NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN SANG MAFIA

PERNIKAHAN SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:190.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ani.hendra

Dante Valtieri, pemimpin organisasi mafia terkuat di Eropa, dikenal dengan julukan "Tangan Besi". Ia tidak pernah ragu menghancurkan siapa saja yang menghalangi jalannya, dan namanya saja sudah cukup membuat orang bergidik ngeri. Namun, di balik sifatnya yang kejam, Dante memiliki tujuan tersembunyi, menyatukan seluruh kelompok kekuasaan di bawah satu payung demi membalas dendam atas kematian keluarganya.

Rencana itu terancam ketika ia terpaksa menyetujui pernikahan perjanjian dengan Elara Sterling, putri tunggal pemimpin kelompok lawan yang dihormati namun terjepit kesulitan keuangan. Elara, seorang wanita cerdas, berpendidikan tinggi, dan memiliki prinsip yang teguh, sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini. Ia menganggap Dante hanyalah seorang penjahat yang tidak memiliki hati.

Ketika bahaya mengancam nyawa Elara akibat persaingan kekuasaan, Dante harus memilih antara ambisi balas dendamnya atau melindungi wanita yang mulai ia cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ani.hendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEPUTUSAN BARU

💌 PERNIKAHAN SANG MAFIA 💌

🍀 HAPPY READING 🍀

.

.

Kabut tipis masih menyelimuti pekarangan besar kediaman utama keluarga Valtieri saat matahari baru saja mengintip dari ufuk timur. Sinar keemasannya jatuh pada atap-atap bangunan yang megah namun kini terlihat sedikit lesu, seolah ikut merasakan kelelahan penghuninya setelah kejadian itu. Konvoi kendaraan hitam akhirnya tiba di gerbang utama, memecah kesunyian pagi itu. Suara mesin yang berat dan raungan sirine yang perlahan mereda menjadi satu-satunya suara yang terdengar.

Dante turun dari kendaraan pertama dengan wajah yang belum banyak berubah. Masih ada sisa ketegangan dan kelelahan di raut wajahnya, meskipun matanya tetap waspada dan tajam. Ia berbalik badan dan menyodorkan tangan untuk membantu Elara turun. Wanita itu tampak jauh lebih lemah, wajahnya pucat dan matanya terlihat bengkak. Meski demikian, ia menggenggam tangan Dante erat, seolah itu adalah satu-satunya jangkar yang membuatnya tetap berdiri tegak di dunia ini.

“Sudah aman. Kau sudah di rumah,” ucap Dante lembut, berusaha menenangkan Elara sekaligus dirinya sendiri. Namun, nada bicaranya sedikit berat. Ia sadar, meskipun mereka telah berhasil lolos dari gedung tua itu, masalah mereka belum benar-benar beres. Lucas berhasil melarikan diri, dan itu berarti ancaman itu masih ada, mengintai di mana saja.

Elara mengangguk pelan, mencoba tersenyum namun bibirnya terlalu kaku. Ia membiarkan Dante menuntunnya masuk ke dalam rumah. Begitu pintu besar terbuka, sejumlah pelayan dan pengawal yang sudah menunggu segera menunduk hormat, namun di wajah mereka terlihat kekhawatiran yang mendalam. Mereka tahu apa yang telah terjadi, dan keberadaan bos mereka yang kembali dengan selamat membawa istri menjadi satu hal yang melegakan sekaligus mengkhawatirkan.

“Bawa dokter ke kamar utama. Dan siapkan air hangat serta makanan ringan yang mudah dicerna,” perintah Dante kepada seorang kepala pelayan yang segera mengangguk dan bergegas melaksanakan perintah. Dante menatap Elara sekilas. “Kau butuh istirahat.”

Sesampainya di kamar, Elara langsung duduk di tepi kasur yang empuk dan bersih. Ia merasa seolah baru saja melewati mimpi buruk yang panjang. Tubuhnya terasa sakit semua, dan mentalnya sangat lelah. Dante duduk di sampingnya, membiarkan keheningan sejenak mengisi ruangan itu. Ia menatap jendela yang tertutup tirai sebagian, matanya menerawang jauh.

“Dante,” panggil Elara pelan, memecah keheningan. “Dia… Lucas. Dia berhasil kabur, kan?”

Dante menoleh, menatap mata Elara. Ia tidak ingin menyembunyikan apapun darinya, meskipun ia tahu itu mungkin akan membuat Elara semakin takut. “Ya. Dia berhasil kabur. Tapi jangan khawatir, aku sudah mengirim orang untuk melacak jejaknya. Dia tidak akan bisa bersembunyi selamanya.”

Elara menghela napas, tangannya meremas kain kasur. “Dia sangat membencimu, Dante. Dan alasannya… ternyata karena masa lalu orang tua kalian. Aku tidak menyangka bahwa dendam masa lalu bisa menjadi racun yang begitu besar hingga memakan banyak korban seperti ini.”

Wajah Dante mengeras sedikit. “Itu adalah dosa masa lalu yang harus aku tanggung akibatnya. Mungkin ayahku melakukan kesalahan di masa itu, tapi itu bukan alasan bagi Lucas untuk menjadi seorang pembunuh dan teroris. Dia telah membahayakan nyawa orang yang tidak bersalah, termasuk kamu.” Dante menatap Elara dengan tatapan penuh penyesalan. “Dan aku yang tidak teliti, yang membiarkan ular berbisa itu bersembunyi di bawah atapku selama ini.”

“Tapi kamu tidak tahu, Dante. Tidak ada yang bisa membaca pikiran orang lain,” Elara berusaha menenangkan Dante, meskipun hatinya juga ragu. Ia meletakkan tangannya di atas tangan Dante. “Yang penting sekarang kita selamat. Dan kita harus berhati-hati mulai sekarang.”

Dante menggenggam tangan Elara, mengusap punggung tangan itu dengan ibu jarinya. “Kamu benar. Kita harus lebih berhati-hati. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti kamu lagi. Apa pun yang terjadi.”

Tak lama kemudian, dokter pribadi keluarga datang dan memeriksa kondisi Elara. Setelah melakukan pemeriksaan fisik dan memberikan beberapa obat serta vitamin, dokter menyatakan bahwa Elara baik-baik saja secara fisik, namun kondisinya sangat lemah dan mengalami syok ringan. Ia sangat membutuhkan istirahat total dan ketenangan pikiran.

“Jangan biarkan Nyonya banyak stres atau banyak beraktivitas berat dalam beberapa hari ke depan,” pesan dokter kepada Dante sebelum pamit.

Setelah dokter dan pelayan keluar, tinggallah Dante dan Elara di dalam kamar itu. Elara sudah berbaring di atas kasur, matanya mulai terasa sangat berat. Dante duduk di kursi di samping kasur, tidak berniat untuk pergi.

“Kamu tidak mau istirahat juga, Dante? Kamu juga pasti sangat lelah,” tanya Elara dengan suara mengantuk.

Dante tersenyum tipis, mengelus rambut Elara. “Aku akan baik-baik saja. Tidurlah. Aku akan menjagamu di sini.”

Elara mengangguk perlahan, lalu menutup matanya. Dalam beberapa menit, napasnya teratur dan ia sudah terlelap dalam tidurnya yang gelisah. Dante terus menatap wajah itu, rasa khawatir dan amarah bergemuruh di dalam hatinya. Ia tidak bisa tenang selama Lucas masih berkeliaran di luar sana. Ancaman itu belum hilang, dan ia harus segera menyelesaikannya..

Beberapa jam kemudian, Dante memutuskan untuk meninggalkan Elara yang sedang tidur nyenyak sejenak. Ia pergi ke ruang kerjanya untuk menanyakan perkembangan pelacakan kepada anak buahnya. Di ruang kerja, beberapa anak buah kepercayaannya sudah menunggu dengan wajah tegang.

“Bagaimana perkembangannya? Apakah kalian sudah menemukan jejak keberadaan Lucas?” tanya Dante langsung pada intinya saat duduk di kursi besarnya.

Anak buah yang menjadi kepala pasukan khusus maju satu langkah, wajahnya terlihat kesal dan frustrasi. “Maaf, Tuan. Kami sudah menggeledah seluruh hutan dan desa di sekitar lokasi kejadian. Kami juga memeriksa semua jalan keluar dan pos pemeriksaan. Tapi… seolah bumi menelannya. Lucas lenyap tanpa jejak. Dia mungkin memiliki jalur pelarian rahasia atau bantuan dari orang lain yang belum kita ketahui.”

Wajah Dante semakin gelap. Ia menggebrak meja dengan kuat, membuat anak buahnya kaget dan menunduk ketakutan. “Tidak mungkin dia bisa menghilang begitu saja! Dia pasti masih di daerah ini atau sudah kabur ke kota lain. Aku mau kalian perketat pengawalan di seluruh perbatasan, bandara dan pelabuhan. Berikan fotonya ke semua orang yang bekerja untuk kita. Dan jangan lupakan jaring bawah tanah. Dia pasti akan meminta bantuan orang-orang lama atau berhubungan dengan pihak tertentu.”

“Baik, Tuan. Kami akan segera lakukan,” jawab anak buah itu dengan cepat, lalu bergegas keluar untuk melaksanakan perintah.

Setelah semua orang keluar, Dante terdiam sendirian di ruangannya. Ia menatap foto di atas meja, foto dirinya dan Elara. Ia tahu, selama Lucas belum tertangkap, Elara tidak akan pernah benar-benar aman di sini. Dan ia tidak bisa membiarkan istrinya hidup dalam ketakutan setiap hari.

Dante mulai berpikir, mungkin cara yang ia gunakan selama ini kurang tepat. Mungkin dia terlalu fokus pada kekuatan militer sehingga mengabaikan aspek lain. Atau mungkin, dia harus mengubah cara pandangnya dan cara berjalannya organisasi ini agar tidak lagi menjadi target musuh dan tidak lagi membawa bahaya bagi istrinya.

Malam itu, Dante kembali ke kamar tidurnya. Elara sudah terbangun dan sedang duduk membaca buku sebentar sebelum tidur lagi. Mendengar pintu terbuka, Elara menoleh.

“Bagaimana, Dante? Apakah ada kabar?” tanyanya dengan ragu.

Dante menggeleng, duduk di samping Elara. “Belum. Dia sangat licik. Tapi aku tidak akan berhenti mencarinya.” Dante memegang tangan Elara. “Elara, ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu.”

Elara mengangkat alis, menatap Dante. “Apa itu?”

Dante menghela napas, seolah sedang mengambil keputusan besar dalam hidupnya. “Mungkin… setelah masalah ini benar-benar selesai, kita harus pergi dari sini untuk sementara waktu. Atau mungkin… mengubah cara hidup kita. Aku tidak ingin kamu terus terancam bahaya seperti ini. Aku ingin kamu hidup tenang dan aman.”

Elara terkejut mendengarnya. “Maksudmu meninggalkan semua ini? Bisnismu? Organisasimu?”

Dante mengangguk pelan. “Mungkin. Aku belum tahu pasti. Tapi aku tahu satu hal, keselamatanmu adalah yang paling penting bagiku. Segala kekayaan dan kekuasaan ini tidak akan ada artinya jika aku kehilanganmu.”

Mendengar kata-kata tulus itu, hati Elara terasa hangat. Ia tersenyum lembut pada Dante. “Apapun keputusanmu, Dante, aku akan mendukungmu. Asalkan kita bersama, aku rasa kita bisa menghadapi apapun.”

Dante tersenyum juga, namun di lubuk hatinya, ia tahu jalan yang harus ia tempuh ke depannya tidak akan mudah. Ancaman Lucas yang belum hilang, dendam masa lalu, dan tugas besar yang diembannya. Namun, melihat senyum Elara, ia merasa punya kekuatan untuk menghadapi segalanya. Dan malam itu, ia berjanji dalam hatinya, ia akan melakukan apa saja demi melindungi wanita di sisinya ini, dan membawanya ke tempat di mana tidak ada lagi bahaya dan ketakutan.

BERSAMBUNG

^_^

Tolong dukung ya my readers tersayang. Ini novel ke 14 aku 😍

Salam sehat selalu, dari author yang cantik buat my readers yang paling cantik.

^_^

1
Gretchen Paula
semangat ya 🤭
Gretchen Paula
setiap episodenya aku suka banget thor 😊
Victoria Genevieve
up lagi Thor ini kan libur 😄
Victoria Genevieve
Bayak baget cobaan Dante Thor 😒
si paling cute
lanjut🥺
si paling cute
ledakan apa itu thor
Flowers🪴
semangat ya Dante kamu pasti bisa melaluinya. Kebahagiaan akan berpihak kepadamu😍
Flowers🪴
Ada masalah lagi bang 🥺
Victoria Genevieve
semangat ye🙏
Ani.hendra: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
Victoria Genevieve
👍👍👍👍👍👍👍👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
si paling cute
💪💪💪💪💪💪💪💪
si paling cute
Dante ujian hidup mu berat banget sih. tapi gak apa apa ada aku kok yang semangati🥺
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Flowers🪴
trus bilang lanjut 🤭
Ani.hendra: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
Flowers🪴
Kasih 👍 dan 💪
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Bunga Yona
semangat 👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Bunga Yona
Harus happy ending ya thor😔
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Cheryl Emery
keren 🙏 update lagi ya 🤭
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Cheryl Emery
senang banget gue kalau sudah update, tapi bacanya terlalu singkat thor🤭 bisa nambah lagi gak 😍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Gretchen Paula
👍👍👍👍👍👍👍
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Gretchen Paula
Ya Elara, benar....kalau bukan kamu yang kasih dukungan siapa lagi. kasih semangat trs ya 😊
Ani.hendra: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!