NovelToon NovelToon
Kontrak Nikah Boss Dody : Demi Nafas Nonik

Kontrak Nikah Boss Dody : Demi Nafas Nonik

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:967
Nilai: 5
Nama Author: Alya Senja

Demi nafas Nonik, Santi OB miskin rela jual harga diri.
Demi warisan triliunan Opa Darwis, Dody CEO dingin butuh istri kontrak.

Satu tanda tangan di UGD, satu cap jempol Nonik yg sekarat.
Kontrak nikah 250 juta resmi dibuat.

Dia istri di atas kertas. Dia suami yg membeku.
Di antara mereka ada Nonik, bocah 5 tahun yang nyawanya jadi taruhan.

Bisakah hati sedingin es Dody luluh oleh tangis Santi?
Sementara Wati sang HRD dan Wandy sang tunangan siap menikam dari belakang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alya Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAIN BELAKANG

Santi terbangun. Dia berada di ruangan  yang pengap karena tertutup rapat. Gelap. Matanya dia kucek-kucek rasa-rasanya aneh tadinya di kapal sekarang ada di ruangan gelap. Ketakutannya pada ruangan gelap kembali menghinggapinya. Dia meringkuk ketakutan dan tubuhnya gemetaran.

Dia teringat pada waktu waktu kecil bermain-main dengan teman-temannya. Mereka bermain sembunyi-sembunyian. Dia berlari ke rumah tua yang sudah lama tidak berpenghuni. Kayu-kayu bangunan banyak yang lapuk tergerus waktu. Ada lima kamar yang terdapat di rumah tua itu. Dia menuju ke salah satu kamar dan bersembunyi disana. Dia bersembunyi di lemari tua besar yang ternyata tidak terkunci dan masuk kedalam. Bau lembab ruangan segera tercium. Tetapi dia tidak perduli. Dia tidak mau diketemukan oleh teman yang mendapat giliran jaga.

 1 menit 2 menit dia menunggu. Ini sudah lebih dari 15 menit. Waktunya untuk pergi. Dia buka pintu lemari ternyata tidak bisa. Sampai dia tekan dengan panik. Tidak bisa. Terkunci. Ternyata karena karat, pintunya terkunci sendiri. Dia menjadi panik, menangis sejadi-jadinya dan menggendor-gendor lemari, tidak ada orang yang datang. dia lemas dan meringkuk. Lama kemudian orang-orang berdatangan dan mencongkel pintu lemari secara paksa. Dia kekamuar dengan kondisi payah. Sejak saat itu dia ketakutan berada di ruangan gelap apalagi sempit dan pengap.

KRIEEEKKK

Pintu terbuka. Seorang gemuk pendek muncul dengan alat pengisap besar. Dia tersenyum.

“Gimana nyonya. Tidurnya nyenyak ya. Maaf aku hanya bisa menyediakan tempat ala kadarnya. Piutang aku bekamum dibayar.”

“Kamuuuu…..siapa.”

“Aiss. Sudah lupa. Tadi pagi aku masuk kapal masakan tidak ngenalin aku. Gini-gini aku terkenal lho seantero kawasan A.”

Orang gemuk pendek itu menepuk dadanya dengan gagah. Membanggakan dirinya.

“Kamu yang namanya mister Smith.”

“Nah. Itu kamu tau. Gimana tempatnya enak ya buat tidur.”

Santi tidak menjawab. Boro-boro enak. Ketakutan iya. Seumur hidup tidak mau terkurung di ruangan gelap pengap ini sendirian. Seperti bisa membaca pikirannya mister Smith menjawab.

“Kamu tidak sendirian. Ada aku yang menemani kamu supaya tidak kesepian. Gimana seneng!”

Kata “seneng” yang ditekankan mister Smith dengan bahasa negara I patah-patah dengan aksen bahasa negara In yang kental.

“Aku tak mau disini. Aku mau pergi. Tolong biarkan aku pergi.”

Mister Smith terkekeh. Dia meneruskan isapannya di alat pengisap besarnya.

“Tak semudah itu nyonya. Hutang harus dibayar.”

“Aku tak hutang kamu. Aku tak kenal kamu. Tolong biarkan aku pergi.”

Tangan Santi memohon kepada mister Smith.

“Hutang harus dibayar. Camkan itu.”

Mister Smith duduk di sebuah kursi kayu mahoni tua yang diplitur halus. Kakinya bersilang dan menghadap Santi.

“Emm. Siapa nama kamu. Aku tak tau nama kau.”

“Santi.”

“Kamu bukan orang negara K. Kamu orang negara I.”

Santi menganggukkan kepalanya dengan lemas. Dia benar-benar seperti orong-orong masuk ke lubang gelap terperangkap tidak bisa keluar.

“Aku tak sengaja masuk kapal. Aku mau dibawa ke negara K.”

Mister Smith menggerakkan kakinya pelan.

“Kamu tak sengaja masuk kapal. Lalu apa mister Chow yang memasukkan kau.”

“Bukan. Ada orang yang bawa aku ke mister Chow.”

“O..”

TING

HP mister Smith bergetar. Dia segera beranjak dan menutup pintu.

“Target belum beranjak. Segera ambil.”

“Ya. Ambil.”

Tiba-tiba masuklah orang besar yang tadi mengamat-amati Santi di kapal.

“Aku sudah  berhasil mana sisa bagianku.”

Tangan orang besar itu terulur ke depan. Mister Smith terkekeh lalu mengisap pelan.

“Kamu tega nyebrang membelakangi boss kau. Apa kamu tidak takut ketahuan.”

“Boss gak bakalan tahu. Dia tahunya hanya mikir istri anaknya saja.”

Mister Smith terkekeh pelan.

“Ini sisanya. Lain kali kalau aku butuh kau. Kamu siap.”

“Beres mister.”

Orang besar itu menangkap segembok uang yang dilemparkan mister Smith kepadanya.

KAPAL LITONA-LAUT J

Mister Chow sedang mengamati Dandy yang sibuk mengotak-atik mesin M yang sering rewel. Kadang mister Chow mau minta ganti kapal saja kepada tuan Mican tetapi tidak sampai terucap. Dia pikir sudahlah yang penting ada Dandy yang tahu permesinan sehingga kalau ada apa-apa tinggal saja bilang pada Dandy.

Tiba-tiba datang Josas.

“Lapor mister. Santi tidak ada di kapal. Ada orang yang melihat speedboat yang bawa Santi ke arah tenggara, dengan kecepatan tinggi.”

Mister Chow terkejut. Hampir saja alat kerja yang dipegangnya jatuh.

“Apa kamu bilang. Santi diambil paksa.”

“Ya boss.”

“Hadapkan orangnya padaku. Sekarang!”

“Siap.”

Seorang bertubuh kecil segera dibawa Josas dihadapan mister Chow.

“Narong. Kamu lihat Santi ada yang ambil paksa.”

“Ya boss. Aku sedang memeriksa di haluan kapal tiba-tiba aku lihat sebuah speedboat putih berisi beberapa orang dengan Santi pingsan.”

Mister Chow mematung. Dia benar-benar tidak menyangka masih ada orang yang berani menerobos kapal meskipun sudah dijaga ketat. Ini betul-betul menghancurkan reputasinya sebagai pemimpin kapal.

TING

“Hallo mister Chow. Bagaimana sudah cek siapa diantara orang kau yang hilang.”

“Mister Smith.”

Geraham mister Chow gemeretuk menahan amarah yang mau keluar.

“Kumpulkan orang segera!”

Josas segera bergegas melaksanakan perintah mister Chow mengumpulkan semua anak buah kapal.

Segera seluruh abk berkumpul dihadapan mister Chow di geladak kapal. Mereka sekitar 40-an orang yang berkumpul. Mister Chow menyelusuri seluruh muka abk-nya untuk memastikan semuanya berkumpul. Dia menghitung abk-nya satu satu untuk memastikan lagi. Dahinya mengernyit kelihatan berpikir keras.

“Semuanya kembali ketempatnya.”

Mister Chow berteriak dengan keras memberi perintah. Abk segera bubar menuju bagian tugasnya masing-masing.

Vandi. Kemana Vandi. Dia tidak melihat Vandi diantara abk yang dia kumpulkan. Vandi adalah salah satu penjaga kapal yang dia percaya untuk menjaga supaya tidak ada penorobos dapat masuk kapal. Dia berpikir sejak mister Smith dan anak buahnya dapat masuk. Rasa-rasanya Vandi menjadi ujung tombak penjagaannya. Dia yang memimpin sekitar 10 -an abk untuk menjaga buritan kapal sedangkan lainnya menjaga geladak dan hakamuan kapal. Sekarang Vandi tidak ada. Biasanya dia paling rajin datang bila ada perintah yang dia berikan.

Vandi dia ketemukan dalam sebuah sekoci kecil yang diombang-ambingkan gelombang laut. Keadaannya payah dan tidak berdaya. Mister Chow menyuruh mengangkatnya dari laut dan merawatnya sampai sembuh. Sebenarnya mister Chow mau membiarkan Vandi pergi tetapi Vandi memohon kepadanya supaya dia diperbolehkan untuk menjadi bagian abk kapal Litona. Akhirnya hatinya luluh. Vandi resmi menjadi abk kapal Litona sebagai penjaga kapal. Badan Vandi yang besar menjadikan dia penjaga kapal yang tangguh dan dapat diandalkan.

Tiba-tiba Vandi tergoboh-goboh datang kepada mister Chow. Mata mister Chow menyipit. Dia curiga kepada Vandi karena dia melihat bajunya sedikit robek dibagian dadanya.

“Maaf boss. Tadi aku mengantrol kapal. Lalu melihat speedboat putih yang melaju kencang sehingga aku ikuti dengan speedboat kapal Litona tetapi aku tidak berhasil mengejarnya.”

“Benarkah.”

Mister Chow tidak percaya.

“Bukankah Narong sudah mengatakan kepada boss kalau dia melihat speedboat putih tersebut dan aku mengejar speedboat itu dengan speedboat kapal ini.”

“Harusnya kamu kasih laporan ke aku dulu bukannya main kejar begitu. Apa kau niat mau main belakang.”

“Maaf boss. Aku waktu itu tak kepikiran lapor dulu karena aku lihat Santi ada di speedboat tersebut sehingga aku pikir menyelamatkan Santi dulu lebih penting.”

Mister Chow terdiam. Hatinya bimbang antara percaya atau tidak dengan omongan Vandif tersebut. Dia anak buah kepercayaannya. Selama dia bekerja padanya tidak pernah ada suatu kesalahan yang didapatnya.

Bagaimana apakah Santi dapat diketemukan oleh mister Chow. Muga-muga dapat segera diketemukan. Kasihan Nonik yang menunggu dan Dody yang susah payah mencarinya.

Bersambung

1
gendiz
semangat ya
Alya Senja: Terima kasih kak sudah mampir
total 1 replies
MayAyunda
keren
Alya Senja: Makasih kak sudah mampir 🙏
total 1 replies
Alya Senja
ya terima kasih mau mampir kak. Kita langsung ya kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!