​Pukulan itu membuat mata Lin Kuang nyaris keluar dari rongganya. Tubuh besarnya terlipat, memuntahkan darah segar yang bercampur dengan empedu. Pertahanan Qi di tubuhnya hancur berantakan. Lin Tian tidak membuang waktu. Dengan gerakan yang mengalir dan mematikan, belati di tangan kanannya menusuk tajam langsung menembus perut bagian bawah Lin Kuang.

​Tepat ke dalam Dantiannya.

​"Tiga tahun lalu, kau dan Su Yue menggunakan racun untuk menghancurkan Dantianku," bisik Lin Tian di telinga Lin Kuang, suaranya sangat pelan namun terdengar seperti vonis dari dewa kematian. "Hari ini, aku mengembalikan perbuatan itu kepadamu."

​Melalui ujung belati tersebut, Qi abu-abu dari Mutiara Kekacauan meledak di dalam Dantian Lin Kuang. Energi buas itu merobek-robek fondasi spiritual Lin Kuang, memecahkan Inti Emas yang ada di dalamnya menjadi kepingan tak berguna, dan menghancurkan seluruh jaringan meridiannya dalam hitungan detik.

​Jeritan yang lebih mengerikan dari sebelumnya meledak dari mulut Lin Kuang. Ia ambruk ke lantai dengan lutut berdebum keras. Matanya kosong, tubuhnya bergetar hebat. Dalam satu tarikan napas, pria yang paling ditakuti di Kota Daun Gugur itu telah diubah menjadi manusia fana yang cacat total.

​"K-kau... melumpuhkanku..." gumam Lin Kuang dengan bibir bergetar, menatap Lin Tian dengan kebencian dan ketakutan yang tak terlukiskan. "Sekte... Sekte Pedang Surgawi tidak akan melepaskanmu! Tetua Lu akan... mencincangmu dan ayahmu!"

​Lin Tian menatap rendah pria yang kini tak lebih dari sekadar tumpukan daging tak berguna itu.

​"Ancaman dari orang mati tidak memiliki bobot," jawab Lin Tian datar.

​Ia mengangkat belatinya. Kilatan abu-abu kembali berkelebat di udara. Tanpa keraguan, tanpa belas kasihan, dan tanpa kata-kata perpisahan yang klise, bilah itu memotong leher Lin Kuang dengan presisi mutlak. Kepala Kepala Klan yang tiran itu terlepas dari tubuhnya, menggelinding ke tengah ruangan dan berhenti tepat di depan deretan kursi para tetua.

​Darah segar menggenang di atas lantai batu giok putih, mengakhiri era kegelapan di bawah kepemimpinan Lin Kuang.

​Keheningan yang mematikan mencekik Aula Utama. Selusin tetua klan yang sebelumnya mendukung Lin Kuang kini gemetar hebat hingga gigi mereka bergemeretak. Mereka melihat mayat tanpa kepala di lantai, lalu menatap pemuda berjubah abu-abu yang berdiri dengan tenang di tengah genangan darah, memegang stempel leluhur yang bersinar.

​Perbedaan kekuatan dan kekejaman yang ditunjukkan Lin Tian menghancurkan segala niat perlawanan di hati mereka. Logika bertahan hidup mengambil alih.

​Tetua Pertama, pria tertua di ruangan itu, adalah yang pertama menjatuhkan senjatanya. Ia melangkah maju dengan lutut gemetar, lalu bersujud dalam-dalam hingga dahinya menyentuh lantai yang dingin.

​"Kami... kami menyambut kembalinya Kepala Klan Lin Zhen dan Tuan Muda Lin Tian!" seru Tetua Pertama dengan suara bergetar.

​Melihat tindakan Tetua Pertama, sisa tetua lainnya segera mengikuti, menjatuhkan senjata mereka dan bersujud secara serempak. "Kami menyambut kembalinya Tuan Muda! Mohon ampuni nyawa kami!"

​Lin Tian tidak segera menjawab. Ia menatap deretan pria tua yang sedang bersujud itu dengan tatapan menilai. Secara rasional, membunuh mereka semua akan mengosongkan kekuatan tempur Klan Lin dan membuat klan ini rentan terhadap serangan dari faksi luar di Kota Daun Gugur. Menyimpan mereka memiliki nilai strategis sementara, asalkan dikendalikan dengan ketakutan mutlak.

​"Mulai detik ini, hukum dan struktur Klan Lin dirombak total," suara Lin Tian menggema di aula. Ia tidak menggunakan nada membujuk, melainkan perintah mutlak. "Ayahku kembali menjadi Kepala Klan yang sah. Setiap aset, perbendaharaan, dan titik sumber daya akan berada di bawah kendaliku."

​Lin Tian menyarungkan belatinya yang telah bersih dari darah. "Aku tahu Lin Kuang telah mengirim burung pembawa pesan ke Sekte Pedang Surgawi. Kita memiliki waktu maksimal tiga hari sebelum utusan mereka, atau mungkin Tetua Lu sendiri, tiba di kota ini untuk meminta pertanggungjawaban."

​Para tetua menelan ludah. Ancaman dari Sekte Pedang Surgawi adalah bayang-bayang kematian yang jauh lebih besar.

​"Tetua Pertama," panggil Lin Tian dingin. "Buka perbendaharaan leluhur sekarang juga. Kumpulkan semua Batu Spiritual, pil kelas menengah, dan material formasi pertahanan yang dimiliki klan ini. Bawa semuanya ke halamanku sebelum matahari terbenam."

​"B-baik, Tuan Muda! Segera dilaksanakan!" jawab Tetua Pertama dengan panik.

​Lin Tian berbalik dan melangkah keluar dari Aula Utama, meninggalkan mayat Lin Kuang di lantai. Ia telah memenangkan pertarungan awal dan merebut kembali klannya. Namun, logikanya menyadari bahwa konflik ini baru saja beranjak dari pertikaian lokal menjadi perang melawan raksasa.

​Tiga hari. Ia memiliki waktu tiga hari untuk menggunakan seluruh sumber daya klan demi mempersiapkan jebakan dan meningkatkan kekuatannya. Jika Sekte Pedang Surgawi menginginkan perang, maka Lin Tian akan menyajikan neraka bagi mereka.

1
yos helmi
💪💪💪👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍😍😍😍💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪🙏
yos helmi
😍😍😍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣3🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪💪
yos helmi
💪💪💪💪🤣🤣🤣👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪👍👍👍
Fajar Fathur rizky
klan huangpu dan leluhurnya akan musnah hahahaha
Daryus Effendi
terlalu banyak penjelasan jadi nya membosankan
T28J
semangat kak 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!