#Ruang Ajaib # fantasi wanita # romansa pedesaan
Song Xinglan tidak sengaja menemukan batu Giok Permata Rubi, dia tidak menyangka batu tersebut yang membawanya pindah ke zaman lain yang tidak ada dalam sejarah, zaman yang serba kekurangan dan miskin dengan sumber makanan, dan dia menjadi putri bungsu di keluarga Song.
•
•
•
•
"Hah... banyak sekali kekayaan di sini, apakah masyarakat disini tidak mengetahuinya!" Gumam Song Xinglan sambil melihat sekelilingnya dengan mata berbinar...!!!
"Ini bukan daerah miskin tapi daerah kaya dengan sumber daya! Karena aku sudah disini, keluarga song akan jaya di tanganku!." Gumamnya lagi.
Ya sekarang Song Xinglang berada di pegunungan, tadinya dia ingin mencari peruntungan untuk mengisi perutnya yang lapar, setelah tiba di pegunungan mata sangat berbinar melihat tumbuhan begitu banyak disana yang bisa di makan..
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. mengantar wei Jingjing pulang
"Jiejie aku tidak bisa lagi menunggu Jingbei gege, aku ingin pulang tapi aku takut sendirian, juga takut merepotkan jiejie." Ucapnya lagi sambil menunduk ia makin gelisah bagaimana kakak kedua membutuhkan sesuatu.
"Jingtian gege, tidak bisa mengambil air sendiri ia juga sakit, bagaimana aku pulang, hiks..." ia menangis karena gelisahan itu sudah menekannya timbul rasa takut, juga tidak ingin merepotkan song xinglan, sebagai anak kecil hanya menangis yang ia bisa.
"Di keluargamu masih ada yang sakit, mengapa tidak mengakatakannya pada jiejie dari tadi, jiejie bisa mengantarmu pulang, dasar bodoh!." Ucap Song Xinglan lembut ia mengelus kepala wei Jingjing dan menenangkannya.
"Mengapa menangis katanya Jingjing gadis yang kuat, ayok jiejie antar, apa kamu ingat jalan kerumahmu, soalnya jiejie tidak tahu dimana rumahmu." Ucapnya lembut, wei Jingjing menganguk senang ia tahu jalan kerumahnya, karena ia masih mengingatnya.
Song xinglan mencoba mengingat ingatan song Xinglan lama yang masuk kedalam ingatannya saat di hutan waktu pertama kali ia datang kedunia ini.
Tetapi ia tidak mengingat tentang keluarga wei, " mengapa tidak ada ingatan tentang keluarga wei." Gumamnya.
"Tentu tuan, karena song xinglan lama disekitarnya hanya ada li Yunru dan keluarganya, ia tidak terlalu banyak mengenal warga di kampung ini.
"Betapa bodohnya dia, hanya percaya pada Li Yunru yang selalu membuatnya diri nya bodoh, tidak mengetahui apapun." Gumanya lagi juga geram kepada song xinglan lama.
Kembali lagi kepada wei Jingjing,
" jiejie benarkah kamu mau mengantarkanku." Ucapnya senang ia berhenti menangis.
"Tentu sayang! Tunggu disini jiejie ingin izin dulu kepada ibu dan nainai." Ucapnya lagi dengan lembut, wei Jingjing mengangguk antusias.
ia senang song xinglan bermain kerumahnya.
Tidak lama setelah itu song xinglan kembali, wei Jingjing memegang tangannya.
"Jiejie apa di izinkan." Tanyanya dengan penuh harap, song xinglan hanya menyentuh hidung gadis kecil itu.
"Mengapa kamu lucu sekali, tentu ayo berangkat, tunjukan jalannya, apa benar kamu masih mengingatnya jiejie tergantung padamu, jangan sampai kita tersesat, ayo jalan!" Ucap lembut lalu membawa wei Jingjing kekuar.
Sebenarnya saat minta izin tidak semudah itu, ia terpaksa merayu ibunya dan Nainai dan bibi juga ikutan membantu ibunya, jadi ia juga terpaksa merayu bibinya.
Tapi tidak mempan juga meraka mengizinkan asal xiaohui ikut dengannya, tetapi song xinglan tidak ingin xiaohui ikut, karena ia memiliki tujuan lain setelah mengantar wei Jingjing.
Rayuan dan bujukan yang ia keluarkan barulah dia mendapatkan izin dengan senang ia kembali menemui wei Jingjing.
Nainai dan ibunya bukan tidak ingin mengizinkannya, mereka hanya takut song xinglan bertemu dengan wei jingguo, keluarga song juga mendengar rumor itu, tentang kekejaman wei jingguo.
Di perjalanan song xinglan mengajak wei bercerita, ia ingin mengorek informasi dari wei jingjing tentang keluarga wei yang tidak ketahui.
"Jingjing berapa orang anggota keluargamu." Ucapnya dengan lembut.
"Jiejie aku memiliki tiga gege, gege tertua bernama wei Jingguo dia selalu berburu ke pegunungan, dan tidak pernah dirumah." Ucapnya lagi menceritakan kakak pertamanya.
"Wei Jingguo!" Ucapnya mengulang kata wei Jingjing, ia ingat dengan nama wei jingguo ini, karena li yunru selalu menyebut nama itu saat bersama song xinglan lama, tentu ia juga mengingatnya, karena ingatan song xinglan sudah satu dengannya.
"Bukankah itu lelaki kejam yang ingin membunuh li Yunru." Gumamnya,
" tidak-tidak! aku bukan song xinglan lama, mana mungkin aku percaya dengan omongan li yunru, mungkin saja dia merayunya, pantas saja ingin dibunuh."
"Aku juga pernah mendengar rumor tentang nama ini, Li yunru selalu menceritakan tengang wei jingguo ini, ia selalu meminta aku untuk tidak bertemu dengannya, jika bertemu dijalan segera putar ambil jalan lain yang terpisah." Gumamnya lagi.
"Aku tidak percaya rumor, Mungkin saja li Yunru menyukai pemuda itu, karena rayuannya tidak berhasil ia menyebar rumor itu." Gumamnya lagi.
"Lelaki menarik, aku ingin bertemu dengannya, aku penasaran seberapa kejam dia." Gumamnya lagi.
"Jiejie mengapa kamu diam saja!." Wei jingjing menarik tangan song xinglan karena ia diam berdiri dari tadi.
Baru song xinglan sadar " maaf jingjing aku melamun, lanjutkan ceritamu." Ucapnya sambil tersenyum.
"Kakak keduaku bernama wei Jingtian, ia sakit tidak bisa jalan karena lumpuh kaki membusuk, ada luka juga di punggungnya yang belum sembuh." Ucap lagi sedih melihat penyakit kakak keduanya.
"Apa kamu tahu kenapa kakak kedua mu seperti itu." Tanya song xinglan
"Aku tidak tahu saat aku besar gege sudah seperti itu." Jawab wei Jingjing lagi.
"Ya sudah lanjutkan ceritamu." Ucap song xinglan lagi, nanti ia bisa bertanya pada ayah atau ibunya dirumah tentang wei jingtian ini.
"Gege ketigaku jiejei sudah kenal jingbei gege." Ucapnya lagi.
"Iya, apakah rumahmu masih jauh." Ucapnya lembut,
"Masih jiejie, maaf ya merepotkan jiejie rumah kami memang sedikit jauh dari desa, dekat kaki gunung." Ucapnya lagi dengan rasa bersalah.
pada saat itu jalan sebelahnya hanya bentengi oleh rumput, lewat lelaki berwajah datar, ia berjalan dengan cepat tidak melihat kiri kanan, jika ia menoleh pasti melihat song xinglan bersama wei Jingjing, dia adalah wei jingguo.
Pikirannya hanya menemukan adik-adiknya secepatnya tidak ada waktu untuk melihat kiri kanan.
Kembali lagi kepada song xinglan,
"Tidak apa-apa, tidak merepotkan justru jiejie senang mengantarmu." Ucapnya dengan lembut dan tersenyum, "bisa keluar rumah untuk mencari sumber daya untuk ruang dimensi Bai Lian Hua." Ucapnya dalam hati dengan senyuman dibibirnya.
Tak lama setelah itu mereka sampai di rumah wei Jingjing rumahnya tidak sebesar rumah song, sedikit reyot dan bobrok.
"Apa ini rumah buangan, kasihan sekali keluarga ini, masih anak-anak sudah di tinggalkan kedua orang tuanya, tidak heran wei jingguo seperti itu." Gumam song xinglan sedih melihat rumah tersebut.
Ya, wei Jingjing juga menceritakan bahwa kedua orang tuanya sudah meningal ,saat ia kecil.
"Jiejie ayo kita masuk." Ucap wei Jingjing menarik tangan song Xinglan ia tidak sungkan lagi kepada song xinglan, saat sampai didalam rumah ia memanggil kakaknya.
"Jingtian gege! Aku pulang..." ucapnya sambil membawa song singlan masuk kedalam rumah lebih dalam lagi, lalu nampak lelaki kurus yang terkapar diatas ranjang, yang berusaha untuk duduk.
"Gege jangan duduk, kamu mau apa biar aku yang membantu." Ucap wei Jingjing ia berlari menghampiri gegenya lalu menahannya supaya tidak duduk.
°°°°
Bersambung...!!!
°
°
°
《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
♡Terimakasih😊
pasti auto kabur.....😁