hallo, saya sun sarang putri bungsu dari pasangan sun siwan dan hayega dinata, sun siwan yang tak lain adalah ayahku pembisnis pakaian dan ibuku hayega adalah seorang dokter.
anak pertama mereka kembar yaitu sun saga si paling tua 10 menit dan sun sagi , dan anak berikutnya ya saya si cantik sun sarang.
kakak pertama saga dia mengikuti gen sang ibu yaitu dokter dan kak sagi dia ikut jejak sang ayah yaitu pembisnis,
sedangkan aku? yah aku sekolah kedokteran tetapi kalian tau aku tidak mau jadi dokter , dan sekarang pekerjaan ku cukup tidak jelas,
kadang produser, kadang vidiografer dan kadang yah cuman tidur aja.
aku gak suka ribet apalagi di atur orang lain dan ternyata aku juga harus ngalamin pase di mana aku harus merendah dan mengontrol semua yang aku lakukan,
saat bertemu dengannya semuanya tampak salah, tidak seharusnya aku menyetujuinya kan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita zahara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. berita pernikahan
"siapa pria itu? Yaaa sarang kau lihai ternyata, siapa dia apa kau sekarang punya peliharaaan" cerocos beca ketika aku kembali berbicara dengannya,
"dia suami ku, hari ini kita menikah" aku memilih memberitahunya lebih dulu, lagian aku tebak beberapa hari lagi dia pasti akan tau dari suaminya,
"sriusly,,, kau gak gila kan, siapa pria yang kau nikahi bukan orang sembarangan kan" ujarnya dengan keras, aku yakin yanqi yang berdiri mengeringkan rambut tak jauh dariku mendengarnya,
Karna kini dia tampak menyeringai puas padaku,
"kau akan tau nanti siapa dia, kita lanjutkan lagi lain waktu aku harus mandi dan beristirahat baybay,,,," putusku yang lantas mematikan panggilan sebelah pihak,
Aku tak tau harus menghindar kemana jadi aku mengambil alat mandiku dan pergi ke kamar mandi tanpa sepatah katapun.
Hari ini benar² melelahkan apa yang akan terjadi hari² esok sebagai istrinya Do yanqi pria paling idaman di ibukota sang idol papan atas,
Apa akan begitu berat, haruskah aku benar² kabur saja untuk sementara waktu ke luar negri mengambil even² vidografer beberapa iklan,
Yah kebetulan sekali sebenarnya kali ini ada 2 perusahaan besar mengajakku membuat vidio promosi iklan mereka,
Satu di jepang dan satu di swiss tapi kini posisi ku sedikit terguncang, ada yang lebih membuatku penasaran ketimbang even² itu,
Ya tentu saja menjadi seorang istri Do yanqi aku tidak mau ketinggalan, apalagi ini hanya aku yang bisa merasakannya walapun aku juga tidak tau sampai kapan dia akan tetap membiarkanku sebagai istrinya,
Mumpung masih ada kesempatan aku tidak mau meninggalkannya.
Tak lama setelah mandi dan mengeringkan rambut aku memutuskan untuk tidur, suasananya cukup sunyi mungkin yanqi sudah kembali ke kamar sebelah,
Aku berjalan ke arah ranjang dan kalian tau?
dia kini malah tidur di ranjang itu, yah itu ranjangnya aku pikir dia akan membolehkanku untuk sementara tinggal tenang di kamarnya,
Tapi tidak dia malam dengan antengnya memejamkan mata di sana,
"ayo tidur,,, kau tidak mungkin tidur sambil berdiri kan" ujarnya sembari dengan mata tertutup dan posisi tertidur,
Aku hanya diam menatapnya aneh, yah mungkin aku yang akan mengalah dan pergi ke kamar sebelah,
Aku mengacuhkannya dan berjalan hendak keluar kamar, dan apa lagi yang terjadi coba?
Dia yang tadi anteng tertidur sudah berlari ke arahku dengan paksa menggendong tubuhku ke arah ranjang,
"yaaaa Do Yanqi lepaskan aku,,," ujarku sembari meronta tetapi dia dengan bengisnya malah membaringkan tubuhku dan menindihnya di atas kasur,
"yaaa apa yang kau lakukan,,," ujarku agak takut apa yang harusnya terjadi itu,
"apa kau sekarang tau takut,,," ujarnya dengan senyuman picik khasnya itu,
"hentikan,,, aku harus istirahat" ujarku mengelak dan tidak berani menatap wajahnya yang kini tepat berada beberapa senti di depan wajahku,
"apakau akan pergi ke luar negri?" tanyanya kini dengan wajah srius,
Aku memberanikan diri menatap wajahnya yang kini seolah sedang merajuk, napasnya begitu lembut berembus mengenai sebagian wajahku,
Netranya begitu teduh seolah dia benar² bisa ku percaya "aku hanya asal biacara" jawabku seolah membuatnya kembali bersemangat,
Dia menyunggingkan senyumannya dan dengan cepat dan tepat mengecup bibirku,
Damnnn ini ciuman pertamaku tolonglah kenapa sesingkat itu, ada rasa sesal dan kesal sebenarnya kali ini bisa saja aku memberanikan diri dan balik menciumnya tapi itu aku urungkan,
Aku harus benar² tau apa yang sebenarnya dia inginkan sebelum aku terjatuh dan menyerahkan diriku padanya,
"mari tidur,,, " ujarnya yang lantas turun dari atas tubuhku dan tertidur di sampingku,
Tangan kejarnya melingkari pinggangku dan beberapa saat kemudia dia benar² tertidur tanpa melakukan apapun,
Sebenarnya aku cukup kecewa tetapi sebagian diriku merasa aman ketika dia tidak memaksa di luar kehendak apa yang tidak aku inginkan untuk saat ini.