NovelToon NovelToon
Istri Putra Mahkota Yang Kejam

Istri Putra Mahkota Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Romansa Fantasi
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Di jantung Kekaisaran Valerieth yang agung, sebuah titah kaisar mengguncang pilar-pilar bangsawan. Lilianne von Eisenhardt, putri tunggal dari penguasa wilayah Utara yang disegani, Duke Kaelric von Eisenhardt, dipaksa memasuki ikatan suci di usianya yang baru menginjak 15 tahun.

Lilianne, yang memiliki kecantikan selembut bunga musim semi namun ketabahan layaknya baja Nordik, dijodohkan dengan sang pewaris takhta yang menjadi mimpi buruk bagi musuh-musuhnya: Putra Mahkota Arthur Valerius de Valerieth.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 14

***

Pagi hari di Kekaisaran Valerieth tidak pernah membawa kehangatan bagi mereka yang tinggal di Sayap Timur. Setelah Arthur meninggalkan Lilianne dalam kondisi hancur di balik jeruji balkon, ia melangkah melintasi koridor istana dengan aura yang begitu pekat. Para pelayan yang berpapasan dengannya segera menunduk, tidak berani bernapas sampai bayangan sang Putra Mahkota menghilang di tikungan.

Namun, langkah Arthur terhenti ketika seorang ajudan senior Kaisar menghadangnya di depan pintu besar balairung utama.

"Yang Mulia Putra Mahkota," ujar ajudan itu dengan suara kaku, "Yang Mulia Kaisar meminta kehadiran Anda segera di Ruang Singgasana Hitam. Ini mengenai... rumor yang berkembang di kalangan bangsawan."

Arthur menyipitkan matanya. Rahangnya mengeras. Ia tahu apa yang dimaksud. Sejak ia mengunci Lilianne dan mengisolasi Sayap Timur, kasak-kusuk di istana tidak bisa lagi dibendung. "Katakan pada ayahanda, aku sedang sibuk dengan urusan militer."

"Ini bukan permintaan, Yang Mulia. Ini adalah titah kaisar," balas ajudan itu dengan nada lebih tegas.

Arthur tertawa hambar, suara yang kering dan penuh penghinaan. "Titah, katamu? Baiklah. Mari kita lihat apa yang diinginkan singa tua itu dariku."

Ruang Singgasana Hitam adalah tempat yang paling tidak disukai Arthur. Di sana, bau dupa yang menyengat bercampur dengan hawa dingin dari batu-batu obsidian. Di atas singgasana yang megah, duduklah Kaisar Valerius, pria yang wajahnya merupakan versi lebih tua dari Arthur, namun dengan tatapan yang jauh lebih tenang dan mematikan.

"Empat bulan, Arthur," suara Kaisar bergema di ruangan yang sunyi itu. "Sudah empat bulan istrimu, Putri Mahkota Lilianne, tidak terlihat di hadapan publik. Bahkan Duke Kaelric dari Utara telah mengirimkan tiga surat protes karena putrinya tidak diizinkan membalas surat-surat dari keluarganya."

Arthur berdiri di tengah ruangan, tidak melakukan penghormatan yang seharusnya. Ia menyilangkan tangan di depan dada, jubah hitamnya menyapu lantai. "Dia sedang mengandung pewarisku. Kondisinya rapuh. Aku tidak ingin dia diganggu oleh politik sampah kalian."

"Kondisinya rapuh atau kau yang membuatnya rapuh?" Kaisar bangkit dari singgasananya, melangkah turun perlahan. "Rumor yang sampai ke telingaku mengatakan kau telah mengubah Sayap Timur menjadi penjara. Kau memasang jeruji besi, Arthur. Kau memperlakukan putri dari sekutu terpenting kita seperti tawanan perang."

"Dia ADALAH milikku!" teriak Arthur tiba-tiba, suaranya menggelegar menghantam dinding batu. "Aku tidak peduli dengan Utara! Aku tidak peduli dengan aliansi! Lilianne adalah cahayaku, dan aku tidak akan membiarkan tangan kotor siapapun menyentuhnya, termasuk Anda!"

Kaisar berhenti tepat di depan Arthur. "Tindakanmu bisa memicu perang, Arthur. Jika Duke Kaelric tahu putrinya disiksa dan dikurung, dia akan menggerakkan pasukan Utara. Apakah kau ingin mengorbankan kekaisaran ini hanya karena obsesi gilamu?"

Arthur maju selangkah, menatap langsung ke mata ayahnya dengan kebencian yang selama ini ia pendam di balik topeng kepatuhannya.

"Perang? Anda bicara soal perang demi kekaisaran?" desis Arthur parau. "Di mana Anda saat Ibu merintih di Istana Mawar Putih? Di mana Anda saat Ratu Seraphina memohon perhatian Anda sementara Anda sibuk dengan selir-selir dan wilayah taklukan Anda?"

Wajah Kaisar sedikit menegang, namun ia tetap diam.

"Anda membunuh jiwa Ibu dengan ketidakpedulian Anda!" Arthur melanjutkan, suaranya bergetar oleh amarah yang purba. "Anda membiarkannya mati dalam kesepian! Dan sekarang, Anda ingin mengajari aku cara memperlakukan istriku? Anda ingin aku membiarkan Lilianne berkeliaran agar dia bisa melihat betapa busuknya identitas pria yang menikahinya? Agar dia bisa melihat bahwa aku hanyalah bayangan yang Anda ciptakan untuk menutupi kematian Arthemus?"

"Arthur, cukup!" bentak Kaisar.

"TIDAK AKAN CUKUP!" Arthur meledak. Ia menendang sebuah meja kecil di dekatnya hingga hancur berkeping-keping. "Anda mencuri hidupku sejak hari itu! Anda memaksaku memakai kulit orang mati! Aku tidak akan membiarkan Anda mencuri Lilianne dariku. Dia adalah satu-satunya hal yang nyata dalam hidupku yang penuh dengan kebohongan ini. Jika dunia harus terbakar agar dia tetap berada di sisiku, maka biarlah dunia menjadi abu!"

Kaisar menatap putranya dengan pandangan yang sulit diartikan antara rasa iba dan kengerian. "Kau sudah benar-benar gila, Arthur. Kau tidak mencintainya, kau sedang mencekiknya."

"Setidaknya dalam pelukanku yang mencekik, dia tetap hidup dan bernapas," balas Arthur dengan senyum miring yang menyeramkan. "Tidak seperti Ibu yang mati karena kedinginan di bawah pengawasan Anda."

Arthur berbalik, hendak meninggalkan ruangan, namun suara Kaisar menghentikannya sekali lagi.

"Jika kau tidak membuka akses Sayap Timur dalam tiga hari, aku akan mengirimkan Pengawal Kekaisaran untuk mengambil alih penjagaan Putri Mahkota. Lilianne akan dipindahkan ke istana utama di bawah perlindunganku."

Arthur membeku. Ia berbalik perlahan, dan kali ini, tangannya sudah berada di gagang pedangnya. Aura membunuh yang terpancar darinya begitu kuat hingga ajudan kaisar di sudut ruangan mencabut pedang mereka setengah jalan.

"Coba saja, Ayahanda," tantang Arthur dengan nada yang sangat tenang, namun mematikan. "Langkah pertama Pengawal Kekaisaran ke dalam Sayap Timur akan menjadi tanda dimulainya perang saudara. Aku akan membantai setiap prajurit yang Anda kirim. Dan jika Anda berhasil masuk... Anda hanya akan menemukan mayat kami berdua. Aku lebih baik membunuh Lilianne dengan tanganku sendiri daripada membiarkannya melihat wajah Anda lagi."

Kaisar tertegun. Ia menyadari bahwa Arthur tidak lagi bisa dikendalikan oleh logika atau otoritas. Putranya telah menjadi monster yang sepenuhnya didorong oleh rasa takut akan kehilangan.

"Pergilah, Arthur," ujar Kaisar lelah. "Tapi ingatlah ini... seorang raja yang memerintah dengan rasa takut pada istrinya sendiri tidak akan pernah memiliki takhta yang kokoh."

Arthur tidak menjawab. Ia melangkah pergi dengan langkah besar, hatinya membara oleh paranoia yang semakin dalam. Di benaknya, seluruh dunia kini menjadi musuh yang ingin merampas Lilianne darinya.

**

Saat Arthur kembali ke Sayap Timur, matahari sudah mulai terbenam, menyisakan warna merah darah di cakrawala. Ia langsung menuju kamar Lilianne. Ia membanting pintu dan menemukan Lilianne masih terduduk di kursi malas balkon, menatap jeruji besi dengan pandangan kosong.

Melihat Lilianne, amarah Arthur terhadap ayahnya berubah menjadi keinginan posesif yang semakin gila. Ia butuh membuktikan bahwa Lilianne adalah miliknya, dan hanya miliknya.

Ia mendekat, mencengkeram bahu Lilianne dan menyeretnya masuk ke dalam kamar.

"Yang Mulia... ada apa?" tanya Lilianne dengan suara lemah, matanya bergetar melihat kegilaan di wajah Arthur.

"Ayahku ingin mengambilmu dariku," bisik Arthur, suaranya serak saat ia mendorong Lilianne ke ranjang. "Dia ingin membawamu ke istana utama. Dia ingin mencuri satu-satunya hal yang kumiliki."

Lilianne merasakan harapan kecil muncul di hatinya. Kaisar ingin menolongku? Namun harapan itu segera musnah saat melihat tatapan Arthur.

"Aku tidak akan membiarkannya, Lili. Kau dengar? Tidak akan pernah!" Arthur merobek gaun Lilianne lagi, mengabaikan rintihan kesakitan istrinya. "Malam ini, aku akan memastikan kau mengingat siapa tuanmu. Aku akan menanamkan diriku begitu dalam ke dalam rahimmu sampai kau lupa bahwa ada dunia lain di luar sana!"

Malam itu, Istana Timur kembali dipenuhi oleh suara rintihan dan tangis yang tertahan. Arthur memperlakukan Lilianne dengan kekejaman yang baru, seolah-olah setiap sentakan dan setiap tekanan pada tubuh Lilianne adalah benteng yang ia bangun untuk melawan ayahnya.

"Ahhh... ugh... yang mulia... kumohon..." tangis Lilianne pecah saat Arthur menekannya dengan berat tubuhnya yang besar, menekan perutnya yang kian membesar.

"Rintihlah namaku, Lili! Katakan kau milikku!" Arthur mengerang nikmat di sela-sela tindakannya yang kasar. "Katakan kau tidak akan pernah meninggalkanku!"

"A—aku milikmu... ahhh... aku milikmu..." Lilianne terpaksa mengucapkannya di tengah rasa sakit yang luar biasa. Ia merasakan kehancuran total. Ia menyadari bahwa perseteruan antara Arthur dan Kaisar justru menjadikannya korban yang semakin menderita.

Arthur melepaskan puncaknya dengan geraman liar, lalu ia memeluk Lilianne dengan kekuatan yang hampir mematahkan tulang rusuknya. "Kita akan tetap di sini, Lili. Selamanya. Hanya kau, aku, dan anak ini. Tidak ada Kaisar, tidak ada Utara. Hanya kita."

Lilianne hanya bisa menatap kegelapan di atasnya, menyadari bahwa ia kini terjebak di tengah pertempuran dua singa yang sama-sama haus darah. Ia bukan lagi sekadar mawar yang layu; ia adalah medan perang yang sedang dihancurkan oleh pria yang bersumpah mencintainya.

Di kejauhan, ia bisa mendengar suara burung malam yang terbang bebas. Suatu saat, batin Lilianne dengan sisa kesadarannya, aku akan meruntuhkan seluruh istana ini, meski aku harus mengubur diriku sendiri di bawah reruntuhannya.

****

Bersambung...

1
MARWAH HASAN
bagus loh ceritanya
entah kenapa
komen ini hilang
MARWAH HASAN
aku tinggalkan komen🤣
Intan Aprilia Rahmawati
up dong kk
Reni Anggraeni
up tor
Erni Wati
cerita nya keren tp kok sepi ya?
Lilia_safira: kurang update author nya
total 2 replies
Erni Wati
semangat thor,,,💪💪💪
Heresnanaa_: maaciw kaka🥹🫂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!