Aleea nama panggilannya, Putri dari seorang pemilik ma'had yang cukup ramai di kotanya, aleea dikenal ramah dan santun, dia juga mengajar di pesantren milik abahnya namun aleea juga sibuk dengan dunianya sebagai penulis.
Areez seorang ustadz muda yang mengajar di pesantren milik abahnya aleea, tingginya yang semampai dengan badannya yang gagah membuat setiap orang melihat tak berkedip mata. sangat tampan memang tapi areez tidak banyak bicara hanya seperlunya, kecuali abahnya aleea.
Kebanyakan lingkungan pesantren memegang teguh adat dan senioritas, begitupun pesantren milik abahnya aleea. perbedaan umur terkadang seperti jurang yang dalam, rasa sulit untuk mengungkapkan terbatas rasa sopan seringkali menjadi pikiran.yang lebih tua merasa umurnya menghalangi untuk menunjukkan perasaan sedangkan yang lebih muda selalu bersikap sopan, bahkan terasa terlalu sopan hingga sulit di bedakan, entah itu rasa hormat, takdim atau justru menyimpan perasaan lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainun masruroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
membalas surat
" mbak leea... Aku sudah siap nih " ucap aylin di kamarku
" ayo... Mbak juga wes selesai " ucapku membawa tas dan kunci mobil
Hari ini butik buka jam 1 siang, karena Grand opening kemaren banyak barang yang harus di rapikan dan di tata ulang, jadi aku tidak bisa memaksa karyawan untuk buka pagi pagi karena kemarin sangat melelahkan, bahkan mereka harus makan bergantian karna customer membeludak, pagi ini aku mengantar aylin pemeriksaan kesehatan di rumah sakit, aku tidak bisa membantu mereka di butik jadi aku sudah serahkan semua ke mereka, setelah dari rumah sakit nanti aku langsung ke butik, katanya aylin mau room tour butik sama gedung produksi.
" mbak leea... " panggil aylin
" hemmm... Kenapa dek "jawabku
" semalem ada ustadz... Ganteng si tapi mukanya galak " ucap aylin
" terus... " sahutku
" mbak leea tau ga siapa namanya? " tanya aylin lagi
" ciri-ciri gimana... Mbak juga ga terlalu hafal kalau nama ustadz-ustadz gitu " tanggapku
" nih ya... Dia tinggi, badannya tegap, kulitnya sawo mateng, mukanya kaya galak terus wangi " sebut aylin
" semalem sebelum Abah dan ibu pulang... Dia nungguin disini, dia ngajak ngobrol aku mbak, terus tanya kabarnya mbak leea " jawabnya lugu
" kenapa tanya kabarnya mbak? " tanyaku, sebenarnya aku tau dia siapa... tapi aku tidak mengira dia datang kesini, dan yang aku lihat semalam di sebrang jalan, tidak salah lagi, areez
" mbak nyembunyiin sesuatu ya... Tumben ga cerita ke aylin" tanyanya
" engga ada dek... Mbak engga cerita karena memang bukan siapa-siapa dan tidak ada apa-apa " jawabku santai
" masa si ... tapi keliatannya engga gitu deh mbak " aylin melotot ke arahku yang lagi nyetir
" beneran dek... Dulu tuh dia pernah bantuin mbak jatuh " sambungku lagi
" awas aja boong... Tapi kalo sama ustadz itu aylin setuju ko mbak .... Wajahnya galak si tapi keliatannya baik " ucap aylin
Aku tidak menanggapi aylin lagi, bisa panjang urusan, ga lama kita sampai di rumah sakit, aylin ada beberapa pemeriksaan kesehatan dan sekalian saja buat cek keseluruhan, sebenarnya aylin tidak sakit apapun, tapi di pesantrennya lagi rame yang sakit Hepatitis, karna itu penyakit yang gampang menular, dan hidup di pesantren itu saling berbaur jadi banyak anak santri yang tertular dan akhirnya di pulangkan semuanya demi kenyamanan bersama, dan karna aku, Abah dan ibu takut aylin tertular dan kita tidak tau gejala awalnya jadi kita semua memutuskan untuk aylin menjalani pemeriksaan kesehatan dan suntik vitamin.
Aku menunggu di luar ruangan dan aylin harus masuk sendirian, aku duduk di kursi, melihat stock baju dan stock kain untuk model baju baru, jujur ini lebih melelahkan dari pada menulis novel. Tapi entah kenapa aku suka dengan kesibukan ini, meskipun pada akhirnya aku harus bertemu orang banyak dan melayani mereka tapi saat menjadi penulis aku juga bertemu orang banyak, dan lebih banyak dari saat mengurus butik, Minggu depan aku harus ke 2 kota berbeda untuk menghadiri undangan webinar dan pod cast untuk menceritakan perjalanan menjadi seorang penulis dan tips agar novelnya terjual laris, sebetulnya aku juga bingung harus ngomong apa nanti karna aku hanya membuat dan aku tidak mengira banyak yang suka dengan cerita-ceritanya. Aku tidak menulis apapun untuk menyiapkan itu, aku akan berbicara apa adanya dan sebagai mana aku melakukankannya selama ini.
" loh... Mbak aleea kan " ucap seseorang dokter
" ah... Iya, dokter Doni ya..." tebakku
" iya mbak leea... Lama ga ketemu, oh ya... Selamat ya atas novel dan grand opening butiknya " katanya
" terimakasih banyak dok "
" kok ga bareng mas areez mbak " ucapnya tiba-tiba
" areezz?.. " jawabku bingung
" iya barusan saya ketemu mas areez di lobi... Katanya lagi ga enak badan " katanya polos
" ah... Saya engga tau dok " jawabku tersenyum bingung, setelah itu dokter Doni pamit pergi karna di panggil asistennya.
areez di sini juga? batinku, aku melihat sekeliling untuk tau keberadaan sosoknya, aku berjalan ke arah lobi untuk tau apa areez masih di sana, sayang sekali... Tidak ada...
Ah... Suratnya, batinku, aku teringat amplop hitam yang belum kubaca semalam, aku tertidur dan lupa untuk membacanya, aku ingat amplop itu aku taruh di laci yang sama dengan amplop pertama, sepertinya nanti harus pulang dulu dan baru pergi ke butik, aku harus mengambil amplop itu, biar kubaca di kantor saja.
Aylin menepuk pundakku, ternyata aylin sudah selesai tinggal menunggu hasil 3 hari kedepan, aku mengajak aylin untuk pulang dulu, dan dia mengiyakan asal mampir ke Indomaret katanya...
Aku sampai di rumah, aku hanya turun sebentar dan mengambil amplop dan setelah itu langsung ke butik, aku sudah di telfon beberapa kali, sepertinya butik sangat hectic, jadi aku tidak bisa berlama-lama.
***
butik sedang kekurangan stock gamis Aruna, sebenarnya kita masih ada 300 stock lagi, tapi ini akan di keluarkan beberapa stock setiap Minggu sambil nunggu stock kain di jahit, karna kita bukan hanya mau berdagang sebentar jadi kita harus mempertahankan kualitasnya juga, ini bukan sekedar bisnis, ini sebuah karya. Menjelang malam butik perlahan senggang... Customer yang datang mulai sepi. Jadi aku ke kantor di gedung produksi, aylin sepertinya disana juga.
Aylin sedang memperhatikan karyawan yang sedang bekerja satu per satu di temani mbak ila, ibu sedang meeting di ruang meeting lantai dua, aku masuk ke kantorku, kantorku di lantai satu kebetulan karena aku mau ruanganku dekat dengan pohon, jadi sebelum jadi sudah ku tanam pohon mangga dan bungan bugenvil di sebelahnya. Ku buka jendelanya, hawa malam perlahan masuk ke ruangan, semilir angin mulai mengelus kulitku, kusandarkan badanku di sofa, ku pejamkan mataku pertanda lelah. Aku meraba mencari tasku, mengambil kertas dan membukanya... Amplop hitam yang sama juga wangi parfum yang sama seperti di amplop pertama.
...Assalamualaikum mbak aleea......
...Maaf jika surat ini mengganggu kesibukan mbak leea, sebelumnya selamat untuk novel dan butik barunya, saya turut bangga atas Pencapaiannya. ...
...Saya hanya memberi tau bahwa saya sudah menyelesaikan pendidikan S2 saya di Maroko 6 bulan lalu, saya sempat pulang dan menemui Abahnya mbak leea untuk menegaskan sesuatu, namun ketika melihat mbak leea, saya merasa saya belum cukup pantas, namun kata Abah sudah cukup tapi karna saya merasa kurang percaya diri, Abah memberikan rekomendasi untuk lanjut S3, saya menyetujui dan akan berangkat lagi besok. Maaf baru bisa mengatakan sekarang dan maaf jika saya sampaikan lewat surat....
...saya tahu, tidak ada ikatan resmi yang perlu saya pamitkan secara berlebihan. Kita pun mungkin belum sempat—atau mungkin sengaja tidak—mendefinisikan apa yang sebenarnya terjadi di antara kita selama ini. Ada banyak hal yang dibiarkan menggantung, dan itu tidak apa-apa....
...Karena ketidakpastian itu juga, saya tidak akan meminta mbak leea untuk menunggu. Waktu yang akan saya habiskan di sana cukup lama dan tidak pasti. ...
...saya pergi untuk kembali. Dan jika nanti waktunya sudah tepat, saat saya pulang dengan diri yang lebih utuh, saya tidak ingin lagi kita berada di zona abu-abu ini. ...
...Sampai hari itu tiba, tetaplah menjadi diri sendiri. tapi biarkan saya menyimpan harapan bahwa jalan kita akan bertemu lagi di titik yang lebih pasti....
...maaf 2 tahun saya kira sudah cukup, dan 2 tahun pula mbak lea benar-benar terbang tinggi, saya cukup kesulitan tapi saya yakin bisa dan terbang lebih jauh dari mbak lea, agar mbak lea tidak perlu terbang sendiri dan bisa saya temani....
...Wassalam ...
...Areez lysander Zephyr...
Pantas dia tidak menemui ku... Batinku
Aku mengambil secarik kertas Yang ada di meja dan menuliskan beberapa kata di atasnya...
...baiklah jika memang begitu, mari terbang bersama di wilayah yang berbeda, aku tidak menantangmu, aku aku mau lihat seberapa tinggi kamu bisa menuntunku, aku tak yakin jika aku layak karna aku lebih tua darimu, tapi terimakasih......
...sampai jumpa di titik 0kg beberapa tahun lagi...
...aku harap kau cepat selesai, agar kau tidak perlu melihat garis halus di wajahku nanti, dan sempat melihatku muda seperti sekarang ini....
...Aleea Bahiraa haura...
Segera ku masukkan amplop yang ada di kantor, aku menitipkan pada mbak ila untuk di kirim entah ke rumahnya atau siapapun, asal surat itu sampai padanya sebelum ia berangkat besok.