NovelToon NovelToon
Menggantikan Pengantin Yang Kabur

Menggantikan Pengantin Yang Kabur

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Vaelisse

Ketika kakaknya, Orla, kabur dari pernikahan dengan pria berbahaya bernama Lorcan, Pearl dipaksa menggantikannya demi menyelamatkan keluarga dari kehancuran.

Terjebak dalam pernikahan kontrak dengan pria dingin yang seharusnya menikahi orang lain, Pearl harus hidup dalam kebohongan yang bisa merenggut nyawanya kapan saja jika kebenaran terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vaelisse, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Kemarahan itu meninggalkan sesuatu di udara mansion.

Sesuatu yang tidak bisa diusir hanya dengan membuka jendela atau menyalakan lampu lebih terang. Pearl merasakannya sejak ia membuka mata pagi itu, berat, mencekik, seperti sisa asap kebakaran yang sudah padam tapi baunya tidak mau pergi.

Lorcan sudah tidak ada.

Kursi sarapannya kosong dan dingin, tidak ada tanda-tanda ia pernah duduk di sana pagi ini. Tidak ada pesan. Tidak ada laporan tentang ibunya di meja seperti hari-hari sebelumnya.

Pearl menatap meja itu lama.

Lalu ia meletakkan cangkir tehnya dan pergi ke kamar.

Ponselnya bergetar saat ia sedang duduk di tepi sofa.

Nomor tidak dikenal.

Pearl menatapnya sebentar sebelum membuka pesannya dan detak jantungnya langsung berhenti di tengah jalan.

"Pearl. Ini Orla. Temui aku di kafe dekat rumah sakit, jam dua siang. Kalau kamu tidak datang, aku masuk ke kamar Ibu sekarang dan membawanya pergi. Jangan beritahu Lorcan jika kamu ingin Ibu tetap aman."

Pearl membaca pesan itu dua kali.

Tiga kali.

Tangannya gemetar hingga ponsel di genggamannya hampir terjatuh.

Pikirannya berlari ke segala arah sekaligus jika ia memberitahu Lorcan, ia tidak tahu apa yang akan dilakukan pria itu pada Orla, dan ia tidak tahu apakah itu akan membuat situasi ibunya lebih aman atau justru sebaliknya. Tapi jika ia pergi diam-diam dan Lorcan tahu...

Aku harus menghentikan Orla,batin Pearl. Harus memintanya menjauh sebelum semuanya hancur.

**

Pearl keluar dengan alasan yang tidak sepenuhnya bohong, ia memang butuh beberapa keperluan pribadi yang habis sejak demam kemarin. Pengawal yang mengantarnya tidak curiga, menurunkannya di depan pertokoan besar di pusat kota tanpa pertanyaan lebih lanjut.

Tapi begitu pintu pertokoan itu menutup di belakangnya, Pearl berjalan terus ke pintu belakang.

Taksi sudah menunggu di luar.

**

Kafe itu kecil dan remang, tersembunyi di gang sempit dekat rumah sakit. Bau kopi yang terlalu kuat bercampur dengan udara lembap dari luar. Pearl masuk dan langsung melihatnya, sosok perempuan di sudut paling belakang, kacamata hitam besar, syal sutra yang menutupi sebagian wajahnya.

Orla.

Kakaknya itu masih secantik yang Pearl ingat. Tapi ada sesuatu di sudut matanya yang berbeda, kelelahan, atau mungkin sesuatu yang lebih gelap dari itu.

"Duduklah, Adikku," sapa Orla, nada mengejeknya terasa seperti sesuatu yang sudah Pearl hafal sebelum ia sempat sadar menghafalnya.

"Apa yang kamu mau, Kak" suara Pearl tidak stabil di antara marah dan takut. "Kenapa kamu kembali? Kenapa kamu mendekati Ibu?"

Orla tertawa kecil, tawa yang selalu membuat Pearl merasa seperti gadis kecil yang tidak pernah cukup. "Mengganggu? Aku hanya ingin melihat bagaimana adikku yang selalu jadi bayangan itu ternyata sekarang memakai berlian di lehernya. Hidupmu cukup nyaman rupanya, Pearl."

"Aku tidak memilih ini!" Pearl menahan suaranya agar tidak naik. "Aku ada di sini karena kamu kabur dan meninggalkan semua kekacauan ini. Kembalilah, Orla. Hadapi ini sendiri. Jangan libatkan Ibu."

Orla menyesap kopinya dengan santai.

"Menghadapi Lorcan Darragh?" Ia menaruh cangkirnya dengan gerakan yang terlalu tenang. "Tidak. Aku ke sini karena aku butuh uang. Lorcan punya banyak dan kamu sebagai istrinya pasti punya akses ke rekeningnya."

Pearl menatapnya tidak percaya. "Kamu gila. Aku tidak akan melakukan itu."

"Benarkah?" Orla mendekatkan wajahnya, sorot matanya berubah dalam sekejap, tidak ada lagi sisa tawa di sana. "Kalau begitu aku pastikan perawat di rumah sakit itu melakukan sesuatu yang salah pada infus Ibu sore ini. Pilihannya ada di tanganmu. Tiga ratus ribu Euro atau kamu pesan peti mati besok pagi."

Dunia di sekitar Pearl runtuh dalam diam.

Ia tidak pernah menyangka, bahkan dari Orla, bahkan dari kakak yang sudah lama tidak ia kenal dengan baik, ia tidak pernah menyangka akan sampai sejauh ini.

Sebelum Pearl sempat membuka mulut...

Pintu kafe terbuka.

Angin dingin masuk.

Dan bersamanya, aura yang sudah Pearl hafal sampai ke sumsum tulangnya.

Lorcan berdiri di ambang pintu.

1
Dede D
ceritanya sangat bagus
Dede D
lanjut kak
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰
Gegara Kk nya, adikny jdi korban😭
Dan demi ibunya, pearl rela melaksanakan pernikahan yg ia sendiri tidak mau sbnrnya🙏😓
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Vaelisse: makasii kak, jangan lupa like dan komen nya ya 😀
total 1 replies
Juli Queen
bagus
Juli Queen
kaa kapan update nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!