Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.
Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sergapan 1
Di tempat lain Hu Ang yang mengalami penghinaan besar merasa tidak bisa menerima, semua orang saat ini memandang rendah dirinya dan keluarganya semua menghinanya dan menganggap keluarganya tidak lebih dari sampah.
Semua karena Lue Ang yang membuatnya dipermalukan, Hu Ang mengirim surat ke guild pembunuh bayaran yang sebelumnya disuruh olehnya membunuh Lue Ang.
"Kalian sebelumnya gagal aku tidak akan mempermasalahkan, tapi kali ini aku ingin dia mati dan kalian membawakan kepalanya padaku," ucap Hu Ang.
"Apa dia orang yang sama dengan orang sebelumnya?" Tanya salah satu pembunuh bayaran.
"Apa kamu bertanya karena tidak tau atau karena ingin mempermainkan ku," ucap Hu Ang.
"Tidak, kami tidak bermaksud seperti itu, baiklah kami akan pastikan kali ini benar-benar membunuhnya dan membawakan kepalanya pada mu," sahut pemimpin pembunuh bayaran.
Pembunuh bayaran yang sudah tahu tugas mereka langsung menghilang pergi, salah satu pembunuh bayaran bergegas ke tempat Lue Ang memata-matainya, beberapa pembunuh bayaran langsung kembali untuk memanggil anggota lebih banyak lagi.
Setelah melihat Lue Ang pergi dari rumah makan semua bergegas berpencar agar tidak ketahuan, sebagai pembunuh bayaran yang rela mati kali ini mereka tidak boleh gagal.
Lue Ang yang mengetahui keberadaan para pembunuh bayaran suruhan Hu Ang sengaja menghentikan langkahnya, Lue Ang menarik pedangnya dan menaruhnya di tanah sambil menundukkan kepala.
"Kita sudah keluar jauh dari kota, nau sampai kapan kalian bersembunyi," ucap Lue Ang.
"Heeeh, ternyata keberadaan kita sudah kamu ketahui, yang dikatakan Tuan itu benar kamu sudah bukan orang lemah yang sebelumnya berlari menghindari kami," sahut pemimpin pembunuh bayaran.
Setelah pemimpin para pembunuh bayaran keluar dari tempat persembunyiannya belasan pembunuh bayaran lainnya ikut keluar, semua pembunuh bayaran langsung mengepung Lue Ang agar tidak bisa melarikan diri lagi.
"Apa hanya segini yang ingin membunuhku?" Tanya Lue Ang meremehkan.
"Kami saja cukup untuk membunuhmu," ucap pemimpin pembunuh bayaran.
Mendengar apa yang dikatakan pemimpin pembunuh bayaran Lue Ang menyunggingkan bibirnya, jika dirinya masih seperti sebelumnya mungkin mereka dengan mudah membunuhnya tapi tidak untuk sekarang, selain dirinya bisa bela diri walau tidak hebat berkat bantuan artefak dirinya pasti bisa membunuh mereka.
"Tunggu apalagi, serang dia ambil kepalanya," ucap pemimpin pembunuh bayaran.
Lue Ang langsung mengangkat pedangnya, tak lupa Lue Ang memasukkan kekuatan nya ke dalam pedangnya sebelum mengayunkannya ke arah para pembunuh bayaran.
"Sekarang," teriak pemimpin pembunuh bayaran.
Treeeeeeeng.
Dengan mudah Lue Ang menangkis pedang para pembunuh bayaran yang mengarah padanya, tenaga Lue Ang yang sangat besar membuat beberapa pembunuh bayaran yang menyerangnya kembali menjauh.
"Padahal belum lama ini kita berhasil hampir membunuhnya," ucap salah satu pembunuh bayaran.
"Aku mengatakannya pada kalian, Jangan menyerah kembali serang dia," sahut pemimpin pembunuh bayaran.
Lue Ang yang melihat para pembunuh bayaran saling melihat satu sama lain hanya diam, Lue Ang tahu mereka semua saat ini pasti sedang kebingungan bagaimana dirinya bisa kuat dalam beberapa hari.
Braaaaaaaaaaaaaaaak.
Tidak hanya mengandalkan pedangnya Lue Ang yang kembali di serang langsung mengarahkan pukulannya, Lue Ang membuat beberapa pembunuh bayaran yang menyerangnya terlempar jauh ke belakang.
"Pemimpin," ucap salah satu salah satu pembunuh bayaran.
"Kalian itu belasan orang kenapa tidak bisa menang darinya," sahut pemimpin pembunuh bayaran.
Wheeeeeeeeeeeeeeeees.
Arrrrrrrrrrkkkkkkkkkkkkkh.
Salah satu pembunuh yang melihat rekannya mati tidak ada yang berani mendekat, Lue Ang yang mereka hadapi sekarang benar-benar seperti orang yang berbeda dari sebelumnya.
Lue Ang yang mengalirkan kekuatan dari artefak ke pedangnya langsung menyerang dengan brutal, beberapa pembunuh bayaran yang diserangnya terluka parah dua lainnya mati di tempat dengan bekas tusukan pedang menembus jantung masing masing.
Pemimpin para pembunuh bayaran terdiam tidak bisa bersuara saat melihat anggotanya mati, beberapa bahkan terluka sangat parah dan tidak bisa lagi bertarung.
"Bodoh kalian semua bodoh, bagaimana bisa kalah dengan satu orang saja," ucap pemimpin pembunuh bayaran.
"Jika kalian tidak ada yang menyerangnya aku akan membunuh kalian semua," sambung Pemimpin pembunuh bayaran.
Beberapa pembunuh bayaran yang tidak terluka kembali menyerang Lue Ang, bukan hanya yang tidak terluka bahkan yang terluka sekalipun bergegas bangkit dan menyerang kembali atau mereka akan mati di tangan pemimpin mereka.
Mata Lue Ang yang bisa melihat ke mana arah serangan para pembunuh bayaran kembali mengayunkan pedangnya untuk menangkis, walau berhasil membunuh dan melukai para pembunuh bayaran Lue Ang sendiri juga terluka, menghadapi para pembunuh bayaran berbeda dengan menghadapi kelima anak Hu Ang sebelumnya.
"Apa kamu mau aku bantu?" Tanya Ameng bisa melihat Lue Ang yang terluka.
"Aku bisa melakukannya sendiri," ucap Lue Ang.
Lue Ang sebelumnya sudah berjanji kalau dirinya akan membunuh semua para pembunuh bayaran menggunakan tangannya sendiri, Lue Ang yang tidak ingin mengingkari janjinya kembali menyerang para pembunuh bayaran.
Bruuuuuuuuuuaaaaak
Bruuuuuuuuuuaaaaaak.
Satu persatu pembunuh bayaran berhasil dibuat terlempar oleh Lue Ang, saat ingin membunuh para pembunuh yang terlempar Lue Ang dihentikan oleh pemimpin pembunuh bayaran.
"Kali ini kamu akan mati di tangan ku," ucap pemimpin pembunuh bayaran.
"Majulah," sahut Lue Ang.
Braaaaaaaaaaaak.
Baaaaaaaaaaaaaaaaam.
Serangan pemimpin pembunuh bayaran berhasil membuat Lue Ang terlempar jauh, tingkat kekuatan pemimpin pembunuh bayaran memang berbeda dari bawahannya.
Lue Ang yang sengaja membuat dirinya terkena serangan berpura-pura tidak bisa bangkit berdiri, menghadapi pemimpin pembunuh bayaran memerlukan cara yang berbeda.
"Aku sudah mengatakannya padamu kalau kamu bukan lawanku, kamu sudah membunuh Anggota ku bayarannya adalah nyawamu," ucap pemimpin pembunuh bayaran
Setelah sampai di depan Lue Ang yang tidak bisa bangkit berdiri pemimpin pembunuh mengangkat senjatanya, dua belati miliknya yang sudah dilumuri racun langsung diarahkan ke Lue Ang.
Bruuaaaaaaaaaaaaaak.
Pukulan yang disiapkan oleh Lue Ang dengan kekuatan penuh dan dengan bantuan artefak berhasil membuat pemimpin pembunuh bayaran terlempar jauh ke belakang, serangannya yang begitu kuat membuat pemimpin pembunuh kesulitan kembali menyerang.
"Jangan senang dulu aku masih memiliki spirit yang bisa menghancurkanmu," ucap pemimpin pembunuh bayaran.
"Kalau ini biarkan aku yang mengurus nya," sahut Ameng.
Diam-diam Ameng memberi tekanan pada spirit pemimpin pembunuh bayaran, tekanan besar yang dibuat oleh Ameng berhasil menakuti spirit pemimpin pembunuh bayaran, pemimpin pembunuh bayaran dan bawahannya yang perlahan bangkit berdiri terdiam menatap satu sama lain.
"Kamu kenapa tidak mau keluar, cepat bunuh dia," ucap pemimpin pembunuh bayaran memerintah spiritnya.
"Walau aku keluar aku akan kalah, lebih baik kamu pergi saja tinggalkan anggotamu," sahut spirit pemimpin pembunuh bayaran.
Lue Ang menarik kembali pedangnya dan membunuh hampir semua anggota para pembunuh bayaran, melihat anggotanya mati tanpa perlawanan terakhir pemimpin pembunuh bayaran sangat terkejut.