Bunga adalah gadis yang di juluki si Bodoh, ia di paksa nikah dengan seorang lelaki pilihan papanya yaitu Muis yang dimana sahabat masa kecilnya.
Hari-hari pernikahan mereka di lalui, Muis mengira gadis itu beneran bodoh dan seperti kekanak-kanakan namun di balik itu Bunga tidak seperti yang di duga. Ia menikah dengan Muis karena ia ingin membalas dendam kepada keluarganya itu,
— Stupid Wife —
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 Malam rawan
" Wow!! "
Bunga, berhamburan ke sana-kemari kala mereka sudah sampai di Villa yang begitu indah sekali namun masih autentik jepang sekali bangunan nya.
Ia begitu suka sekali dengan, Villa tersebut Bunga melangkahkan kakinya masuk ke dalam Villa minimalis membuat dirinya nyaman tinggal di sana.
Bunga membuka salah satu kamar, yang nantinya bakal di tempati oleh keduanya ia tersenyum saat melihat kasur yang di gelar di lantai bukan kasur yang ada di rumah mertuanya, walaupun bukan seperti kasur di rumah mertuanya namun kasur tersebut hangat sekali.
" Mau mandi atau mau langsung tidur? " Tanya Muis yang muncul di kamar tersebut, Bunga langsung menoleh " Mau mandi "
" Sana mandi, katanya disini sudah di siapin Air hangat " Kata Muis ia menaruh koper milik nya dan Bunga di dekat Kasur tersebut
Matanya mendelik kala melihat Bunga yang, hampir membuka baju yang dirinya pakai di depan matanya. " Sayang! " Sentak Muis
Membuat Bunga refleks menutup telinganya matanya berkaca-kaca entah kenapa sakit sekali saat dirinya mendengar sentakan, Muis yang tahu kalau dirinya kelewatan pun ia bergegas mendekati Bunga lalu memeluknya
" Abang jahat!, bentak-bentak! " Kata Bunga tangannya, memukul - mukul dada Muis
" Maaf ya sayang, abang ngga mau kamu buka baju disini abang minta maaf! " Tuturnya penuh penyesalan karena membuat gadis itu menangis. Bunga mendongakkan kepalanya
" Ngga apa-apa, tapi abang jangan begitu lagi ya bang " Kata Bunga dengan suara serak tersendat - sendat penuh kesedihan,
" Janji! " Muis mengaitkan jemari kelingking nya dengan milik Bunga, membuat gadis itu tersenyum senang " Janji! "
Muis, langsung menarik pinggang Bunga ia menggendong gadis itu lalu ia menaruhnya di meja belajar yang ada di kamar tersebut. Membuat Bunga berkerut dahi
" Abang, mau ngapain? Kaya mau memadu kasih aja deh! " Kata Bunga ceplas-ceplos
" Abang mau mengajar kan sesuatu, ke kamu.. Kamu siap? " Sahut Muis tangannya bergerak menepis helaian rambut yang menutupi wajah cantik tersebut.
" Ajarkan apa bang? " Tanya Bunga ia mengayunkan kaki nya , membuat Muis menegang ia mengikis jarak antaranya dengan gadis itu bola mata Bunga membola saat sebuah bibir kenyal menyesap bibirnya bahkan bibirnya di gigit.
" Mphhh! " Napas Bunga tersendat, karena ulah permainan Muis lelaki itu menjelajahi setiap rongga mulut gadis tersebut.
" Bang! " Bunga dengan kekuatan penuh, mendorong dada bidang tersebut membuat Muis terdorong kebelakang.
" Abang, kenapa sih main gigit bibir Bunga?!.. Ngga suka deh! " Protes gadis itu, sembari mengelap air liur Muis yang tertinggal di bibir nya " Katanya, mau ngajarin belajar tapi apa?... Malah gigit-gigit! " Cebiknya
Muis hanya menggeleng kan kepalanya, ia menegakkan punggung nya matanya menatap lurus ke Bunga yang turun dari meja tersebut.
" Abang, oh abang kenapa suka banget gigit bibir Bung—, kalimat itu terpotong begitu saja kala sebuah bibir tebal itu menyesap bibir nya untuk kedua kalinya membuat detak jantung Bunga tidak karuan. Ia menepis perasaan yang mengganggu nya itu
“𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪, 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘢𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘔𝘶𝘪𝘴!.. "Batin nya
Sementara itu kesunyian merangkak di rumah keluarga Bunga, Raihan berulang kali menghela napas dalam pikirannya selalu berkutat di sertifikat rumahnya itu.
" Pa " Panggil Areta membuat Raihan menoleh, anak gadisnya itu meneguk air minum sebelum ia berkata " Aku yakin pasti Bunga yang ambil, uang sertifikat rumah sama Emas! "
"Kenapa kamu begitu yakin?, kamu kan tahu adikmu itu bodohnya kebangetan! " Celetuk Raya saat ia selesai makan malam
" Ya kenapa kamu yakin begitu?, jangankan tentang sertifikat rumah dia aja ngga tahu kalau dirinya sedang dijual ke keluarganya Muis! " Sahut Raihan nampak tidak percaya
Areta menahan kekesalannya, entah mengapa kedua orangtua nya sangat tidak percaya kalau Bunga itu tidak sebodoh yang mereka kira.
" Pa, tuh anak itu pasti udah ngga bodoh!.. Soalnya pas Bunga balik ke rumah ini dia bilangnya mau ambil pakaian tapi aku ada di kamarnya, dia ngga ke kamarnya ! " Kata Areta dengan sebuah nada yakin
" Kamu jangan mengada-ngada, adikmu itu ke dapur ngambi cookies mama liat sendiri dia "
" Mama bela dia? " Tanya Areta tidak percaya
" Bukan sayang, mama bukannya belain Bunga tapi memang gitu kronologi nya." Sahut Raya
" Kamu buang pemikiran buruk kamu tentang Bunga Areta, karena papa yakin Bunga itu bodoh dan satu lagi dia ngga bakal tahu kode brankas karena hanya kita bertiga saja yang tahu! " Kata Raihan dengan nada tegas lalu ia berlalu begitu saja di susul Raya,
Sebelum pergi Raya berkata, " Lebih baik kamu jangan buat masalah Areta, mama tahu kamu benci Bunga dan ingin memfitnah dia. Tapi ngga gini caranya! "
Areta mendengkus sebal, ia meraih ponselnya yang tergeletak di meja " Bunga kamu itu kenapa selalu, mendapat Perlakuan istimewa!. Ingat ya kamu bisa dekat sama Muis itu karena. Aku!.. Kalau ngga aku desak kamu yang bodoh itu untuk nonton konser bareng pasti kalian ngga sedekat ini! " Gerutu Areta
Ia mengirimkan beberapa Pesan ke Muis, yang langsung di balas oleh Muis
Bang Muis
𝘉𝘢𝘯𝘨!
𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘢𝘯 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘢𝘥𝘪𝘬 𝘪𝘱𝘢𝘳 𝘢𝘬𝘶
𝘑𝘢𝘥𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘫𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘭𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘺𝘢 𝘬𝘦 𝘬𝘢𝘮𝘶?, 𝘴𝘰𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘮𝘢 𝘱𝘢𝘱𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘪𝘬𝘢𝘵 𝘱𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵
𝘉𝘢𝘨𝘪 𝘯𝘰 𝘳𝘦𝘬𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨
𝘖𝘬𝘦.. 𝘔𝘢𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘯𝘨
𝘜𝘥𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘳𝘢𝘯𝘴𝘧𝘦𝘳 30 𝘫𝘶𝘵𝘢 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘫𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘢𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢?
𝘏𝘮𝘮𝘮... 50 𝘫𝘶𝘵𝘢
𝘚𝘦𝘯𝘥 𝘢 𝘱𝘩𝘰𝘵𝘰
𝘖𝘬𝘦 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩